
Pria itu masih terus terisak dipelukan sang istri, kenangan pahit itu harus dia ingat kembali. Luka hatinya kembali terbuka memperlihatkan hati dan perasaannya yang tergores karena perasaan bersalah yang begitu besar.
Akia membiarkan suaminya terus menumpahkan tangisannya. Tidak banyak yang dia lakukan saat ini, hanya memeluk dan membiarkan suaminya menumpahkan semua rasa yang selama ini dia pendam sendiri.
Tangan mungilnya membelai kepala Azriel, sesekali dia mendaratkan kecupan singkat nan lembut diujung kepala suaminya.
Pria itu kembali tenang, lalu menatap wajah cantik Akia dengan sedikit tersenyum malu.
"Kenapa ?" Tanya Akia lembut, tatapan matanya begitu meneduhkan Azriel.
Azriel tersenyum tipis. "Maaf suamimu terlihat cengeng. Kamu pasti merasa ilfil ya, masa iya cowok menangis."
"Memang ada yang salah jika pria menangis gitu ? Emang yang boleh menangis cuma perempuan saja ?"
Pria itu garuk garuk kepala sembari cengengesan, membuat Akia terkikik geli.
"Kau itu lucu mas, mana suami aku yang biasanya dingin dan galak. Kalau orang lain tahu sikap mas yang cengeng begini, aku jamin mereka nggak bakalan takut lagi sama kamu mas." Kekehnya dengan tawa yang terus menghiasi wajahnya yang cantik.
Azriel manatap Akia yang kini sedang tertawa dengan renyahnya. Tanpa sadar pria itu bergumam.
"Kamu cantik Sya."
Pipi Akia merona mendengar pujian Azriel, padahal hampir setiap hari suaminya itu tidak pernah berhenti memuji nya, tapi tetap saja dia masih merasa malu.
"Tetaplah tertawa seperti ini, jangan pernah ada kesedihan di wajah ini. Kau sangat cantik istriku benar benar cantik."
Kedua mata itu saling memandang dengan tatapan penuh cinta yang begitu besar. Sebuah kisah perjalanan cinta mereka yang begitu rumit dan penuh isak tangis. Mereka berharap jika apapun masalah yang mereka hadapi, semoga tidak ada kata perpisahan diantara mereka.
Wajah mereka saling mendekat tanpa mereka sadari, seakan ada sebuah magnet yang tidak terlihat diantara mereka. Tatapan mata keduanya saling mengunci dan pada akhirnya kedua bibir itu bertemu saling menautkan rasa cinta diantara keduanya. Menyelami rasa manis semanis madu yang membuat keduanya menjadi candu.
Kedua mata Akia memejam menikmati setiap sentuhan lembut nan mesra yang diberikan suaminya. Hingga akhirnya ciuman itu terlepas dengan sendirinya dengan nafas keduanya yang hampir habis.
"Aku menginginkan mu sayang." Serak suara Azriel ditengah deru nafasnya menahan sesuatu yang bergejolak didalam tubuhnya.
Akia menjauhkan kepalanya sedikit dengan kedua mata yang memicing. Suaminya itu sungguh menjelma menjadi pria yang sangat mesum. Bagaimana bisa ditengah tengah cerita yang membuatnya sedih, pria itu justru menginginkan sesuatu dari dirinya. Bahkan Azriel belum menyelesaikan ceritanya yang masih menggantung.
"Mas kau itu bisa nggak sih itu nafsu ditahan sedikit. Kesenggol dikit nafsu, dibelai dikit nafsu, dicium dikit nafsu, jangan jangan kalo liat aku mand..ii..mmmpphhh."
Gadis itu berontak kuat saat ucapannya dipotong suaminya dengan cara yang tidak dia sangka. Bisa bisanya pria itu mencium bibirnya dengan sangat kuat.
Pletak
__ADS_1
"Mas !" Pekiknya dengan nafas yang ngos ngosan, sembari menahan sakit akibat sentilan Azriel di kening nya.
"Ngomong itu yang benar ratu, kalau sampai ada yang denger gimana ? Nggak malu kamu emangnya ?" Cetus Azriel dengan tatapan tajam nya.
"Lah emang yang aku bilang benar kan ? Kau itu tidak bisa menahan itu mu mas."
"Itu apa ?" Goda Azriel sembari menaikturunkan alisnya.
"Ya..itu..anu.."
"Tadi itu sekarang anu, kamu itu mau ngomong apa sih ?"
"Ya itu mas,,aduh..kenapa jadi aku yang bingung sih. Aku kan sedang ingin mendengar lanjutan ceritamu mas. Ah sudahlah lebih baik aku masuk aja." Sungut Akia sembari mengerucutkan bibirnya.
Gadis itu bangkit beranjak dari duduknya hendak menuju kedalam rumah, meninggalkan Azriel yang sedang tersenyum puas karena berhasil mengerjai istrinya.
Gerutuan masih terucap dari bibir Akia sembari kakinya terus melangkah. Gadis itu merasa kesal, pasalnya lagi dan lagi suaminya selalu saja berbuat jahil padanya. Gadis itu masih tetap menggerutu karena gagal mendengar cerita suaminya sampai tuntas.
Langkah kakinya hampir saja mencapai pintu belakang saat tiba tiba dia merasa tubuhnya melayang di udara.
"Aaaaa...astaghfirullah ya Allah. Mas kau membuatku terkejut."
Azriel tertawa keras dengan tangannya yang masih menggendong tubuh mungil Akia menuju kekamar mereka.
"Bukannya kamu bilang ingin istirahat sayang ? Jadi aku membawamu kekamar kita." Ucapnya dengan bibir menyeringai penuh misteri.
"Iya..tapi aku bisa istirahat disofa ruang keluarga mas." Jawabnya dengan gugup, pasalnya dia tahu akibat jika suaminya sudah membawanya kekamar.
"Kalau istirahat itu ya dikamar sayang, kalau di bawah ya kita bersantai namanya." Jawabnya dengan santai.
"Tapi..."
"Syutttt..udah jangan banyak bicara dulu, aku juga mau istirahat, badanku capek sekali." Ucapnya sambil membuka pintu kamar menggunakan tangan kanannya.
Walau agak susah, akhirnya pintu itu terbuka. Azriel menutup pintu dengan kakinya lalu melangkah menuju ranjang mereka. Merebahkan tubuh mungil itu dengan hati hati diatas ranjang, pria itu melangkah kembali ke arah pintu.
Cklek
Ya Allah dia mengunci pintu, alamat aku benar benar akan dihajarnya
Azriel berjalan santai kekamar mandi setelah dia mengunci pintu kamar. Tidak lupa dia mencabut kuncinya lalu membawanya serta kesana. Sesekali dalam langkahnya melirik kearah istrinya yang duduk diatas ranjang dengan wajah pucat dan gugup. Akia tidak tahu saja jika saat ini Azriel sekuat tenaga menyembunyikan senyumannya.
__ADS_1
Barulah saat sampai didalam kamar mandi, pria itu melepaskan tawanya yang sedari tadi dia tahan. Tentu saja tawanya didalam sana juga tawa tanpa suara. Pria itu benar benar merasa terhibur dengan tingkah polos istrinya yang sungguh terlewat polos itu.
Cklek
Akia menelan salivanya dengan kasar, lalu memalingkan wajahnya yang sudah memerah. Azriel keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan ritual mandinya, aroma wangi sabun menyeruak keluar hingga ke indra penciuman Akia. Membuat gadis itu tanpa sadar menghirup aroma itu dengan mata terpejam.
"Daripada mencium aromanya kenapa nggak langsung mencium objeknya saja sayang." Bisik Azriel ditelinga Akia dengan senyuman yang menggoda
Akia tersentak, detik itu juga gadis itu langsung membuka matanya. Menoleh kesamping melihat wajah Azriel yang juga sedang menatapnya dengan tatapan menggoda. Membuat Akia sukses menjadi gugup dan salah tingkah.
"Mas, se..sejak kapan disini ? La..lu ke..kenapa nggak pake baju." Gugup gadis itu berucap dengan jantung yang sudah bergemuruh.
"Menurutmu ? Kenapa aku harus pake baju, nanti juga bakalan dilepas lagi." Jawabnya santai dengan tatapan masih tidak terlepas dari wajah cantik itu.
"Apa ma..maksudmu mas."
"Maksudku ? Aku tidak mempunyai maksud apa apa sayang ? Kenapa kau gugup sekali." Tanyanya dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya yang tampan, membuat hati Akia semakin meleleh karena senyuman itu.
"Tidak ! Aku tidak gugup, siapa yang bilang aku gugup, biasa aja kok." Ujarnya sambil berpaling ke sudut lain.
"Oh ya ? Benarkah kau tidak gugup ? Lalu kenapa kau melihat kearah lain jika tidak sedang gugup sayang." Bisiknya sensual ditelinga istrinya.
Akia berjengit lalu menatap tajam kearah Azriel.
"Jangan macam macam mas. Atau aku tidak akan bicara lagi padamu."
"Aku tidak macam macam sayang, aku hanya mau satu macam..yaitu...kamu." Ucap pria itu yang langsung menyerang istrinya dengam gerakan kilat.
Dalam sekejap tubuh Akia sudah terkunci dengan tubuh Azriel yang besar dan kekar. Mulai menikmati kegiatan yang paling dia sukai dengan tangannya yang lihai mulai mencari benda favorit nya.
Sementara Akia hanya bisa pasrah dan menuruti apa kemauan suaminya. Baginya kebahagiaan suaminya adalah segala galanya baginya. Dia ingin selalu menjadi wanita yang bisa membuat hati suaminya merasa bahagia dan puas. Bahagia karena cintanya dan puas karena melayani kebutuhan bathinnya.
TBC
Part sedihnya dilanjut dipart selanjutnya ya..hari ini author ingin seneng senang dulu, sebentar saja, kan kasihan kalo mereka sedih terus..🤣🤣
Di part sebelumnya aku sudah mengubah nama Azriel ya sahabat. Supaya nggak samaan dengan nama Dhafa sang sahabat Akia. Soalnya ternyata banyak para sahabat aku ini yang bingung dengan nama keduanya yang hampir mirip walau beda pengejaannya. Jadi nama Azriel sudah author ganti dengan nama SULTAN AZRIEL EL FAHRENZI.
Tapi ternyata masih ada juga yang bingung dengan sebuah nama. 🤣 kali ini nama Akia dan Akila..sebenarnya memang author berniat ingin buat nama mereka supaya agak mirip tapi lagi ternyata ada sahabat juga yang merasa bingung,,jadi nanti author pikirin lagi nama siapa yang harus diganti..Akia ataukah Akila.? Kasih saran ya...
Oke segitu aja dulu..jangan lupa tinggalkan jejak ya..
__ADS_1
Mampir juga di karya author yang lain..sampul covernya di👇👇👇