Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Kabar Bahagia


__ADS_3

Azriel benar benar menuruti keinginan istrinya, saat mulai masuk waktu ashar pria itu bergegas membersihkan diri lalu berjalan menuju masjid yang tidak jauh dari rumah utama. Sesampainya disana Azriel meminta ijin pada marbot bahwa hari ini dia yang akan mengumandangkan azhan Ashar.


Sang marbot tentu saja senang dan terharu, pasalnya pria muda itu juga merindukan suara milik anak pemilik pesantren tersebut. Azriel memang dianugerahi suara yang begitu merdu sehingga siapapun orang yang mendengar suaranya saat mengumandangkan seketika akan terhipnotis oleh suara merdunya.


Azriel menatap bangunan masjid yang masih berdiri kokoh dan indah sampai saat ini. Sudah sangat lama sekali dia tidak datang kepesantren ini, dan dia sangat merindukan tempat suci ini. Satu bulan semenjak niatnya dulu, Azriel baru hari ini sempat berkunjung kepesantren. Selepas pertemuannya dengan Dhafa dan Alex direstoran waktu itu, Azriel membatalkan rencananya untuk berkunjung kepesantren ini karena mendadak ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.


Akia sendiri saat ini sedang berdiri didepan jendela kamar dengan mukena berwarna putih yang sudah membalut tubuhnya. Seperti biasa hati gadis itu bergetar hebat saat mendengar suara azhan menggema masuk ketelinganya. Bahkan kali ini kedua kakinya nampak gemetar hingga rasanya dia tidak sanggup berdiri.


Perlahan gadis itu ambruk lalu menangis tersedu sedu. Kilasan bayangan perbuatannya dimasa lalu sungguh membuat hatinya merasa sesak dan takut. Dia ingat bagaimana sifatnya dulu yang sangat arogan dan susah diatur. Bahkan dia juga berani melawan papanya dan tidak hanya sekali dua kali, dia sering membuat sang papa bersedih dan menangis.


Puncak kesedihannya saat dia meninggalkan papanya pergi dan membiarkan sang papa seorang diri larut dalam kesedihannya. Bahkan tidak sekalipun gadis itu menengok ataupun memberi kabar pada papanya. Dia hanya menempatkan beberapa anak buahnya untuk selalu mengawasi keadaan sang papa.


Saat mendengar bagaimana rapuhnya sang papa saat dia tinggalkan, gadis itu sebenarnya sangat terpukul. Ingin rasanya dia pulang ataupun memberi kabar pada papanya. Namun keinginan untuk berubah sangatlah kuat, lagipula dia belum siap untuk bertemu kembali mengingat bagaimana durhakanya dia yang sudah berkali kali menyakiti hati papanya.


Akia menghapus kasar airmatanya yang masih saja mengalir deras dipipinya. Setelah bisa menguasai dirinya, perlahan gadis itu berdiri untuk ikut menunaikan sholat ashar dimasjid. Saat berdiri Akia merasa kepalanya terasa sangat sakit dan berputar putar. Nafasnya pun terlihat sangat memburu, dengan berpegangan pada ujung jendela, Akia berdiri dengan posisi menyender ditembok kamar samping jendela.


Setelah dirasa pusingnya sedikit berkurang, Akia berjalan pelan menuju pintu kamar. Namun sayang saat baru saja tangannya meraih handle pintu, rasa sakit dikepalanya kembali datang hingga akhirnya kakinya tidak bisa lagi menopang tubuhnya. Gadis itu ambruk pingsan tepat didepan pintu kamar.


💕 💕 💕 💕


"Bagaimana keadaan istri saya dokter ?" Tanya Azriel dengan raut wajah panik dan khawatir.


Bagaimana tidak khawatir, saat pulang dari masjid dan hendak membuka pintu kamarnya, mendadak pintunya tidak bisa dibuka, seakan ada yang menghalanginya. Penasaran pria itu langsung membuka perlahan walaupun agak susah dan terbuka sedikit akhirnya Azriel bisa masuk kedalam meskipun badannya sedikit terluka karena tergores pintu.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat tubuh istrinya yang tergeletak pingsan tepat didepan pintu. Pantas saja pintunya sulit dibuka.


Dengan cepat Azriel mengangkat tubuh Akia lalu membaringkannya diranjang. Setelah itu dia keluar untuk menelpon dokter dan tidak lupa memberitahu abah dan umminya.


Dokter Sarah nampak tersenyum melihat bagaimana pria didepannya itu terlihat sangat cemas dan khawatir.


"Ustadz Azriel tenang saja ya, tidak ada penyakit serius yang saat ini dialami oleh istri anda."


"Lalu kenapa dia bisa pingsan dokter ? Bahkan wajahnya terlihat sangat pucat." Jawab Azriel yang nampak tidak puas dengan jawaban dokter Sarah.


Lagi dokter Sarah hanya mengulum senyum tipis lalu memandang wajah mereka yang ada dikamar tersebut satu persatu.


"Istri ustadz hanya kelelahan dan sedikit stres. Usahakan untuk membuat hati dan perasaannya tenang ya ustadz, buat hatinya senang dan tidak memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya stres berkepanjangan. Karena stres akan membuat tekanan darahnya menjadi tinggi dan itu akan sangat berbahaya untuk janin yang ada didalam perutnya." Ucap Dokter Sarah panjang lebar.


Azriel nampak manggut manggut mengerti dengan maksud perkataan sang dokter begitu juga dengan yang lainnya. Namun seketika raut wajah Azriel mendadak berubah saat dia mencerna kembali kata kata Dokter Sarah.

__ADS_1


"Tunggu, tadi dokter bilang janin ?" Ucapnya dengan suara tercekat.


Dokter Sarah menjadi bingung dengan perubahan sikap pria didepannya.


"Apa ustadz tidak tahu jika saat ini istri anda sedang hamil ?" Tanya Dokter Sarah dengan kening yang bertaut.


Mengabaikan pertanyaan sang Dokter, Azriel malah terdiam demgan tubuh yang membeku kaku. Antara syok dan bahagia bercampur menjadi satu.


Tes


Satu tetes airmata berhasil jatuh menetes dari kedua matanya yang tajam. Berbarengan dengan tubuhnya yang merosot jatuh kelantai, kakinya seakan terasa lemas. Saat tersadar dengan cepat pria itu bersujud mengucapkan syukur akan mukjizat yang Allah berikan padanya dan juga istrinya.


Saking bahagianya Azriel sampai menangis tersedu sedu. Ummi Hana yang melihat betapa bahagianya sang putra nampak ikut meneteskan airmatanya, begitu juga dengan Zalfa. Wanita bercadar itu dengan pelan berjalan kearah adiknya lalu memeluk Azriel ikut meluapkan kebahagiaannya.


"Selamat ya dek akhirnya kamu akan segera menjadi ayah."


"Aku tidak percaya ini kak, akhirnya setelah menunggu Allah mendengar doa doa yang selama ini istriku panjatkan. Akia hamil kak, aku sangat bahagia sekali." Ucapnya penuh haru.


Zalfa nampak menganggukkan kepalanya dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya. Bahkan wanita itu juga ikut menangis merasakan kebahagiaan adiknya. Sementara kedua orangtuanya hanya menatap haru pada sang putra.


"Baiklah saya permisi pamit kalau begitu. Tolong ingat pesan saya Ustadz, jaga kesehatan istrinya. Dan sebaiknya anda segera membawanya kedokter spesialis kandungan." Saran Dokter Sarah lalu pamit undur diri dari kamar tersebut dengan diantar oleh kedua orangtua Azriel.


Mendengar suara istrinya, Azriel segera bangun dari duduknya dengan dibantu oleh Zalfa. Mengingat jika sang adik butuh waktu berdua, Zalfa segera berpamitan untuk keluar.


"Kakak keluar dulu ya, ingat pesan dokter tadi." Ucapnya yang langsung diangguki kepala oleh Azriel.


Setelah kepergian kakaknya, Azriel melangkah cepat menuju ranjangnya. Tanpa berkata apapun dia langsung menumpahkan rasa bahagianya dengan mencium seluruh wajah istrinya berkali kali.


"Mas..aku tidak bisa bernafas." Keluh Akia pelan.


"Maaf Ratu.." Bisiknya lalu tersenyum lebar walau masih ada sisa airmata yang membasahi pipinya.


Akia nampak heran melihat wajah suaminya yang nampak sembab, sepertinya suaminya itu habis menangis.


"Kamu kenapa mas ? Nangis ya. Lalu kenapa aku bisa ada disini ? Bukankah tadi aku mau sholat ashar ya. Astaghfirullah mas aku belum sholat." Pekiknya saat sadar jika gadis itu belum menunaikan sholat asharnya.


"Sstttt...tenanglah ratuku, badanmu masih lemah." Bisiknya sembari mencegah istrinya yang hendak bangun.


"Tapi mas."

__ADS_1


"Iya, nanti sholatlah tapi tunggu keadaanmu membaik dulu ya." Ucapnya lembut.


Akia menghela nafasnya dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Ditatapnya wajah suaminya yang nampak terlihat sangat bahagia walau matanya sembab.


"Kamu terlihat sangat bahagia mas, ada apa ? Bisakah kamu ceritakan padaku."


Azriel tersenyum namun enggan menjawab pertanyaan istrinya. Pria itu malah bergerak mengecup perut istrinya yang masih rata yang tentu saja membuat Akia semakin terheran heran.


"Aku bahagia sekali, terima kasih sudah mau menjadi istriku, sudah mau hidup berdampingan denganku. Maaf jika selama ini aku selalu membuatmu terluka, dan aku juga penyebab dari airmatamu menetes. Aku berjanji untuk kedepannya tidak akan pernah sekalipun membuatmu meneteskan airmata sayang. Aku mencintaimu Akia istriku, ratu hatiku, bidadari syurgaku." Ucap Azriel dengan memeluk erat istrinya.


"Mas, ada apa ? Kenapa kamu bersikap seperti ini. Tolong jangan membuatku bingung." Lirih Aki yang masih kebingungan dengan sikap suaminya.


Azriel melepaskan pelukannya, lalu meraih tangan mungil istrinya dan menuntunnya dengan lembut kearah perut Akia. Senyuman lebar masih menghiasi wajah pria tampan itu.


"Allah mengabulkan doa doa yang selama ini kamu panjatkan setiap malam sayang. Disini tumbuh malaikat kecil kita, buah cinta kita dan juga pelengkap hidup kita berdua. Dan jika sudah besar dan lahir nanti tawa dan tangisnya akan menghiasi rumah kita berdua sayang."


Akia terkejut dengan mata yang menatap tidak percaya pada suaminya.


"K-kamu serius mas ? Kamu tidak sedang bercanda kan ?" Tanyanya dengan suara tercekat.


"Mas tidak bercanda ratuku, disini ada calon baby kita. Semoga nanti bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah seperti umminya yang cantik ini ya."


Akia langsung meneteskan airmatanya. Lalu memeluk erat tubuh suaminya dan menumpahkan tangisnya disana.


"Subhanallahu..Allahu akbar." Takbirnya tiada berhenti mengucapkan syukur atas mukjizat yang Allah berikan padanya. " Aku bahagia mas, sangat bahagia." Ucapnya dengan isakan yang masih terdengar keluar dari bibirnya.


"Berbahagialah, karena bahagiamu adalah hidupku sayang. Terima kasih sudah mau mengandung anak anakku." Bisiknya mesra ditelinga Akia.


TBC


Author nulis part ini sambil nangis tahu, ngebayangin sendiri akan sosok Azriel yang bahagia akan kehamilan istrinya.


Yang merasa seperti author acungkan tangan ya..


Author juga sedih, beberapa hari lagi ramadhan akan berlalu, semoga di ramadhan tahun berikutnya kita semua masih bisa menyambutnya ya..Aamiin allohumma aamiin..


Sehat badan, sehat hati, dan bersihkan jiwa. Selamat menunaikan ibadah puasa.


Jangan lupa bersyukur akan rezeki yang kita peroleh hari ini, entah itu besar ataupun kecil.oke..

__ADS_1


__ADS_2