Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Mengungkap kebenaran


__ADS_3

Petang berganti malam, malam penuh syahdu dipenuhi cahaya bintang di langit biru yang terlihat gelap. Rembulan malam menambah kesyhahduan malam hingga tercipta suasana yang damai namun romantis.


Bak sepasang pengantin baru lainnya, saat ini mereka berdua pun ikut larut dalam keromantisan indahnya pasangan halal, tanpa merasa takut akan dosa. Duduk berdua didalam balkon kamar hotel dengan ditemani cahaya temaram yang timbul dari sinar rembulan.


Azriel sedang menikmati detik detik waktu indahnya bersama sang istri tercinta. Mendekap erat tubuh mungil itu dari belakang dengan posisi dia duduk dibelakang istrinya dengan kaki yang terbuka lebar, supaya memudahkan dirinya untuk memeluk tubuh Akia yang mulai membuatnya candu.


Sementara Akia saat ini sungguh merasa seakan dirinya menjadi gila, pria itu tiada hentinya memberi kejutan yang membuat jantungnya terus berdetak kencang. Sudah tidak terbayang lagi bagaimana wajahnya saat ini, yang pasti sudah memanas dengan warna yang memerah.


Ingin rasanya dia melepaskan dekapan pria itu, namun sekuat apapun dia berusaha, tetap saja tenaganya kalah kuat dengan tenaga super kuat suaminya. Seperti kali ini, Akia hendak berdiri menuju kamar namun lagi lagi pria itu menarik kembali tubuhnya hingga terjatuh kembali kedalam pelukannya.


"Mau kemana ?"


"Aku..aku..mau masuk." Gugupnya dengan suara pelan.


"Disini saja, mas masih ingin berdua denganmu."


"Tapi.."


"Baiklah kalau kamu mau masuk, tapi jika kita masuk kekamar itu artinya kita akan..."


"Kita disini saja." Potong Akia cepat yang mana membuat Azriel tergelak.


Gadis itu mendengus kesal manakala sadar jika saat ini suaminya kembali mengerjainya. Sungguh ini sudah kesekian kalinya Azriel berbuat jahil padanya. Gadis itu tidak habis pikir dengan sifat asli Azriel yang ternyata suka sekali membuat orang kesal.


Akia kembali pasrah ketika suaminya kembali menarik tubuhnya kedalam pelukannya. Bahkan kali ini pria itu mulai berani menyentuhnya dibagian bagian tertentu. Seperti kali ini, Azriel nampak asik dengan kegiatannya menghirup aroma wangi tubuh istrinya, kadang sesekali dengan nakalnya mengecup tengkuk lehernya yang membuat Akia meringis menahan geli.


"Kamu wangi sekali sayang." Bisiknya ditelinga Akia.


"Mas geli ih."


Azriel tertawa namun masih tetap saja tidak menghentikan kegiatannya, membuat Akia menjadi kesal.


"Kalau kau tidak mau diam, lebih baik aku pergi saja." Ancam nya dengan memasang wajah galaknya.


"Baiklah mas menyerah." Mengangkat kedua tangannya keatas pertanda tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. "Tapi jika memelukmu kamu tidak boleh menolak."


Akia mendengus, pria ini begitu banyak sekali mempunyai akal bulus. Namun dia pasrah saja saat suaminya kembali merengkuhnya erat sembari menciumi pucuk kepalanya yang tidak memakai hijab.


"Jantungmu kenapa berdetak sangat kencang sekali sih ? Apa kamu merasa gugup atau malu ?" Godanya lagi sembari menempelkan telapak tangannya di dada istrinya.


Akia langsung melotot sempurna terkejut dengan tindakan tiba tiba Azriel. Menoleh seketika lalu menatap tajam wajah suaminya yang nampak menyeringai penuh kemenangan.


"Kau itu kenapa jadi mesum begitu sih." Ketusnya sembari menepis tangan Azriel, menjauh dari area terlarangnya. Kedua tangannya mendekap dan menyatu menutupi dadanya.


Azriel kembali tertawa keras, bahkan kali ini lebih keras dari sebelumnya. Pria itu sudah tidak bisa lagi menahan tawa yang sedari tadi dia tahan. Sungguh menggoda Akia sekarang menjadi hobinya.

__ADS_1


"Itu bukan mesum sayang, akan aku perlihatkan padamu arti mesum yang sesungguhnya." Berkata sembari menaik turunkan alisnya.


Akia kembali mencebik, menghadapi sikap jahil suaminya sungguh membuatnya sedikit emosi, dengan pelan gadis itu mengambil nafas dalam dalam sembari beristighfar didalam hati.


Semenjak pria itu menjawab semua pertanyaan Akia, kini diantara keduanya tidak ada lagi rasa canggung yang melanda pada diri mereka. Namun Akia masih merasa kesal saat pria itu dengan santai menjawab semua pertanyaan yang bertubi tubi hanya dengan satu kalimat saja.


Kenapa dia masih menunggunya, kenapa dia tidak mencari gadis lain, kenapa dia dengan seenaknya sendiri memutuskan menikahinya tanpa ijin darinya. Dan bla bla bla masih banyak sekali pertanyaan yang keluar dari mulut Akia dan semua itu hanya dia jawab dengan satu kalimat saja.


"Karena aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku."


Tentu saja kalimat sakral itu berhasil membuat Akia membisu dan tidak ada gunanya lagi bertanya padanya. Semuanya seolah terjawab dengan satu kalimat saja.


"Apa kamu puas ?" Bisik Azriel membuyarkan lamunan gadis itu.


"Puas ? Puas karena apa ?"


"Tentunya dengan jawabanku tadi, kamu kan sudah menanyakan apa yang ingin kamu tanyakan." Jawabnya santai.


Akia mencibir dengan bibir mengerucut kedepan, yang tentu saja tidak disia siakan oleh Azriel. Secepat kilat mengecup singkat bibir chery milik istrinya, membuat sang istri kembali merengut kesal.


"Apa ? Mas hanya mencium salah satu aset milikku. Sekarang katakan apa kamu merasa puas dengan jawaban suamimu ini ?"


"Bagaimana itu bisa dikatakan sebagai jawaban, lebih tepatnya itu adalah pernyataan cinta anak muda mas." Sungutnya.


Akia melongo, betapa narsisnya suaminya itu. Menelan salivanya yang terasa kering.


Azriel tersenyum kilas namun tatapan matanya berubah tajam. Kali ini dia terlihat terlihat sangat serius.


"Sya, sekarang saatnya aku mengatakan sesuatu rahasia yang sudah lama ingin sekali aku beritahu padamu. Aku mohon apapun yang terjadi tetaplah berada disampingku, karena aku sangat mencintaimu, dan tidak bisa sedetikpun tanpa dirimu." Ucapnya dengan nada serius.


"Kamu sudah menanyakan apa yang ingin kamu tanyakan dan aku sudah menjawabnya. Sekarang saatnya kamu mengetahui apa yang selama ini aku simpan rapat dan akan kuberitahu padamu disaat yang tepat. Dan aku merasa jika hari ini waktu yang tepat untuk memberitahu padamu."


Akia penasaran dengan apa yang ingin Azriel katakan, pasalnya pria itu benar benar terlihat sangat serius.


"Katakan mas, apapun yang ingin kau katakan Insya Allah akan aku dengarkan."


Azriel nampak sedikit ragu, namun pria itu menguatkan hatinya. Perlahan tapi pasti tangannya mengulur menyentuh benda yang melingkar dilengan Akia. Sebuah gelang pemberiannya waktu kecil. Akia terkejut namun gadis itu masih terdiam dengan hati yang mulai curiga.


"Kamu masih tetap memakainya ?" Tanyanya absurd.


"Maksud kamu apa mas ?"


"Gelang ini, ini gelang pemberian pria kecil itu bukan ?"


Akia tersentak, bagaiman bisa suaminya tahu akan hal itu.

__ADS_1


"Darimana mas tahu tentang gelang ini ?" Tanyanya dengan dada yang sudah bergemuruh kencang.


Azriel menatap intens wajah istrinya, menyelam lebih dalam ke bola mata Akia.


"Aku tahu, semuanya aku mengetahuinya. Taman, danau, pondok kayu, Anzha, dan... Darel."


Deg


Deg


Deg


Akia sontak berdiri dengan wajah yang sudah memucat, bahkan tubuhnya terasa bergetar hebat. Gadis itu melangkah mundur sedikit menjauh dari suaminya.


"Sya." Lirih Azriel memanggil istrinya saat melihat tubuh Akia yang bergetar hebat.


"Si..siapa k..kau ? Kenapa kau bisa tahu tentangku, dia dan kenangan ku saat bersamanya. Siapa kau." Pekiknya dengan tubuh yang masih bergetar hebat.


Azriel memejamkan kedua matanya rasanya sakit saat melihat istrinya meneteskan airmata dihadapannya.


"Sya.."


"Siapa kau !" Kali ini gadis itu berteriak keras.


"Sya..aku Darel, orang yang selama ini kamu tunggu. Orang yang telah memberikanmu gelang itu." Ucapnya lirih.


"Tidak..kau bukan Darel..Darelku sudah tidak ada. Kau bohong..kau bohong mas. Kau jahat..kau membohongiku. Tidak...!!"


Gadis itu berteriak histeris lalu berlari menuju kamarnya. Namun langkahnya kalah cepat dengan Azriel yang dengan sigap menarik tubuhnya dan memeluknya erat.


"Lepas ! Kau jahat ! Pergi kau aku tidak ingin melihat wajahmu. Aku membencimu..kau jahat mas..kau tega membohongiku..pergi." Gadis itu masih berteriak histeris dengan tangis yang sudah pecah dari tadi.


Hatinya terluka karena kebohongan yang dilakukan oleh suaminya. Dia belum siap menerima kenyataan yang datang secara bertubi tubi. Kedatangan Azriel, lamaran lalu pernikahan dan sekarang kenyataan masa lalunya yang begitu mengejutkannya.


"Sya tenanglah sayang, aku mohon. Maafkan aku karena baru sekarang memberitahu rahasia ini padamu. Tapi percayalah apa yang aku katakan adalah kebenaran. Aku Darelmu orang yang sangat kau cintai. Darelmu masih hidup dan aku sudah menepati janjiku untuk menjemputmu dan menikah denganmu. Karena sama halnya denganmu aku pun sangat mencintaimu sayang. Maafkan aku." Lirih pria itu berucap sembari memeluk tubuh istrinya yang mulai melemah.


Maafkan aku yang sudah memberimu luka yang teramat dalam. Seandainya dari awal aku punya keberanian untuk mengatakan hal ini, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Maafkan aku sayang, semoga kau masih tetap berada di sisi ku dengan apapun masalah yang akan terjadi nanti.


TBC


alhamdulillah..aku sudah memenuhi janjiku, jadi aku tidak mempunyai hutang ya..,🤗😘


selamat beristirahat, tetap jaga kesehatan. Mulai aktifitas kembali esok hari..


jangan lupa tinggalkan jejak ya readersku tersayang. Love brentet untuk kalian semua..😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2