Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Melepasmu


__ADS_3

Viona menunduk malu dengan wajah memerah saat suaminya itu menatapnya dengan tatapan mesra. Wanita itu masih saja merasa malu padahal sudah setiap hari suaminya memperlakukannya dengan penuh kelembutan. Walaupun terlihat sangar dan dingin diluar, Jason sebenarnya adalah sosok pria yang romantis terhadap pasangan, apalagi jika itu adalah sosok wanita yang dicintainya.


Jason terkekeh melihat rona merah muncul dipipi istrinya. Dengan gemas dia mendaratkan kecupan singkat dibibir istrinya, yang mana membuat Viona sontak melotot sempurna.


"Apa... Kamu udah kayak anak remaja saja, lihatlah bagaimana pipimu memerah sayang. Kamu itu sudah punya anak, tetap saja merasa malu. Padahal hampir setiap hari aku selalu bersikap romantis padamu sayang." Goda Jason pada Viona.


"Tapi lihat sikon juga bang, kita saat ini sedang tidak berada dirumah kita sendiri. Bagaimana jika ada orang yang datang kesini." Ucap Viona dengan sedikit panik, bahkan kepalanya menoleh kesana kemari seakan takut jika ada yang memergoki kemesraan mereka berdua.


"Tidak ada yang berani kemari sayang, kalaupun ada memang kenapa ? Aku mencium istriku bukan istri orang lain." Ucapnya dengan terus memeluk erat istrinya.


"Abang lepas ih." Viona menggeliat kesana kemari hendak melepaskan lilitan tangan kekar suaminya, namun Jason bukannya melepaskan, dia malah semakin mempererat pelukannya.


"Ekhem..!"


Suara deheman keras terdengar didapur membuat Viona dengan spontan menginjak keras kaki suaminya. Jason mengaduh kesakitan membuat pria itu membungkuk mengusap jari kakinya yang diinjak istrinya. Tentu saja kesempatan itu tidak disia siakan oleh Viona. Dengan cepat wanita itu melepaskan diri dan menjauh dari Jason.


Tuan Aryan terkekeh melihat sikap Viona yang mendadak canggung, tadinya dia merasa haus, makanya dia hendak mengambil sendiri air minum. Namun tidak disangka saat dia sampai didapur malah melihat pemandangan yang membuatnya malu sebenarnya.


"Mas Aryan, maaf bukan maksud kita..." Ucapnya dengan kepala tertunduk.


"Nggak papa Vio, kamu jangan merasa sungkan, anggap aja rumah sendiri." Kekehnya dengan senyuman jahil terbit diwajahnya.


"Emm..aku permisi kedepan dulu mas..bang." Ucap Viona dengan kikuk, lalu tanpa menunggu jawaban wanita itu langsung berjalan keruang keluarga dengan wajah yang memerah dan juga jantung yang berdetak kencang.


Tuan Aryan terkekeh melihat mantan istrinya itu tersipu malu, sungguh dia baru tahu hari ini ternyata Viona orang yang pemalu, atau memang dia yang selama ini tidak mau tahu dengan kepribadian wanita itu.


"Kamu tahu, selama hidup dengannya saya baru tahu jika ternyata dia seorang wanita yang pemalu." Goda Tuan Aryan pada Jason.


Jason menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dua pria dewasa itu kini terlihat sangat canggung. Sedikit deheman Tuan Aryan menatap intens wajah Jason yang saat ini duduk didepannya.


"Saya ikut senang dengan kerja kerasmu yang berhasil membuat Viona berubah menjadi wanita yang lebih baik dari sebelumnya. Dan saya harap kamu akan selalu menjaganya dan juga mencintainya. Saya akui selama ini saya sering membuat hatinya sakit, karena itu dia menjadi wanita yang tidak terkendali. Jujur walaupun saya menikahinya, tapi tidak ada sedikitpun rasa cinta untuknya. Semua yang saya lakukan murni hanya sebagai bentuk tanggung jawab sebagai seorang lelaki." Ucap Tuan Aryan panjang lebar.


Jason tersenyum dengan perasaan tulus.


"Lupakan masalalu Tuan, sekarang diantara kita yang ada saat ini hanyalah sebuah ikatan kekeluargaan. Saya menerima apapun kekurangan dan kelebihan Viona, entah itu masalalunya yang buruk. Bagi saya yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan keluarga saya. Saya sangat mencintai Viona sejak pertama kali bertemu dengannya."


Tuan Aryan mengangguk membenarkan perkataan Jason.


"Ya kamu benar, saat ini kita semua adalah keluarga."


💕 💕 💕

__ADS_1


"Bos."


Suara keras Vino membuyarkan lamunan pria yang saat ini sedang duduk termenung dikursi kebesarannya. Alex, menatap jengah pada sosok orang kepercayaannya itu yang saat ini sedang menahan tawa. Namun ekspresinya berubah pucat saat melihat sorot mata Alex yang berubah dingin.


"Ada apa ? Kau berani menertawaiku." Sentak Alex pada Vino.


"Tidak bos, mana berani saya." Ucap Vino berubah datar, padahal dalam hati pria itu sedang tertawa keras.


Alex mendengus lalu kembali melemparkan pertanyaannya kembali.


"Ada apa kau kemari, aku tidak akan mengampunimu jika kau tidak membawa kabar baik untukku." Sentak Alex dingin.


Vino tersenyum tipis, sangat tipis sampai hampir tidak terlihat. Lalu tangannya terulur kedepan menyodorkan sebuah amplop putih.


"Apa ini ?" Selidik Alex penuh tanya.


"Silahkan anda buka bos, nanti anda akan mengetahuinya."


"Kau berani menyuruhku ?"


"Maaf Bos." Ucapnya lalu tangannya terulur hendak meraih kembali amplop itu, namun mendadak urung karena Alex yang sudah lebih dulu membuka amplop tersebut.


Dasar bos, memerintah sesuka hatinya. Sungut Vino dalam hati.


"Betul bos."


"Dalam rangka apa ? Tidak biasanya Tuan Aryan mengadakan acara seperti ini."


"Itu bos...nona Akia." Ucap Vino lalu menghentikan ucapannya sejenak.


"Ada apa dengannya ? Apa terjadi sesuatu padanya." Muka Alex berubah panik dan spontan pria itu langsung berdiri.


Lihatlah diri anda bos, baru saja mendengar namanya anda sudah terlihat khawatir. Aku takut kabar ini akan membuat hati anda menjadi sakit bos, mengingat bagaimana perasaan anda yang sebenarnya pada nona Akia.


"Katakan sesuatu padaku Vin." Sentak Alex membuyarkan lamunan Vino.


"Tidak bos, anda jangan khawatir keadaan nona baik baik saja." Sahut Vino dengan suara pelan.


Alex menghela nafas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan. Rasa khawatir diwajahnya perlahan memudar, pria itu kembali duduk dikursi kebesarannya.


"Katakan sekarang Vin."

__ADS_1


"Tuan Aryan mengadakan acara syukuran kecil kecilan untuk menyambut calon cucu pertama keluarga Khanza Bos."


Alex mengernyit bingung dengan ucapan Vino.


"Katakan dengan jelas Vin."


Vino menarik nafasnya dalam dalam sebelum akhirnya mengatakan apa yang sedari tadi ingin dia katakan.


"Nona Akia saat ini sedang mengandung bos."


Deg


Alex membeku kaku, pikirannya langsung kosong. Sungguh kabar yang Vino bawa berhasil membuat sudut hatinya sedikit terluka.


"Bos..anda baik baik saja."


Alex tersentak lalu tatapannya berubah dingin.


"Tinggalkan aku sendiri Vin." Ucapnya dingin.


"Tapi bos.."


Vino langsung bergegas meninggalkan Alex saat pria itu menatapnya dengan sorotan mata tajamnya. Sejenak Vino merasa khawatir dengan perubahan sikap Alex namun apa daya, dia tidak mempunyai keberanian lebih untuk sekedar menghibur Alex.


Aku harap anda bisa berlapang dada Bos, Gumamnya dalam hati sebelum tangannya menutup pintu.


Alex memejamkan kedua matanya saat Vino sudah keluar dari ruangannya. Bukan maksud dia untuk bersikap kasar pada kaki tangannya itu. Hanya saja dia tidak ingin orang lain tahu bagaimana rapuhnya dia.


Sya..kamu benar benar sudah bahagia ya. Aku senang karena bocah ingusan itu membuktikan ucapannya. Aku melepasmu dari hatiku Sya, kali ini aku akan mencoba untuk mengubur dalam rasa cintaku untukmu. Aku mencintaimu namun aku sadar jika aku tidak bisa memilikimu.


Alex terkekeh pelan saat menyadari kisah cintanya yang berakhir tragis bahkan sebelum dia memulainya. Ya, dia jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan Akia, sosok gadis yang sangat berharga dihatinya. Sosok sang penyelamat hidupnya, bahkan jika saat itu tidak ada Akia, mungkin saat ini tidak ada Alex yang berdiri kokoh disini.


Aku mencintaimu gadis cilik, semoga kau selalu bahagia, aku merestuimu.


Alex meraih ponselnya lalu mengetik sebuah nomor disana. Dia menempelkan benda pipih itu ditelinganya saat ada nada sambung terdengar disana.


"Vin, siapkan semua kebutuhan yang kita perlukan. Aku ingin memberi kado spesial untuk adikku itu."


TBC


Ada sesuatu tentang Alex dan Akia, dan itu terjadi dimasa lampau, tapi tenang aja ya, Alex bukan sosok penghancur kebahagiaan Akia. Hehehe..nanti ada sedikit part tentang Alex, bagaimana pria sekejam Alex bisa luluh hanya oleh seorang gadis seperti Akia.

__ADS_1


Yang nungguin tamat nanti dulu ya,,abis pada penasaran ada apa gerangan dengan hubungan Alex dan Akia, jadi terpaksa author jelaskan dipart ini dan berikutnya. Padahal author pengen bikin ceritta sendiri tentang Alex disana akan dijelaskan lebih detail bagaimana seorang Alex. tapi nanti setelah cerita ini selesai ya.🤗🤗😘**


__ADS_2