Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Kebersamaan


__ADS_3

Akia merasa jengah dengan sikap suaminya yang terus saja menatapnya dan tidak pernah sekalipun memalingkan wajah tampannya itu darinya. Gadis itu tidak kuat jika terus terusan ditatap seperti itu, pasalnya tatapan mata suaminya seakan menghipnotisnya dan itu membuatnya merasa malu.


"Jangan menatapku seperti itu mas." Celetuknya sembari memalingkan wajahnya kearah samping berusaha menghindari Azriel.


"Kau cantik sekali Sya." Gumamnya dengan mesra.


Akia memutar bola matanya, merasa jengah. Ini sudah ke 20 kalinya Azriel mengatakan jika dia cantik.


"Dan ini sudah ke 20 kali kau mengucapkannya mas." Gerutu Akia sembari bersender disofa.


Azriel terkikik geli mendengar gerutuan istrinya yang nampak terlihat menggemaskan dimatanya. Lihatlah pipinya yang menggembung karena bibirnya mengerucut. Membuat pria itu tidak tahan untuk mengecupnya.


"Mas.." Pekik Akia dengan kedua mata yang melotot tajam kepada suaminya.


Bukannya takut, Azriel malah semakin tertawa keras. Baginya menggoda istrinya adalah kesenangan yang hakiki. Kapan lagi dia bisa melihat wajah galak istrinya yang sudah lama tidak dia lihat. Karena semenjak menikah, gadis itu benar benar merubah semua yang ada pada dirinya, termasuk tutur katanya.


Karena tidak tahan dengan perbuatan suaminya yang terus saja membuatnya kesal, akhirnya gadis itu memutuskan untuk pergi kekamarnya saja. Namun baru saja dia bangkit berdiri, lengannya sudah ditarik kuat oleh Azriel, sehingga membuatnya hilang keseimbangan dan pada akhirnya jatuh diatas tubuh suaminya.


Akia melotot menyadari jika saat ini dirinya terlihat begitu intim dengan suaminya. Bahkan dia bisa merasakan deru nafas Azriel yang menerpa pipinya. Aroma mint menyegarkan yang membuatnya langsung terhipnotis.


"Apa kamu menggodaku sayang ?" Bisik Azriel seksi di telinga Akia.


Tersadar Akia langsung berusaha melepaskan dirinya dari dekapan suaminya. Wajah gadis itu sudah memerah menahan malu, beruntung saja dirumah ini semua asisten rumah tangga sudah berada dirumah belakang. Jika tidak sudah dipastikan Akia akan semakin bertambah malu.


"Mas lepas ih."


"Mau kemana sih." Ucap Azriel yang semakin menguatkan pelukannya.


"Mas..lepas nggak."


Azriel menggeleng sembari mengulum senyum, membuat istrinya yang melihatnya semakin kesal.


"Hai ratuku, kenapa wajahmu terlihat kesal sekali ? Kamu tahu suamimu ini sangat senang jika melihat rona merah dipipimu ini." Godanya sembari mencubit gemas pipi Akia.


Akia memberengut pasrah, mau berontak seperti apapun percuma saja, pria didepannya ini tidak akan pernah mau melepaskannya.


"Jangan cemberut begitu, nanti wajah istriku mirip bebek." Ejeknya yang membuat istrinya langsung melotot tajam padanya.

__ADS_1


Azriel terkekeh lalu melonggarkan pelukannya, namun tetap menginginkan istrinya ada didekapannya. Hanya saja dia membenarkan posisi Akia yang tadinya menindihnya kini berganti dengan duduk menyamping dipangkuannya dengan tangan kirinya memeluk erat pinggang Akia.


Azriel membelai sayang rambut hitam panjang istrinya, membuat Akia tersipu malu. Perlahan lengannya menggelayut manja dileher kokoh suaminya, lalu mengecup lembut kening Azriel dengan waktu yang agak lama.


Azriel memejamkan matanya meresapi kecupan lembut istrinya, ada rasa bahagia dan kehangatan yang menjalar dihatinya. Dengan sayang pria itu menangkup wajah Akia, menatapnya dengan penuh kelembutan.


"Aku mencintaimu Sya...sangat mencintaimu. Kamu tahu rasanya hidup dengan pura pura tidak mengenalmu sungguh membuat hidupku seakan mati dan tidak bernyawa. Terkadang aku juga harus mati matian menahan rasa rinduku yang menyerang dengan tidak terkendali, dan itu membuatku sesak.


Aku lebih baik mendapatkan luka ditubuhku daripada aku harus melihatmu bersedih dan terluka karena sikapku. Ingin rasanya aku berlari padamu, memelukmu erat dan mengatakan jika yang terjadi padaku hanyalah sandiwara. Tapi aku tidak mampu melakukannya, karena aku takut jika rencanaku akan gagal jika kau tahu kalau aku tidak sakit." Azriel menatap sendu wajah Akia yang mulai berkaca kaca seakan hendak menangis.


"Maafkan aku karena sudah menyakitimu ratuku, sungguh aku tidak bermaksud melakukan itu. Kamu boleh menghukumku sekarang jika kamu mau, anggap itu sebagai penebus kesalahanku."


Akia menatap kedua mata Azriel dengan tatapan yang entah tidak tahu apa artinya. Mencoba mencari kebohongan didalam sana, tapi yang dia temukan hanyalah kejujuran yang sirat akan kesedihan dan luka.


"Awalnya aku memang marah dan tidak bisa menerima semua ini mas. Sejenak aku menyalahkan dirimu yang bertindak egois tanpa memikirkan bagaimana perasaanku. Tapi setelah aku memikirkan lagi, mencerna kembali semua yang terjadi pada kehidupan kita akhir akhir ini, aku mulai memahami jika yang kamu lakukan semata mata hanya untuk melindungiku. Walaupun mungkin caramu kurang benar, tapi setidaknya aku bersyukur karena ternyata suamiku yang tampan mirip oppa ini tidak melupakanku. Sungguh aku merasa takut luar biasa jika memikirkan kalau kamu benar benar hilang ingatan dan tidak mengingatku mas. Kau itu benar benar jahat." Ucapnya panjang lebar.


Azriel tersenyum bahagia, lalu memeluk erat istrinya yang dibalas Akia tidak kalah erat. Keduanya saling berpelukan menumpahkan kerinduan yang begitu membuncah hati mereka.


"Aku mencintaimu mas, tolong jangan tinggalkan aku lagi."


Akia semakin menelusupkan kepalanya didada bidang suaminya, menghirup dalam dalam aroma khas tubuh Azriel yang sangat menenangkan.


"Sayang.."


"Hmm.."


"Kangen nggak sama aku ?" Tanya Azriel dengan bibir terangkat keatas.


"Kangen ?" Kening Akia berkerut heran. " Kan sudah ketemu tiap hari, trus ini juga lagi berduaan, kok bilang kangen sih." Ucap Akia polos.


Azriel menghela nafas panjang, menghadapi sifat Akia yang polos walaupun sikapnya bar bar sungguh membuat pria itu harus banyak bersabar.


"Masa kamu nggak ngerti maksud ucapanku sih." Gerutu Azriel dengan wajah cemberut.


Akia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sungguh dia memang tidak bisa menangkap maksud ucapan suaminya.


"Aku sungguh tidak mengerti maksudmu mas. Aku memang merindukanmu, rasanya tidak bertemu denganmu satu detik saja membuat rinduku seakan sudah menggunung." Ucap Akia sok puitis.

__ADS_1


Azriel tertawa keras melihat istrinya yang benar benar polos. Dengan gemas dia mencubit pipi Akia hingga membuat gadis itu meringis sakit.


"Apa kamu benar benar tidak tahu apa maksudku sayang ? Bukan rindu yang seperti itu maksudku Sya, tapi rindu..." Azriel menghentikan ucapannya dengan menatap istrinya penuh makna.


Akia menatap kedua mata Azriel yang nampak berubah, mencoba menelaah apa maksud perkataan suaminya. Hingga beberapa detik kemudian gadis itu sadar dan paham apa yang diinginkan Azreil. Sontak saja itu langsung membuat pipinya bersemu merah.


Sementara Azriel menampilkan senyuman indahnya ketika tahu jika sang istri mulai mengerti maksud pembicaraannya. Dengan nakal pria itu mulai menggoda sang istri yang nampak malu malu.


"Ak-aku ngantuk mas, ayo kita istirahat." Gugup Akia mencoba mengalihkan perhatian Azriel.


"Kamu mau menghindar dari suamimu Ratu ? Dosa tahu menolak keinginan suami, katanya kamu ingin mendapatkan ridhoku." Seringaian licik tercetak jelas disudut bibirnya.


Akia mendesah dengan perasaan yang benar benar gugup, padahal ini bukan kali pertama Azriel memanggilnya dengan sebutan Ratu. Namun entah kenapa hatinya selalu bergetar dan berbunga saat pria itu memanggil dengan panggilan kesayangannya itu.


"Iya..tapi mas."


"Ssttt.." Azriel menempelkan jari telunjuknya dibibir istrinya, pertanda tidak ingin istrinya itu mengucapkan sepatah katapun.


"Aku tidak ingin mendengar adanya penolakan Ratuku, malam ini yang aku inginkan hanyalah menghabiskan malam indah berdua denganmu tanpa adanya gangguan kecil sedikitpun. Dan aku berharap jika Allah segera memberikan kita malaikat kecil yang akan menghiasi hari hari indah dalam rumah tangga kita Ratu. Jadi apa kamu ingin mewujudkan keinginan suamimu ini ?" Pinta Azriel sembari menatap lembut istrinya.


Akia tersenyum dengan perasaan haru yang begitu besar. Dia sangat mencintai suaminya, jadi bagaimana mungkin dia menolak permintaan kecil sang suami. Seperti halnya Azriel, diapun menginginkan adanya sosok malaikat kecil untuk melengkapi rumah tangga mereka. Dengan penuh keyakinan, akhirnya gadis itu mengangguk pelan menyetujui ajakan suami tercinta.


Mendapatkan lampu hijau dari istrinya. tentu saja Azriel tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut. Dengan segera pria itu mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya kekamar.


"Ayo kita sholat dulu, supaya Allah memberikan keturunan yang sholeh dan sholehah seperti umminya." Bisik Azriel dengan mata yang terus menatap mesra wajah istrinya.


TBC


Ga ada adegan dewasa ya, walaupun hanya pemanasan, author sengaja nggak bikin, kasian lagi puasa..puasa..nanti batal loh..🤣🤣🤣


Beberapa episode menjelang akhir ya sayang, tapi eitss..jangan khawatir nggak dibikin tamat, cuma kisahnya akan diterusin deengan kisah Dhafa, Akila dan Rio.


Dikisah mereka bertiga akan tetap akan muncul couple A , tapi tidak sesering ya. Tadinya mau dibikin pisah judul, tapi setelah ddipikir pikir..mending jadi satu aja, bikin cover dan sinopsis agak susah cuy..🤣🤣🤣


Nggak ding..canda. Sebenarnya part mereka bertiga nggak akan terlalu panjang. jadi kalo nanti dibikin pisah judul kan kasian partnya cuma sedikit.


Ok segitu aja info dari akyu ya..jangan lupa tinggalkan jejak. Love you more sahabat..😘**

__ADS_1


__ADS_2