
Berita tentang merdunya suara Akia saat mengaji seketika menjadi viral didunia sosial. Belum ditambah dengan video Azriel ketika memberikan ceramahnya beberapa saat lalu sukses membuat heboh dunia maya.
Azriel termasuk seorang ustadz muda yang sangat tampan yang banyak digilai oleh para penggemarnya, baik itu yang muda ataupun yang sudah tua. Belum lagi sosoknya yang dikenal sebagai pengusaha sukses diusianya yang masih terbilang sangat muda, semakin menambah nilai plus dimata masyarakat.
Viralnya video Akia dan juga Azriel didunia maya tidak luput dari pengamatan seorang gadis yang memang suka berkelana didunia medsos. Hal itu dia lakukan untuk mengasah bakatnya yang memang seorang fotografer.
Brakk
"Mas...kamu dimana ?" Teriaknya keras membahana hampir ke seluruh ruangan.
Lihatlah gadis itu berjalan mengelilingi rumahnya tanpa memperdulikan keadaan perutnya yang mulai membesar. Nafasnya yang ngos ngosan seakan tidak dia indahkan, yang ada di pikiran nya saat ini hanya satu, suami tercintanya.
Gadis yang memutuskan untuk menikah 2 tahun lalu kini memang sedang mengandung buah hati nya hasil pernikahannya dengan suami tercintanya. Dan semenjak menikah gadis itu memutuskan untuk menutup seluruh tubuhnya alias berhijab.
"Sayang, jangan lari lari, kamu sedang hamil, kasian baby nya." Seru suaminya yang langsung berlari menghampiri istrinya dengan wajah panik. Pria itu sedikit terkejut saat baru sampai dirumah dia mendapati sang istri yang sedang berjalan cepat kesana kemari.
Luna, gadis itu hanya meringis sembari pura pura memasang wajah memelas supaya sang suami tidak marah padanya. Dan tentu saja sang suami yang melihat wajah sedih istrinya tidak akan pernah bisa lagi menunjukkan wajah amarahnya.
Pletak
"Aww mas, sakit." Pekiknya saat sentilan kecil mendarat di kening nya.
Ryan langsung mengecup lembut kening istrinya, lalu menatap tajam wajah Luna yang nampak bahagia.
"Mas kamu darimana sih ? Bukannya tadi kamu ada diruang kerja ya, kenapa kok sekarang tiba tiba kamu seperti habis keluar dari rumah deh." Gerutunya panjang lebar, mengabaikan tatapan tajam suaminya yang seakan ingin melahapnya hidup hidup.
"Mas baru dari kantor sayang, tadi ada pekerjaan mendadak yang harus mas selesaikan. Karena Tuan Azriel dan Rio sedang keluar kota, jadi tugas disini diserahkan sama mas." Jelas Ryan panjang lebar.
Luna nampak cemberut sembari menggerutu. " Mas jahat, masa pergi nggak bilang bilang sih."
Ryan terkekeh mendapati sifat manja istrinya, semenjak kehamilannya Luna sering kali bertingkah manja dan agresif yang justru membuat pria tampan itu merasa senang dengan perubahan drastis istrinya. Karena sebelum hamil, Luna adalah sosok gadis yang cerewet dan mandiri.
"Maafin mas ya sayang, sekarang katakan ada apa ? Kamu bahkan sampai berlarian mengabaikan anak kita saking senangnya. Apa yang membuat istri mas ini terlihat bahagia, hmm ?" Tanyanya lembut.
Kedua mata Luna nampak berkaca kaca memandang wajah Ryan, membuat sang suami berubah panik.
"Hei kenapa kamu malah menangis ? Apa mas berbuat salah padamu ? Maaf mas tadi nggak sempat pamitan sama kamu yank." Tanyanya dengan perasaan cemas, lalu tanpa menunggu jawaban istrinya, pria itu membopong tubuh Luna untuk duduk di sofa.
"Ada apa sayang ? Jangan buat mas semakin khawatir. Apa perutmu sakit atau kamu ingin beli sesuatu ? Ayo katakan, mas akan melakukannya untukmu." Tanyanya bertubi tubi.
Dengan cepat Luna menggeleng keras, lalu gadis itu menunjukkan sebuah video pada suaminya.
"Mas lihatlah..ini Akia bukan ? Sahabat aku, ternyata dia ada di kota Semarang mas. Hiks..hiks.. setelah sekian lama, akhirnya aku tahu dimana keberadaannya." Isaknya dengan tangis bahagia.
__ADS_1
Ryan yang sudah mengetahui penyebab istrinya merasa sedih sekaligus bahagia hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan. Ditangkupnya wajah Luna dengan kedua tangannya yang besar, kedua mata mereka saling memandang sebelum akhirnya Ryan mengecup singkat kening istrinya.
"Apa kamu bahagia ?" Lirihnya.
Luna mengangguk keras dengan air mata yang menganak sungai.
"Kamu ingin bertemu dengannya ?" Tanyanya yang dijawab dengan anggukan kepala istrinya berkali kali.
Ryan terkekeh melihat bagaimana antusiasnya Luna, lalu tangannya beralih memeluk gadis itu dari samping, sedang tangannya yang satu lagi mengelus lembut perut sang istri yang sudah mulai membesar. Usia kandungan Luna saat ini sudah berjalan sekitar 6 bulan.
"Dengar, sebenarnya mas sudah tahu jika Akia ada di Semarang." Luna langsung melotot mendengar ucapan suaminya.
"Mas..."
"Dengar dulu." Potong Ryan cepat yang langsung membuat Akia kembali pada posisinya semula, memeluk tubuh suaminya sembari hidungnya mengendus endus aroma tubuh Ryan.
"Tuan Azriel sudah memberitahu mas tadi sewaktu dikantor, makanya mas pulang cepat supaya bisa mengatakan hal ini padamu. Tapi tidak tahunya istri mas ini ternyata sudah lebih dulu mengetahuinya sebelum mas sempat mengatakannya padamu."
"Aku bahagia mas, sungguh rasanya hatiku merasa lega. Aku sangat merindukannya mas, rindu semua hal tentangnya. Hidupku rasanya hampa tanpa ada Akia yang selalu menemani hari hariku. Aku rindu candaannya, wajah galak nya ketika dia marah, aku rindu mas ..hiks..hiks.." Isaknya pilu.
"Menangislah jika kamu ingin menangis, mas akan membiarkannya kali ini. Tapi setelah hari ini mas tidak akan membiarkanmu menangis lagi. Kau mengerti." Ucapnya tegas.
Luna mengangguk, lalu kembali memeluk erat tubuh suaminya.
"Sekarang dengarkan aku baik baik, persiapkan barang barang kita, karena lusa kita akan ke kota Semarang, jangan lupa beritahu Arumi dan Chiko ya. Nanti kita akan berangkat bersama sama." Ujarnya yang membuat Luna kembali ceria.
"Pria es balok itu ?"
"Issh mas ini, begitu begitu dia juga sahabat baik kami tau."
"Hahahaha..aku tahu. Kamu tenang saja yank, Dhafa sudah mempersiapkan semuanya. Dia akan berangkat lebih dulu bersama Tuan Aryan kesana. Karena mereka akan mempersiapkan sesuatu."
Kedua mata Luna memicing curiga.
"Maksud mas mempersiapkan apa ?"
"Itu kejutan, yang pasti kejutan itu akan membuat senyum di wajah istriku ini kembali terbit."
"Kau menyembunyikan sesuatu mas ?" Tanyanya penuh selidik.
"Hahaha..kau begitu penasaran sayang. Mas bukannya menyembunyikan sesuatu, tapi mas hanya ingin menepati janji supaya tetap merahasiakan hal ini sebelum waktunya tepat. Sudah jangan banyak berpikir, segera persiapkan semuanya, jangan sampai ada yang ketinggalan. Jangan bawa baju banyak. karena kita akan beli saja disana. Mas tidak ingin kamu kelelahan."
Walaupun masih curiga dan penasaran, Luna akhirnya hanya bisa mengangguk menuruti perkataan suaminya. Dia hanya bisa percaya jika sesuatu itu adalah hal yang positif.
__ADS_1
Seperti dugaannya Arumi nampak terlihat bahagia saat Luna melakukan panggilan video call dan memberitahukan berita itu padanya. Bersama sang suami tentunya Arumi menyetujui rencana Ryan yang mengajaknya untuk berangkat bersama sama ke kota dimana Akia kini tinggal.
Sama halnya seperti Luna, Arumi pun sudah memutuskan untuk menikah dengan sahabatnya Chiko. Sungguh rahasia jodoh yang begitu indah. Siapa sangka jika takdir membawanya berjodoh dengan sahabatnya sendiri. Mereka menikah setelah satu tahun lamanya Chiko memutuskan untuk mualaf dan mendalami ilmu agama. Dan kini kebahagiaan rumah tangganya terasa lengkap dengan kehadiran sang buah hati yang sudah berusia 1 tahun.
***
Seorang gadis nampak memandangi wajah seseorang yang ada didalam video itu. Video seorang gadis yang tengah melantunkan ayat ayat suci Alqur'an dengan begitu indahnya. Suara merdunya terdengar begitu indah ditelinganya.
Gadis itu masih asik menatap wajah Akia yang terlihat sangat tenang dan begitu menghayati disetiap nadanya. Ada perasaan rindu yang begitu besar di wajah gadis itu, namun lebih dominan ke perasaan bersalah yang selalu menghantuinya.
*Kakak, aku rindu sekali. Kau terlihat sangat cantik dengan penampilan mu sekarang. Apa kabarmu kak ? Kakak jika waktu bisa diputar ingin rasanya aku mencegah kepergianmu dulu.
Kakak maafkan aku karena aku tidak bisa menepati janjiku padamu, aku tidak bisa menjaga seseorang yang begitu berarti bagimu. Karena pada kenyataannya dia begitu membenciku saat dia tahu jika aku yang telah membantumu selama ini. Maaf kak*.
Brak
Gadis itu terkejut saat pintu ruangannya tiba tiba terbuka tanpa permisi, ingin melabrak orang itu namun seketika diurungkannya niatnya itu saat dia tahu siapa pelakunya.
"Apa yang kau lakukan disaat jam kerja hah ? Apa kau ingin dipecat ? Bukannya bekerja tapi malah enak enakan bermain ponsel." Sentak pria itu dengan wajah dinginnya.
Akila menatap wajah pria didepannya, sekali lagi tidak ada kehangatan dikedua matanya. Semenjak pria itu tahu jika dia bersekongkol dengan Akia, sifatnya berubah 360 derajat padanya. Pria itu kembali bersikap dingin dan sangar jika berhadapan dengannya. Terkadang pria itu juga sering menyiksanya.
Akila menghela nafasnya yang begitu sesak dengan perlahan. Sabar dan tersenyum hanya itu yang bisa dia lakukan selama ini, dan kali ini pun dia melakukan hal yang sama seperti hari hari sebelumnya.
"Saya justru merasa senang jika anda ingin memecat saya Tuan, karena jujur saya ingin sesegera mungkin keluar dari perusahaan ini. Anda tenang saja karena nanti tidak akan ada lagi orang yang membuat anda marah ataupun merepotkan anda. Anda cukup menandatangani surat pengunduran diri saya yang sudah dari sebulan yang lalu saya berikan pada anda Tuan." Ujarnya dengan senyuman tipis dibibirnya. Gadis itu sekuat tenaga berusaha untuk bersikap sabar.
Pria didepannya nampak terlihat sangat marah, itu bisa dibuktikan dengan wajahnya yang memerah dan rahangnya yang mengeras. Dengan cepat dia mencengkeram dahu Akia dengan sangat keras hingga membuat gadis itu sedikit meringis sakit.
"Sampai kapanpun tidak akan pernah aku biarkan pengkhianat sepertimu keluar dan bebas berkeliaran dari perusahaan ini. Aku akan tetap membuatmu berada disini hanya untuk bisa menyiksamu pengkhianat. Bahkan hukuman ini belumlah seberapa jika dibandingkan dengan pengkhianatan yang kau lakukan selama ini." Kecamnya dengan sorot mata yang menghunus tajam.
Bukannya takut Akila justru tersenyum dibalik cengkeraman pria tersebut.
"Jika itu bisa membuat anda puas dan bahagia maka lakukan saja Tuan, saya tidak keberatan. Bahkan jika anda ingin membunuhku sekalipun maka dengan senang hati saya akan memberikan nyawa ini pada anda. Karena saya merasa jika saya tidak pernah melakukan apa yang anda ucapkan. Lakukan saja, dan saya siap menerimanya." Jawabnya dengan wajah yang tenang.
Pria itu semakin merasa marah, lalu dengan sangat keras pria itu melepas cengkeraman digadu Akila. Tanpa berkata apapun lagi dia berbalik dan melangkah pergi dari ruangan Akila.
"Persiapkan kebutuhan Tuan Aryan untuk perjalanan ke kota Semarang. Jangan sampai ada kesalahan sedikitpun. Jika tidak.."
"Akan saya lakukan Tuan, anda jangan khawatir." Potong Akila cepat sembari memandang sendu punggung pria itu yang semakin menjauh.
Seandainya kau tahu jika hati ini selalu sakit setiap kau bersikap kasar padaku Dhafa. Aku tidak pernah berkhianat, aku hanya ingin membantu seseorang yang sudah aku anggap sebagai kakakku. Maaf. Lirih bathin gadis itu berucap.
Tubuhnya terasa lemas, pertahanan yang sedari tadi dia bangun pada akhirnya runtuh. Dan sekarang gadis itu nampak terjatuh lemas dilantai dengan isakan tangis yang terdengar sangat memilukan. Tanpa menyadari sepasang mata yang terus memperhatikannya dari balik pintu. Pria itu ikut meneteskan airmata melihat orang yang sangat dicintainya kembali terluka dan itu disebabkan olehnya.
__ADS_1
Pria itu dengan cepat menghapus kasar air mata nya sebelum ada yang memergokinya, lalu melangkah cepat meninggalkan ruangan Akila menuju ruangannya sendiri dengan perasaan yang tidak menentu.
TBC