
"Assalamualaikum pa !"
Suara teriakan Akia melengking keras disusul dengan langkahnya yang cepat namun terkesan berlari. Gadis itu langsung menyeruak masuk kedalam mansion, melupakan suaminya yang masih didalam mobil terbengong akan tingkahnya.
Mendengar suara yang melengking keras, yang sudah dipastikan siapa pemilik suara itu, membuat seisi rumah hanya bisa menggelengkan kepala. Tapi jujur saja mereka terutama Tuan Aryan sangat merindukan lengkingan suara gadis yang begitu keras membahana.
Akia sampai diruang keluarga dengan nafas yang tersengal sengal. Dilihatnya disana sudah berkumpul semua anggota keluarganya, kecuali mama Syifa. Matanya melirik kearah Dhafa yang sedang menatapnya tajam dengan bibir mencebik.
"Kau itu niat sekali membangunkan semua tetangga disini ?"
"Ck, dasar kakak nggak tahu diri, nggak ada sayang sayangnya sama adik." Cebiknya.
"Dasar adik nggak punya sopan santun, ngomong tu yang bener sama yang lebih tua." Balasnya tidak kalah sengit.
"Loe ngrasa udah tua emang ? Wajar sih keliatan banget, tapi sayang jomblo akut..hahaha.." Ledeknya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dhafa.
"Dasar adik nggak tahu diri, jarang ketemu sekali bertemu bikin hati gue enek tau nggak."
"Lah..nggak bisa gitu, kalau ketemu gue yang ada pada terpesona, secara gue itu kan gadis yang cantik, baik dan sholehah..trus..."
"Ekhem.." Deheman keras terdengar begitu mencekam diruangan tersebut.
Serentak semuanya menoleh keasal suara, disana terlihat Azriel yang sedang berdiri menatap tajam kearah Akia dengan kedua tangan yang masuk kedalam saku celananya.
"Jika kedatanganmu kesini untuk ribut dengan saudaramu itu, lebih baik kita pulang saja sayang. Sepertinya masih banyak hal yang harus kita diskusikan dirumah."
Akia meringis dengan tangan yang menggaruk tengkuknya yang tertutup hijab. Wajahnya terlihat sedikit gugup saat tatapan tajam suaminya masih tertuju padanya. Dengan cepat gadis itu melangkah menghampiri Azriel sebelum suaminya itu semakin marah.
Sementara Dhafa nampak terkekeh geli menyaksikan bagaimana seorang Akia yang terkenal arogan dan brutal, kini terlihat takluk dihadapan suaminya. Azriel, pria itu benar benar sudah menaklukkan sang nona arogan.
"Maaf mas, aku kelepasan." Ucapnya lirih sembari memeluk suaminya, berbisik lirih ditelinga suaminya.
"I'm sorry sayangku..."
Azriel terpaku, lalu segera menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh tanya.
"Kamu memanggilku apa barusan ?"
Akia tersenyum malu, namun beberapa detik kemudian mengucapkan kata itu lagi.
"Maafkan aku sayangku."
"Aku maafkan, dan jangan diulangi." Kini senyum cerah terbit dihati suaminya, membuat hati Akia bersorak gembira. Kini dia tahu bagaimana cara merayu suaminya jika suatu saat azriel marah padanya.
Mereka lantas kembali fokus pada titik masalah awal kenapa mereka ada disini. Dengan seksama couple A mendengarkan cerita sang papa. Raut wajah Akia semakin terlihat buruk saat mendengar apa yang Tuan Aryan katakan.
"Lalu bagaimana dengan mama sekarang pa ? Apa kandungannya baik baik saja." Tanya Akia antusias, pasalnya dia benar benar sangat khawatir dengan wanita yang kini sudah berubah statusnya sebagai mama sambungnya itu. Gadis itu sangat menyayangi Ustazhah Syifa, mengingat bagaimana dulu wanita itu dengan telaten dan penuh perhatian mengobati kakinya.
__ADS_1
Melihat raut wajah Akia yang penuh kekhawatiran pada istrinya, membuat hati Tuan Aryan menghangat. Dia dapat melihat bagaimana putrinya itu sangat menyayangi Ustazhah Syifa.
"Tenanglah nak, mamamu baik baik saja, calon adikmu juga tidak apa apa, mamamu hanya syok karena melihat benda yang mengerikan tadi." Jawab Tuan Afyan mencoba menenangkan putrinya.
"Lalu dimana benda itu pa ?" Tanya Azriel dengan sorot mata tajam nya, pria itu juga merasa sangat marah saat mendengar cerita papa mertuanya.
Tuan Aryan menunjukkan sebuah benda yang dikirim oleh seseorang kedalam mansion miliknya. Azriel mendekat lalu memeriksa kardus yang berisi potongan tubuh ayam yang berlumuran darah dan tercium bau amis yang menyengat.
Tapi bukan itu yang membuat Akia tertarik untuk ikut melihat. Gadis itu membolak balik benda itu sembari mengernyitkan dahinya. Hingga kedua matanya tertuju pada pojokan kardus yang ada disudut bawah. Jelas disana tertulis sebuah lambang berinisial M.
"Papa tidak tahu siapa yang sudah berbuat jahil dengan mengirim benda seperti ini kedalam mansion. Papa merasa tidak mempunyai musuh. Kira kira apa kalian tahu ini perbuatan siapa ?" Suara bariton itu kembali terdengar tapi dengan nada suara yang berubah dingin dan tajam.
Tuan Aryan yang sehari hari selalu bersikap ramah dan hangat jika didalam rumah, kini pria itu merubah sikapnya, itu pertanda jika didalam hati pria itu ada kemarahan yang sangat besar disana. Bahkan Arfan yang baru tahu sifat asli papa angkatnya, sedikit bergidik ngeri. Pasalnya papanya itu selalu bersikap hangat selama ini.
Azriel hanya terdiam sembari berpikir siapa pelaku yang sudah bertindak seperti ini. Walaupun dia merasa curiga pada seseorang, tapi dia tidak ingin berprasangka buruk sebelum memastikannya terlebih dahulu.
"Marco." Desis Akia dengan nada geram. Kilatan amarah terlihat jelas disana.
"Apa maksudmu sayang ?"
Akia menatap tajam mata suaminya, lalu menunjukkan sesuatu pada Azriel.
"Lihatlah tanda yang dia tulis disudut kardus itu mas. Disana kau bisa melihat jelas jika ini perbuatan dia."
Azriel langsung melakukan apa yang dikatakan istrinya, dan benar saja disana dia bisa melihat jelas inisial yang tertulis lambang M.
Akia tercekat begitu juga Azriel, mereka tidak menyangka desisan Akia terdengar jelas ditelinga papanya, padahal menurut mereka Akia berbicara sangat pelan.
Azriel menatap wajah istrinya yang langsung menganggukkan kepalanya. Lalu pria itu berjalan kearah papa mertuanya.
"Pa ada yang ingin Azriel bicarakan pada papa."
Walaupun merasa heran tapi Tuan Aryan menganggukkan kepalanya saat melihat raut wajah menantunya yang sangat serius. Pria paruh baya itu menatap kearah Dhafa dan Arfan.
"Arfan masuklah kekamar nak, istirahatlah. Semua sudah membaik, besok kamu harus sekolah bukan." Perintahnya.
"Iya pah. Arfan ijin kekamar kalau begitu." Pamit pemuda itu yang langsung diangguki kepala oleh papanya.
"Dhafa kau ikut dengan kami, kita bicara diruang kerja papa saja."
"Kia ingin lihat mama pa."
Tuan Aryan menganggukkan kepala lalu berjalan menuju ruang kerjanya dengan diikuti oleh anak dan menantunya.
Sementara Akia berjalan menuju kekamar papanya yang ada dilantai bawah. Kamar utama yang ada dimansion ini. Gadis itu perlahan membuka pintu kamar dengan sangat hati hati, takut jika tindakannya membuat mamanya terganggu.
Gadis itu tersenyum saat melihat sang mama yang tengah bersender dihad bad dengan kedua mata terpejam. Ada Mbok Inem yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
Akia memberi tanda pada mbok nya untuk meninggalkan mereka setelah sebelumnya mencium pipi mbok nya. Lalu gadis itu segera duduk disamping tubuh mamanya yang nampak tertidur.
"Sya..kamu datang."
Suara merdu itu terdengar lirih ditelinga Akia, membuat gadis tersenyum menatapnya.
"Bagaimana mama bisa tahu jika itu Akia ? Padahal mama lagi tidur tu."
Syifa terkekeh pelan lalu membuka matanya, menatap teduh wajah cantik putri sambungnya itu.
"Mama bisa menciumnya dari wangi tubuhmu sayang, dari pertama masuk saja mama sudah tahu jika itu kamu." Ucapnya lembut.
Akia mencebik, niat ingin membuat kejutan gagal sudah. Syifa menatap wajah ayu putrinya itu, terkadang sampai sekarang dia merasa geli saat harus memanggil Akia dengan panggilan putriku. Mereka yang sebelumnya sahabatan, tapi sekarang mereka menjadi sebuah keluarga.
"Apa mama baik baik saja ?"
Syifa dapat menangkap nada khawatir didalam suara Akia. Dengan lembut wanita cantik itu memegang lengan Akia sembari mengurai senyuman manis.
"Mama baik baik saja, hanya syok saat melihat benda mengerikan tadi. Dokter juga sudah memeriksa kandungannya mama, calon adikmu sehat dan baik baik saja. Kamu jangan khawatir yang berlebihan ya, adikmu ini kuat seperti kakaknya."
Akia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Gadis itu memeluk erat tubuh wanita cantik itu.
"Kia sangat khawatir saat papa menelponku tadi. Mengatakan jika mama pingsan setelah melihat benda asing itu, sungguh membuat hatiku merasa sakit dan takut."
Syifa memaklumi rasa takut yang ada dihati gadis itu. Dia tahu trauma Akia yang pernah kehilangan sosok mama kayla. Dan wanita itu sangat bersyukur karena Akia yang begitu menyayangi nya seperti dia yang juga sangat menyayangi Akia.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan mama, tapi kamu tenang saja ya. Ingat segenting apapun masalah yang kita hadapi, jangan pernah lupa untuk meminta perlindungan dari Allah. Jika Allah sudah bersama kita, lalu apalagi yang kita takutkan Sya ?"
Akia mengangguk didalam pelukan mamanya.
"Aku menyayangimu ma."
"Mama juga sayang, terima kasih sudah hadir didalam kehidupan mama. Mama sangat bersyukur bisa mendapatkan keluarga yang begitu sangat menyayangi mama dengan sepenuh hati."
Akia sedikit meneteskan air mata nya, gadis itu sangat bahagia. Keluarga seperti inilah yang dia inginkan, berkumpul menjadi satu dalam bentuk satu keluarga yang utuh. Bukam harta yang melimpah yang dia inginkan, tapi keluarga utuh yang penuh dengan kehangatan. Mengingat itu semua membuat Akia berusaha keras untuk melindungi keluarganya.
Gadis itu berpikir keras mencari cara untuk memberi pelajaran pada seseorang yang sudah mengusik ketenangan keluarganya. Seringaian aneh terbit diwajahnya yang cantik saat dia mendapatkan sebuah ide. Kali ini dia terlambat satu langkah dari pria itu, tapi setelah ini dia pastikan jika pria itu yang akan selalu kalah dalam setiap langkahnya.
TBC
Papanya namanya Aryan, suaminya Azriel, punya adik angkat namanya Arfan, dan sekretaris cantik calon nyonyaa Dhafa ( insya Allah nanti ya 😘) namanya Akila. Otomatis keluarga Couple A. Kira kira nanti calon Debaynya Tuan Aryan inisial depannya A juga nggak ya. Author jadi keinget keluarga" ASIK " Anang Ashanty ya..🤣🤣🤣
Detik detik menuju ketegangan akan segera terjadi,,tetap ikuti lanjutan ceritanya ya.
Maafkan author yang tidak sempat double up kemaren, insya Allah hari ini author usahain buat double up ya 🤗🤗
Terima kasih untuk para sahabat aku yang sudah bertahan sampai sejauh ini, jangan merasa bosan ya. Aku terharu membaca semua koment kalian. Begitu banyak antusias dari kalian semua. Author tidak menyangka loh akan mendapat antusiasme sebesar ini dari pada penggemarku.
__ADS_1