Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Tragedi terulang kembali.


__ADS_3

Bunyi dering telpon menghentikan obrolan singkat diantara mereka yang ada di mansion. Akia yang melihat bagaimana akrabnya mama Syifa dengan Viona, sedikit menyunggingkan senyumnya. Gadis itu benar benar merasa takjub dengan pribadi mama mudanya itu dalam hal menghormati sesama.


Lihat bagaimana Mama Syifa yang begitu antusias menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Jessy padanya. Bahkan dalam sekejap gadis kecil itu langsung terlihat akrab dengan mamanya, berbeda saat pertama bertemu dengannya. Jessy terlihat sangat ketakutan.


Papa Aryan pun tidak kalah kagum dengan sifat istrinya. Pria itu sungguh merasakan kebahagiaan dan kehangatan dihatinya, melihat istri dan mantan istrinya yang begitu saling menyayangi.


Pria itu sungguh teramat bersyukur dengan keadaan situasi yang sekarang. Semuanya saling berdamai dengan memaafkan semua kesalahan dimasa lalu. Dan kini perusahaannya juga mulai melakukan kerjasama dengan Jason. Tentu saja tawaran itu disambut baik oleh Jason.


Akia menggeser layar jika di ponsel nya lalu menempelkannya ditelinga. Bibirnya masih saja mengurai senyuman manis dengan mata yang enggan pindah dari pemandangan indah didepannya.


"Assalamualaikum mas."


📞 Waalaikumussalam wr wb ..dimana sayang ?


"Dimansion papa mas, ada mama Viona dan om Jason disini."


📞 Benarkah ? Wah sepertinya aku ketinggalan informasi nih..


Akia tertawa mendengar candaan suaminya.


📞 Aku senang pada akhirnya kita semua menjadi satu keluarga yang utuh. Saling berdamai dan memaafkan semua kesalahan dimasa lalu. Mas ingin kebersamaan ini akan tetap abadi sampai kapanpun juga.


"Iya mas,,aku bahagia."


📞 Baiklah kalau begitu, bisakah sekarang kamu kekantor sayang ?


"Ada apa mas ?"


📞 Aku rindu sama istriku.


Semburat merah muncul di pipi Akia mendengar gombalan suaminya. Gadis itu langsung berdiri dan berjalan kearah Taman, supaya papanya tidak melihat rona merah dipipinya.


Diseberang sana tersengar kekehan Azriep yang saat ini membayangkan jika istrinya itu pasti merasa malu dengan ucapannya itu.


📞 Aku sangat yakin jika saat ini kamu pasti sangat malu. Jangan perlihatkan rona merah dipipimu itu pada orang lain sayang, cukup aku saja yang menikmatinya.


"Mas,,berhenti menggodaku." Ucap Akia lirih.


Azriel makin tertawa, sungguh menggoda istrinya itu menjadi satu kesenangan tersendiri untuk nya.


📞 Baik lah aku akan berhenti menggodamu, tapi segeralah kemari sayang. Aku sungguh merindukanmu sangat.


"Iya mas."


Setelah mematikan panggilan ponselnya, Akia kembali masuk kedalam mansion lalu menemui papanya yang saat ini sedang mengobrol dengan Jason.


"Pa, om, Akia pamit dulu ya, mau kekantor Azriel. Tolong sampaikan salamku sama mama Syifa dan mama Viona ya." Ucap Akia sembari mencium pipi sang papa lalu beralih mencium tangan Jason.


Tuan Aryan tersenyum tipis melihat bagaimana sifat manja putrinya yang tidak pernah hilang walaupun sudah menikah.


"Putri anda sangat manja sekali ya Tuan." Celetuk Jason yang hanya ditanggapi oleh Tuan Aryan dengan senyuman kecil.


"Dia mirip sekali dengan almarhum mamanya. Manja dan murah hati."

__ADS_1


"Maafkan atas kelakuan istri saya dahulu Tuan, bagaimanapun perubahan sikap Akia disebabkan oleh hadirnya Viona ditengah tengah keluarga anda." Ucap Jason mewakili istrinya.


Tuan Aryan tersenyum mendengar permintaan maaf yang diucapkan secara langsung itu oleh Jason.


"Sudahlah, semua sudah berlalu. Aku senang berkat dirimu Viona benar benar sudah berubah. Lupakan yang lalu dan mari kita sambut hari depan dengan hati yang baru. Kau tahu, aku bersyukur kau tidak menyetujui tawaran pria itu."


"Semua berkat putri anda Tuan." Jawab Jason.


"Ya,,dia adalah gadis yang sangat baik. Aku beruntung mempunyai putri seperti dia."


"Dan Akia juga beruntung mempunyai seorang papa seperti kamu mas." Jawab Syifa yang tiba tiba sudah berada disana dengan Viona dan Jessy.


Tuan Aryan menoleh kearah istrinya dengan senyuman yang terus menghiasi wajahnya. Menyambut hangat sang istri yang langsung duduk disampingnya. Tidak lupa dia memberikan senyuman tulus pada Viona yang saat ini memandang kearahnya. Sungguh pemandangan yang begitu indah, dan pria itu berharap semoga keindahan ini akan tetap terjalin selamanya.


***


Sementara itu Akia saat ini sedang melajukan mobilnya menuju kearah kantor suaminya. Kedua matanya menatap fokus kearah jalanan sembari telinganya mendengarkan lagu dari UNGU yang berkolaborasi dengan Lesti Kejora yang berjudul 'Bismillah cinta'.


Lagu yang akhir akhir ini sedang Viral dikalangan masyarakat. Entah kenapa gadis itu mendadak ikut suka dengan lagu yang menurutnya sangat menyentuh hatinya itu.


"Subhanallah..sungguh lagu ini terdengar begitu merdu. Arti semua kata kata didalamnya begitu menyentuh hatiku. Akan kah cintaku juga semurni seperti apa yang ada di lagu ini ya."


Azriel


Mendadak gadis itu terbayang bayang wajah tampan suaminya. Ingatannya melayang pada semua tingkah dan perilaku Azriel yang begitu gigih memperjuangkannya tanpa pantang menyerah. Bahkan pria itu sanggup menunggunya yang sudah meninggalkan pria itu selama 3 tahun lamanya.


Jika mengingat semua itu, jujur perasaan bersalah selalu hinggap dihatinya. Andai saja dia begitu sabar lebih lama lagi, mungkin saat ini dirinya dan Azriel sudah mempunyai seorang anak.


Pandangannya beralih kesamping dimana ponselnya yang ada didalam tas kembali berbunyi nyaring. Tapi kali ini bunyi nadanya sangat singkat, pertanda jika hanya pesan yang masuk kedalam ponselnya.


Dengan santai gadis itu membuka kunci ponselnya, dahinya sedikit berkerut saat ada pesan dari nomor yang tidak dia kenal. Karena penasaran yang tinggi gadis itu membuka pesan dan betapa dia terkejut saat pesan yang dikirim seseorang itu berupa sebuah foto suaminya yang saat ini sedang berdiri didepan kantornya.


Walaupun sedikit bingung, tapi gadis itu segera menghubungi Azriel. Dia ingin memastikan sesuatu.


"Assalamualaikum..mas kau ada dimana ?"


📞 Aku sedang menunggumu sayang. ini lagi didepan kantor. Apa kamu masih lama ? Cepat lah mas sudah agak pegal nih..hehe.


Deg


Dada Akia bergemuruh, perasaan hatinya mendadak gelisah. Tapi gadis itu ingin sekali lagi memastikan jika dugaannya adalah salah.


"Mas kita video call ya."


Mematikan secara sepihak, gadis itu beralih melakukan panggilan video pada suaminya. Keringat dingin mulai menetes saat melihat jika yang ada difoto adalah benar gambar suaminya saat ini, detik ini. Semua terlihat dari pakaian suaminya yang terlihat sama. Sama sama mengenakan kemeja putih yang digulung sampai lengan.


📞 Ada apa sayang ? Wajahmu terlihat panik.


"Mas jangan kemana mana, sebelum aku sampai disana. Pergilah masuk kembali kedalam."


📞 Ada apa Sya ? Apa semua baik baik saja ?


"Mas aku mohon kali ini saja dengarkan aku. Please."

__ADS_1


📞 Oke..oke..mas masuk kedalam ya. Kamu jangan khawatir. Hati hati dijalan.


Akia langsung mematikan panggilan telponnya. Sadar jika saat ini nyawa suaminya sedang terancam, gadis itu langsung melajukan mobilnya dengan kencang, saat lampu sudah berubah warna menjadi hijau. Mengabaikan umpatan pengendara lain yang marah karena jalannya dia serobot.


Ya Allah, ya Tuhanku, tolong lindungi suamiku. Tolong berikan keajaiban padaku, aku tidak sanggup menerima kekhawatiran yang begitu besar dihatiku ini.


Akia terus berpacu dengan waktu yang berjalan dengan semakin cepat. Dengan raut wajah yang semakin pucat, gadis itu akhirnya bisa sampai didepan kantor suaminya. Namun posisinya saat ini ada diseberang jalan, dan untuk memutar laju mobilnya membutuhkan waktu yang sedikit lama, mengingat jalan memutar nya agak begitu jauh.


Akia turun dari mobilnya, dahinya berkerut saat dia melihat Azriel yang masih berdiri di sisi jalan depan kantornya. Namun ada yang berbeda dari wajah suaminya, kali ini justru pria itu yang terlihat sangat khawatir.


Akia segera melakukan panggilan telponnya, dapat dia lihat dari tempatnya suaminya yang menerima panggilan telponnya.


"Mas kenapa kau tidak mendengarkan ucapanku ? Aku sudah memintamu untuk masuk kedalam kan." Teriaknya ditengah tengah bisingnya kendaraan yang lewat.


📞 Aku khawatir padamu Sya, baru saja ada yang mengirim sebuah pesan padaku, dan itu adalah fotomu yang saat ini sedang berdiri disana.


Akia mengrenyit, walaupun samar dia masih bisa mendengar ucapan suaminya dengan jelas.


Astagfirullah ada yang sedang mencoba mencelakai kami berdua. Entah siapa sasarannya, yang pasti jika bukan aku pasti Azriel yang dia incar.


Mata Akia berkeliling mencari sesuatu yang bisa membuat kecurigaannya terbukti. Dan pandangan matanya berhenti pada sebuah mobil Jeep warna hitam yang terparkir tidak jauh dari tempat Azriel berdiri.


"Mas berhenti disana, aku akan memutar."


"Jangan Sya, akan sangat berbahaya. Mas saja yang berjalan kearahmu ya. Kamu diam dan tunggu disana."


"Tapi mas.."


Belum sempat Akia menyelesaikan ucapannya, Azriel sudah berjalan melangkahkan kakinya menuju kearah seberang jalan. Nampak pandangannya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menahan beberapa mobil yang hendak melintas.


Bersamaan dengan langkah Azriel yang sudah berada ditengah jalan, mobil Jeep tadi juga mulai bergerak dan melaju kencang kearah Azriel. Akia yang melihat itu langsung melotot sempurna dengan suara teriakannya yang begitu keras.


Namun sayang Azriel nampak fokus dengan langkahnya yang hendak menyeberang, hingga tidak mendengar suara teriakan istrinya.


"Astagfirullah ! Mas...awas !!"


Akia berlari kencang menuju arah suaminya, kebetulan laju lalu lintas agak renggang hingga gadis itu nekat berlari. Azriel yang melihat istrinya berlari kearahnya, sontak ikut merasa panik hingga dia pun ikut berlari.


Namun sayang laju langkah mereka kalah cepat dengan mobil itu yang melaju kencang kearah mereka. Hingga pada akhirnya peristiwa itu terjadi dengan begitu cepat.


Brakk


"Astagfirullah.."


Ckittt


Ckittt


TBC


Assalamualaikum, maaf ya baru bisa up,,,maklum siang hari agak repot sama baby hari ini..🤗


Semoga bisa menghibur..jangan lupa tinggalkan jejak ya..

__ADS_1


__ADS_2