
Marco duduk menghadap pada seseorang yang saat ini menatapnya dengan tajam. Raut wajahnya yang dingin dan sangar tidak membuat seorang Marco merasa takut, tapi justru merasa senang. Pasalnya dia memang mencari seseorang yang terlihat sangar dan kejam untuk dijadikan rekan kerjasamanya. Dan itu semua ada pada sosok pria didepannya.
"Apa maumu ?" Suara dingin pria itu terdengar sangat mencekam, membuat siapa saja yang mendengarnya merasa bergidik takut.
Marco terkekeh lalu dia melempar sebuah foto kehadapan pria itu.
"Aku tau kau pasti mempunyai dendam dengan pria itu, terutama gadis disebelahnya. Mauku jelas, aku ingin kita bekerja sama membalaskan dendam dihati kita pada mereka. Aku pada pria ini, dan kau pada kedua orang itu." Ucapnya sembari menunjuk kearah dua foto yang ada diatas meja.
Pria tersebut nampak mengrenyit, memandang pada dua buah foto yang tergeletak diatas meja. Satu foto seorang pria yang tidak dia kenal, dan satu lagi foto seorang pria dan juga gadis disebelahnya. Foto Tuan Aryan dan Akia yang sedang tersenyum manis.
Pria itu tersenyum sinis, lalu menggeser kembali foto itu pada Marco.
"Sayangnya aku tidak tertarik. Aku sudah tidak ingin berurusan dengan mereka. Cukup sekali aku melakukan kesalahan, dan kini aku tidak ingin mengulanginya lagi." Ketusnya.
Marco tertawa penuh misteri, membuat pria didepannya merasa heran.
"Kau tidak punya pilihan."
"Apa maksudmu ?"
Marco melambaikan tangannya, lalu datang seorang anak buahnya yang nampak memberikannya sesuatu. Marco tersenyum puas, lalu memberikan benda itu pada pria didepannya.
"Aku yakin kau akan menyetujui tawaranku. Kalau tidak..."
Pria itu mengeraskan rahangnya, kedua tangannya mengepal kuat. Melihat pada selembar foto yang memperlihatkan putrinya dengan seseorang yang nampak tersenyum penuh misteri.
Brakk
"Beraninya kau mengancam keluargaku ? Tidak akan aku biarkan kau menyentuh putriku." Geramnya dengan suara dingin.
Marco makin terkekeh. " Kau mungkin bisa mengelak, tapi istrimu ? Apa kau yakin ? Bukankah dia bekas j***ng pria itu ? Oh ya aku lupa, bahkan putrimu lahir karena kalian yang selalu berkumpul bersama hampir setiap hari. Sungguh sangat disayangkan, bagaimana jika putrimu tahu jika ibunya hanyalah seorang p****r dan ayahnya seorang pria brengsek."
Pria itu semakin menggeram, sorot matanya berubah sangat tajam.
"Apa maumu brengsek."
"Seperti yang aku bilang, aku mau kita bekerja sama. Jika kau setuju, maka aku akan melepaskan putrimu." Ucap Marco dengan senyuman licik.
__ADS_1
"Akan aku pikirkan."
"Aku beri waktu 2 hari, jika dalam dua hari kau tidak segera memberi jawaban, maka...."
"Jangan sentuh putriku, kau belum tahu siapa diriku. Aku bisa saja menghancurkanmu detik ini juga." Dengusnya keras.
"Justru karena aku tahu siapa kau, makanya aku membutuhkan bantuanmu."
Pria itu tidak menjawab, hanya langsung berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu. Sesampainya didalam mobil, pria itu menghubungi seseorang.
"Kenapa kalian ceroboh, mulai sekarang perketat penjagaan pada putriku. Aku tidak ingin hal semacam ini terulang kembali. Kalian mengerti." Serunya dengan suara dingin khas miliknya.
Pria itu mencengkeram stir mobil dengan sangat erat, nampak guratan otot ototnya yang begitu keras tercetak jelas dilengannya. Sorot matanya sangat tajam menghunus kedepan.
Berani sekali dia menyentuh putriku. Aku harus melakukan sesuatu.
Pria itu kembali meraih ponselnya, lalu menekan beberapa nomor. Menempelkan ponselnya ditelinganya setelah berbunyi nada sambung.
"Halo Vi, apa kau dirumah sayang ? Pergilah kekantor sekarang, ada yang harus aku bicarakan denganmu penting."
***
"Aku tidak menyangka ternyata kamu punya bakat yang mengerikan seperti ini Kila. Benar kata Akia, akan sangat berbahaya jika sampai musuh mengetahui bakatmu itu." Ucap Azriel dengan muka takjubnya.
"Riel kita juga mempunyai beberapa orang yang sangat ahli di bidang ini." Cetus Rio dengan wajah datar nya.
"Aku tahu Yo, tapi kau juga tahu apa timbal baliknya jika aku meminta bantuan pada mereka."
Rio manggut manggut membenarkan perkataan Azriel. Akan sangat merepotkan jika mereka meminta bantuan orang orang bawah tanah. Itu berarti Azriel dan juga dirinya harus kembali berurusan dengan mereka.
"Kenapa kau harus meminta bantuan pada orang orang seperti mereka mas ? Aku punya beberapa orang yang bisa diandalkan. Dan percayalah, aku bisa menjamin jika mereka adalah orang orang dari kalangan baik."
"Maksudmu ?"
"Kau akan tahu jika sudah saatnya mas."
Azriel dan Rio saling menatap bingung, berbeda halnya dengan Dhafa. Pria itu tetap memasang muka datar dan dingin khas miliknya. Dia tahu siapa yang dimaksud oleh Akia. Karena dulu mereka bersama sama dengan ketiga temannya selalu berhubungan dengan orang orang itu.
__ADS_1
Sementara Akila serasa menjadi orang asing ditempat yang dia rasa sangat mencekam itu. Bagaimana tidak, dia dihadapkan dengan keempat orang yang sama sama berwajah dingin dan datar.
Walau sebenarnya dia sudah terbiasa mendapatkan sikap dingin dari Dhafa, tapi lain halnya jika dia berhadapan langsung dengan keempat empatnya, tentu saja hal itu bisa membuatnya merasa jengah sendiri.
"Apa kau yakin jika yang ada di video ini adalah dia ?" Celetuk Dhafa seakan meremehkan kemampuan Akila.
Gadis itu memutar bola matanya jengah, menghadapi seorang Dhafa mampu membuat hatinya merasa sedikit emosi.
"Anda bisa melihat waktu dan tempatnya dengan lebih seksama Tuan Dhafa. Disitu terlihat sangat jelas jika anda masih merasa ragu. Atau anda bisa meminta pendapat kak Kia ataupun kak Azriel jika masih juga ragu. Bahkan asisten Rio juga ada disebelah anda." Ketus Akila dengan muka kesalnya.
Beraninya dia memanggilku tuan, sementara dia bisa sesantai itu menyebut kakak pada Akia. Menyebalkan.
Akia nampak terkekeh dengan pandangan meledek kearah Dhafa, sementara Azriel dan Rio hanya mengulas senyum tipis melihat bagaimana seorang Dhafa bisa di skak mat oleh seorang gadis yang notabene nya hanyalah bawahannya.
Dhafa semakin memasang wajah masam saat semua orang tertawa meledeknya. Namun sesuai ciri khasnya, pria itu selalu memasang muka dinginnya seakan tidak pernah terjadi sesuatu padanya. Padahal siapa sangka jika didalam hatinya dia merasa sangat malu.
"Apa ada yang kenal dengan sosok orang didepan Marco itu ?" Seru suara Azriel menghentikan tawa Akia.
Gadis itu mengarahkan pandangan matanya pada sosok yang sedang duduk didepan Marco dengan tatapan penuh arti. Sedikit mengernyitkan dahinya berusaha mengingat sesuatu.
"Aku kok seperti pernah melihatnya ya, tapi dimana ?" Gumam Akia dengan jari telunjuk mengetuk ngetuk keningnya.
Dhafa pun berusaha mengenali sosok yang terlihat familiar baginya. Diapun merasa seakan pernah melihat wajah pria itu.
"Tunggu aku ingat sesuatu." Pekik Akia membuat semua mata memandang kearahnya.
"Ya, aku ingat. Dia adalah Jason, ya Jason. Aku sangat yakin jika itu adalah dia." Ucap Akia dengan wajah penuh keseriusan.
"Siapa Jason Sya." Cetus Azriel dengan raut wajah penasaran.
"Jason..."
TBC
Assalamualaikum maaf ya sahabat, aku masih belum bisa double up,,insya Allah jika sudah fit aku kembali double up ya..🤗🤗 jangan kecewa ya..semoga selalu betgah ya dengan novel recehan author.
Ada yang penasaran dengan sosok Jason? Di part berikutnya akan author jelasin siapa itu Jason ya..mungkin diantara kalian ada yang ingat siapa itu Jason...🤣😋
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..Sungguh komentar kalian membuat aku jadi terharu dan semangat. Terima kasih atas doanya,,semoga Allah membalas tiap doa yang kalian panjatkan untukmu. Aamiin.