Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Miliki aku, karena aku adalah istrimu


__ADS_3

Azriel menatap penuh memuja wajah cantik nan rupawan yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Kedua mata yang tidak terlalu besar dengan bulu mata lentiknya, hidung mancung nya dan bibir tipisnya yang berwarna merah seakan menghipnotisnya hingga tidak mampu untuk berpaling darinya.


Rambut panjang nya yang biasanya tertutup hijab, kini dapat dia nikmati keindahannya. Wajahnya semakin dekat dan semakin dekat dengan wajah cantik didepannya. Menyentuh semua asetnya dengan perasaan lembut nan mesra.


Sementara sang istri nampak terpejam dengan hati yang bergemuruh hebat, merasakan gugup yang tiada kira. Ini pertama baginya, wajar jika dia merasa gugup dan sedikit takut. Jemarinya meremas baju koko panjang milik suaminya.


"Kau takut ? "Bisiknya lembut mendayu ditelinga Akia.


Matanya terbuka lalu memandang wajah tampan suaminya yang saat ini tengah tersenyum lembut padanya. Perlahan jemarinya menyentuh wajah tampan nan tegas milik Azriel, mengusapnya lembut sembari mengurai senyuman manis.


"Aku takut, karena ini pertama kalinya untukku. Bersentuhan langsung dengan lawan jenis sampai sejauh ini, tidak munafik jika aku merasa gugup dan juga malu. Tapi rasa baktiku yang begitu besar pada suamiku dan perasaan ingin mendapatkan pahala keberkahan darimu, mengalahkan semua rasa itu. Aku milikmu, kau berhak akan diriku, jadi milikilah aku dan biarkan aku mendapatkan pahala karena membuat suamiku senang."


Hati Azriel menghangat mendengar ucapan tulus yang keluar dari bibir istrinya.Tidak menyangka jika Istrinya bisa bersikap begitu dewasa. Tanpa disadari karena terharu, airmata keluar dari sudut matanya yang tajam.


"Terima kasih akan ketulusan hatimu, aku merasa bahagia dicintai olehmu. Mulai hari ini semua rasa sakit mu akan mas ganti dengan kebahagiaan di setiap detiknya. Aku mencintaimu istriku dan akan tetap mencintaimu sampai maut memisahkan kita."


Malam menjelang pagi yang sangat indah, seindah hati dua anak manusia yang sudah menyatu dalam ikatan cinta pasangan halal. Hati dan jiwa Akia yang sudah seutuhnya menjadi milik suami tercinta. Betapa bahagia saat kita sudah menyempurnakan iman kita dalam balutan kasih rumah tangga.


Azriel masih dengan kegiatannya mereguk kenikmatan cinta dengan kekasih tercinta, menyelami dalamnya lautan cinta. Sesekali terdengar suara indah milik istrinya yang terdengar begitu merdu ditelinganya.


Sejenak Azriel berhenti lalu menatap wajah istrinya yang bermandikan keringat. Perlahan bibirnya mendekat di telinga istrinya dan menyematkan seuntai doa sebelum dia menanamkan benih cintanya di rahim sang istri.


اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً


Tulisan latin: "Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".


Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).


Akia memejamkan kedua mata nya terharu dengan apa yang dibisikkan suaminya. Terasa rahimnya menghangat kerana benih cinta yang ditabur suaminya. Dilihatnya sang kekasih tercinta yang tergeletak disamping tubuhnya.


Keduanya berpandangan dengan kedua mata yang saling mengunci. Menetralkan nafas yang masih memburu. Perlahan wajah itu mendekat dan mengecup keningnya dengan lembut.


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا


Tulisan latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


"Terima kasih sayang, sudah menjadikanku suami seutuhnya untukmu. Seperti halnya dirimu yang pertama untukku, akupun pertama untukmu. Istirahatlah, aku tahu kamu sangat lelah." Bisiknya lembut ditelinga Akia.


Perlahan mata itu terpejam, menyisakan Azriel yang belum puas memandang wajah istrinya. Tidak menunggu lama pria itu ikut terlelap disamping istrinya setelah sebelumnya memasang alarm diatas nakas.

__ADS_1


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi menjelang siang. Kedua mata cantik itu mulai terbuka. Memandang sekeliling mencari sosok suaminya namun percuma, ruangan itu kosong. Itu berarti Azriel tidak ada dikamar.


Akia bangun dari tidurnya lalu duduk bersender diHeadbad dengan kedua mata terpejam. Tadi selepas sholat subuh dia masih mengantuk, makanya dia memutuskan untuk kembali tidur.


Gadis itu merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk, dan rasa sakit dibagian kewanitaannya masih terasa. Namun senyuman kecil terbit dibibirnya yang tipis, saat dia mengingat bagaimana dia yang saat ini sudah sepenuhnya menjadi milik suaminya.


Akia masih termenung sampai dia tidak menyadari kipas angin besar yang tergantung diatas kepalanya berputar dan menyebarkan kelopak bunga mawar merah yang begitu banyak.


Gadis itu terkejut ketika kelopak mawar merah itu jatuh beterbangan menimpa kepalanya. Gadis itu mendongak keatas lalu merentangkan kedua tangannya dengan mata yang terpejam menikmati aroma wangi mawar yang jatuh dari atas kipas di ruangan tersebut dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


Tiba tiba sepasang tangan kekar melingkar di pinggang nya yang kecil hingga membuatnya kaget. Memalingkan kepalanya kesamping guna melihat sang pemilik tangan, namun seketika kecupan singkat mendarat dipipinya.


"Kamu suka ?" Bisikan suara lembut mendayu terdengar ditelinganya membuatnya sedikit merasa geli, bahkan dia sempat merasakan deru nafas hangat yang menerpa tengkuk lehernya.


Akia tersenyum lalu berbalik menghadap kearah suaminya yang kini sedang memasang senyum diwajahnya.


"Mas yang menyiapkan semua ini ?"


"Spesial untuk Ratu dihatiku." Godanya dengan mata mengerling.


Akia tergelak pelan membuat Azriel kembali terpesona dengan kecantikan yang terpancar di wajah istrinya.


"Kau juga tampan suamiku." Balasnya dengan senyum yang malu malu. "Eh mas darimana saja ? Aku bangun kok nggak ada."


Azriel menyeringai aneh mendengar ucapan Akia.


"Kamu merindukanku ?"


Akia terlihat sedikit gugup." Eh..nggak kok, siapa yang merindukanmu. Kepedean."


"Benarkah ?" Godanya sembari mendekatkan wajahnya, membuat gadis itu kembali gugup. " Apa masih sakit sayang ?" Bisiknya pelan ditelinga Akia.


"Apa sih, kau mesum sekali mas." Elak gadis itu berusaha menghindar, namun gerakannya kalah cepat dengan suaminya yang kini sudah mengungkungnya.


"Mau kemana ?"


"Mas..sesak ih..lepas nggak."


"Nggak."

__ADS_1


Akia tidak kehilangan akal, otak gadis itu berputar mencari cara supaya bisa lepas dari jeratan suaminya. Lalu tiba tiba gadis itu teringat akan sesuatu.


"Mas, kau tidak akan mengingkari janjimu kan ?"


"Apa ?"


"Kau sudah lupa ? Semalam kau bilang ingin menceritakan semuanya padaku ? Aku menagihnya sekarang."


Wajah pria itu seketika berubah murung membuat Akia merasa heran.


"Apa harus sekarang ?"


"Kenapa mas ? Apa terlalu sulit untukmu berbagi denganku ?"


"Tidak, hanya aku merasa takut. Takut jika kamu tahu bagaimana kelamnya masa laluku, kamu akan pergi meninggalkanku." Ucapnya dengan nada sedih.


Akia menangkup kedua pipi suaminya dengan lembut, posisi keduanya kini sedang duduk diatas pembaringan.


"Mas dengarkan aku, mau sekelam dan sehitam apapun masalalumu, aku akan tetap berada disisimu. Itu janjiku, dan akan aku tepati seumur hidupku. Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri perjalanan hidupku dan berhenti dihatimu. Seperti apa yang pernah kau ucapkan, setiap manusia pasti mempunyai masalalu yang buruk, dan bagaimana buruknya dirimu dimasa lalu aku akan selalu ikhlas menerimanya."


Azriel tersenyum haru, lalu mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Aku sangat beruntung bisa memilikimu. Kau kekasihku, permata hatiku, bidadari surgaku. Aku sangat mencintaimu."


Akia berganti posisi dengan bergelayut manja didada bidang suaminya, merebahkan kepalanya lalu menyesap aroma tubuh Azriel yang memabukkan.


"Aku tahu, jadi bisakah sekarang kau bercerita padaku mas ? Aku sungguh tidak sabar mendengarnya." Ucap gadis itu dengan sangat antusias.


Azriel terkekeh, lalu menarik tubuh istrinya semakin erat kedalam pekukannya.


"Baiklah, dengarkan apa yang aku ceritakan baik baik, karena aku tidak akan mengulang ceritanya untuk kedua kalinya." Ucapnya dengan nada yang sudah berubah serius.


Akia menatap serius wajah suaminya, hatinya tidak sabar mendengar cerita kelam tentang masalalu dari pria yang kini menjadi suaminya.


"Sya, apa kau percaya apabila aku berkata kalau aku adalah mantan ketua organisasi bawah tanah, artinya aku adalah mantan seorang mafia."


TBC


Assalamualaikum..readersku tersayang..maaf ya hari ini cuma bisa up 2 eps..saja..tadinya ingin 3 eps..tapi petir menyambar berkali kali dan itu sangat lama, jadi untuk sementara hampir setengah harian aku tidak menyalakan ponsel. Semoga selalu suka ya..sama cerita recehan author.


Udah segitu aja pemberitahuan nya, kapan waktu insya Allah aku usahain up 3 eps..jika sempat.

__ADS_1


Selamat beristirahat, semoga selalu sehat dan diberi kelancaran rezeki yang melimpah. 🤗🤗😘 Aamiin


__ADS_2