Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Restuku


__ADS_3

Suara sayup azhan shubuh membuat kedua mata cantik itu membuka perlahan. Diliriknya jam yang ada diatas nakas, pukul 4 pagi. Akia menggeliat mencoba melemaskan seluruh otot ototnya yang terasa kaku.


Walau masih sangat mengantuk, gadis itu mencoba bangun dari tidurny. Tapi baru saja dia hendak duduk, tubuhnya kembali ambruk diatas kasur. Akia begitu lemah sampai dia tidak mempunyai tenaga lebih.


Azriel benar benar membuktikan ucapannya. Pria itu terus saja mengerjai istrinya tiada henti bahkan mereka baru berhenti dengan kegiatan panas mereka pada jam 2 dini hari tadi. Entah kekuatan apa yang di miliki oleh pria itu hingga bisa mempunyai tenaga sebesar itu.


Gadis itu menggoyang pelan lengan suaminya, mencoba membangunkan Azriel.


"Mas bangun ih."


"Mas."


Pria itu hanya menggeliatkan tubuhnya sebentar lau kembali tertidur.


"Mas." Kali suara Akia terdengar agak tinggi, tapi tetap saja suaminya tidak bergerak sedikitpun.


Akia geram, dia sudah tidak kuat lagi menahan niat untuk mengeluarkan hajat nya. Gadis itu tidak hilang akal. Dia harus melakukan sesuatu. Seringaian penuh misteri muncul dibibirnya saat tercetus sebuah ide dikepalanya.


"Ya Allah suamiku begitu kuat dan perkasa sampai membuat hambamu ini tidak berdaya." Berhenti sejenak lalu melirik suaminya. Dapat dia lihat dengan jelas, senyum kecil terbit dibibir Azriel. Akia mencebik, pasalnya suaminya itu hanya berpura pura tidur, padahal kenyataannya suaminya sudah terbangun sedari tadi.


"Tapi kekuatannya itu benar benar membuat hambamu ini sampai tidak mempunyai tenaga bahkan untuk sekedar melangkah kekamar mandi. Jadi aku mohon ampuni dosa hamba jika sampai hamba pipis diranjang ya Allah, karena suami hamba yang tidak mau membantuku kekamar mandi."


Seketika mata itu terbuka lebar dan langsung bangun.


"Kamu ingin pipis sayang ? Kenapa nggak bilang dari tadi ?" Tanyanya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


Akia kembali mencebikkan bibirnya sembari memalingkan wajahnya kesamping dengan hati yang kesal.


"Salahkan pada telinga yang dari tadi berpura pura tidak mendengar. Menyebalkan, setelah membuatku sampai tidak bertenaga dengan seenaknya tidak perduli lagi padaku."


Azriel hampir saja melepaskan tawanya melihat wajah menggemaskan milik istrinya. Tidak ingin membuat istrinya semakin kesal pria itu lalu meraih celana pendeknya memakainya sebentar kemudian beralih menuju istrinya.


Dengan lembut dan hati hati pria itu menggendong tubuh istrinya yang hanya memakai selimut putihnya. Membawa tubuh mungil itu kekamar mandi dan mendudukkannya diatas closed.


"Mau mas bantu mandinya ?" Tanyanya dengan senyum menggoda.


"Tidak perlu mas, bisa seharian dikamar mandi jika kau membantuku mandi."


"Hahah kenapa kamu berpikiran seperti itu sayang, mas curiga sepertinya justru kamu yang ingin melakukan itu ya."


"Mas kau ini..sudah keluar sana. Waktu sholat subuh tinggal sebentar lagi."


"Karena tinggal sebentar lagi maka dari itu ayo kita mandi bersama. Mas janji hanya mandi kali ini tidak ada kegiatan yang lain."


"Kau janji ?"


"Iya ratuku..lagipula mas juga kasian sama kamu. Tubuh mu masih lemah, kecuali jika malam nanti kita bisa mengulangnya lagi ya." Tawar nya dengan senyum penuh misteri.


Akia sukses membelalakkan kedua matanya lebar mendengar perkataan suaminya. Bagaimana mungkin Azriel bisa berkata seperti itu, sementara sekarang tubuhnya saja masih sangat lemah seakan tidak ada tenaga sama sekali.


"Sudah mas cepat mandi kalau berdebat terus nanti kita benar benar terlambat sholatnya." Ketus Akia dengan wajah merah menahan malu sekaligus kesal.


****


"Mas bagaimana kabar papa ? Maksudku rencana pernikahan papa dengan ustazhah Syifa ? Apa sudah ada kabar ?" Akia memandang wajah suaminya dengan penuh tanya. Saat ini keduanya sedang santai diruang tengah.


"Mas belum tahu sayang, tapi dari yang mas dengar Ustazhah Syifa belum memberi jawaban atas permintaan papa. Kita doakan saja ya semoga mereka mendapatkan yang terbaik."

__ADS_1


"Aamiin."


"Apa kamu ingin kerumah papa ?"


"Apa boleh mas ?" Tanya Akia dengan suara pelan, sebenarnya gadis itu merasa rindu dengan orang rumah, terutama mbok Inem yang sudah dia anggap seperti keluarganya.


Azriel lagi lagi tergelak, istrinya ini sungguh membuat hidupnya Lebih berwarna karena tingkahnya yang galak tapi polos sekali. Pria itu benar benar baru mengetahui sifat asli sang istri setelah mereka menikah.


Akia yang terlihat galak dan sangar jika dilihat dari luar, nyatanya istrinya itu hanyalah seorang gadis yang manja, menggemaskan dan juga polos. Itu semua karena didikan mama Keyla yang selalu mengajarkan hal hal positif pada putri semata wayangnya.


"Mau kerumah papa sekarang ?"


"Benarkah ?" Wajah gadis itu terlihat sangat cerah.


"Kamu terlalu banyak bertanya sayang, mungkin suamimu ini bisa berubah pikiran." Goda Azriel dengan bibir yang menahan senyum.


"Oh.tidak ..tidak. Tunggu sebentar disini, aku segera kembali. Aku hanya mau mengambil tasku dikamar."


"Waktumu hanya 10 menit Sya, jika lewat dari itu maka rencana kita batal."


Akia mencebikkan bibirnya lalu secepat kilat gadis itu berlari menuju kamar.


"Jangan berlarian Sya,,awas saja jika kamu sampai jatuh maka rencana kita juga batal." Teriaknya pada Akia.


"Kau keterlaluan mas." Teriak gadis itu dari arah kamar, tanpa tahu jika dibawah sana suaminya sedang menertawainya.


***


Sementara itu dikota Semarang tepatnya di ponpes Daarul mukminin seorang wanita bercadar sedang termenung sembari menatap beberapa santriwan dan santriwati yang saat ini sedang melakukan kegiatan rutin bulanan, yaitu kerja bakti membersihkan area seluruh pesantren.


Flashback on


Waktu itu semua orang sedang duduk diruang utama kediaman Kyai Lutfi. Mereka membicarakan acara amal yang akan dilaksanakan esok hari. Setelah beberapa lama berdiskusi, tiba tiba salah seorang santri menghampiri ustazhah Syifa yang saat itu sedang memeriksa tugas para siswanya.


"Ustazhah mohon maaf, anda dipanggil pak Kyai diruang utama."


"Ada apa ? Apa begitu penting, tidak biasanya beliau memanggil saya."


"Maaf ustazhah, saya kurang tahu, beliau hanya mewasiatkan saya seperti itu." Jawab salah satu santri tersebut.


Ustazhah Syifa tersenyum dibalik cadarnya lalu segera merapikan berkas berkas didepannya.


"Baiklah, saya akan segera kesana, terima kasih ya."


Hati wanita itu berdetak tidak karuan saat dalam perjalanan menuju ruang utama. Sekuat tenaga berusaha mengusir pikiran negatif yang berseliweran dikepalanya.


"Assalamualaikum." Salamnya saat sampai diujung pintu.


"Waalaikumussalam wr.wb." Serempak semua orang disana menjawab salam wanita itu.


"Kakak, kau juga disini ?" Suara merdu milik Akia terdengar di telinga nya.


"Pak Kyai memanggil saya."


Kyai Lutfi mengangguk lalu mempersilahkan ustazhah Syifa untuk duduk.


"Berhubung semua sudah datang, seperti yang papa bilang tadi jika ada satu hal lagi yang hendak papa katakan pada kalian bertiga." Tuan Aryan menghentikan ucapannya sejenak lalu memperhatikan wajah dlsetiap orang disana.

__ADS_1


Tuan Aryan menoleh pada sang putri yang duduk disebelahnya, membelai punggung tangannya dengan penuh kasih.


"Sya papa tahu ini terlalu mendadak, tapi papa juga tahu jika niatan baik harus segera dilaksanakan, jangan menundanya terlalu lama.


Walaupun papa ingin tapi jika kamu tidak merestuinya maka papa tidak akan pernah melakukannya."


Akia menatap heran wajah ayahnya, dia merasa bingung dengan maksud ucapan sang ayah.


"Maksud papa apa ? Kia jadi bingung."


Pria itu menghela nafasnya secara perlahan.


"Bismillahirrahmanirrahim..Sya papa berniat untuk melamar ustazhah Syifa untuk menjadi istri papa, menjadi ibu sambung untukmu. Apa kamu merestuinya nak ?"


Seketika beberapa orang disana nampak terkejut dan syok, begitu juga wanita bercadar tersebut. Bahkan kedua matanya sampai melotot keluar saking kagetnya dia.


Astagfirullah, Ya Allah, Allahu akbar..Ya Allah apa maksud semua ini ?


Tuan Aryan nampak menunggu dengan harap harap cemas pada sang putri yang hanya terdiam. Lama Akia menatap wajah sang ayah, lalu beralih bergantian menatap wajah ustazhah Syifa.


Akia hanya membisu hingga pada akhirnya gadis itu berdiri dan melangkah menuju ustazhah Syifa. Tingkah laku Akia tentu saja membuat Tuan Aryan merasa khawatir, takut jika putrinya tidak menyetujui keinginannya dan justru melabrak wanita itu.


Namun diluar dugaannya sang putri malah memeluk wanita itu sehingga membuat nafasnya menjadi lega. Apalagi saat mendengar ucapan Akia yang langsung membuat hatinya menghangat.


"Aku bahagia jika pada akhirnya papa menikah dengan kakak, karena jauh dilubuk hatiku Kia memang menginginkan kakak untuk menjadi mamaku. Sifat kakak yang lembut dan penyabar, mampu membuka hatiku yang gelap menjadi terang. Dan sejak itulah aku menyukaimu kak.


Jadi mewakili papa Kia ingin bertanya padamu kak. Maukah engkau menikah dengan papaku dan menjadi mamaku ? Aku berjanji akan selalu menyayangimu seperti aku menyayangi mama Keyla. Karena aku yakin hanya kakak lah yang pantas untuk menjadi mamaku."


Kedua mata itu nampak berkaca kaca lalu beberapa butir air menetes membasahi niqabnya. Kedua tangannya yang lentik menangkup wajah cantik milik Akia.


"Kakak juga menyayangimu, sangat menyayangimu. Tapi maaf kakak tidak bisa memberi jawaban sekarang . Semua begitu mendadak, dan aku membutuhkan waktu. Tolong berikan aku waktu 3 hari untuk meminta petunjuk pada Tuhanku. Aku tidak bisa memutuskannya sendiri."


Dan semua yang disana terutama Tuan Aryan setuju untuk memberi waktu selama tiga hari untuk ustazhah Syifa mempertimbangkan niatnya. Dan berharap semoga wanita itu menerima lamaran dirinya.


Flashback of


Ustazhah Syifa kembali membuka mata lalu meraih sebuah foto yang ada diatas meja. Foto dirinya saat sedang bersama Akia yang nampak begitu dekat. Gadis itu terlihat sangat cantik saat tersenyum. Dan pantas saja begitu banyak orang yang mengidolakan gadis itu, sejatinya selain cantik Akia juga gadis yang sangat baik.


Ustazhah Syifa tersenyum sembari jarinya mengusap wajah Akia yang sedang tersenyum.


Sya kakak merindukanmu, beberapa hari tidak bertemu membuat kakak sangat rindu. Apa kabarmu disana ? Apa kau sudah bahagia sekarang ?


Wanita itu kembali meletakkan foto itu diatas meja lalu berjalan keluar kamar setelah sebelumnya menarik nafas panjang. Langkah kakinya mantap mencari Kyai Lutfi semantap hatinya untuk segera memutuskan sesuatu yang akan merubah seluruh hidupnya.


TBC


Assalamualaikum sahabatku author mau sekalian promo ya..


intip juga novel baru author ya..novel bergenre kisah sedih. Jika ada suka dengan cerita yang menyedihkan maka novel baru author cocok nih untuk kalian yang suka cerita cerita haru nangis Bombay. Dan dijamin cerita author kali ini pasti sukses membuat kalian menangis Bombay.


ini covernya ya dan sudah up sampai 4 eps.



yuks cap cus kepoin ya..


🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2