Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Rindu yang sangat indah


__ADS_3

Akia masih terpaku dalam keterkejutannya, menatap sang muazdin dengan hati yang berdebar debar. Rasa itu kembali lagi, rasa yang sudah terpendam selama beberapa tahun. Perasaan hatinya yang terpaut pada suara seseorang yang selalu mengumandangkan azhan dengan sangat merdunya.


Pertama kalinya untuk Akia merasa jatuh cinta pada suara yang dia sendiri tidak tahu siapa sang pemilik suara merdu tersebut. Dan pertama kalinya jantungnya berdetak sangat kencang tiap dia mendengar suara tersebut. Sudah kesekian kali dia mencari siapa pemilik suara itu, namun nyatanya Akia selalu tidak pernah menemukan titik terang, ibarat mencari jarum diantara tumpukan jerami, itulah kata kata yang pantas untuk seorang Akia.


Dan sekarang suara itu terdengar kembali, bahkan kini sang pemilik suara itu tengah berdiri tepat dihadapannya. Dan tinggal selangkah lagi dia bisa melihat sosok sang pemilik suara merdu. Akia sudah berjanji pada dirinya sendiri, siapapun pemilik suara tersebut, dia akan mengabdikan dirinya seutuhnya pada orang tersebut. Itulah janji yang dia ucapkan beberapa tahun yang lalu.


Akia masih menatap punggung sang muazdin dengan perasaan tidak menentu. Namun dalam hati gadis itu seakan merasa kenal dengan punggung pria tersebut.


Dan....betapa terkejutnya dia saat pria itu menyudahi azhannya lalu sedikit berbalik untuk kembali pada shaftnya. Wajahnya yang hanya terlihat dari samping namun berhasil membuat Akia mengenali sosok pria itu.


Ya Allah, Ya Robbi, dia....bagaimana bisa. Ini kebetulan ataukah memang ini sudah jalan takdir yang Engkau berikan Ya Rabb. Entah aku harus merasa senang ataupun bingung. Astaghfirullah...


Akia menatap penuh intens sosok pria didepannya yang tengah tersenyum lebar pada jamaah disampingnya. Sosok pria yang selama ini selalu menghantuinya hampir di setiap malamnya. Sosok yang selama ini diam diam dia rindukan.


Azriel, pria itu adalah Azriel. Pria bersuara merdu yang selalu mengumandangkan Azhan yang berhasil mencuri hatinya. Akia masih syok dan membeku ditempatnya, bahkan gadis itu belum sadar jika sang muazdin sudah mengumandangkan iqomah tanda waktu sholat akan segera dimulai.


"Sya...." Panggil Pipit sembari mengguncang bahu Akia dengan sedikit keras, karena gadis itu hanya melamun dengan pandangan kosong terarah kedepan.


Akia tersentak, lalu segera berdiri saat tersadar jika dirinya tengah melamun. Dengan sigap gadis itu lalu meluruskan barisan shafnya dengan jamaah yang lain. Pipit yang menyadari jika sahabatnya sedang melamun hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


Seusai sholat zhuhur berjamaah, kini para jamaah tengah bersiap menanti acara yang mereka tunggu tunggu. Dibarisan paling depan nampak Akia yang diapit oleh Ustazhah Syifa dan juga Ustazhah Pipit.

__ADS_1


Jantung Akia masih terasa deg degan, pikirannya mengembara kemana mana.


Begitu banyak pertanyaan didalam hati yang ingin segera dia pertanyaan pada yang bersangkutan, namun ditahan nya karena acara pengajian yang akan segera berlangsung.


Kenapa dia bisa ada disini ? Apa dia sengaja datang kemari ataukah kebetulan saja ada pekerjaan dikota ini ? Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya Ya Allah. Tolong beri hambamu ini petunjuk.


Akia masih sibuk dengan pikirannya hingga dia tidak menyadari jika sosok yang ada dipikirannya itu sudah berada tepat didepannya. Gadis itu juga tidak sadar dengan hebohnya Pipit yang terus bersuara mengagumi sosok ustazd didepannya.


"Sya..dia benar benar tampan. Lihatlah Sya." Pekiknya pelan dengan mata yang berbinar binar.


Ustazhah Syifa hanya mengurai senyuman tipis dibalik cadarnya tanpa mengeluarkan suara. Namun wanita itu sedikit menyipit saat menyadari jika gadis disampingnya itu sedang melamun. Bahkan mengabaikan pembawa acara yang menyuruhnya untuk memulai membaca alqur'an.


"Hah..ap-apa." Gagap Akia karena terkejut dengan tepukan keras dibahunya.


"Kamu kenapa sih ? Itu ustadz Ridwan sudah menyuruhmu untuk membaca Alqur'an." Bisiknya pelan.


Akia sontak menoleh pada Ustadz Ridwan yang saat ini sedang tersenyum canggung padanya. Pasalnya pria itu sedari tadi sudah memanggilnya berkali kali, namun karena Akia sedang melamun, jadi gadis itu sama sekali tidak mendengarnya.


Akia melirik kearah sosok disamping Ustadz Ridwan, kembali terkejut saat mengetahui jika ternyata yang menjadi penceramah kali ini adalah Azriel. Dalam sekejap Akia merasa jika dia menjadi sosok orang yang bodoh, bagaimana bisa dia tidak mengetahui siapa penceramah kali ini. Bahkan sebelumnya dia tidak pernah melajukan kesalahan seperti ini.


"Sebagai pembukaan acara saya per silahkan pada ustazhah kita yang bersuara merdu ini untuk membacakan satu dua ayat Alqur'an. Silahkan Ustazhah Kia untuk segera melantunkan ayat ayat suci Alqur'an. Jujur kita semua disini tidak sabar untuk mendengar suara merdu ustazhah saat mengaji." Timpal Ustadz Ridwan dengan senyuman lebarnya.

__ADS_1


Akia segera menguasai diri, menetralkan detak jantungnya yang sedari tadi bergemuruh. Gadis itu memejamkan kedua matanya sejenak lalu menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Meraih mikrofon dengan tenang dan mengabaikan tatapan tajam milik Azriel yang sedari tadi mengarah padanya.


"Assalamualaikum wr wb. Ustadz Ridwan bisa saja, jangan terlalu memuji saya, nanti sayanya bisa terbang, kan bahaya." Selorohnya pelan yang disambut gelak tawa para jamaah yang mendengar candaan Akia.


"Auzdubillahiminas syaitoonirrajim, bismillahirrohmaanirrohiim." Suasana berubah senyap saat Akia mulai melakukan tugasnya.


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


Arab latin: Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā


Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."


Semua mata memandang kagum pada sosok gadis yang berbalut gamis berwarna lavender itu. Suara merdu dan penghayatannya saat melantunkan ayat ayat suci Alqur'an sungguh membuat hati menjadi adem.


Begitu pula dengan Azriel, pandangannya tiada putus tertuju pada Akia. Pria itu juga merasa kagum dan takjub akan perubahan yang terjadi pada diri gadia itu. Namun dia segera memutuskan pandangannya saat dia sadar jika dirinya belum pantas untuk melakukan itu.


Sya begitu banyak perubahan yang terjadi padamu semenjak kau memutuskan untuk meninggalkan kami semua. Dan jujur aku merasa bangga dan terharu karena kini kau berubah menjadi orang yang selama ini kami inginkan. Aku sungguh tidak menyangka jika kau berubah menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.


Terima kasih ya Allah, Engkau mengabulkan doa ddoa haammba selama ini. Sya aku sangat senang, dan kini sudah saatnya kau untuk kembali pulang.


TBC

__ADS_1


__ADS_2