Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan
Perjuanganku sebagai seorang istri


__ADS_3

Raut wajah bahagia terlihat sangat jelas memenuhi wajahnya yang cantik. Tiada lelah gadis itu mengucapkan syukur atas keajaiban yang Allah berikan padanya. Mengabulkan semua doanya yang tiada henti dia ucapkan. Bahkan gadis itu berulang kali terbangun dimalam hari untuk mengecek kondisi suaminya.


Dengan segera gadis itu menghubungi semua keluarganya untuk memberitahu kabar bahagia itu. Tidak lupa gadis itu juga memencet tombol merah yang ada disisi ranjang untuk memanggil perawat dan dokter.


Namun kebahagiaan diwajahnya luntur seketika saat pria itu mempertanyakan sesuatu yang membuatnya menjadi sesak.


"Kamu siapa ? Kenapa bisa ada disini ?" Tanya Azriel bersamaan dengan munculnya Rio dan juga yang lainnya.


Akia terpaku, ingin mengeluarkan suaranya namun semuanya terhenti ditenggorokan. Mata gadis itu berkaca kaca dengan hati yang diliputi ketakutan dan sesak. Suaminya tidak mengenalinya.


Dokter yang melihat kejadian itu langsung melakukan tindakan. Memeriksa denyut nadi dan juga beberapa anggota tubuh lainnya untuk diperiksa.


"Tuan apa yang anda rasakan ?"


Azriel menatap tajam dokter didepannya, membuat sang empunya sedikit merasa takut Karena tatapan dingin khas milik Azriel.


Tatapan mata itu, aku sangat mengenalnya. Itu tatapan mata khas dia saat masih didunia hitam. Akankah dia. ? ,Seru Rio dalam hati.


"Kenapa aku ada disini ?"


"Tuan apa anda mengingat sesuatu ?"


Bukannya menjawab, Azriel malah menatap sekeliling ruangan. Sudut matanya menangkap bayangan seorang pria yang dia kenal dan juga orangtuanya.


"Yo....kemari. Untuk apa kau disitu ?" Perintahnya dingin.


Rio melangkah mendekat dengan pelan, sementara yang lainnya saling melemparkan tatapan bingung, kecuali Akia. Gadis itu masih syok dengan apa yang sudah terjadi pada suaminya.


"Riel."


"Apa yang terjadi padaku ? Siapa gadis itu, tadi dia sudah berani tidur disampingku. Lalu dimana Marco ? Aku harus mengatakan padanya jika bukan aku yang membunuh Riva. Semua terjadi karena. murni kecelakaan. Cepat panggil Marco kemari." Perintahnya dengan bertubi tubi.


"Riel apa kau tidak ingat sesuatu ?"


"Apa maksudmu ?"


"Gadis diujung sana ?"


Azriel melemparkan pandangannya kearah Akia yang saat ini sedang berdiri dipojok ruangan.


"Kenapa dengannya ?"

__ADS_1


"Kau benar tidak ingat ? Dia Akia, istrimu."


"Jangan bercanda Yo ! Nggak mungkin aku sudah menikah, kau tahu sendiri jika aku hanya mencintai Anzhaku saja." Pekiknya dengan kedua mata yang melebar.


Rio menghela nafas panjang, lalu berusaha menetralkan kembali.


"Riel, dia..." Ucapannya terhenti saat lengannya dicekal oleh seseorang dan itu adalah Akia.


Gadis itu menggelengkan kepala sembari mengurai senyuman manis mencoba untuk kuat walaupun sakit. Lalu gadis itu berpaling pada sang dokter meminta penjelasan.


"Dokter apa yang terjadi pada suamiku." Tanyanya penuh ketegasan.


"Hei jangan sembarangan bicara, aku bukan suamimu." Sahut Azriel menyela ucapan Akia.


Tanpa memperdulikan teriakan suaminya Akia tetap melanjutkan pertanyaannya pada sang Dokter.


"Tuan, apa anda kenal dengan kedua orang itu ?" Tanyanya dengan menunjuk pada kedua orangtua pria itu.


"Apa kau bodoh atau memang kehilangan akal ? Tentu saja aku mengenal orangtuaku sendiri." Ketusnya dengan sinis.


Dokter tersenyum walau mendapatkan umpatan dari pasiennya.


"Baiklah, maafkan saya. Hal apa yang terakhir anda ingat ?"


"Terakhir yang aku ingat adalah saat Riva mengalami kecelakaan, dan aku ingat bagaimana saat detik terakhir dia menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuanku. Lalu setelahnya seperti ada yang memukulku, kemudian aku tidak ingat apapun lagi. Sampai aku membuka mata sekarang, dan melihat kalian ada disini. Aku bahkan bingung kenapa bisa orangtuaku berada disini juga."


"Apa anda tahu jika saat ini anda ada di Indonesia ?"


Kedua mata Azriel membelalak sempurna.


"Bagaimana bisa !" Kepalanya berpaling pada Rio. " Bagaimana kita bisa ada dinegara ini Yo, bukankah kita sedang ada misi diParis. Kita harus segera kembali ke Paris Yo."


"Apa anda tidak ingat kejadian setelah peristiwa itu Tuan ?"


"Apa maksudmu ? Bukankah kau sendiri bisa melihat jika aku juga baru saja siuman." Ucapnya dengan nada yang dingin. " Dan kau Nona !" Ucapnya sembari menunjuk pada Akia. " Jangan pernah berani mendekatiku, apalagi sampai menyentuhku jika kau tidak ingin celaka. Melihatmu rasanya membuatku merasa geli dan jijik."


"Azriel ! Jaga ucapanmu le. Apa ini sikap dari seorang Azriel yang selama ini kami banggakan ?" Sahut Abah Ahmad.


Azriel mendengus kasar lalu memalingkan wajahnya kesamping. Nampak urat lehernya mengeras pertanda jika amarah saat ini sedang menguasai pikirannya.


"Dokter bisa anda jelaskan kenapa putra kami tidak bisa mengingat istrinya sendiri. Tapi terhadap kami dia bisa mengingatnya dengan jelas." Ucap Abah Ahmad pada Dokter yang memeriksa Azriel.

__ADS_1


"Biar saya yang menjelaskannya dokter Yoga, anda bisa kembali keruangan anda." Ucap seseorang yang tiba tiba muncul diruangan tersebut yang membuat semua mata memandang kearahnya.


"Jimmy.." Desis Tuan Aryan.


"Dokter Jimmy." Celetuk Dhafa. "Anda disini ? Bukankah anda sedang ada perjalanan ke Negara Singapura." Tambahnya.


Dokter Jimmy hanya mengulum senyum tipis." Maaf Tuan Muda, sebenarnya saya sudah kembali tepat ketika tuan Azriel hendak menjalani operasi. Dan kebetulan saya yang memimpin operasi tersebut. Maaf saya baru bisa menemui anda, setelah operasi saya langsung pulang sebentar untuk membersihkan diri saya terlebih dahulu." Jelasnya rinci membuat Tuan Aryan manggut manggut.


"Lalu apa maksud perkataan dokter Yoga tadi ? Bisa kau jelaskan."


"Seperti yang dokter Yoga katakan sebelumnya, Karena benturan yang sangat keras dibagian kepalanya membuat area otak yang disebut dengan hippocampus mengalami kerusakan. Dan setelah menelisik dari sikap pasien yang hanya mengingat kejadian dimasa lalu dan melupakan kejadian beberapa tahun kedepannya. Saya bisa memastikan jika pasien saat ini mengalami amnesia anterograde."


"Amnesia anterograde ?" Ucap Akia lirih.


"Ya, Amnesia anterograde yang menyebabkan pasien tidak bisa membuat ingatan baru. Jadi hanya mengingat informasi atau peristiwa dimasa lalu. Dan itu yang terjadi pada pasien, saat ini ingatannya hanya sebatas sampai pada kejadian yang menyebabkan seluruh pikirannya terarah pada peristiwa kecelakaan yang menyebabkan seseorang yang begitu dia sayangi pergi meninggalkannya."


"Jadi maksud dokter saat ini dia tidak ingat jika dia sudah berubah dan sudah menikah. Dan yang dia ingat adalah dia yang masih berada didunia hitam itu dokter. Maksud anda begitu." Ucap Akia lebih rinci.


"Lebih tepatnya seperti itu."


Akia menghela nafasnya yang terasa berat, seolah ingin mengeluarkan beban yang begitu berat. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka begitu syok mendengar penuturan sang dokter. Terutama Ummi Hana yang sudah tidak bisa lagi menahan kesedihannya.


"Apa masih ada harapan untuk sembuh dokter ?"


Dokter Jimmy menatap gadis yang ada didepannya dengan tatapan iba.


"Biasanya amnesia anterograde hanya bersifat sementara tapi kita tidak tahu lebih jelasnya kapan penyakit ini akan sembuh dan kembali normal. Saya harap anda bisa ikhlas dan tegar nona, dan tetaplah pada keyakinan anda. Saya yakin Allah mempunyai rencana yang sangat indah untuk kalian berdua dimasa depan."


Akia mengangguk lalu keluar dari ruangan dimana suaminya saat ini berada. Setelah sadar Tuan Aryan memerintahkan untuk memindahkan menantunya itu diruangan VIP khusus keluarga Khanza. Tidak ingin membuat pikiran Azriel stress, gadis itu lebih memilih menjauh dan memperhatikan Azriel dari kejauhan.


"Sya." Panggil Dhafa sembari menepuk pundaknya. " Kau baik baik saja?"


Akia menoleh sembari tersenyum. "Jangan khawatir Kak, aku baik baik saja. Aku tahu apa yang akan aku lakukan, Ini adalah perjuanganku membawa kembali suamiku. Apapun akan aku lakukan asalkan suamiku bisa kembali pulih seperti semula."


"Tapi Sya.."


"Jangan takut kak, aku tidak akan pernah kembali pada sosok Akia yang dulu. Saat ini yang ada hanyalah perjuangan seorang istri yang bertekad membawa kembali suaminya menuju jalan kebenaran. Tidak akan aku biarkan siapapun mendekatinya apalagi dengan kondisi dia yang seperti sekarang ini. Aku harap Marco tidak mengetahui akan hal ini." Ucapnya sembari menatap kearah Azriel yang saat ini sedang diperiksa kembali oleh Dokter Jimmy.


"Aku akan selalu mendukungmu Sya." Ucapnya lembut memeluk tubuh adiknya.


"Aku juga akan selalu mendukungmu Sya. Ayo sama sama kita berjuang demi kesembuhan Azriel." Ucap Rio yang tiba tiba muncul diantara mereka.

__ADS_1


"Terima kasih, kalian berdua sudah mendukungku."


TBC


__ADS_2