
Puspa seketika berdiri dari duduknya. Gadis bertubuh mungil itu tampak begitu terkejut melihat Keanu ada disana. Puspa pun mengangguk dengan sopan.
“Baru pulang?” tanya Keanu. Ia mengawali sapaannya kepada gadis itu mungil itu.
“Iya, Pak!” jawab Puspa dengan malu-malu. Tampak ada rasa canggung di dalam senyum ramahnya.
Keanu pun tersenyum simpul. Ia kemudian lebih mendekat kepada gadis itu. “Namaku Keanu. Panggil saja Ken, atau apapun terserah kamu. Akan tetapi jangan panggil aku “Pak" karena aku ... aku belum menjadi seorang bapak,” terang Keanu dengan kalemnya.
Puspa tersipu. Ia pun mengangguk, tapi tetap tak berani menunjukan wajahnya kepada Keanu.
Keanu terdiam untuk sejenak. Ia seakan tengah mengamati gadis yang ada di hadapannya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Mau kemana sekarang?” tanya Keanu. Ia mulai melancarkan jurus pertamanya.
“Pulang Pak, eh ... Ken,” Puspa tersenyum seraya mengulum bibirnya.
“Mari ku antar. Lagipula aku juga sedang tidak sibuk,” tawar Keanu. Ia menunjuk pada mobil sedan hitam miliknya.
Puspa mengarahkan pandangannya pada mobil yang ditunjuk oleh Keanu. Itu adalah sebuah mobil yang mengkilap dan terlihat begitu mewah. Puspa yakin jika itu pasti merupakan mobil mahal.
“Tidak usah. Aku naik bus saja,” tolak gadis itu dengan halus.
Keanu menggumam pelan. Ia pun tersenyum dan masih setia dengan sikap kalemnya.
“Tenang saja, aku bukan seorang penjahat,” ujar Keanu. Ia kemudian merogoh dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama dari sana.
“Ini, ambilah!” Keanu menyodorkan kartu nama itu kepada Puspa.
Dengan ragu-ragu, Puspa menerima kartu nama itu dan melihatnya. Ia pun kemudian memasukannya ke dalam tas kecilnya.
“Mari kuantar pulang!” ajak Keanu. “Sebentar lagi gelap. Sekarang juga sudah mulai mendung,” bujuk pria berambut cepak itu. Ia berharap agar Puspa bersedia ikut dengannya.
Puspa tersenyum kecil. Gadis itu tampak masih ragu dan mungkin ia juga merasa takut karena Keanu adalah pria asing baginya. Sementara, Keanu sendiri terus menatap gadis bertubuh mungil itu.
Pada akhirnya, Puspa pun mengangguk setuju. Dengan segera, Keanu membukakan pintu mobil untuknya. Setelah memastikan gadis itu duduk manis dengan nyaman di dalam mobil mewahnya, Keanu pun segera masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Duduk dengan tenang di belakang kemudi, ia kemudian memasang sabuk pengamannya. Sebelum berangkat, Keanu juga memastikan jika Puspa telah memasang sabuk pengamannya dengan baik.
Mobil sedan hitam itu, akhirnya meluncur dengan anggunya membelah lalu lintas kota. Berbaur dengan kendaraan lainnya yang membuat lalu lintas sore itu menjadi ramai lancar. Meski kadang laju kendaraannya tersendat, namun Puspa tampak menikmati perjalanannya saat itu.
"Sudah berapa lama bekerja di toko sepatu itu?" tanya Keanu. Pria itu mulai membuka percakapan dan memecah kebisuan diantara mereka berdua.
"Sekitar satu tahun. Sebenarnya aku ingin pekerjaan yang jauh lebih baik, tapi ... rata-rata perusahaan yang kudatangi tidak ada yang bersedia menerimaku sebagai karyawannya," tutur Puspa dengan senyum kecil di bibirnya.
"Apa lulusan terakhirmu?" tanya Keanu lagi. Sesekali ia menoleh kearah Puspa disela-sela konsentrasinya pada kemudi dan lalu lintas sore itu.
"Sekretaris," jawab Puspa singkat.
Keanu terdiam untuk sejenak. Ia seakan tengah memikirkan sesuatu.
"Bagaimana jika ku rekomendasikan pada perusahaan milik seorang teman? Aku dengar disana sedang membutuhkan seorang karyawan," tawar Keanu.
Puspa mengulum bibirnya. Entah karena merasa senang atau malu, yang pasti saat itu ia hanya diam dan tertunduk.
Keanu menghentikan laju mobilnya ketika lampu merah mulai menyala. Ia pun menoleh pada gadis manis yang sejak tadi hanya terdiam dengan sikapnya yang sangat pemalu. Untuk sejenak ia pun memperhatikan gadis itu dengan begitu lekat.
"Dimana tempat tinggalmu?" tanya Keanu setelah mereka berhasil keluar dari lalu lintas yang agak tersendat-sendat itu.
"Lurus saja sampai toko kelontong di depan sana. Aku turun disana saja," tunjuk Puspa.
"Oke," jawab Keanu dengan singkat.
Beberapa saat kemudian, Keanu pun menghentikan mobilnya di depan toko yang Puspa maksud.
Puspa pun segera melepas sabuk pengamannya. "Terima kasih atas tumpangannya," ucap Puspa dengan senyum ramah yang kembali menghiasi wajahnya. Ia terlihat lega karena telah sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Keanu tersenyum kalem seraya mengangguk pelan. "Sama-sama," jawabnya.
Puspa pun bermaksud untuk beranjak keluar dari dalam mobil. Akan tetapi, sebelum ia benar-benar keluar dari dalam mobil itu, ia pun meyempatkan untuk menoleh sejenak kepada Keanu yang juga masih menatapnya.
"Kamu masih ingat namaku, kan?" tanya Keanu tanpa mengalihkan tatapannya.
__ADS_1
Puspa mengangguk pelan. "Keanu ...." jawabnya.
Keanu tersenyum simpul. Ia pun menggumam pelan. Puspa begitu pemalu, namun gadis itu terlihat sangat manis ketika ia tersipu. Meskipun ia lebih sering menyembunyikan wajahnya, tetapi Keanu dapat melihat kecantikan itu dengan jelas.
"Puspa!" panggil Keanu pelan.
Lagi-lagi, Puspa kembali mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil itu. Gadis itupun menoleh.
"Tidak ada salahnya jika kamu memikirkan tawaranku tadi," ucap Keanu.
"Iya, tentu," jawab Puspa. "Lalu ... aku harus kemana?" sepasang mata belo itu bergerak dengan tidak beraruran.
Keanu menggumam pelan. Ia pun kemudian menyodorkan ponselnya kepada Puspa.
Gadis itu kembali terlihat ragu. Ia menatap Keanu dengan sepasang mata bulatnya yang indah. Tidak berselang lama, ia pun meraih ponsel itu dan tampak mengetikan sesuatu disana. Setelah selesai, ia mengembalikan ponsel itu kepada Keanu.
Keanu tersenyum simpul seraya memeriksa ponselnya. Sesaat kemudian, terdengar suara dering dari dalam tas kecil Puspa dan membuat gadis itu tampak kikuk.
"Hanya memastikan," ujar Keanu dengan senyum kalemnya.
Puspa tersenyum. Gadis itupun mengangguk pelan. "Aku permisi dulu," ucapnya.
"Iya. Nanti ku kirimkan alamat perusahaannya," ucap Keanu lagi.
"Terima kasih," ucap Puspa. "Permisi," gadis itupun kini benar-benar keluar dari dalam mobil Keanu. Ia meninggalkan pria tampan yang seakan enggan untuk mengalihkan perhatiannya kepada hal lain, selain gadis bertubuh mungil yang tengah berjalan memasuki sebuah gang kecil diantara toko kelontong itu.
Keanu terdiam untuk sejenak. Tidak lama kemudian, ia pun kembali menjalankan mobilnya dan berniat untuk pulang. Ia sudah berjanji kepada Ryanthi untuk makan malam di rumah.
Selama di dalam perjalanan, ia terus termenung. Sesaat ia lupa pada wanita bernama Pamela yang ada di benua biru. Akan tetapi, saat ini ia kembali teringat padanya.
Jika bukan karena permintaan Arumi dan juga harapan dari Adrian, maka ia pasti masih berhubungan dengam wanita itu meskipun hanya secara berjauhan. Namun, demi orang-orang yang ia cintai, sepertinya ia memang harus melupakan Pamela untuk selamanya.
__ADS_1