
"Aku sudah memutuskan jika aku menerima lamaran dari Moedya. Meskipun hubungan kami belum terlalu lama, tapi ...." Arumi tidak melanjutkan kata-katanya. Ia kemudian menatap pria dengan T Shirt hitam yang ada di sebelahnya. Senyumnya terus merekah dengan indah.
Moedya membalas tatapan sang kekasih dengan sejuta rona kebahagiaan. Ia terus menggenggam jemari Arumi dan seakan tidak ingin melepaskannya sama sekali.
"Bu Ryanthi, saya mencintai Arumi. Saya ingin meminta izin kepada Anda untuk mengikat Arumi secara sah dan membawanya untuk menjadi bagian dari keluarga Pramoedya Aryatama. Saya harap Anda ...." Moedya terdiam untuk sejenak. Ia pun mendehem pelan dan menelan ludahnya beberapa kali. Moedya merasa aneh karena tiba-tiba lidahnya terasa kelu dan tenggorokannya begitu kering. Ia kebingungan untuk melanjutkan kata-katanya.
Tiba-tiba Keanu tertawa lebar. Ia menertawakan sahabatnya dengan puas. Sesaat kemudian ia pun berdiri dan melingkarkan tangannya pada pundak sahabatnya yang sedang kebingungan. Keanu pun kembali tergelak.
"Apa catatanmu tertinggal di rumah?" Ledek Keanu dengan begitu puas seraya terus tertawa.
Moedya meliriknya untuk sesaat, sebelum akhirnya ia mengalihkan tatapannya kepada Arumi. Ia pun hanya menggaruk-garuk kepalanya. Sikapnya tampak begitu konyol saat itu.
"Maafkan aku, Miemie," sesal Moedya dengan wajah memelas membuat Arumi dan juga Ryanthi ikut tergelak. Arumi pun membalasnya dengan sebuah cubitan di pinggang Moedya. Suasana pun menjadi hangat.
"Sudah-sudah!" Ryanthi berkata di sela-sela tawanya. "Ayo, duduklah di sini!" Ajak Ryanthi kepada kedua muda-mudi itu. Moedya dan Arumi pun duduk di sofa yang sama. Sementara Keanu kembali duduk di sebelah Puspa.
"Jadi ... kapan kamu akan mengenalkan ibu kepada ibumu, Nak?" Tanya Ryanthi kepada Moedya.
"Secepatnya, Bu," sahut Moedya dengan semangat.
Perbincangan hangat pun terus berlangsung. Ada banyak tawa dan canda di ruang tamu itu. Rumah yang kemarin selalu sepi, malam itu terasa jauh lebih hidup dan bernyawa.
Arumi tampak begitu bahagia duduk manja di sebelah Moedya yang memperlakukannya seperti seorang bocah.
Sedangkan Keanu, ia saling melempar kata dengan sahabatnya itu dengan gelak tawa yang tidak biasa. Ya, Keanu pun terlihat jauh lebih ceria malam itu.
Lain halnya dengan Puspa yang sedari tadi mencuri-curi pandang kepada Moedya. Pria gondrong itu telah sangat menarik perhatiannya.
"Ada apa? Dari tadi kamu diam saja?" Tanya Keanu ketika dalam perjalanan mengantarkan Puspa kembali ke rumahnya yang kemarin.
Puspa menoleh dan tersenyum kecil. Ia pun menyentuh lengan Keanu yang saat itu tengah fokus dengan kemudinya.
"Tidak apa-apa," jawab Puspa dengan pelan. "Aku sangat terkesan dengan keramahan ibu dan adikmu. Mereka berdua sangat hangat dan dapat menerimaku dengan baik," ucapnya lagi.
__ADS_1
Keanu terseyum simpul seraya melirik Puspa untuk sejenak. Setelah itu, ia kembali fokus pada jalan raya yang saat itu kebetulan tidak terlalu ramai.
Beberapa saat kemudian, mobil sedan hitam yang dikendarainya kini telah masuk ke halaman rumah itu. Keanu pun segera turun diikuti oleh Puspa. Setelah itu, mereka berdua pun segera masuk.
Sesampainya di dalam, Keanu segera merangkul gadis itu dan 'menyapa'nya untuk beberapa saat lamanya.
"Kamu akan menginap di sini?" Tanya Puspa dengan sedikit berharap.
Keanu segera menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku harus pulang," jawabnya seraya mengelus lembut wajah manis gadis itu.
Puspa tersenyum lembut. Ia pun mengajak Keanu untuk duduk sejenak.
"Ada apa?" Tanya Keanu.
Puspa tidak segera menjawab. Ia tampak bingung dan serba salah. Akan tetapi, sesaat kemudian ia pun menanyakan sesuatu, "Apa pria kekasih Arumi yang tadi adalah merupakan temanmu juga?" Tanyanya.
Keanu tertegun mendengar Puspa tiba-tiba bertanya tentang Moedya. Ia pun menjadi penasran. "Ya. Kami satu angkatan dan bersekolah di tempat yang sama," jawab Keanu. "Kenapa memangnya?" Tanya pria bermata abu-abu itu.
"Jangan katakan jika Moedya pernah menjadi salah satu 'pelanggan'mu!" Tukas Keanu dengan nada sedikit tegas. Fikirannya mulai ke mana-mana.
Mendengar hal itu, Puspa pun segera membelalakan matanya dengan sempurna. Ia seakan memprotes tuduhan Keanu.
"Tidak! Tentu saja tidak!" Bantah Puspa dengan tak kalah tegas. "Aku tidak pernah tidur dengannya!" Tegasnya lagi.
"Lalu?" Tanya Keanu lagi. Wajahnya mulai terlihat sangat serius.
"Begini ... aku merasa jika dia tidak asing lagi. Aku sudah melihatnya beberapa kali ...." jelas Puspa.
"Di mana?" Selidik Keanu.
Puspa terdiam. Ia seakan tengah mengingat-ingat sesuatu.
"Entahlah!" Jawab Puspa. "Um ... tapi ... aku ... wajahnya sudah tidak asing lagi bagiku," terang Puspa.
__ADS_1
Keanu terdiam untuk sejenak. Ia menatap Puspa dengan begitu lekat. Sebenarnya Keanu dapat menebak, karena dia tahu jika Moedya dulu pernah menjadi penikmat dunia malam. Akan tetapi ia terlalu takut untuk membayangkan dan mencerna ucapan Puspa.
"Moedya pria yang tampan dan unik. Wajahnya pasti mudah untuk diingat," ucap Keanu. Ia seakan tengah menepiskan rasa khawatir dalam hatinya.
"Aku harap kamu mengingat wajah-wajah pria yang ...."
"Ken!" Sergah Puspa. Ia kembali memprotes tuduhan Keanu padanya. "Aku pastikan jika aku tidak pernah melayaninya!" Tegas Puspa.
Keanu menghempaskan napasnya dengan kesal. Moodnya seketika hilang dan berganti dengan perasaan yang memuakan.
"Setahuku Moedya dulu memang seorang penikmat dunia malam. Mungkin kamu melihatnya di club atau ...."
"Aku ingat!" Sela Puspa dengan segera.
Keanu menoleh dan menatap sang kekasih yang merupakan calon istrinya itu. "Apa yang kamu ingat?" Tanya Keanu lagi. Wajahnya kian serius.
"Dia ... dia ... aku sering melihatnya bersama Nancy," jawab Puspa dengan yakin.
Seketika Keanu tersentak mendengar jawaban dari Puspa. Ia pun menatap gadis itu dengan semakin tajam. "Kamu yakin?" Keanu meyakinkan ucapan Puspa dengan tegas.
"Ya! Aku yakin!" Sahut Puspa. "Aku pernah melihatnya beberapa kali dengan Nancy. Mereka terlihat sangat akrab dan ... mesra. Aku rasa mereka mungkin sepasang kekasih," jelas Puspa.
"Yang benar saja, Puspa!" Sentak Keanu seraya bangkit dari duduknya. Ia menatap tajam ke arah Puspa.
Puspa tahu jika Keanu mungkin tidak akan menerima pernyataannya begitu saja. Ia pun ikut berdiri dan menatap Keanu dengan tajam.
"Tanyakan saja kepada sahabatmu itu! Apalagi dia akan menjadi adik iparmu, bagaimana mungkin kamu tidak mengetahuinya?"
"Aku tidak suka mencampuri urusan orang lain! Apalagi jika itu adalah urusan pribadi!" Tegas Keanu.
Sejenak Keanu terdiam dan berfikir. Ia pun mendekati Puspa dan mencium keningnya. "Aku pulang dulu," ucapnya. "Jangan tidur terlalu malam!" Pesannya. Ia pun berlalu begitu saja meninggalkan Puspa sendirian di rumah itu.
Selama di dalam perjalanan, Keanu terus memikirkan pernyataan dari Puspa tentang sahabat dekatnya. Jika memang apa yang dikatakan Puspa adalah benar, maka ia harus meyakinkan jika Moedya sudah tidak ada hubungan lagi dengan wanita bernama Nancy, sebelum Moedya benar-benar menjadi adik iparnya.
__ADS_1