
Puspa mengelus dada Keanu dengan lembut. Sesekali ia mencium leher pria itu dengan sangat mesra. Sementara Keanu tersenyum lebar seraya mencium kening gadis yang sedari tadi bergelayut manja di dalam dekapannya.
"Kamu menyukainya?" Bisik Puspa dengan nakal.
"Ya, tentu saja," jawab Keanu seraya kembali mencium kening gadis manis itu.
"Apa kamu sudah sering melakukannya?" Tanya Puspa lagi.
"Tidak," jawab Keanu. Pria itu menggeleng dengan yakin. "Aku bukan seorang pemuja se°x bebas," terang Keanu sambil terus mengusap-usap lengan kuning langsat itu.
Puspa terdiam mendengar hal itu. Ia mungkin merasakan hal lain karena perkataan Keanu barusan.
"Jangan tersinggung!" Pinta Keanu. "Aku tidak bermaksud menyindirmu. Tetapi ... memang kenyataannya jika aku jarang sekai melakukan hal itu," jelas Keanu.
Puspa menggeleng pelan. Ia pun tersenyum. "Aku tidak harus merasa tersinggung. Itu memang kenyataannya. Namun, selama ini ... jujur saja jika aku merasa ini adalah yang pertama untukku. Aku belum pernah begitu menikmatinya seperti semalam, saat melakukannya denganmu," tutur Puspa dengan malu-malu.
Keanu kembali tersenyum simpul. Ia kemudian menyentuh wajah gadis itu dengan lembut. "Maaf karena aku tidak terlalu lihai melakukannya," bisik Keanu dengan diakhiri tawa pelan.
Puspa melotot sempurna kepada pria itu. "Apanya yang tidak lihai?" Sindir gadis itu seraya mencubit dagu Keanu dengan manja, membuat pria itu kembali tergelak.
"Aku akan mengantarmu pulang ... untuk mengemas barang-barangmu," ujar Keanu dengan tiba-tiba dan membuat Puspa seketika menegakan tubuhnya. Ia menatap tajam Keanu dangan ekspresi tidak mengerti akan maksud dari pria itu.
"Maksudmu?" Tanya Puspa seraya terus memegangi selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Aku ingin kamu tinggal di sini. Lagipula rumah ini hanya dibiarkan kosong. Akan jauh lebih baik jika ada yang merawatnya," jelas Keanu dengan tenangnya.
Puspa kembali terbelalak. Ia tidak percaya dengan apa yang Keanu katakan padanya.
"Aku? Tinggal sendirian di rumah sebesar ini?" Puspa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bukannya kamu tidak ingin kembali ke tempat itu?" Tanya Keanu. Kini ia yang balik menatap Puspa dengan ekspresi tidak mengerti.
"Ya ... tapi apa yang akan aku lakukan di rumah sebesar ini? Sendirian ...." Puspa tampak tidak yakin dengan keputusan itu.
"Kenapa harus ragu?" Tanya Keanu. "Anggap ini sebagai awal hidup baru untukmu," ucap Keanu seraya kembali mengelus lembut wajah Puspa.
Puspa terdiam. Akan tetapi pada akhirnya ia pun tersenyum dan mengangguk setuju.
Beberapa saat kemudian, gadis itu kembali terdiam. Ia lagi-lagi tampak berfikir.
"Lalu ... bagaimana dengan ayahku?" Resah Puspa. Kedua matanya menyiratkan rasa takut yang luar biasa.
"Tenang saja, aku akan mengurusnya!" Ucap Keanu dengan senyum kalemnya.
"Kamu belum tahu seperti apa dia!" Sergah Puspa dengan cemas.
"Seperti apa?" Tantang Keanu.
__ADS_1
Puspa terdiam untuk sejenak. Sesaat kemudian, ia pun kembali menundukan wajahnya. Ia seakan tidak berani menatap mata Keanu yang saat itu tengah memperhatikannya dengan lekat. Puspa hanya bersembunyi di balik sebuah tanda tanya besar yang masih belum terjawab.
"Dia seorang pria yang sangat bengis. Dia juga sering bertindak kurang ajar ...." Puspa tidak melanjutkan kata-katanya. Ia membuat Keanu semakin penasaran.
"Ceritakan padaku!" Pinta Keanu.
Puspa mengangkat wajahnya dan menatap Keanu dengan rasa cemas yang luar biasa. Ia pun kembali ke dalam dekapan pria itu.
"Aku tidak tahu kenapa ibuku dulu harus menikahi pria seperti itu. Awalnya ... semua baik-baik saja. Sampai hari itu ...." Puspa mulai mengenang awal kelam dalam hidupnya.
"Lanjutkan!" Pinta Keanu.
"Saat itu usiaku sekitar empat belas tahun. Aku baru pulang sekolah. Seperti biasa ibuku tidak ada di rumah. Ia masih pergi berjualan ...." Puspa mengawali ceritanya.
"Lalu?" Keanu merasa penasaran.
Puspa terdiam untuk sejenak. Ia menghela napas dalam-dalam. Sesaat kemudian, ia pun melanjutkan ceritanya.
"Semuanya sangat menakutkan ketika untuk pertama kalinya aku harus merasakan sakitnya, rasa sakit yang luar biasa. Sakit yang kurasakan hingga saat ini ... ketika semua impianku hancur, begitu juga dengan hidupku yang mulai berantakan. Semuanya menjadi kacau dan aku tidak berani untuk mengatakan hal ini kepada siapa pun, termasuk kepada ibuku ...." rintih Puspa. Ia kembali menyembunyikan wajahnya di dada Keanu.
Keanu terdiam mendengar penuturan yang mengerikan dari gadis yang telah menghabiskan malam dengannya. Ia tidak menyangka jika kehidupan Puspa sekelam itu.
"Ayahmu yang telah melakukan hal itu kepadamu?" Selidik Keanu.
Puspa tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan.
"Kenapa kamu membiarkannya. Kenapa kamu tidak melawannya?" Sentak Keanu. Ia tampak begitu marah karena mendengar penuturan Puspa.
"Aku terlalu lemah ... aku takut dan tidak ada yang dapat kujadikan sebagai perlindungan ...." isak Puspa dalam raungan tangisnya.
"Kamu masih memiliki Tuhan, Puspa!" Sentak Keanu lagi.
"Kenapa kamu membiarkan seorang bajingan yang brengsek itu merusak hidupmu hingga seperti ini?" Keanu seakan tidak dapat mengendalikan lagi emosinya. Ia tidak dapat membayangkan ketika seorang pria dewasa tega melakukan hal yang sangat keji terhadap seseorang yang telah menjadi anaknya sendiri.
Keanu beranjak dari atas tempat tidurnya dan berlalu ke dalam kamar mandi. Sekian lama ia menghabiskan waktunya di sana.
Sedangkan Puspa masih duduk termenung di atas tempat tidur, bahkan ketika Keanu telah kembali dengan badan yang tampak jauh lebih segar. Pria itu melangkah dengan gagahnya ke arah Puspa.
"Bersihkan dirimu! Setelah itu biar kuantar pulang," suruh Keanu. Ia kemudian duduk di tepian tempat tidur dan menatap gadis itu.
"Maaf, aku benar-benar tidak menyukai ceritamu. Bagiku itu terlalu mengerikan ...." sesal Keanu.
Puspa tampak menyesalinya. Ia pun tidak menjawab. Lagi-lagi, ia hanya menundukan
wajanya.
Keanu merasa bersalah dengan sikapnya tadi. Ia pun merasa sangat menyesal. Dipeluknya gadis itu dengan erat.
__ADS_1
"Maafkan aku, Puspa," lirih Keanu.
Puspa mengangguk seraya tersenyum lembut. "Tidak seharusnya aku masuk ke dalam kehidupanmu," sesal Puspa.
"Tidak! Jangan berkata seperti itu!" Cegah Keanu dengan tegas.
"Dengarkan aku, Sayang! Entah benar atau tidak dengan kata hatiku ini, akan tetapi aku ingin mengikuti dan membuktikannya. Aku ingin menjawab rasa penasaranku sendiri," tegas Keanu dengan yakin.
Puspa tersenyum haru. Ia pun kembali memeluk pria itu dengan begitu erat.
Hari telah beranjak siang ketika Keanu mengantarkan Puspa kembali ke rumahnya. Ia juga bertemu dengan ayah tiri Puspa yang sangat ingin ia pukul dengan tinjunya yang sudah membulat sempurna.
"Mana setoranmu, Puspa?" Pria setengah baya itu meminta bagiannya kepada Puspa.
Dengan segera, Keanu berdiri di depan Puspa. Ia bertindak sebagai perisai gadis itu untuk menghadapi ayah tirinya.
"Minggir! Jangan ikut campur!" Gertak pria itu dengan wajah sangarnya.
"Puspa, segera kemasi barang-barangmu!" Suruh Keanu. Puspa pun bermaksud untuk beranjak ke kamarnya.
"Tunggu!" Cegah ayah tiri Puspa. Ia telah berhasil membuat Puspa menghentikan langkahnya.
"Apa maksudmu? Tidak ada yang berhak membawa Puspa dari sini tanpa seizinku!" Sentaknya kepada Keanu yang masih memperlihatkan sikap tenangnya.
Tersungging senyuman sinis dan dingin dari sudut bibir pria bermata abu-abu itu. Ia merasa telah menang kali ini.
"Mintalah bagianmu kepada Nancy! Aku sudah menebus Puspa dengan harga yang sangat mahal kemarin malam. Saat ini, ia pasti sedang tertawa di atas tumpukan uang dariku," ujar Keanu dengan angkuhnya.
Puspa tertegun mendengar hal itu. Ia kemudian menoleh kepada pria yang telah menghabiskan malam dengannya. "Apa maksudmu, Ken?" Tanya Puspa dengan tidak mengerti.
Keanu mengalihkan tatapannya kepada gadis manis yang kini tengah meminta penjelasan darinya. "Ya, Puspa! Mulai saat ini kamu telah mendpatkan kebebasanmu. Kamu bisa menjalani hidup sesuai dengan keinginanmu, tanpa harus merasa takut kepada siapa pun. Termasuk kepada si tua bangka brengsek ini!" Tunjuk Keanu dengan sangat berani.
"Jangan sembarangan kamu!" Bentak ayah tiri Puspa.
Keanu tertawa pelan. Ia tampak begitu puas. "Temuilah Nancy dan dia akan menjelaskannya kepadamu! Aku sudah memastikan agar mulai saat ini, tidak ada siapa pun dari kalian yang akan berani mengusik lagi kehidupan Puspa!" Tegas Keanu.
"Jika kamu atau siapa pun yang berhubungan denganmu masih berani melakukannya ... maka bersiaplah untuk menerima akibatnya! Jangan pernah berani macam-macam denganku!" Gertak Keanu dengan keras.
"Ingat! Mulai saat ini ... Puspa adalah milikku!" Tegas Keanu lagi. Ia pun merasa sangat puas karena telah berhasil membungkam pria itu dengan sangat telak.
Sesaat kemudian, Keanu kembali melirik Puspa yang masih tertegun dengan wajah tidak percaya. "Ayo, Puspa! Sebaiknya kita segera pergi dari sini. Lihatlah wajah pria brengsek itu baik-baik! Setelah hari ini, aku pastikan jika kamu tidak akan pernah melihatnya lagi hingga seumur hidupmu!" Tegas Keanu lagi. Ia pun segera meraih tangan Puspa yang masih diam terpaku.
"Ayo, Puspa!" Ajak Keanu masih dengan sikap tegasnya.
"Tunggu! Pakaianku belum ...."
"Aku bisa membelikanmu banyak pakaian yang baru!" Ujar Keanu tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Puspa. Ia terus membawa gadis itu menuju mobilnya.
__ADS_1
.