
Keanu menghentikan mobilnya di depan salon yang ia datangi beberapa waktu yang lalu. Ia pun segera turun dan melangkah dengan penuh semangat.
Di depan bangunan itu telah berdiri seorang gadis manis dengan mini dress yang membuatnya terlihat semakin manis. Rambut panjangnya tergerai menutupi sebagian pundaknya. Ia menatap Keanu dengan agak miris.
Keanu berdiri di hadapan gadis yang tiada lain adalah Puspa. Wajahnya berseri dan tanpa banyak basa-basi, ia pun segera meraih tangan gadis bertubuh mungil itu dan membawanya untuk masuk ke dalam mobil mewahnya.
Puspa hanya terdiam. Ia masih belum percaya jika pria yang menyewanya malam itu adalah Keanu. Ia begitu malu dengan keadaan dirinya saat ini.
Lain halnya dengan Keanu. Pria itu tampak begitu bersemangat meskipun nyatanya ia baru saja kehilangan banyak uang demi kebebasan Puspa.
Selama di dalam perjalanan, Puspa tidak banyak bicara. Ia hanya menatap lurus ke depan, pada jalanan kota di malam hari yang masih ramai lancar.
Pada akhirnya, mobil yang dikendarai Keanu kini mulai memasuki sebuah kawasan perumahan elite. Puspa tahu tempat itu, dan ia juga sudah dapat menebak kemana Keanu akan membawanya malam itu.
Benar saja. Keanu menghentikan mobilnya di depan rumah megah bergaya minimalis dengan cat dinding yang berwarna putih seluruhnya.
Seorang petugas keamanan, datang dan membukakan pintu gerbang untuknya. Keanu pun memasukan mobilnya ke halaman rumah itu.
"Ayo!" Ajak Keanu kepada Puspa seraya melepas sabuk pengamannya.
Puspa pun mengangguk pelan. Ia mengikuti Keanu turun dari dalam mobil. Ia juga tidak menolak ketika Keanu memegang tangannya dan menuntunnya masuk.
Sesampainya di dalam, setelah pintu itu tertutup rapat, dengan segera Keanu meraih wajah manis Puspa dan memberikannya sebuah ciuman. Untunglah saat itu Puspa memakai high heels sehingga ia cukup dapat mengimbangi postur tinggi Keanu, meskipun pria itu masih harus tetap sedikit membungkukan badannya.
Sesaat lamanya mereka berdua menikmati pertautan itu. Puspa tampak sangat menyukainya. Keanu memanglah seorang pria yang sangat romantis dan lembut. Pria itu sangat jauh berbeda dengan pria-pria yang sering memakai jasanya, yang hanya memburu kenikmatan semata.
__ADS_1
"Aku tidak tahu jika kamu yang 'menyewa'ku malam ini. Jika kamu menginginkanku, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang seperti sekarang," ucap Puspa pelan setelah Keanu melepaskan ciumannya.
"Tidak apa-apa. Jika ada harga yang harus aku keluarkan untuk bisa bersamamu, maka pasti akan kubayar dengan tanpa banyak syarat," jawab Keanu. Ia pun mengajak Puspa untuk duduk bersama.
Keanu kemudian melepas jasnya dan meraih Puspa ke dalam dekapannya. Berkali-kali, ia mencium lembut pucuk kepala gadis itu. Sementara Puspa dengan manjanya bergelayut di dada berlapis kemeja hitam Keanu. Ia bahkan dapat mencium parfume mahal dengan aroma leather yang memikat. Aroma yang sangat maskulin dan akan selalu Puspa ingat, karena begitu khas.
Hingga saat itu, Puspa belum mengetahui jika Keanu telah menebusnya dengan harga yang sangat fantastis. Keanu pun seakan masih merasa bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan itu semua kepada Puspa.
"Apa kamu tinggal sendiri di sini?" Tanya Puspa seraya mengusap-usap dada bidang pria itu.
"Aku sengaja membeli rumah ini sebagai tempat untuk menyendiri. Aku hanya sesekali datang kemari," terang Keanu.
Puspa terdiam. Matanya bergerak dengan tidak beraturan. Ia memikirkan hal lain. Sesuatu yang tidak terfikir sebelumnya.
Puspa segera melepaskan dirinya dari dalam dekapan Keanu. Ia duduk dengan tegak dan menatap pria tampan dengan bola mata berwarna abu-abu yang bersinar.
Keanu mengerutkan kedua alisnya mendengar ucapan dari Puspa. Bukannya marah, ia justru tertawa lebar.
"Kita memang belum saling mengenal. Karena itu, biar ku ceritakan sedikit tentang diriku," jawab Keanu dengan senyum kalemnya.
Puspa memasang ekspresi anehnya di depan Keanu. Ekspresi lucu yang membuatnya terlihat semakin manis dan menggemaskan.
Keanu tergelak melihat ekspresi wajah Puspa yang sangat lucu menurutnya. Ia pun kembali meraih wajah manis itu dan membelainya dengan lembut. Kembali diciumnya bibir mungil merah muda Puspa meski tidak terlalu lama.
"Namaku Keanu. Winata adalah nama belakangku. Nama itu diambil dari nama belakang ayahku. Ia seorang pria keturunan Perancis. Ibuku bernama Ryanthi. Ia pemilik toko kue bernama "Sweet in Jar". Kapan-kapan kamu harus mencicipi kue buatannya. Aku juga memiliki seorang adik perempuan bernama Priyanka. Akan tetapi, kami lebih senang memanggilnya dengan nama Arumi. Dia baru kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studynya di Paris. Ia sangat mengidolakan ibuku. Mereka berdua selalu sibuk di dapur ...." tutur Keanu. Ia terdiam untuk sejenak seraya menatap Puspa dengan lembut.
__ADS_1
"Ceritakan tentang dirimu, Puspa!" Pinta Keanu.
Puspa terdiam untuk sejenak. Ada sedikit keengganan dalam sorot matanya untuk bercerita kepada Keanu.
"Tidak ada yang menarik. Kamu sudah tahu seperti apa hidupku dan pasti sudah dapat menebak bagaimana keadaan keluargaku," sesal Puspa. Ia pun menundukan wajahnya.
Keanu memicingkan matanya. Ia pun menyentuh dagu Puspa dengan lembut dan mengangkatnya perlahan.
"Apa yang membuatmu begitu cemas? Katakan saja padaku!" Pinta Keanu.
Puspa menatap pria tampan itu. Ia pun tersenyum kelu.
"Hidupku benar-benar kacau setelah almarhum ibuku menikahi pria itu. Pria yang saat ini kupanggil dengan sebutan 'ayah'. Dia adalah penyebab dari semua ini," sesal Puspa.
"Jadi, dia bukan ayah kandungmu?" Tanya Keanu.
Puspa pun menggeleng. "Bukan," jawabnya singkat.
"Mendiang ibuku menikah dengannya ketika aku berusia tiga belas tahun. Itu adalah awal yang sangat menakutkan untukku ...." kenang Puspa. Wajahnya kini berubah menjadi sangat sendu. Ia terlihat menahan beban perasaan yang begitu besar.
"Ceritakan padaku! Semuanya!" Pinta Keanu lagi. Tatapannya lekat ia layangkan kepada gadis manis yang lagi-lagi menunduk dan menyembunyikan wajahnya dalam sebuah rasa penasaran di hati Keanu.
"Puspa ... jangan hanya diam!" Suruh Keanu dengan lembut.
Puspa membalikan badannya. Ia kini duduk dengan membelakangi Keanu. Isakan pelan pun mulai terdengar dari bibirnya.
__ADS_1
Keanu semakin penasaran dengan gadis itu. Entah kenapa Keanu menjadi harus peduli bahkan berkorban dengan begitu besar untuk seorang gadis yang baru kenal. Terlebih ia bukanlah gadis baik-baik. Akan tetapi, hati kecil Keanu mengatakan hal lain. Ia merasa jika ada sesuatu yang lebih dari apa yang ia lihat saat ini.
Puspa mungkin bukanlah gadis manis yang lugu seperti dugaan Keanu di awal perkenalan mereka. Keanu juga tidak tahu kenapa ia bisa tertarik dengannya. Namun, ia hanya mengikuti kata hatinya. Entah ini adalah hal yang benar atau tidak, Keanu sendiri belum dapat memastikannya. Ia hanya ingin membuktikan apakah kata hatinya akan membawanya pada sebuah senyuman kebahagiaan atau justru sebaliknya.