Ryanthi : Manisnya Kue, Pahitnya Kenyataan

Ryanthi : Manisnya Kue, Pahitnya Kenyataan
Melepas Rindu


__ADS_3

Keanu menyodorkan tisu kepada Puspa yang masih terisak. Ia belum menanggapi ucapan gadis itu. Keanu masih ingin mendengar penjelasan yang lebih jelas dari apa yang telah Puspa katakan tadi.


"Hanya itu?" Tanya Keanu. "Beri tahu padaku hal yang lainnya!" Desak pria berwajah indo itu.


"Apalagi yang ingin kamu ketahui? Apa yang kamu lihat kemarin sudah menjawab semua yang akan kamu tanyakan padaku!" Tegas Puspa.


Keanu menghela napas panjang. Ia kemudian melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. Waktu istirahat makan siang telah berlalu. Puspa harus kembali pada pekerjaannya.


Keanu kembali pada meja kerjanya. Ia terlihat menuliskan sesuatu pada secarik kertas. Setelah itu, ia pun menyodorkannya kepada Puspa.


"Datanglah ke alamat itu setelah pulang kerja!" Perintah Keanu.


Puspa menerima kertas itu. Dengan ragu ia pun menganggukan kepalanya. "Baik," jawabnya pelan.


"Kembalilah dan lakukan tugasmu!" Titah Keanu lagi. Ia kembali menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya.


Sesaat kemudian, Keanu pun meraih beberapa berkas dan mulai memeriksanya. Mengabaikan Puspa yang masih berdiri di sana.


"Permisi," ucap Puspa pelan. Ia pun kemudian berlalu dari ruangan sang bos besar.


Sepeninggal Puspa, Keanu kembali termenung seraya menyandarkan tubuhnya. Ia terdiam sambil terus memainkan pulpen yang sejak tadi dipegangnya.


Fikirannya memang sedikit kacau. Ia tidak dapat berfikir dengan jernih saat itu. Keanu pun segera meraih jasnya dan memutuskan untuk pergi dari sana. Ia ingin mencari udara segar.


Hingga sore menjelang, Puspa baru sampai pada alamat yang diberikan Keanu kepadanya. Ia tertegun untuk sejenak menatap sebuah rumah minimalis yang sangat indah. Puspa pun menekan bel yang ada di dekat pintu gerbang. Tidak berselang lama, seseorang membukakan pintu gerbang itu.


Puspa tertegun. Ia melihat Keanu yang telah membukakan pintu gerbang itu untuknya.


"Masuklah!" Perintah Keanu dengan gaya bicaranya yang khas, tenang dan teratur.


Tanpa banyak bicara, Puspa pun segera masuk. Ia kemudian mengikuti Keanu menuju ke dalam rumah tersebut.


Sesampainya di dalam rumah, Puspa tertegun. Ia menatap sekeliling ruangan itu, menyapu setiap sudut dan semua hal yang ada disana.


Perabotan di dalam rumah itu telah lengkap. Itu bahkan terbilang rumah yang sangat mewah untuknya.

__ADS_1


"Duduklah!" Suruh Keanu. Ia mendahului Puspa duduk di sofa. Puspa pun mengikutinya. Ia duduk tidak jauh dari pria itu.


Keanu lalu menyodorkan sebuah minuman kaleng untuk gadis itu. Puspa pun segera menerimanya.


"Aku ingin melanjutkan perbincangan kita yang tertunda," ucap Keanu mengawali percakapan.


"Kenapa kamu begitu ingin tahu tentang hidupku?" Sergah Puspa. Ia meletakan minuman kalengnya di atas meja.


"Karena aku adalah atasanmu!" Jawab Keanu dengan tegas.


"Akan tetapi itu adalah urusan pribadiku!" Puspa tak kalah tegas.


"Aku berhak tahu tentang seberapa baik karyawanku!" Balas Keanu lagi. Tidak biasanya ia bicara dengan nada keras seperti itu.


"Kalau begitu hari ini juga aku akan mengundurkan diri!" Puspa beranjak dari duduknya. Ia bermaksud untuk pergi dari rumah itu.


"Aku akan membayarmu dengan sangat mahal!" Ucap Keanu seraya ikut berdiri. Ia memperhatikan gadis bertubuh mungil dengan rambut ekor kudanya.


Seketika Puspa tertegun. Langkahnya terhenti dan ia merasa begitu hancur ketika mendengar ucapan Keanu yang ditujukan untuknya. Ia pun berdiri terpaku di tempatnya saat itu.


Terdengar langkah Keanu yang menghampirinya. Pria itu kembali mendekati Puspa dan berdiri di hadapan gadis yang sedari tadi seakan menyembunyikan wajahnya.


"Aku tidak melayani di siang hari!" Bantah Puspa dengan emosi yang kian berkecamuk di dalam hatinya.


"Kalau begitu buat pengecualian untukku! Apalagi aku adalah atasanmu!" Titah Keanu lagi.


"Sudah kukatakan jika lebih baik aku mengundurkan diri!" Tandas Puspa dengan emosi yang mulai tidak terkendali.


Keanu menatap gadis itu. Ia tidak mengerti kenapa ia harus peduli padanya. Padahal, Puspa hanyalah seorang gadis asing yang baru ia temui. Itupun dengan tidak disengaja. Akan tetapi, kata hatinya mengatakan jika ia harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang di luar kebiasaannya.


"Katakan padaku sejak kapan kamu melakoni pekerjaan seperti ini!" Pinta Keanu. Wajahnya tampak sangat serius.


"Kenapa kamu harus mengurusi hal itu? Aku tidak mengusikmu sama sekali!" Bantah Puspa. Ia menatap tajam pria yang posturnya jauh lebih tinggi dari dirinya.


"Aku ingin mengetahui hal ini karena justru aku merasa terusik olehmu!" Tegas Keanu lagi. Ia pun tidak mengalihkan tatapannya dari Puspa.

__ADS_1


Puspa menatap tajam kepad Keanu. Sepasang matanya kembali berkaca-kaca.


"Aku mohon ... jangan ganggu aku! Biarkan aku menjalani hidupku seperti biasanya!" Puspa melipat kedua tangannya di dada.


"Kenapa? Apa bedanya diriku dengan semua pria yang kamu kencani? Aku justru akan membayarmu dengan sangat mahal!"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Keanu, membuat pria itu terdiam untuk seketika. Belum ada seorang pun yang berani melakukan hal itu kepadanya.


Ambruk dan terduduk. Puspa bersimpuh di atas lantai berlapis granit mewah itu. Ia pun menangis dengan sejadinya.


Melihat hal itu, Keanu pun segera menurunkan tubuhnya. Dengan bertumpu pada kedua lututnya, ia meraih tubuh mungil Puspa ke dalam pelukannya. Puspa pun menumpahkan air matanya di sana.


"Aku tidak menyukai ini, Ken! Aku sangat tidak menikmati hidupku!" Raung Puspa. Ia tampak begitu terluka.


Keanu terus memeluknya dengan erat. Ia seakan tidak ingin melepaskan gadis itu walau sebentar saja.


"Biarkan aku membantumu!" Ucap Keanu dengan tegas dan yakin.


"Bagaimana kamu bisa membantuku? Aku tidak dapat melarikan diri dari semua ini. Aku sudah berada dalam pusaran yang tidak bisa kuhindari. Aku tidak dapat melarikan diri ...." raung Puspa lagi.


Perlahan Keanu melepaskan pelukannya. Ia kemudian menyentuh wajah Puspa dengan lembut. menghapus air matanya, dan segera membawanya berdiri.


"Izinkan aku untuk melakukan sesuatu, jika kamu memang ingin mengakhiri ini semua," pinta Keanu dengan nada bicara yang jauh lebih tenang.


Puspa tidak menjawab. Ia hanya mendongakan kepalanya dan menatap wajah tampan dengan bola mata yang indah itu.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Puspa pelan.


"Apapun itu!" Jawab Keanu dengan yakin.


"Kenapa? Untuk apa kamu melakukan hal ini?" Puspa menanyakan alasan Keanu yang bersikap seperti itu terhadapnya.


Keanu tidak menjawab. Ia masih memegangi wajah manis gadis bertubuh mungil itu dengan kedua telapak tangannya. Tidak berselang lama, Keanu pun membungkukan badannya dan membuat Puspa terkejut dengan apa yang dilakukannya.


Sesaat kemudian, Keanu segera mengangkat tubuh mungil gadis itu dan memegangi kaki Puspa yang melingkar di pinggangnya. Ia kemudian menyandarkan tubuh Puspa pada dinding dekat pintu keluar. Sementara Puspa, ia melingkarkan kedua tangannya dengan erat pada leher pria berambut cepak yang kini merupakan atasannya.

__ADS_1


Mereka berdu pun berciuman untuk beberapa saat lamanya.


Mereka seakan tengah melepaskan rindu masing-masing. Rasa rindu yang tercipta dari perkenalan singkat diantara mereka berdua.


__ADS_2