
Hari ini, adalah hari yang berbeda dari biasanya. Keanu mengajak Ryanthi dan juga Arumi untuk berjalan-jalan sambil mencari makan di luar.
Seperti seorang pengawal, Keanu mengikuti kedua wanita cantik itu dari belakang. Ia juga harus ekstra sabar ketika ibu dan adiknya itu mulai berbelok ke kiri dan ke kanan, melihat ini dan itu yang menurut Keanu sangat tidak penting dan hanya membuang-buang waktu saja.
Keanu hanya berdiri, namun sepasang matanya terus berkeliling mencari sesuatu yang ia rasa jauh lebih menarik. Akhirnya, tatapannya pun tertuju pada sebuah toko sepatu yang ia kunjungi beberapa waktu yang lalu. Setelah meminta izin kepada Ryanthi, Keanu pun berjalan menuju ke toko sepatu tersebut.
Sejak awal masuk ke toko tersebut, Keanu langsung disambut oleh gadis manis dengan rambut kuncir kudanya.
Gadis berperawakan mungil itu, bersikap sangat ramah kepada Keanu. Keanu pun masih ingat jika itu adalah gadis yang sama, saat tempo hari ia membeli sepatu disana untuk hadiah ulang tahun sahabatnya, Moedya.
"Ada banyak barang baru, Pak. Semuanya sangat bagus, Anda bisa melihat-lihat dulu," ucap gadis dengan nama Puspa itu.
Keanu hanya tersenyum seraya mengangguk pelan. Setelah itu, ia pun mulai berkeliling melihat-lihat deretan sepatu yang terpajang disana.
Beberapa saat kemudian, gadis bernama Puspa itu kembali menghampirinya. "Bagaimana, Pak? Ada yang cocok?" tanyanya dengan keramahan yang tidak tampak dibuat-buat.
"Aku agak bingung. Bisa rekomendasikan untuk ku? Wanita biasanya lebih pintar dalam memilih barang saat berbelanja," ucap Keanu mencoba untuk berbasa-basi.
Puspa tertawa pelan. Tawa yang sangat khas dengan suaranya yang begitu lembut. Ia pun menutupi mulutnya ketika tertawa, sungguh sangat manis dan sopan.
"Saya bukan tipe wanita yang senang berbelanja, jadi ... tidak terlalu pandai dalam memilih barang seperti yang Anda sebutkan tadi," ucapnya merendah. "Akan tetapi, saya rasa yang berwarna navy itu cocok untuk Anda," tunjuknya.
Keanu menatap sepatu yang dimaksud oleh Puspa. "Kenapa warna itu cocok untuk ku?" tanya Keanu seraya mengalihkan tatapannya kepada Puspa.
"Entahlah, tapi ... saya rasa itu cocok untuk Anda, itu saja!" jawab Puspa yang diakhiri dengan sebuah senyuman geli. Jawaban yang terdengar begitu polos darinya.
Keanu pun tersenyum simpul. Ia masih menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celananya seraya mempertimbangkan usulan dari gadis itu.
"Oke. Aku ambil yang itu saja," ucap Keanu.
"Sungguh?" tanya Puspa seraya menoleh kepada Keanu. Rona wajahnya seakan tidak percaya.
Keanu menoleh balik kepadanya. Ia pun mengangguk dengan yakin.
__ADS_1
"Baiklah!" dengan segera Puspa pun berlalu ke bagian dalam toko itu. Tidak berselang lama, ia kembali dengan sebuah dus berisi sepatu yang dipilih oleh Keanu.
"Silakan periksa!" ucapnya seraya menyodorkan dus itu kepada Keanu.
Keanu pun membuka dan memeriksa isinya.
"Dicoba saja dulu!" saran Puspa.
Keanu pun tersenyum. Akan tetapi, baru saja ia akan mencoba sepatu itu, terdengar ponselnya berdering. Keanu pun segera mengangkatnya.
"Iya, bu?" Keanu menjawab panggilan dari Ryanthi. "Sebentar lagi aku kesana," lanjutnya. Ia pun menutup sambungan teleponnya.
"Aku coba di rumah saja," ucap Keanu dengan senyum kalemnya.
"Batas waktunya satu hari saja," Puspa, menanggapi ucapan Keanu.
"Oke," jawab pria berwajah indo itu.
Puspa pun membawa Keanu ke meja kasir. Setelah membayar disana, Keanu segera meraih kantong belanjaannya. Sebelum pergi, pria dengan tinggi 180 cm itu, menyempatkan diri untuk melayangkan senyuman kalemnya kepada Puspa. "Terima kasih," ucapnya.
"Aku justru berharap sebaliknya," ujar Keanu. Candaan yang mengandung arti lain bagi Puspa. Gadis itu mengerti akan maksud dari pria berwajah indo yang ada di hadapannya itu.
Puspa hanya tersenyum menanggapi candaan dari Keanu. Lagipula mereka hanya dua orang asing yang bertemu sepintas saja. Terlalu berlebihan jika Puspa menanggapinya dengan terlalu serius.
"Aku permisi dulu. Sampai bertemu lagi, Puspa," ucap Keanu seraya beranjak keluar dari toko itu.
Puspa hanya tersenyum simpul menanggapi sikap Keanu padanya. Ia sudah sering menerima rayuan seperti itu, dari para pembeli yang datang ke toko tempatnya bekerja.
Sementara itu, Ryanthi dan Arumi berdiri dengan tas belanjaan di masing-masing tangan mereka. Memang sangat luar biasa. Keanu hanya dapat sepasang sepatu, sedangkan mereka masing-masing telah menjinjing tiga tas belanja. Keanu pun hanya hanya dapat menggaruk alisnya saat melihat hal itu.
Setelah puas berbelanja, mereka pun memutuskan untuk mencari makan.
Sungguh pemandangan yang sangat indah. Keanu terlihat begitu bertanggung jawab terhadap ibu dan adik perempuannya. Ia melaksanakan amanat dari sang ayah dengan sangat baik.
__ADS_1
Rasa hormat terhadap Ryanthi dan rasa sayang terhadap Arumi, menjadi dua hal yang ia emban kini, dalam menjalani tugas barunya sebagai kepala rumah tangga pengganti Adrian.
Keakraban pun terlihat begitu kental diantara mereka bertiga. Memang seharusnya seperti itu. Dengan begitu, rasa sedih akan kepergian Adrian setidaknya dapat sedikit terlupakan dari dalam ingatan mereka. Terlebih bagi Ryanthi.
Siang terus merangkak menghampiri sore. Sang surya pun mulai bersembunyi di balik awan. Keanu duduk sendiri di beranda belakang rumahnya. Ia asik memperhatikan pepohonan yang tumbuh diantara benteng yang mengelilingi rumahnya.
Angin bertiup dengan tidak terlalu kencang. Akan tetapi, ia tetap dapat menggoyangkan daun-daun itu hingga sebagian ada yang jatuh di atas rerumputan.
Keanu termenung untuk sekian lamanya. Ia merindukan Pamela. Akan tetapi, ia juga teringat pada ucapan Arumi tentang wanita bule itu.
Sudah beberapa hari, Keanu tidak mengghubungi wanita berpenampilan seksi itu. Ada banyak pertimbangan yang ia rasakan kini. Sebenarnya ia juga sudah mengetahui karakter Pamela. Akan tetapi, ia hanya merasa penasaran terhadap wanita yang gemar memamerkan belahan dada tanpa rasa malu di hadapan dirinya.
Senja pun mulai turun. Keanu baru beranjak dari duduknya. Ia meraih kunci mobilnya dan bermaksud untuk pergi keluar.
"Mau kemana lagi, Sayang?" tanya Ryanthi yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Keluar sebentar, Bu," jawab Keanu seraya berdiri menatap Ryanthi yang segera menghampirinya.
"Jangan lupa makan malam. di rumah, ya!" pesan Ryanthi dengan lembut.
"Iya. Aku tidak lama," jawab Keanu. Ia pun tersenyum kepada sang ibu. Setelah mencium pipi Ryanthi, ia pun segera berpamitan.
Keanu, entah akan kemana ia petang ini. Ia hanya ingin berkeliling menghabiskan waktu.
Semenjak kepergian Adrian, ia menjadi tidak betah di rumah. Hubungannya yang terlalu dekat dengan sang ayah, membuat dirinya merasa begitu kehilangan. Akan tetapi, Keanu tidak ingin menunjukan hal itu di hadapan Ryanthi ataupun Arumi.
Mobil sedan hitam itu, terus melaju dengan tidak terlalu kencang. Alunan lagu dari penyanyi kesukaannya pun, mengalun lembut dan menemani kesendirian Keanu saat itu.
Akan tetapi, tiba-tiba Keanu menghentikan laju kendaraannya. Ia pun menurunkan kaca jendela mobilnya dan menoleh keluar.
Ditatapnya seraut wajah manis yang tengah duduk sendiri di halte bus itu. Keanu pun tersenyum simpul.
Dilepasnya sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya, ia pun memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri gadis itu.
__ADS_1
"Puspa ...." sapanya dengan senyuman kalem yang menghiasi wajah tampan, dengan suaranya yang dalam.
Gadis yang disapa itupun tersentak. Ia segera tersadar dari lamunannya dan menatap Keanu dengan wajah yang tersipu malu.