
Ryanthi tersenyum lebar ketika gadis berwajah manis itu muncul di hadapannya. Senyumnya semakin lebar ketika menyambut pelukan hangat yang diberikan gadis itu kepadanya, gadis yang telah ia tunggu kepulangannya setelah tiga tahun lamanya.
Adalah Priyanka Harumi Ardyanti Winata. Putri bungsunya yang baru kembali setelah menempuh pendidikan di kota Paris. Kota yang dulu telah memisahkannya selama tiga tahun dengan cinta sejatinya, Adrian Winata.
Arumi, itulah sapaan akrab yang diberikan untuk gadis berusia dua puluh dua tahun itu. Gadis dengan rambut panjang, dan sepasang lesung pipit yang selalu menghiasi senyum manisnya. Ia adalah gadis dengan bola mata hitam yang indah, sama seperti bola mata sang ibunda, Ryanthi.
"Bagaimana kabarmu, Sayang?" Ryanthi menciumi wajah putri bungsunya dengan penuh sukacita. Ia begitu bahagia karena dapat bertemu kembali dengan gadis kecilnya.
Ya, tentu saja. Bagi Ryanthi, Arumi tetaplah gadis kecilnya yang lucu yang akan selalu ia sayang dan manja tentunya.
Arumi tersenyum manis. Akan tetapi, ia tampak agak risih dengan perlakuan berlebihan dari sang ibu, yang memang sangat merindukannya. Ia kemudian menarik wajahnya ke belakang hingga sedikit menjauh dari Ryanthi.
"Ibu! Jangan terlalu berlebihan!" tolak Arumi seraya merapikan rambutnya. "Aku baik-baik saja. Ibu lihat, kan?"
Arum berdiri tegak di hadapan Ryanthi. Ia kemudian memutar tubuhnya dengan perlahan. "Tubuhku masih utuh. Masih sama seperti tiga tahun yang lalu," ucapnya lagi.
Ryanthi tersenyum. Ia lalu mencubit pipi gadis itu. "Tetapi kamu terlihat sedikit lebih tinggi dengan skinny jeans ini," sahut wanita yang kini telah berusia hampir setengah abad lebih itu. Ia menepuk paha putri bungsunya dengan gemas.
Arumi tertawa pelan. "Omong-omong, di mana ayah dan kakak? Mereka tidak ikut menjemputku?" tanyanya. Ia terlihat sedikit kecewa karena Adrian dan juga sang kakak yaitu Keanu, tidak ikut menjemputnya ke bandara.
"Mereka sudah mengirim Ibu sebagai perwakilan. Ibu harap itu cukup untukmu," jawab Ryanthi dengan nada bicaranya yang lembut dan diiringi senyuman yang begitu manis.
"Ayo, kita segera pulang!" ajak Ryanthi seraya meraih tangan Arumi. "Setelah sampai di rumah, kamu langsung mandi dan istirahat! Kamarmu ... sudah sangat merindukanmu," lanjut Ryanthi.
Arumi tersenyum seraya mengangguk pelan. Ia segera meraih kopernya dan menggeret benda itu di belakangnya. Mereka berdua pun berjalan keluar dari dalam bandara.
Tiga tahun sudah berlalu. Arumi menempuh pendidikan di tempat yang sama seperti Ryanthi dulu. Ia begitu mengagumi sosok sang ibu yang sangat luar biasa di matanya. Karena itu, ia juga ingin mengikuti jejak Ryanthi, bergulat dengan si manis yang selalu menjadi idola semua orang. Kue.
Ryanthi pun sangat mendukung keinginan sang putri tercinta. Ia senang, karena dengan begitu ia akan lebih dekat dengan Arumi. Pasti akan selalu ada obrolan menyenangkan dengan gadis manis itu.
Sementara Adrian sendiri, saat ini ia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Terkadang ia menemani Ryanthi di toko. Namun, tak jarang pula ia berkunjung dan melihat keadaan pabrik, atau pun resort miliknya. Ya, meskipun pabrik dan resort mewah itu, kini sudah dijalankan dengan baik oleh putra sulungnya, Keanu Hardiyanto Winata.
Beberapa saat lamanya berada di perjalanan, akhirnya kedua wanita cantik itupun sampai di kediaman mereka yang mewah. Rumah dengan cat tembok berwarna putih dengan halaman yang begitu luas. Ryanthi segera turun, setelah sopir membukakan pintu untuknya. Sementara Arumi, ia memilih untuk turun begitu saja.
__ADS_1
Sesaat kemudian, gadis muda itu tertegun. Ini seperti mimpi baginya ketika ia dapat kembali ke rumahnya. Tempat yang selalu ia rindukan selama ini.
"Ibu ... aku kembali," desah Arumi dengan perlahan. Ia pun memejamkan matanya dengan senyuman yang terlukis indah pada bibir merah mudanya. Seperti halnya Ryanthi, gadis itupun sangat mencintai hembusan angin.
Ryanthi menatap gadis itu. Ada rasa haru yang mendalam ketika mendengar ucapan dari putri bungsunya. Kata-kata itu juga yang pernah ia ucapkan, ketika ia pertama kalinya kembali ke rumah yang ia tinggalkan selama delapan belas tahun lamanya.
Namun, Ryanthi tak ingin kembali mengenang kisah menyedihkan itu. Ia sudah berjanji kepada Adrian untuk menutup buku yang berisi tentang kisah lamanya itu dengan rapat.
Segera, Ryanthi kemudian meraih tangan Arumi. Ia pun menuntun gadis itu untuk masuk.
Di dalam sana, seraut wajah tampan sudah menyambut mereka berdua. Wajah dari seseorang yang tidak muda lagi. Akan tetapi, masih dapat terlihat dengan jelas sisa-sisa dari ketampanan masa mudanya yang tidak pernah luntur oleh usia tua.
Adrian segera menyambut pelukan hangat dari putri bungsunya. Ia berusaha untuk tetap terlihat keren dengan wajahnya yang mulai dihiasi beberapa kerutan.
Namun, Adrian tetaplah Adrian. Jiwa mudanya tidak pernah terkikis oleh usia. Kharismanya bahkan terlihat semakin jelas pada usia senjanya kini.
"Ayah!" seru Arumi. Ia memeluk erat sang ayah yang sangat ia rindukan. "Kenapa Ayah tidak ikut menjemputku?" protes gadis muda itu dengan wajah cemberut.
"Ayahmu juga tidak ikut menjemput Ibu dulu ketika Ibu pulang dari Paris," sela Ryanthi. Ia melirik Adrian dengan kerlingan nakalnya.
"Menyebalkan, bukan?" bisik Ryanthi kepada Arumi sehingga membuat gadis itu tertawa geli.
"Ayah memang tidak ikut menjemputmu. Namun, Ayah punya sesuatu sebagai gantinya. Ayah tunjukan nanti padamu," ucap Adrian membuat Arumi membelalakan matanya yang indah. Ia juga melirik sang ibu, seolah-olah meminta sebuah bocoran darinya. Ryanthi hanya mengangkat kedua bahunya. Ia juga menggelengkan kepalanya.
"Jadi ... ada sebuah kerjasama untuk mengejutkanku rupanya," gumam Arumi. "Baiklah, aku akan berpura-pura lugu dan terkejut setengah mati," lanjutnya.
Ryanthi tertawa pelan. Ia kemudian mendekati Adrian dan menggandeng lengan pria itu dengan mesranya. "Dengar itu, Sayang! Putri kecil kita sudah mulai pintar bermain kata-kata. Dia sangat mirip denganmu," bisik Ryanthi.
Adrian tergelak. Akan tetapi, belum sempat ia menjawab ucapan Ryanthi, terdengar suara klakson mobil berkali-kali di luar rumah.
Ryanthi melirik pria yang ada di sebelahnya. Sesaat kemudian, ia pun mengalihkan tatapannya kepada Arumi yang tampak keheranan.
"Siapa itu?" tanya Ryanthi.
"Ayo, kita lihat!" ajak Adrian. Ia menggiring kedua wanita cantik itu untuk keluar.
__ADS_1
Setibanya di luar rumah, seketika Arumi tercengang. Ia menutup mulut dengan telapak tangannya. Kedua matanya pun membulat dengan sempurna.
"Kakak!" serunya. Arumi segera menghambur kepada pria yang tengah berdiri di dekat sebuah mobil sedan berwarna putih.
Keanu, dialah orangnya. Pria yang lebih akrab disapa Ken oleh anggota keluarga yang lain. Keanu, dia menyambut pelukan hangat dari sang adik tercinta. Pemuda berusia dua puluh tujuh tahun itu, terlihat begitu senang dengan kepulangan Arumi. Ia berkali-kali mencubit hidung mancung gadis itu.
"Kakak juga tidak menjemputku ke bandara. Menyebalkan!" rajuk Arumi.
Keanu tergelak melihat adiknya merajuk manja padanya. Ia lalu mengusap-usap pucuk kepala Arumi dengan gemasnya.
Sesaat kemudian, Arumi tertegun melihat sedan putih di sebelah Keanu. Ia pun mengernyitkan keningnya. "Sejak kapan Kakak menyukai warna putih?" tanya Arumi dengan heran.
Keanu melirik sang ayah. Sesaat kemudian, ia menunjukan kunci mobil itu kepada Arumi sehingga membuat Arumi terdiam. Ia menatap sang kakak dengan ekspresi tidak percaya.
Keanu mengangguk dengan yakin. Ia memainkan kunci mobil itu di depan wajah sang adik. "Kunci ini akan menjadi milikmu, dengan catatan kamu lulus tes mengemudi," ucapnya.
Arumi tercengang mendengar ucapan sang kakak. Ia kemudian menoleh kepada Adrian dan Ryanthi yang masih berdiri berdampingan dengan mesranya. Mereka berdua tersenyum seraya mengangguk pelan, membenarkan apa yang diucapkan Keanu kepadanya.
...🕊 🕊 🕊...
Hai, Readers!
Bertemu lagi dengan ceuceu othor disini. Jika dulu kita pernah dimanjakan dengan kisah manis antara Ryanthi dan Adrian, maka kita kembali dengan kisah yang baru yang dijamin tak kalah manisnya.
Kisah antara Arumi dan Moedya. Ada yang tahu siapa Moedya?
Kalau penasaran, yuk ikuti saja cerita mereka berdua.
Yang rindu dengan Adrian dan Ryanthi, silakan bernostalgia 🤩.
Jangan lupa dukung selalu karya ini ya!
Salam sayang,
🍒 Komalasari.
__ADS_1