Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Kejutan


__ADS_3

“ Za , bantu aku membuat kejutan untuk mas Bian ya?” pinta Nayara pada sang adik ipar dengan suara memelas. 


Pria yang baru dipanggil oleh Nayara itu langsung membuang napas kasar dari seberang telpon. Ia benar-benar tak ada minat untuk ikut dalam urusan Anniversary kakaknya dan Nayara.


“ Ayolah, Za. Nanti aku akan menuruti apapun yang kamu inginkan.” Seperti biasa, Nayara mengeluarkan jurus andalannya karena sejak tadi Zavian hanya diam tak mengiyakan permintaannya hanya hembusan napas kasar yang bisa Nayara dengar dari seberang telpon, pertanda bahwa Zavian tidak ingin mengiyakan permintaannya. 


Zavian tersenyum,  ia tau Nayara pasti akan mengatakan hal itu. “ Baiklah akan aku bantu, aku akan menagih janjimu nanti jadi jangan ingkar kalau aku menagihnya.”


“ Oke, lagipula kapan aku ingkar janji padamu.” ketus Nayara kesal seolah dia orang yang tak menepati janji padahal selama ini tiap Zavian membantunya pasti Nayara akan memenuhi yang adik iparnya itu inginkan.


Siang ini setelah meeting dari luar Zavian langsung menjemput Nayara di sebuah toko kue. Nayara meminta Zavian mengantarnya ke kantor karena ingin memberi surprise pada sang suami. Ia meminta Zavian menemaninya sebab ini adalah kali pertama ia datang ke kantor suaminya yang juga kantor Zavian . Selama setahun menikah baru kali ini ia menginjakkan kaki di perusahaan karena selama ini Fabian selalu melarangnya datang ke kantor dengan alasan dirinya sibuk dan banyak pekerjaan ia tak mau istrinya bosan karena menunggunya.


“ Mas Bian di ruangannya , Za?” tanya Nayara pada sang adik ipar saat mereka sudah berada di dalam lift menuju ruangan Fabian. 


“ Entahlah aku juga baru selesai meeting dengan klien di luar, Nay. Sebelum kesini memang kamu belum menghubunginya dan bertanya dia dimana?” Zavian memang membantu sang kakak di perusahaan tapi pekerjaannya juga tak kalah menumpuk dari Fabian. Ia lebih sering bertemu klien, meninjau langsung proyek yang sedang mereka kerjakan bahkan sebagian waktunya lebih banyak diluar karena dia tipe pemimpin yang lebih suka terjun langsung dari pada hanya memantaunya dan menyerahkan semua tugasnya pada bawahan. 


Keduanya kini berjalan perlahan menuju ruangan Fabian. Semua mata tertuju pada mereka berdua, tak ada yang tau siapa Nayara mereka hanya tau Fabian sudah menikah tanpa tau siapa istrinya karena pernikahan mereka dilaksanakan di luar kota tempat kelahiran Nayara dulu.

__ADS_1


Ayahnya yang sakit lantas meminta Fabian menikah dengan Nayara saat itu juga sehingga mereka hanya melaksanakan pernikahan secara sederhana yang hanya dihadiri keluarga inti saja, bahkan mereka menikah di rumah sakit saat ayah Nayara terbaring lemah oleh sebab itu Nayara tak pernah melaksanakan resepsi pernikahannya karena ia tak mau berbahagia di saat sang ayah terbaring lemah sehingga tak ada karyawan yang mengetahui kalau Nayara adalah istri dari seorang Fabian Rayyansyah.


Nayara mencoba mengetuk pintu ruangan suaminya namun tak ada jawaban sehingga membuat keduanya masuk begitu saja karena pintu ruangan pun tidak di kunci.  Tepat saat kaki mereka berada di depan sebuah pintu yang Nayara pun tak tau ruangan apa, telinga mereka menangkap suara yang begitu dikenalnya. “ I-ini ruang apa, Za?” 


“ Kamar pribadi untuk istirahat.” jawab Zavian yang juga mempunyai kamar pribadi khusus untuknya beristirahat sebelum melakukan kembali pekerjaannya yang padat. Zavian merasa geram mendengar suara yang berasal dari dalam tersebut sementara Nayara kini langsung membeku di tempatnya. 


Suara- suara laknaat itu begitu menusuk gendang telinga keduanya. Mereka sama-sama tau suara itu dan kegiatan yang sedang terjadi. Dengan linangan air mata dan dada yang bergemuruh , Nayara membuka pintu ruangan yang tidak di kunci itu secara perlahan.   Tepat pada saat itu matanya melihat tubuh telanjang sang suami yang sedang berada di atas tubuh seorang wanita yang juga tak berpakaian. 


Baru saja ia ingin memanggil suaminya , namun mulut suaminya lebih dulu meneriakkan sebuah nama dengan wajah yang terlihat sangat puas dan senyum lebar di bibirnya. 


“ Ah , Sarah sayang aku hampir sampai.” 


Mendapat perlakuan Zavian yang terlihat sangat melindunginya, Nayara semakin sadar jika tayangan yang baru saja disaksikannya secara langsung itu bukanlah sebuah mimpi. Dengan tubuh dan tangan bergetar ia menyingkirkan tangan Zavian yang menghalangi pandangannya.


Jantung Nayara masih sama bergemuruh seperti beberapa detik lalu saat matanya menangkap pemandangan memilukan itu. Kini penglihatannya kembali dimanjakan dengan tampilan lusuh sang suami bersama wanita yang diketahuinya sebagai sekretaris suaminya. 


Nayara terdiam di ambang pintu , menyaksikan sang suami berbagi peluh dan tubuhnya dengan wanita lain. Bahkan ia melihat Fabian mengusap keringat di kening wanita itu. Kedua pasangan menjijikan itu tersenyum penuh dengan kepuasan sampai sang suami melabuhkan ciumannya di bibir sang wanita berulang kali.

__ADS_1


Dengan menguatkan hati dan mengeratkan genggaman tangannya, Nayara berusaha menetralisir debaran jantungnya. Ia usap kasar air matanya. Perlahan kakinya kembali melangkah.


“ Maaf mengganggu kegiatan panas kalian siang ini.” ujar Nayara lirih namun tegas dan menusuk.” 


Tubuh yang masih menyatu di atas kasur itu segera berjingkat. Baik Fabian maupun wanita yang sedang ditindihnya itu langsung membelalakkan matanya. Sungguh, mereka tak menyangka jika Nayara akan memergoki kegiatan keduanya. 


Fabian berguling dan melepas penyatuannya. Pria itu kini menarik selimut yang tergolek di atas ranjang. Nayara bahkan masih sempat melihat tubuh polos keduanya. Rasa mual langsung mengaduk-aduk dalam perutnya. Sekalipun ia tak pernah berpikir untuk melihat penampilan sang suami yang terasa sangat menjijikan seperti ini.


“ Nay, maaf. Ini gak seperti yang kamu kira. Mas…”


Tangan Nayara langsung mengacung ke atas untuk menghentikan apapun yang akan dijelaskan oleh Fabian . Tanpa dijelaskan pun, Nayara sudah bisa mengerti yang terjadi. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Tak ada yang bisa menyangkalnya, bahkan Fabian sekalipun.


“ Mungkin kamu tadi lupa gak kunci pintu karena terlalu bersemangat untuk memasuki sekretarismu itu.” sindir Nayara yang membuat wajah kedua pasangan messum itu perlahan berubah. Nayara memang tak pernah datang ke kantor tapi bukan berarti ia tak tau siapa wanita yang baru saja tidur dengan suaminya. Karena wanita itu sempat beberapa kali datang ke kediaman mereka untuk mengantarkan beberapa dokumen yang diminta papa mertuanya. “ Aku baru tau ternyata selain menjadi sekretarisnya kamu juga merangkap jadi pemuas ranjangnya di kantor?” cibir Nayara. 


Wanita yang dipanggil Sarah oleh Fabian itu segera menunduk. Air mata dan isakannya langsung tertangkap telinga siapapun yang berada di kamar itu. Dari sudut matanya , Nayara melihat tangan Fabian terulur untuk mengusap lengan selingkuhannya.


“ Jaga bicaramu, Nayara.” hardik Fabian.

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2