
Seolah tak mau menunggu lama, Zavian segera melumaat bibir Nayara dengan penuh dessakan dan lumattan yang kuat. Kaki Nayara terjejal beberapa langkah ke belakang hingga berhenti di dekat meja rias . Wajahnya menengadah menerima ciuman panas dari pria yang kini telah menjadi suaminya. Sedangkan Zavian tak keberatan jika harus membungkuk lama demi menikmati bibir istrinya.
“ Mmmpphh…” Nayara mengeraang pelan di antara desakkan bibir Zavian yang semakin menggila.
Tangan Zavian memeluk pinggangnya dengan erat, lalu dengan sengaja meremass bokong wanita itu. Tapi yang lebih mengejutkan adalah ketika Zavian mengangkat tubuh Nayara agar duduk di meja rias. Ada cermin besar di belakangnya dengan strip light yang menyala berwarna putih. Wajah Zavian tertimpa cahaya dan menampilkan sorot penuh damba dengan begitu jelas .
“ Oh, indahnya.” gumam Zavian saat membuka jubah satin yang membungkus tubuh Nayara. Dia menjauh sejenak untuk menikmati pemandangan tubuh yang dibalut lingerie seksi itu.
Ini bukan pertama kali Zavian melihat tubuh Nayara, tapi rasanya tetap saja mendebarkan. Binar kagum dari mata pria itu tak kunjung surut saat menatap seluruh lekuk indah milik Nayara.
Tangan Zavian dengan lihai menyingkirkan lingerie dari merek pakaian dalam wanita ternama itu. Dia ingin menatap tubuh Nayara tanpa penghalang apapun dan berdecak kagum saat mendapatkan apa yang dia mau.
Selanjutnya, napas Zavian terdengar jauh lebih berat saat kembali mencium Nayara . Lumaatannya jauh lebih kuat dan penuh tuntutan. Sedangkan tangan Zavian bergerak menyentuh dada Nayara yang kini tanpa penutup apapun. Wanita itu ingin mengeraang tapi suaranya tertahan oleh ciuman Zavian.
Sentuhan telapak tangan Zavian yang besar dan hangat mengantarkan sensasi geli yang dipenuhi oleh kenikmatan. Apalagi ketika ibu jari dan telunjuknya menekan kerikil kecil di puncak bukit kenyal Nayara lalu memilin dengan pelan.
Selanjutnya, bibir Zavian turun ke leher dan meninggalkan jejak ciuman yang kuat di sana. Setelah itu tanpa basa - basi, Zavian langsung melumaat kerikil kecill Nayara dengan rakus. Sementara sebelah tangannya yang lain sibuk meremass dengan penuh tekanan.
Nayara memejamkan mata dan menikmati sentuhan Zavian. Tangannya memeluk kepala pria itu dan meremas rambut belakangnya. Nayara menggigit bibir bawahnya menikmati sensasi hangat dan geli dari mulut Zavian yang kini melahap bukit kenyalnya penuh nafssu . Lalu dessahannya keluar tak tertahankan saat sensasi itu nyaris meruntuhkan pertahanannya.
Selesai bermain-main dengan kedua bongkahan kenyal Nayara, bibir Zavian bergerak ke bawah untuk mencium perut Nayara. Setelah itu Zavian melepaskan kain segitiga penutup bagian bawah Nayara. Kain segitiga itu kemudian menggantung di sebelah tungkai jenjang Nayara saat Zavian tanpa sabar mengangkat kedua kakinya.
Pria itu duduk di puff chair dan meletakkan kedua kaki Nayara di bahunya. Dia memasukkan dua jarinya ke mulut Nayara dan wanita itu membelai jemari kokoh Zavian dengan lidahnya. Setelah kedua jari itu basah, Zavian menariknya dari rongga mulutnya Nayara . Kemudian tanpa aba-aba dimasukkannya kedua jari itu ke dalam lubaang intii istrinya .
__ADS_1
“ Akh.. Za..” Nayara tersentak kaget . Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
“ Satu jari saja .”
Tapi Zavian mana bisa diperintah atas apa yang sedang ingin dilakukannya . Dia terus membenamkan kedua jarinya di bawah sana dan mulai bergerak untuk menggelitik dengan cepat. Bibirnya kembali melahap puncak bukit kenyal Nay dengan kulumaan yang tak kalah menggila.
“ Aahhh…..” Nayara menjerit panjang saat merasakan sensasi yang begitu hebat mendera titik sensitif dirinya secara bersamaan . “ Mmmhhh….”
Nayara menengadah dengan mulut terbuka karena terengah . Dia merasakan sebuah gelombang kenikmatan datang dan membawanya melayang. Jeritan Nayara semakin kencang, beriringan dengan kocookan jemari Zavian di bagian bawahnya. Seolah paham dengan apa yang dirasakan istrinya, Zavian membuat jemarinya semakin menggila.
“ Za….. Aahh…” Nayara hendak bicara tapi rasanya susah sekali. Hanya rintihan nyaring yang keluar dari mulutnya saat sensasi kenikmatan itu mengantarkannya pada sebuah pelepassan. “ Oooohhh….”
“ Cantiknya….” puji Zavian sambil menengadah menikmati wajah Nayara.
Zavian menarik jemarinya yang basah berlumur ****** ***** milik Nayara. Kemudian diusapnya permukaan intii Nay yang merah merona dan kini sudah basah. Zavian tersenyum puas berhasil memberikan kenikmatan pada sang istri.
Selanjutnya Zavian membopong tubuh Nayara ke kasur dan merebahkan istrinya di sana. Setelah itu Zavian melucuti pakaiannya sendiri hingga tanpa sisa, lalu dia merangkak ke atas tubuh istrinya.
Pria itu tak ingin menunggu lama untuk melakukan penyatuan. Dia hanya perlu membuka lebar paha Nayara dan melesakkan juniornya ke dalam intii yang telah basah itu.
Ada eraangan tertahan keluar dari bibir Nayara saat dirinya merasa sesak dipenuhi oleh milik suaminya. Dia memejamkan mata dan merasakan sensasi ngilu yang nikmat. Saat Zavian bergerak pelan, Nayara menatap sayu pria yang kini di atasnya itu. Zavian mengelus kening dan alis wanita itu hingga Nayara memejamkan matanya. Lalu lama kelamaan gerakan Zavian tidak lagi pelan. Hentakannya cepat dan kuat, membuat tubuh Nayara berguncang di bawah kendalinya.
Dessahan dan jeritan Nayara kembali mengudara. Dia merasakan kenikmatan menjalar ke seluruh tubuhnya. Tubuhnya berdenyut hebat, membuat percintaan pertama mereka sebagai suami istri terasa begitu mengagumkan.
__ADS_1
Nayara berpikir bahwa mungkin hanya ini kenikmatan dalam sebuah pernikahan. Karena setelah semua ini berakhir, yang tersisa hanyalah kisruh perasaan yang menguras energi.
“ Aku mencintaimu.” ungkap Zavian di sela-sela percintaan mereka.
Nayara mengangguk lemah, tangannya mencengkram sprei dengan kuat. Nayara tidak bisa bicara dengan benar di saat seperti ini.
“ Aahhh…..” Dessahan Nayara semakin kencang saat hentakan Zavian kembali membuatnya merasa melayang bersama jutaan kenikmatan. “ Oohhh.”
Zavian menikmati wajah Nayara yang tampak cantik saat ada di bawah kuasanya. Rambut wanita itu tampak acak- acakan dan sebagian helaiannya menempel di wajah yang berkeringat. Bibirnya merah merekah dengan dessahan yang menambah gairah. Sedangkan dadanya tampak membusung dan menggoda tangan Zavian untuk mengguncangnya.
“ Aahhh…” Eraangan itu semakin panjang bersamaan dengan hentakan kuat yang menyemburkan cairan hangat di bawah sana.
Zavian menunduk untuk mencium bibir Nayara sekilas karena napasnya sendiri juga sedang memburu hebat.
Saat itu Nayara tahu bahwa Zavian bersungguh-sungguh saat memuja dirinya. Dan Zavian juga tidak pernah berniat mempermainkan pernikahan ini. Pria itu selalu serius jika menyangkut segala hal tentang Nayara.
“ Kamu cantik sekali dan aku mencintaimu.” ucap Zavian dengan sorot mata teduhnya.
“ Aku juga mencintaimu.” balas Nayara.
Keduanya saling tatap, lalu sama-sama tersenyum . Mereka yakin sekali bahwa setelah ini pernikahan mereka akan baik-baik saja .
.
__ADS_1
...****************...