Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Tamparan untuk mantan suami


__ADS_3

“ Kamu telat bangun ya?” Nayara bertanya saat Zavian menghampiri meja makan dalam keadaan belum rapi. Kancing kemejanya belum terpasang semua dan dasinya disampirkan ke bahu. Pria itu menatap Nayara sambil mengulas senyum lebar. 


“ Gak telat bangun kok. Ini sengaja banget biar kamu bantuin.” ujar Zavian sambil terkekeh yang juga membuat Nayara tertawa kecil, lalu dia berdiri dan membantu memasangkan kancing baju Zavian seluruhnya. Setelah itu dipasangkannya dasi berwarna dark navy itu dengan lihai. 


Nayara mengelus pundak Zavian sebentar sambil mengamati penampilan pria di hadapannya. “ Udah rapi.” ucap Nayara 


“ Kayaknya emang paling bener kamu jadi istriku, Nay. Soalnya aku senang banget kalau di treat kaya gini setiap pagi.” timpal Zavian. 


“ Tunggu sebulan lagi.” jawab Nayara sambil membelai pipi Zavian. 


“ Kelamaan gak sih?” balas Zavian sambil duduk di kursi. Dia meminum kopinya sedikit , lalu meletakkan cangkir dan kembali menatap Nayara.” Rencana pernikahannya kita percepat aja gimana ?” 


Belum sempat Nayara menjawab, Fabian sudah datang dan mengambil tempat di seberang mejanya. Setelah itu disusul oleh papa Adrian yang ditemani mama Widya . Pelayan mulai sibuk membantu menyediakan sarapan di piring masing-masing.


Fabian sesekali menoleh ke arah Nayara dengan wajah muram. Aksi mesra Nayara yang memasangkan kancing kemeja dan dasi Zavian tak luput dari pandangannya terlebih saat Nay membelai lembut pipi Zavian, dada Fabian berdenyut panas. 


Belum lepas dari ingatannya tentang kemesraan yang dilakukan Nayara dan Fabian tadi malam di dapur. Sekarang wanita itu malah menyuguhkan pemandangan yang membuat kepala Fabian semakin dipenuhi rasa sakit akibat cemburu.


Saat Nayara masih menjadi istrinya dan sebelum aksi perselingkuhannya dengan Sarah terbongkar, dialah pria beruntung yang mendapat perlakuan manis itu setiap pagi . Nayara bahkan menyisir rambutnya dan memastikan penampilannya rapi dan enak dipandang. 


Sekarang, keadaan seakan terbalik menikamnya hingga rasanya begitu sakit. Nayara bukan miliknya lagi dan wanita itu telah mendapatkan pengganti dirinya. Lebih menyakitkan lagi, pria yang Nayara pilih adalah adiknya sendiri.


“ Bian ! Fabian !” 


Fabian tergagap sembari mengangkat wajah . Dia menoleh ke arah mama Widya dan semua orang yang ada di meja makan.” Hah?” 


“ Ya ampun pagi-pagi sudah melamun. Gak baik….” tegur mama Widya . 


Fabian menahan napas sejenak, lalu melepaskan dengan hati-hati. Setelah itu dia meminum kopinya tanpa minat. Matanya kembali menangkap momen manis yang dilakukan Nayara pada Zavian.


Wanita itu mengoles selai ke atas roti dan meletakkannya di piring Zavian. Vian mengucapkan terima kasih yang disambut senyum manis dari Nayara. Sepertinya Zavian tidak butuh pelayan saat Nayara ada di sampingnya. Karena wanita itu akan melakukan segalanya untuk melayani Zavian. Mereka terlihat manis, hangat, dan penuh cinta.


“Sarah mana, Bian?” tanya mama Widya.” Kok akhir-akhir ini dia gak pernah turun untuk sarapan.”


“ Masih mual dia.” jawab Fabian berbohong.


Kenyataannya Sarah masih tidur saat Fabian telah selesai mandi dan berpakaian. Sarah memang jarang bangun pagi, kecuali ada hal yang membuatnya terpaksa harus mengangkat badan dari tempat tidur. Apalagi keadaannya sekarang yang sedang hamil semakin  dijadikan sebagai alasan . 


Padahal Fabian juga ingin dilayani dengan manis seperti yang selalu dilakukan oleh Nayara. Tapi hal seperti itu telah hilang dari hidupnya karena kebodohannya sendiri. 

__ADS_1


“ Nay, hari ini kita akan menemui pihak wedding organizer untuk membicarakan tentang pernikahan kalian.” ujar Mama Widya .


“ Iya, Ma. jawab Nayara sambil mengangguk.


“ Jangan sampai kecapekan, ya.” bisik Zavian. Nayara mengangguk sambil tersenyum lebar.


Setelah selesai sarapan, Nayara mengantarkan Zavian sampai ke halaman. Wanita itu membantu membawakan jas Zavian dan menyerahkannya saat pintu mobil dibukakan oleh sopir.


“ Main-main ke kantorku dong.” ucap Zavian sebelum masuk ke dalam mobil. “ Kalau siang aku bakalan kangen sama kamu.” 


“ Lihat nanti ya.” jawan Nayara. Dia tidak bisa berjanji karena masih ada trauma saat dulu melihat Fabian bersama wanita lain, ia tahu mungkin Zavian tidak akan seperti Fabian tapi tetap saja rasa takut untuk menginjakan kaki ke kantor calon suaminya masih ada .


Vian paham akan hal itu, dia tidak akan memaksa apabila Nay belum siap. Zavian mengelus kepala dan pipi Nayara sebelum dia masuk ke dalam mobil . Setelah masuk pun, Zavian menurunkan jendela dan melambaikan tangan pada calon istrinya itu.


Nayara tersenyum sambil melambaikan tangan, lalu ketika mobil itu keluar dari pekarangan rumah, barulah dia berjalan masuk. Saat membalikkan badan, Nayara terkesiap karena Fabian telah berdiri di belakangnya.


Pria itu tidak bicara apa-apa karena di belakangnya ada papa Adrian yang juga akan masuk ke dalam mobil. Sorot mata Fabian yang tajam membuat Nayara menundukan pandangan. Dia segera berlalu dari hadapan Fabian dan kembali masuk ke dalam rumah.


Siangnya, setelah menemui pelaksana Wedding Organizer, Nayara berencana pergi ke kantor Zavian, Dia berusaha menghilangkan rasa takutnya akan kantor itu demi bisa memenuhi keinginan Zavian, ia ingin membuat pria itu senang dengan kedatangannya ke kantor . Tak lupa ia membawakan kopi yang dibelinya dari salah satu gerai ternama.


“ Selamat siang, Bu. Mau menemui pak Fabian ya ?” tanya resepsionis bernama Rara.


“ Oh, baik. Perlu saya beritahu sekretaris beliau?”


“ Gak usah. Saya langsung naik aja karena tadi sudah membuat janji.”


Nayara kemudian berjalan menuju lift khusus direksi dan dia terkejut saat mendapati Fabian di dalam ruangan sempit itu. Pria itu menatap Nayara sedikit terkejut, tapi sesaat kemudian dia mengulas senyum miring.


Ini pertama kalinya mereka berdua berhadapan secara langsung setelah mengalami kisruh rumah tangga. Bahkan setelah Nayara kembali tinggal di kediaman keluarga Rayyansyah , mereka tidak memiliki kesempatan berduaan seperti ini.


“ Mau menemui Zavian ya?” tanya Fabian sambil menyandar dan menatap Nayara dengan lekat .


“ Hm.” balas Nayara dengan gumaman samar.


Fabian terkekeh kecil, dia melonggarkan dasi sambil terus menatap Nayara.” Mau ngapain, sih? Nganterin kopi doang? “


Nayara tidak menanggapi, dia memandang indikator lift dengan perasaan gelisah. Rasanya lift ini bergerak sangat lamban dan Nayara mengutuk setiap detik yang dilewatkannya bersama Fabian. Dia tidak menginginkan ada di dalam situasi ini.


“ Dulu kamu jarang banget datang ke sini, ya. Padahal aku juga mau dianterin kopi siang- siang.” cibir Fabian yang sepertinya tak sadar diri bagaimana dulu dia memperlakukan Nayara. Wanita itu seolah seperti istri simpanan yang tak boleh diketahui publik.

__ADS_1


“ Bukannya dulu kamu ngelarang aku ke sini ya ?” balas Nayara dengan tatapan tajam.


“ Alasannya karena kamu sibuk dan tidak ingin diganggu. Eh, ternyata sibuk menyembunyikan kekasih gelapmu yang menjabat sebagai sekretaris.” cibir Nayara balik.


Wajah Fabian tampak menahan malu ketika kesalahannya di masa lalu terbongkar. Tapi dia malah memilih untuk mengabaikan rasa malu itu. Segalanya sudah terjadi dan tidak bisa diperbaiki lagi.


“ Jadi begini caramu membalas dendam terhadapku?” tanya Fabian kemudian .


“ Balas dendam ?” tanya Nayara dengan sinis.


“ Memangnya kamu pikir aku gak tahu apa yang ada di benakmu, huh?” balas Fabian dengan angkuh.” Kamu memilih adikku sendiri sebagai pelampiasan rasa sakit hatimu karena telah gagal menjadi istriku . Caramu benar-benar rendahan , Nayara !”


“ Jangan sok tahu !” bentak Nayara yang kesel dengan perkataan Fabian.


“ Kenyataannya memang begitu. Kamu tampak seperti memaksakan diri untuk menikah dengan Zavian. Padahal aku tahu kalau kamu belum move on dariku.” cibir Fabian lagi.


“ Wah percaya diri sekali kamu sampai berkata begitu.” sahut Nayara.


Fabian terkekeh pelan, dia menatap Nayara dengan sorot meremehkan.” Sepertinya kamu benar- benar putus ada terhadap pria, ya . Sampai-sampai kamu harus menikah dengan adikku sendiri.”


“ Itu karena kami saling mencintai!” balas Nayara.


“ Cih, Cinta?” Fabian bertanya dengan gestur mencibir.” Bukan karena ingin balas dendam, ya ?”


Nayara menahan rasa sakit hati yang menggulung- gulung di dalam dadanya. Sebelum dia membalas ucapan Fabian, Pria itu kembali berkata . 


“ Tapi wajar aja kalau kamu menikah dengan Zavian. Selain karena adikku itu memang bodoh karena harus menampung wanita sisa kakaknya, kamu juga harus terus menjadi bagian dari keluarga Rayyansyah. Kamu tahu alasannya kenapa ?” Fabian menatap Nayara dengan tajam, dia sedikit menundukkan bahu agar wajah mereka sejajar.


“ Bukan karena mama dan papa menyayangimu , Nay. Tapi karena kamu harus membalas budi pada keluarga kami. Paham?” ucap Fabian penuh penekanan. 


Nayara merasakan desakan air mata dengan emosi yang mendadak naik merambat ke seluruh pembuluh darahnya. Dia memandang wajah Fabian dengan sangat jijik dan seluruh rasa sakit hatinya. 


“ Kalau bukan karena kebaikan keluarga kami, mungkin kamu sudah menjadi gembel di luar sana. Banyak-banyaklah bersyukur, Nay. Karena kamu bisa ada di keluargaku dan hidup enak meski harus jadi piala bergilir.” Ucap Fabian tanpa dosa, benar-benar membuat harga diri Nay tersinggung. 


Detik selanjutnya , saat pintu lift terbuka , Nay bergerak maju dan melayangkan tamparan tepat di wajah mantan suaminya itu. 


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2