
“ Fabian mengamuk di penjara dan sekarang dia sedang diisolasi di sel khusus.” Aldi selaku pengacara yang ditunjuk oleh Zavian untuk mendampingi kasus ini memberi laporan detail.
“ Masih membuat ulah juga ternyata,” gumam Zavian pelan.
Sebagai pengguna obat-obatan terlarang, Fabian sudah bisa dikatakan sebagai pecandu yang ketergantungan pada barang haram itu. Saat berada di dalam penjara , tentu saja Fabian tidak bisa mengkonsumsi obat-obatannya lagi. Hal itu membuatnya merasa gelisah hingga mengamuk di dalam tahanan.
“ Keluarga korban kecelakaan yang meninggal itu menuntut santunan dalam jumlah besar, jika kita tidak menyanggupi maka mereka akan terus memviralkan kasus ini dan membuat nama Rayyansyah semakin buruk di hadapan publik,” jelas Aldi.
“ Berapa nominal yang mereka minta ?” tanya Zavian.
“ Seratus juta untuk santunan kematian dan dua puluh juta untuk ganti rugi kendaraan yang rusak ,” jawab Aldi.
Zavian berpikir sejenak sebelum membuat keputusan.” Kabulkan saja permintaan mereka . Tapi uangnya harus berasal dari rekening pribadi Fabian.”
“ Baik, Mas. Nanti saya akan menyelesaikan masalah ini secepatnya.”
“ Oh, iya. Perempuan yang terlibat kecelakaan bersama Fabian juga sudah sadar. Keluarganya menuntut Fabian untuk menanggung semua biaya rumah sakit dan segala pengobatannya,” lapor Aldi lagi.
“ Selama permintaan mereka masih wajar silahkan dikabulkan. Lagipula, semua ini memang salah Fabian yang melibatkan wanita itu dalam kecelakaan ,” ujar Zavian.
Liza memang sudah sadar dari koma yang sempat dialaminya, tapi sekarang dia masih dalam perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi demikian, polisi masih mengintrogasinya demi mengulik kasus penggunaan narkoba yang menjerat Fabian. Liza juga sedang berada di bawah pengawasan kepolisian dan terus diselidiki dari mana dia mendapatkan barang haram itu.
Jika nanti terbukti bahwa Liza bersalah telah mengedarkan obat terlarang, maka nanti perempuan itu juga akan berhadapan dengan hukum. Karena Liza dicurigai sebagai pengedar obat terlarang sementara Fabian hanya sebatas pengguna saja.
“ Kapan jadwal sidang Fabian ?” tanya Zavian kemudian.
“ Sidang pertama akan dilaksanakan minggu depan dan sekarang saya sedang mempersiapkan segala keperluan untuk mendampingi Mas Fabian saat sidang nanti,” jawab Aldi.
Zavian mengangguk pelan. Dia menyerahkan segala urusan hukum tentang Fabian kepada pengacara yang telah dipilihnya. Zavian hanya berharap setelah tersandung kasus ini, Fabian bisa menyadari kesalahannya dan segera bertaubat. Sudah terlalu banyak masalah yang dia timbulkan dan harusnya hukuman ini membuatnya sadar.
Selama Fabian di penjara, Zavian belum pernah menjenguk kakaknya itu. Tapi Zavian akan selalu menerima informasi detail tentang bagaimana Fabian di dalam penjara. Tanpa disadari oleh Fabian, sebenarnya Zavian masih begitu peduli terhadapnya. Setiap hal kecil yang diambil oleh pengacara yang mendampingi kasusnya tidak terlepas dari pantauan Zavian. Bahkan Zavian juga berusaha agar kasus ini tidak disebarluaskan oleh pihak-pihak yang memang ingin menjatuhkan keluarganya.
Hanya itu usaha terakhir yang bisa dilakukan Zavian terhadap kakaknya. Karena setelah itu, Zavian akan sibuk mengurus pekerjaannya sendiri. Zavian tidak bisa terus menerus menghabiskan waktu mengurus kakaknya yang terus bermasalah. Ada beberapa proyek baru yang segera dimulai dan membutuhkan perhatiannya.
Selain itu, Zavian masih tetap menolak untuk mengambil alih perusahaan Rayyansyah yang kini terombang -ambing pasca ditinggalkan oleh Papa Adrian dan juga Fabian. Dia tidak ingin terburu-buru mengisi posisi CEO yang kini sedang kosong meski berkali-kali dibujuk oleh banyak pihak.
Zavian juga menolak untuk bertemu dengan Tante Tania atau Tante Siska . Kedua adik kandung papanya itu terus mendesak untuk berbicara dengan Zavian meski telah ditolak secara terang-terangan. Tidak ada yang bisa mempengaruhi keputusan Zavian perihal wasiat dari papanya. Kecuali Zavian sendiri yang berubah pikiran.
“ Jangan terlalu memaksa Zavian, dia bisa kesal jika terus menerus dikejar seperti ini,” ujar Mama Widya pada saudari iparnya itu.
“ Ini sudah hampir sebulan setelah mas Adrian pergi meninggalkan kita semua. Kondisi perusahaan semakin tidak stabil karena pemberitaan tentang Fabian telah menimbulkan citra buruk,” ujar Tante Tania .
“ Zavian sudah bilang bahwa dia tidak akan ikut campur dalam urusan perusahaan Rayyansyah,” sahut Mama Widya.
Tante Tania menghela napas berat. Saat ini suaminya terus bekerja keras memikul beban yang seharusnya bukan tanggung jawabnya. Sebagai satu-satunya menantu yang ikut terjun ke dalam bisnis keluarga, Om Farhan memang dituntut untuk mengambil peras di perusahaan Rayyansyah. Tapi tetap saja, perannya tidak sebesar Fabian ataupun Zavian sebagai pewaris dari keturunan Rayyansyah.
Sedangkan dari keluarga adiknya tidak ada yang berminat masuk ke dalam perusahaan ini. Suami tante Siska adalah seorang produser yang berkiprah di dunia entertainment dan anak-anak mereka memilih untuk mengikuti jejak ayahnya.
__ADS_1
Makanya, ketika Fabian telah masuk penjara dan Zavian menolak untuk mengurus perusahaan, Tante Tania kelimpungan tak tentu arah. Dia cemas jika perusahaan yang dibangun ayahnya benar-benar bangkrut dan hilang tanpa bekas. Tidak ada yang mengisi kursi tertinggi di perusahaan dan itu membuat keadaan semakin kacau.
“ Keadaan ini gak mungkin dibiarkan lama-lama karena pihak internal perusahaan dan juga dewan direksi butuh kepastian,” ujar Tante Tania kemudian. Dia menatap Mama Widya dengan sorot mata yang memancarkan kekalutan. “ Apa aku sendiri yang harus mengambil keputusan?”
Mama Widya menggeleng cepat,” Jangan gegabah, Tania.”
“ Tapi Zavian tidak mau membantu dalam masalah ini,” sergah Tante Tania.
“ Aku tahu persis watak anakku,” ujar Mama Widya sambil mendekati adik iparnya. “ Saat ini Zavian memang terlihat diam dan tidak melakukan apa-apa. Tapi dia tidak mungkin membiarkan perusahaan ayahnya hancur begitu saja.”
“ Zavian selalu menolak bertemu denganku,” keluh Tante Tania dengan wajah murung.
“ Karena dia sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun,” sahut Mama Widya.
” Makanya kubilang jangan terlalu mendesaknya.”
Tante Tania mengangguk pelan, dia menghela napas demi menenangkan perasaan di dalam dadanya. Dia mencoba untuk percaya pada Mama Widya bahwa Zavian sedang merencanakan sebuah bantuan. Disingkirkannya segala rasa cemas dan kalut yang kini menguasai pikirannya.
“ Bagaimana tentang Fabian? Mbak Wid sudah menemuinya ?” tanya Tante Tania.
Mama Widya menggeleng lemah. Selama sebulan Fabian di dalam penjara, Mama Widya terus menahan diri untuk tidak datang ke sana untuk melihat kondisi putranya. Bukan karena tidak sayang, tapi karena Mama Widya ingin memberi pelajaran kepada Fabian bahwa dia harus membayar seluruh sikapnya yang keterlaluan.
“ Apa tidak ada kunjungan untukku ?” tanya Fabian pada penjaga lapas.
“ Belum ada,” jawab penjaga itu sambil menggelengkan kepalanya.
Ketika menghadapi persidangan untuk pertama kalinya, Fabian menyadari bahwa dia benar-benar sendiri. Tidak ada yang datang memberi support untuknya.
“ Kudengar kalau teman wanitamu sudah sadar dan dia akan segera menjalani proses hukum,” ujar salah seorang sipir yang mengikuti perkembangan kasus Fabian.
Fabian hanya menggeleng lemah saat diberitahu tentang keadaan Liza. Ada rasa sesal menyusup ke dalam diri Fabian saat mengingat perempuan itu. Seandainya dulu Fabian tidak tergoda rayuan Liza , mungkin dia tidak akan kecanduan narkoba dan segala masalah rumit ini tidak akan terjadi.
“ Aku menyesal,”lirih Fabian. Dia duduk menepi di sudut sel sambil berharap masih adaa anggota keluarga yang mau datang menemuinya.” Aku sangat menyesal.”
Sementara di kediaman Zavian, laki-laki itu sedang bermanja-manja pada istrinya. Zavian menghirup dalam-dalam aroma tubuh Nayara yang selalu membuatnya candu.
“ Kamu hari ini gak ke kantor, By?” tanya Nayara yang sedang menyusui Zean , putra kecil mereka.
“ Rencananya mau ke polsek sama Mama untuk mengunjungi Fabian di penjara,” jawab Zavian.
“ Oh, baguslah.” ujar Nayara.
Zavian mencolek pipi gembul putranya yang menggemaskan.” Udahan dong nyusunya, Ze. Saatnya gantian sama Daddy.”
Nayara mendelik saat mendengar ucapan suaminya . Sementara itu Zavian hanya terkekeh pelan. Tangannya yang semula memeluk bahu Nayara kini menarik blus itu hingga jatuh di lengan istrinya. Zavian juga menurunkan tali braa Nayara .
“ Ngapain sih, By…” Nayara menepis tangan Zavian yang mulai bergerak nakal tidak karuan.
__ADS_1
“ Zean sudah selesai menyusu, kan? Sekarang aku ya ?” ucap Zavian dengan tatapan messumnya.
“ Belum ih ! Masih lapar dia,” sahut Nayara sambil menggoyang-goyangkan Zean yang berada di dalam dekapannya. Tapi setelah itu Zean malah bersendawa dan Zavian tertawa puas.
Zavian segera mengambil alih sang anak di dalam dekapan Nayara dan memanggil pengasuh anaknya. Diserahkannya bayi itu pada pengasuh dan dia buru-buru menutup pintu kamarnya.
“ Kamu mau pergi sama Mama ke polsek, lho. Jangan sampai Mama menunggu lama,” ujar Nayara mencari alasan untuk mengelak dari terkaman suaminya.
“ Mama mungkin bakalan lama datangnya,” jawab Zavian.” Sini dong, sayang..”
Zavian menarik lengan Nayara dan menjatuhkan istrinya ke atas ranjang. Tangannya dengan lincah membuka blus Nayara dan menyingkirkan kain pembungkus bukit kenyal sang istri dengan sekali tarikan. Lalu ciuman Zavian menguasai bibir Nayara dengan kuat dan rakus.
Dessahan Nayara keluar seiring dengan sentuhan demi sentuhan suaminya yang terasa begitu memabukkan. Semuanya terasa semakin memanas dari menit ke menit berikutnya.
“ Aahh…” Nayara mendessah kuat saat hentakan Zavian mengguncang tubuhnya.
Di antara gairah dan hasratnya yang butuh pelepasan. Zavian meremass dada istrinya dengan cukup kuat. Dia menyukai bagaimana Nayara merintih hebat di bawah kuasanya. Dia suka melihat tubuh itu terguncang bersama tatapan sayu yang lemah.
Lagi dan lagi. Zavian tidak akan puas jika hanya melewatkan waktu sebentar dalam bercinta bersama Nayara. Dia akan menjelajahi seluruh lekuk indah di tubuh istrinya untuk waktu yang lama. Rasanya menyenangkan lebih dari apapun.
Kemudian jeritan Nayara mengudara dengan suara yang sedikit tertahan ketika keduanya mendapat pelepasan secara bersamaan. Keduanya terengah dan tatapan mereka terkunci satu sama lain.
“ Cantik sekali,” bisik Zavian memuji istrinya dalam keadaan berantakan seperti itu.
Segalanya terasa luar biasa. Tidak ada yang bisa menggantikan keindahan Nayara di mata Zavian. Dia mengagumi wanita itu sepenuh hati dan mencurahkan segenap cintanya tanpa ada yang bisa menghalanginya. Segala lelah dan emosi yang menggumpal memenuhi kepalanya akan menghilang ketika dia selesai bercinta dengan Nayara. Setelah itu perasaannya akan semakin membaik.
Nayara tersenyum manis sambil mengusap peluh di dahi suaminya. Dia tahu bahwa selama beberapa waktu belakangan ini Zavian selalu ditekan oleh beban berat dalam persoalan keluarganya. Dan cara satu-satunya yang paling ampuh untuk menyenangkan suaminya tentu saja bercinta dengan hebat.
Setelah selesai bercinta, kemudian keduanya membersihkan diri. Zavian tidak lupa pada janjinya yang akan menjenguk Fabian bersama Mama Widya hari ini. Oleh karena itu, dia segera berpakaian dengan rapi dan menuruni tangga. Tapi ia terkejut saat melihat Mamanya sudah duduk di ruang tengah dan tampak menunggu dirinya.
“ Sudah menunggu lama, Ma?” tanya Zavian berbasa- basi.
“ Iya, sudah sejak tadi,” jawab Mama Widya. Dia menatap Zavian yang tampak segar dan dalam keadaan mood yang baik. Anaknya itu sudah tidak marah-marah lagi seperti yang dilakukannya beberapa hari belakangan. Saat melihat Nayara muncul dalam keadaan rambut sedikit lembab selesai mandi, Mama Widya paham , ia seolah menemukan jawaban penyebab keceriaan Zavian saat ini.
“ Lagi seneng kayaknya , ya ?” sindir Mama Widya sambil tersenyum.
Zavian hanya tertawa kecil menanggapi. Dia mengecup kening Nayara sekilas sebelum berpamitan dan mengajak Mamanya pergi.” Ayo, kita berangkat sekarang, Ma.”
Selama ini Zavian sudah menyiapkan langkah untuk mengatasi setiap permasalahan yang terjadi. Hanya saja, segalanya butuh waktu dan proses yang tepat agar tidak ada yang keliru.
Sesampainya di polsek , Zavian kemudian dibawa ke sel tahanan untuk menemui Fabian . Kakaknya itu terkejut mendapati kunjungan mendadak dari Mama dan juga adiknya. Dia yang selama ini merasa kesepian karena menyangka tidak ada lagi yang peduli padanya mendadak terharu.
Fabian menangis kencang, lalu tiba-tiba bersujud di kaki Mama Widya.
.
...****************...
__ADS_1
Hayo, ada yang bisa nebak.. Kira² Fabian bersujud sampai nangis karena menyesali perbuatannya atau karena gak tahan ada di dalam penjara ??? 🤔