
Melihat Nayara yang masih saja diliputi keraguan , Zavian kembali mencoba meyakinkan istrinya. Dia paham bahwa saat ini Nayara merasa bersalah karena pertengkaran ini dipicu karena dirinya. Tapi dia harus tahu bahwa ini bukan karena kesalahannya.
“ Dengar, Nay. Perceraianmu dengan Fabian itu disebabkan karena kesalahannya yang telah berselingkuh dengan Sarah . Dia menyakitimu dan kamu berhak melepaskan diri darinya. Lalu pernikahan kita juga bukanlah sebuah kesalahan, ini adalah jalan untuk membuatmu bahagia.” jelas Zavian.
Nayara meneteskan air matanya dalam diam. Dia tidak menyangka bahwa segalanya akan menjadi serumit ini. Tapi terlepas dari segala kerumitan itu, Nayara merasa bersyukur karena ada Zavian di sisinya. Pria itu selalu tahu bagaimana cara menenangkan perasaannya.
“ Jangan sedih atau menyalahkan dirimu sendiri ,oke ?” pesan Zavian yang kini semakin mengeratkan pelukannya .
Nayara mengangguk lemah di dalam pelukan suaminya . Sudah lama rasanya Nayara tidak merasakan kehangatan penuh perlindungan seperti ini. Sejak dulu saat dunianya runtuh dan hidupnya beralih menjadi bagian keluarga Rayyansyah , belum ada yang memeluknya seperti ini. Baru Zavian orangnya .
“ Aku mandi dulu ya, lengket banget rasanya.” ujar Zavian setelah pelukan mereka terurai . Dia mengusap sudut mata Nayara yang basah .
“ Mau kubuatkan teh?” tanya Nayara.
“ Boleh.” jawab Zavian . Kemudian membuka koper dan mengambil baju ganti. Setelah itu barulah dia berjalan ke kamar mandi . Sedangkan Nayara menuju mini pantry dan mengambil teko listrik dari laci penyimpanan. Dia mengisi teko itu dengan air mineral yang telah disediakan. Ada tiga pilihan teh yang disediakan oleh pihak hotel dan Nayara menjatuhkan pilihan pada teh chamomile.
Sambil menunggu air mendidih, Nay kembali ke kamar tidur dan menyusun baju-baju dari koper ke lemari. Setelah mendengar bunyi desingan halus dari teko, Nay meninggalkan koper dan pekerjaannya. Dia menyeduh dua cangkir teh untuk dirinya dan sang suami.
Tidak lama kemudian Zavian keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sedikit lebih segar dibandingkan tadi. Dia mengenakan kaos oblong putih dengan celana bahan selutut.
“ Kita duduk di sini.” ucap Nay sambil menunjuk sofa yang ada di tengah ruangan. Diletakkannya dua cangkir teh keatas meja bundar.
Zavian merentangkan tangan dan Nayara mendekat sambil merebahkan kepala di dada suaminya. Lengan Zavian memeluk tubuh istrinya dan dia sesekali mendaratkan ciuman di puncak kepala Nayara.
“ Besok kita pergi melihat rumah yang telah kubeli. Semoga kamu suka dengan suasananya.” ucap Zavian.
“ Aku tidak akan banyak komplain. Karena aku yakin banget kalau pilihanmu itu pasti yang terbaik.” puji Nayara dengan senyum manis sambil menengadah menatap suaminya.
__ADS_1
Zavian terkekeh pelan, dielusnya bahu Nayara dengan sedikit remasan halus. “ Kupikir masih punya banyak waktu untuk melakukan sedikit perbaikan sambil mengisi perabotan sesuai seleramu. Siapa sangka keadaannya malah mendesak begini.”
“ Gak pa-pa. KIta benahi pelan- pelan.”
Zavian meraih cangkir tehnya dan menyesap sedikit teh itu dengan pelan. “ Terima kasih ya sayang. teh buatan kamu enak .”
Nayara hanya membalas dengan gumaman yang tidak jelas . Dia pikir tidak ada hal yang istimewa dari secangkir teh yang dibuatnya. Tapi pada kenyataannya, Zavian selalu berterima kasih seraya melontarkan pujian. Pria itu tetap menghargai setiap hal kecil yang dilakukan oleh Nayara.
Saat pukul menunjukkan jam dua pagi, mereka baru beranjak ke tempat tidur. Nayara pikir Zavian tidak akan mengajaknya bercinta setelah melewatkan kejadian kurang mengenakkan beberapa jam yang lalu. Tapi nyatanya, suaminya itu tetap berhasrat pada dirinya.
Nayara tentu saja melayani hasrat suaminya tanpa penolakan. Dia tahu bahwa Zavian sedang memikirkan banyak hal untuk kedepannya dan pria itu butuh pelarian di antara beban berat di kepalanya.
“ Aku gak bawa lingerie, By .” ucap Nay dengan sedikit kecewa. Dia pikir penampilannya saat ini pasti tidak menggairahkan karena hanya mengenakan celana jeans dan sweater.
“ Gak usah pakai lingerie, sayang. Aku lebih suka lihat kamu polos tanpa apapun.” sahut Zavian.
Zavian memulai percintaan dengan ciuman kuat di bibir Nayara. Tangannya meremass bukit kenyal sang istri yang menggoda dan memilin kerikil kecil di puncak bukit kenyal itu.
“ Aahh…..” Nayara mendessah singkat setelah ciuman di bibirnya terlepas.
Zavian membelai dan meremass lembut kedua bukit kenyal itu secara bergantian. Dia menatap mata istrinya dengan sorot mata sayu yang dipenuhi gairah.
“ Gak pa-pa kan, kalau ini aku gigit?” tanya Zavian meminta izin. Jarinya memilin pelan kedua puncak bukit kenyal Nayara.
“ Gak pa-pa, gigit saja . Lakukan apapun yang kamu mau, By.” jawab Nayara memberi izin. Dia tidak akan tega melarang suaminya.
Selanjutnya , Zavian benar- benar menggigit ujung bukit kenyal itu dengan gemas. Gigitannya memiliki tekanan yang tepat dan sama sekali tidak menyakitkan. Nayara justru merinding saat gigi-gigi Zavian menjepit dan menekan ujung dadaanya. Eraangan Nayara menjelaskan betapa nikmat dan menyenangkan aksi yang dilakukan Zavian padanya.
__ADS_1
“ Oooohhh…..” Nayara mengeraang sambil memejamkan mata. Dia menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
Tangan Nayara memeluk kepala Zavian dan membenamkan jemarinya di rambut pendek yang tebal itu. Saat mulutnya sibuk menggigit dan menghisaap payu*daraa istrinya, tangan Zavian turun ke bawah dan masuk ke sela paha. Di sana dia menemukan celah basah yang hangat dan licin. Kemudian jari-jari Zavian membelai dengan lembut dan teratur.
Setelah dirasa istrinya siap menerima dirinya, Zavian mulai melakukan penyatuan mereka. Nayara kembali memejamkan mata sambil menikmati rasa ngilu yang nikmat saat dirinya dipenuhi oleh sesuatu yang keras di bawah sana.
Lalu gerakan Zavian membuatnya perlahan merasakan kenikmatan yang bertubi-tubi. Apalagi ketika di tengah-tengah hentakan penyatuan itu , Zavian memainkan bagian tengah intti tubuhnya dengan gerakan memutar dan penuh tekanan.
Tindakannya itu semakin membuat Nayara menjerit gelisah dengan kepala menengadah. Rasanya lebih dari sekedar nikmat. Bahkan Nayara mendapatkan gelombang pelepassannya dengan begitu cepat.
“ Aahhhh….” Dessahan Nayara terus mengudara. Sedangkan Zavian masih bekerja dengan caranya sendiri. Matanya menatap Nayara dengan sorot penuh pemujaan.
Zavian senang sekali melihat bagaimana Nayara memejamkan mata dengan kening mengernyit kecil. Lalu dessahannya semakin panjang seiring rasa hangat yang berkedut di bawah sana. Zavian selalu puas dan hanya Nayara yang bisa membuatnya menggila seperti ini.
“ Cantik.” gumam Zavian setelah mereka selesai bercinta dengan begitu hebat.
Nayara mengelus rahang Zavian dengan lembut . Awalnya dia hanya menjalani pernikahan ini dengan tujuan ingin balas dendam terhadap Fabian. Tapi ketika dia menemukan bagaimana Zavian memujanya dengan begitu dalam dan memberi perlindungan, Nayara berjanji akan membalas seluruh rasa cinta Zavian dengan sepenuh hati.
Paginya, mereka bangun dengan suasana hati yang jauh lebih baik dibandingkan tadi malam. Nayara bersyukur saat dia mendapati Zavian ada di sisinya. Pria yang telah berjanji akan melindunginya itu tampak segar dengan senyum merekah lebar.
“ Mau mandi bareng?” tanya Nayara membuat sebuah penawaran.
“ Pengantin baru memang harus sering-sering mandi bareng , kan ?” balas Zavian dengan senyuman jahilnya.
Nayara bisa membaca dengan jelas apa maksud dibalik ucapan suaminya barusan. Dia hanya tertawa pelan, lalu menyingkap selimut dan turun dari ranjang dalam keadaan tubuh polos tanpa penutup. Dia berjalan menuju kamar mandi dan di belakangnya, Zavian segera menyusul .
.
__ADS_1
...****************...