Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Rumah Baru


__ADS_3

“ Sofa model apa yang kamu suka.” tanya Zavian sambil menyodorkan ipad yang menampilkan sebuah situs yang menjual furniture. 


Nayara menatap layar ipad dengan cermat, dia memilih-milih model sofa yang dirasanya cocok dengan rumah barunya. “ Yang ini.” Nayara menunjuk sebuah sofa berwarna krem yang tampak elegan. 


“ Oke.” jawab Zavian sambil mengangguk. 


Hari ini mereka akan mengunjungi rumah baru, tapi beriringan dengan itu Nayara juga sekalian memilih perabotan yang akan mengisi setiap ruangan. Zavian sengaja mengunjungi sebuah situs online yang menyediakan aneka furniture karena tidak punya banyak waktu untuk datang ke toko secara langsung. 


Sesampainya di rumah yang dimaksud, Nayara menatap kagum ke sekelilingnya. Rumah yang dibeli Zavian bergaya American classic berwarna putih. Bangunan itu memiliki dua lantai dengan banyak jendela terbuka di sekelilingnya. 


“ Kamu suka?” tanya Zavian pada sang istri. 


“ Suka dong.” balas Nayara cepat .” Kurasa apapun pilihanmu selalu bagus.” 


Zavian tertawa kecil, dia mengajak Nayara berkeliling mengitari ruangan sambil berdiskusi tentang apa yang perlu mereka tambahkan setelah ini. Saat memasuki kamar tidur utama yang ada di lantai dua , Nayara kembali memuji Zavian. 


Pria itu memeluk Nayara dari belakang. Dia telah membayangkan jika mereka akan menghabiskan banyak waktu di rumah ini. Setiap sudutnya akan terisi oleh cinta dan kasih sayang. Nanti, rumah ini akan dipenuhi oleh gelak tawa anak- anak mereka .


“ Aku ingin membahagiakanmu, Nay.” bisik Zavian dengan sungguh-sungguh. 


“ Aku juga akan membahagiakanmu, Hubby.” balas Nayara dengan tulus. 


Sementara itu di kediaman keluarga Rayyansyah , ketegangan seolah tak pernah surut sejak semalam. Fabian tidak bisa memejamkan matanya barang sejenak karena sibuk menyusun rencana berikutnya. Dia bertekad akan membuat Nayara kembali jadi miliknya. 


Sedangkan Sarah bangun dalam keadaan terasa begitu lelah . Dia tidak pernah tahu bahwa tadi malam suaminya telah memberinya obat tidur. Semua itu bertujuan agar Sarah tidak ikut campur dalam rencana licik Fabian. 


“ Kepalaku sakit.” keluh Sarah sambil memijat kepalanya. Dia hendak berteriak memanggil pelayan untuk dibawakan obat, tapi malah terkejut ketika melihat wajah suaminya yang babak belur dengan luka dimana- mana.” Mas wajahmu kenapa ?” 


“ Berisik !” bentak Fabian kesal. Dia kembali menatap layar ponselnya. Seseorang baru saja setuju untuk membuat kesepakatan licik dengannya. 


Zavian dan Nayara masih menginap di hotel saat hari kedua mereka keluar dari kediaman Rayyansyah. Kemarin keduanya sudah mendatangi rumah baru mereka dan memasukkan beberapa furniture. Rencananya besok atau lusa, jika segalanya sudah selesai mereka akan pindah ke rumah itu. 


Sedangkan untuk hari ini Zavian meminta Nayara tetap diam di kamar hotel karena dirinya harus pergi ke kantor untuk bekerja. 


“ Saat aku libur kemarin ternyata Fabian juga libur.” ujar Zavian sedikit mengeluh. “ Padahal dia harus menghadiri beberapa meeting terkait proyek yang akan dilaksanakan bulan depan.” 


“ Mungkin dia belum bisa masuk kerja dengan wajah bengkak begitu .” sahut Nayara. 

__ADS_1


Zavian menggerutu pelan. Masalahnya, setelah ini pekerjaan Zavian akan menjadi bertumpuk karena Fabian pasti akan melimpahkan semuanya  kepadanya. Apalagi sekarang hubungan mereka tidak baik-baik saja , sudah terbaca oleh Zavian langkah licik Fabian terhadap dirinya. 


“ Sewaktu hubungan kami baik-baik saja, dia bisa seenaknya bersikap semena-mena padaku. Apalagi setelah ini.” Ujar Zavian lagi.


“ Mintalah ketegasan papa jika memang ada sikap Fabian yang tidak profesional dalam urusan pekerjaan. Sesekali kamu juga perlu mengandalkan orang lain, jangan mengatasi semuanya sendirian.” ucap Nayara memberikan pendapatnya.


“ Kamu tahu sendiri lah gimana sikap papa sama Fabian.” keluh Zavian kemudian. 


Nayara mengangguk lemah. Selama ini papa Adrian memang lebih cenderung lembek terhadap Fabian dan terkesan memanjakan. Apapun kemauan Fabian pasti akan dituruti oleh papanya. Bahkan Fabian jauh lebih galak terhadap para karyawan dan sering membuat keputusan sendiri. Padahal jabatannya masih sebagai wakil CEO . 


“ Semoga kamu baik-baik saja, By.” lirih Nayara. 


“ Aku jauh lebih takut kalau kamu yang kenapa-napa. Apalagi sampai meninggalkanku.” balas Zavian dengan lirih juga. Matanya menyiratkan ketakutan luar biasa. “ Dapetin kamu susah soalnya. “ Ada kekehan singkat yang justru terdengar miris .


“ Aku gak akan ninggalin kamu.” balas Nayara 


“ Aku percaya.” bisik Zavian.


Ia menatap Nayara yang sedang membantunya memasang dasi dengan lekat. Rasanya dia tidak akan pernah bosan memandangi wajah istrinya selama apapun.


“ Hari ini kamu gak usah kemana-mana, ya.” Zavian mengelus pipi istrinya dengan lembut. 


“ Iya, Hubby.” jawab Nayara sambil mengangguk. 


Zavian kemudian menunduk untuk mencium bibir istrinya . Ciumannya lembut dan hangat . Ada perasaan cinta yang disampaikan Zavian di dalam setiap kecupannya. Dan Nayara berusaha mengimbangi ciuman itu sambil memeluk tengkuk Zavian. Setelah selesai berciuman, barulah Zavian berjalan keluar kamar . Dia menuruni lift menuju parkiran basement khusus tamu hotel dan masuk ke dalam mobilnya. Zavian sempat mengecek ponsel terlebih dahulu dan membaca pesan-pesan yang dikirim oleh sekretarisnya. 


Sesampainya di kantor, Zavian segera masuk ke dalam ruangannya dan mengurus beberapa berkas penting. Baru sehari libur, pekerjaannya sudah menumpuk meminta perhatian. Sekretarisnya juga menyebutkan beberapa agenda penting yang akan dilaksanakannya hari ini. 


Saat meeting dengan petinggi perusahaan Zavian terpaksa menggantikan posisi Fabian yang berhalangan hadir. Sebelumnya dia sudah terbiasa ,melakukan hal ini tapi sekarang ada perasaan tidak rela yang bersarang di dalam diri Zavian. Apalagi saat sang CEO yang tak lain adalah papanya sendiri mengalihkan tanggung jawab proyek baru sepenuhnya kepada Zavian. 


Zavian tentu tidak akan mendebat keputusan papanya di hadapan para kolega dan petinggi perusahaan lainnya. Setelah meeting selesai, barulah Zavian segera menemui papanya di ruangan CEO . 


“ Proyek ini dimulai oleh Fabian dan dia yang memiliki rancangan ide, aku bersedia membantu tapi tidak bisa sepenuhnya melanjutkan apa yang sudah dikerjakannya. “ jelas Zavian memberi penolakan halus. 


“ Papa rasa kamu jauh lebih cakap dibandingkan Fabian. Itulah kenapa papa meminta kamu menangani proyek ini secara langsung.” ucap Papa Adrian. 


“ Fabian yang akan menjabat sebagai CEO setelah papa dan dia harus menangani berbagai masalah dengan benar. Supaya nanti dia tahu bagaimana cara bertahan . Jangan selalu dimanja dan mencari orang lain untuk ditumbalkan demi nama baiknya.” ucap Zavian benar- benar meradang. 

__ADS_1


“ Kamu adiknya, tidak ada yang salah jika kamu memberi dukungan pada kakakmu sendiri.” ucap papa Adrian dengan enteng. 


Zavian hampir saja mengumpat saat mendengar ucapan ayahnya . Tapi segala kemarahan yang ada di dalam dirinya hanya bisa dia tahan sendirian. Dia tahu tidak akan bisa menolak permintaan ayahnya dengan mudah. 


“ Oh iya, bagaimana kabar Nayara ? Kemana kamu membawanya pergi ?” tanya Papa Adrian lagi.


“ Dia baik-baik saja dan kubawa ke suatu tempat yang lebih aman.” jawab Zavian pelan. 


“ Kembalilah ke rumah jika amarah dan emosimu terhadap Fabian sudah reda.” pinta sang papa yang langsung membuat Zavian mengernyitkan kening sambil menatap papanya dengan sorot mata kurang senang.


“ Setelah apa yang dilakukan Fabian pada istriku, papa masih memintaku untuk tinggal satu atap dengannya ? Yang benar saja, Pa .” 


“ Kakakmu hanya sedang emosi dan cemburu. Dia belum bisa menerima kenyataan kalau kamu menikahi mantan istrinya.” jelas papa Adrian. “ Nanti kalau rasa cemburunya sudah reda , dia akan biasa saja melihatmu dengan Nayara.”


“ Enggak , Pa ! Keputusanku sudah bulat dan aku tidak akan tinggal di rumah itu lagi.” jawab Zavian dengan tegas.


“ Keluarga kita tidak boleh berpisah, Vian ! Kamu hanya boleh meninggalkan rumah jika papa sudah meninggal.” ujar papa Adrian yang masih tak mau kalah . 


“ Alasan yang sangat konyol.” rutuk Zavian dengan kesal. “ Aku tidak akan membawa istriku tinggal di kandang singa lagi.” 


Setelah itu Zavian keluar dari ruangan CEO dan kembali ke ruangannya. Dia melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Tapi di antara emosi yang membebani itu, Zavian masih bisa tersenyum ketika membaca pesan masuk dari Nayara. 


**Istriku tercinta** : By, tadi pihak hotel me - refill toiletries di kamar kita. Coba tebak, mereka kasih apa?


Hubby ❤️ : Aku gak bisa nebak, sayang. Coba bilang mereka kasih apa ?


Istriku tercinta :Mereka kasih bath bomb ! mana wanginya pada enak semua lagi. 


Hubby ❤️: Wah, asik nih. Mau berendam ?


Istriku tercinta : Aku nunggu kamu pulang. Kita berendam bareng ya. 


Zavian tidak dapat menahan senyumnya yang semakin lebar. Ada kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan mengalir ke setiap sel sarafnya. Zavian harus mengakui bahwa hanya Nayara yang bisa membuat perasaannya menghangat di antara himpitan emosi. 


Nayara juga mampu membuatnya bahagia terhadap hal-hal kecil yang terlihat sederhana. 


‘ Kalau begini , aku jadi gak sabar pengen cepat pulang.’ batin Zavian. Tapi pekerjaan yang menuntut tanggung jawabnya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Zavian tidak sama seperti Fabian yang suka melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain. Jadi dia akan menyelesaikan apa yang telah dimulainya hingga akhir . 

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2