Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Tumbang dalam rasa sakit


__ADS_3

Sarah menatap Fabian yang sedang terbaring lemah di kasur rumah sakit. Saat mendapati suaminya terkapar di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri, Sarah langsung panik dengan  pemikiran buruk yang menguasai kepala. Untungnya mama Widya segera datang saat Sarah menelepon dan mengabarkan keadaan Fabian. Ketakutan bercampur dengan kecemasan. Fabian langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan serius karena dia tak kunjung sadarkan diri. Sesampainya di rumah sakit, Fabian langsung ditangani dan dokter mengatakan bahwa pria itu pingsan akibat menderita asam langsung dan juga kelelahan.


Semenjak Nayara memutuskan bercerai dan meninggalkan kediaman Rayyansyah, Fabian larut dalam rasa sesalnya. Dia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri dan sibuk meratapi kesedihannya. 


Kemudian suasana diperparah ketika Nayara kembali dan menyatakan ingin menikah dengan Zavian. Dunia Fabian tumbang dan hancur tanpa bisa dicegah. Dia tidak bisa makan dengan baik dan tidur dengan nyenyak.


Puncaknya terjadi saat malam ini. Ketika melihat mantan istrinya, wanita yang masih sangat diinginkannya, bersanding dengan adiknya sendiri, Fabian benar-benar putus asa. Dia menenggak alkohol demi meredakan rasa sakit hatinya. Tapi yang terjadi justru sebuah bencana. 


Paginya , Fabian terbangun dan langsung mendapat omelan dari Sarah. Wanita itu menunjukkan rasa kesalnya secara terang-terangan. 


“ Mas kenapa malah minum whisky sih? Padahal papa sudah melarang agar tidak ada alkohol malam ini.” ujar Sarah.


Fabian hanya melengos masam. Dia hanya sedang ingin melarikan diri dari rasa sakit akibat patah hati yang dirasakannya. Malam itu, Nayara bersenang-senang dengan Zavian sebagai pengantin baru. Sedangkan dirinya tumbang dalam rasa sakit dan juga penyesalan . 


“ Kalau terjadi apa-apa sama mas gimana ? Apa mas gak mikirin bayi yang sedang aku kandung ini?” cecar Sarah lagi.


“ Udahlah, Rah. Jangan ngomel terus, kepalaku sakit.” ucap Fabian kesal. 


“ Bagaimana aku gak ngomel, mas selalu ngebantah tiap kali dibilangin. Batu banget, sih !” ketus Sarah tak kalah emosi.


“ Keluar kamu!” bentak Fabian yang membuat Sarah mendadak diam. Lalu dengan wajah cemberut Sarah pergi  meninggalkan suaminya itu. Sementara Fabian menutup mata sambil mendessah lelah. Dia kalah dan dia mengakui hal ini. Tapi Fabian tidak akan menyerah.


“ Kamu milikku, Nay.” gumam Fabian pelan. “ Bersenang- senanglah sekarang sebelum segalanya terenggut dan kamu memohon di kakiku untuk kembali.” 


Fabian masih menyimpan dendam. Dia tidak akan menyerah dengan begitu mudah. 


...----------------...


“ Aku sudah membeli rumah untuk kita tempati setelah ini.” ucap Zavian sambil memeluk Nayara.


“ Memangnya papa akan mengizinkan kita keluar dari rumah ?” tanya Nayara dengan keheranan . 


Soalnya dia pernah mendengar saat papa Adrian berkata bahwa kedua anak laki-lakinya tidak ada yang boleh hidup memisahkan diri. Keduanya harus tinggal di bawah atap keluarga Rayyansyah. 


“ Papa memang tidak memperbolehkan Fabian keluar dari rumah karena dia adalah calon kuat yang akan menggantikan papa sebagai CEO Raya Group . Sedangkan aku punya sedikit kelonggaran karena tidak terbebani oleh jabatan itu.” jelas Zavian.

__ADS_1


“ Apakah papa pasti memberimu izin untuk keluar dari rumah?” tanya Nayara lagi.


“ Mungkin awalnya tidak, tapi aku akan terus membujuk beliau agar mengizinkan kita tinggal terpisah.” jawab Zavian.


Nayara mengangguk pelan . Jujur saja, dia memang ingin keluar dari kediaman Rayyansyah. Tinggal satu atap dengan Fabian dan Sarah hanya akan menimbulkan konflik di antara mereka. 


Nayara juga paham seberapa benci Fabian terhadapnya. Meskipun telah menjadi sosok mantan ., Fabian masih saja menyimpan rasa sakit hati terhadap Nayara. 


“ Oh iya, Mama mengabariku kalau Fabian saat ini dirawat di rumah sakit.” jelas Zavian memberitahu Nayara. 


“ Memangnya dia sakit apa?” tanya Nayara penasaran. 


“ Asam lambung parah.” jawab Zavian. “ Dia jarang mengkonsumsi makanan sehat dan hanya minum kopi. Tadi malam dia pingsan setelah minum alkohol dan langsung dilarikan ke rumah sakit.” 


“ Kita perlu ke rumah sakit untuk melihatnya?” tanya Nayara lagi.


“ Iya, nanti sore kita sempatkan untuk melihat kondisinya.” jawab Zavian .” Sekarang ayo kita mandi.” 


Nayara mengangguk setuju dan beranjak dari sisi Zavian. Dia berjalan lebih dahulu ke dalam kamar mandi dan melepaskan jubah yang dikenakannya. Kemudian Nayara masuk lebih dulu ke dalam bathup dengan air hangat bertabur kelopak mawar. 


Sementara itu di rumah sakit, Fabian terus marah- marah pada Sarah. Menurutnya , wanita hamil itu terlalu berisik dan menyebalkan. Berkali-kali Fabian mengusir Sarah keluar dari kamar rawatnya tapi wanita itu tetap tidak mau  beranjak. Sarah justru membuat suasana semakin panas dengan rasa cemburunya.


“ Tadi malam kamu mengigau dan menyebut-nyebut nama Nayara.” ujar Sarah dengan sorot mata terluka. “ Sekarang aku tahu apa yang membuatmu jatuh sakit sampai begini. Kamu sakit hati melihat Nayara menikah dengan Zavian, makanya kamu minum alkohol supaya mabuk. “ 


“ Berisik, ah! keluar sana!” usir Fabian yang kesal karena mendengar ocehan sang istri.


“ Aku gak akan keluar, Mas.” ujar Sarah dengan uraian air mata berjatuhan di pipinya. 


“ Tega kamu memikirkan wanita yang sudah jadi masa lalumu , bahkan wanita itu menikah dengan adikmu. Kenapa kamu belum rela juga, hah ?” Sentak Sarah yang sudah sangat emosi melihat suaminya yang masih saja belum bisa melepaskan Nayara.


Fabian yang kalut mendengar ocehan istrinya justru semakin emosi. Dilemparkannya piring berisi makanan hingga isinya berceceran di lantai. “ keluar !” 


Sarah yang terkejut langsung memilih keluar meski diiringi oleh tangisan. Dia tidak menyangka Fabian akan setega ini padanya. Padahal Sarah berpikir bahwa setelah menjadi istri Fabian satu-satunya maka dia akan diperlakukan dengan istimewa. Tapi kenyataannya yang terjadi justru sebaliknya. Fabian belum move on dari mantan istrinya dan terus memikirkan Nayara.


Sorenya , Zavian dan Nayara datang melihat kondisi Fabian yang sedang dirawat. Tapi kedatangan mereka justru menambah rasa sakit hati  Fabian. Pria itu semakin nelangsa ketika melihat bagaimana mesranya Nayara menggamit lengan Zavian. 

__ADS_1


Wanita itu tampak cantik berseri-seri dengan rona kebahagiaan di wajahnya. Ingin rasanya Fabian bangun dari tempat tidurnya dan merengkuh Nayara ke dalam pelukannya. Tapi keberadaan Zavian di sisi wanita itu jelas tak bisa diabaikan. 


Mereka telah menjadi sepasang suami istri yang sah sekarang . 


“ Cepat pulih, Bro. Jangan kelamaan tumbang karena perusahaan kita butuh lo.” ucap Zavian.


“ Hm.” jawab Fabian dengan gumaman pelan. Dia menunggu ucapan dari Nayara, tapi wanita itu hanya diam saja . Bahkan Nayara tidak menatapnya sama sekali. 


“ Kami balik dulu, ya.” pamit Zavian setelah puas berbasa-basi dan berbincang dengan mama Widya serta yang lainnya. Kebetulan di sana juga sedang ada beberapa keluarga Rayyansyah lainnya yang sedang menjenguk Fabian. 


“ Belum balik ke rumah, ya . Za? “ tanya tante Tania. 


“ Belum , Tan. Kami masih mau bulan madu di hotel.” jawab Zavia.


“ Iya deh, yang masih pengantin baru.” celetuk tante Siska.


Zavian hanya terkekeh, sementara Nayara tersenyum malu-malu. Ekspresi keduanya disaksikan oleh Fabian dari tempat tidurnya. 


Hati Fabian teramat sakit saat membayangkan bagaimana adiknya menyentuh Nayara dan wanita itu menyerahkan dirinya dengan pasrah. Memikirkan itu, rasanya napas Fabian terasa begitu sesak. Fabian memejamkan mata dengan seluruh rasa cemburu yang merajai hatinya. 


“ Siallan !” umpat Fabian dengan teramat kesal. 


“ Bian ! Kamu ngapain mengumpat begitu?” tanya mama Widya sambil menatap tajam Fabian. 


“ Gak kenapa-napa, Ma.” jawab Fabian lemah. 


Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa kesakitan Fabian saat ini disebabkan oleh kecemburuannya terhadap Nayara


.


...****************...


Maaf ya guys br up, aku ada acara kemarin...


jangan lpa dukung trs..minta votenya kalo blh . Saranghae 🫶🫰

__ADS_1


__ADS_2