Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Tidak ingin ikut campur


__ADS_3

“ Zavian, lo bangsaat banget …..” ujar Fabian di sela isakannya.” Bisa-bisanya lo pergi dan ninggalin gue dengan semua kekacauan ini.”


Fabian merasakan tubuhnya menggigil kedinginan, tapi dia tidak berniat untuk keluar dari bawah guyuran air atau mematikan saluran keran. Dia bertahan di sana sampai merasa bahwa perasaannya lega. Tapi gedoran dari luar membuat Fabian tersentak kaget. Suara Mama Widya memanggil namanya berkali-kali. 


“ Kenapa kamu mandinya lama banget?” tanya Mama Widya sambil berdiri di hadapan putranya. 


“ Bau banget, Ma,” jawab Fabian memberi alasan. 


“ Mama sudah menginterogasi pekerja yang kemarin merawatmu di rumah sakit , tapi dia tidak mengaku kalau telah menyebarkan rahasia ini,” ujar Mama Widya. 


“ Oh,” sahut Fabian sambil mengusap-usap kepalanya menggunakan handuk. Dia berusaha bersikap biasa saja tanpa harus menunjukkan betapa besar rasa kecewa yang kini terus menghantam perasaannya. 


Mama Widya terus bicara menyuarakan apa yang akan dilakukannya setelah ini. Tapi Fabian tidak menanggapi dengan serius. Pikirannya sedang sibuk memikirkan hal lain. 


“ Mama sudah memerintahkan manajer HRD untuk memecat siapa saja yang ikut demo tadi,” ucap Mama WIdya memberitahu.


“ Terserah Mama saja,” sahut Fabian pasrah. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk menyuarakan pendapat karena hanya akan berakhir sia-sia.


Malamnya, Fabian terserang demam yang membuat seluruh badannya merasa sakit. Dia berpikir bahwa ini adalah hal yang wajar karena sebagai penderita HIV, maka daya tahan tubuhnya jelas rentan sekali. Obat-obatan yang diminumnya cuma menahan agar tidak tumbang, bukan untuk menyembuhkan seperti sedia kala. 


Tidak ada kata sembuh untuk penyakit laknat yang kini menggerogoti tubuhnya dari dalam. Fabian bahkan harus menunggu kematian datang menjemputnya disebabkan oleh penyakit ini.


Setelah memecat hampir separuh karyawan yang bekerja di Raya Corp, Mama Widya kemudian membuka lowongan kerja untuk menggantikan posisi mereka yang telah keluar. Selain itu, Mama Widya juga telah mengetahui siapa yang telah menyebarkan rahasia Fabian kepada publik.


Tidak ada pengkhianat di keluarga Rayyansyah. Karena sebenci apapun kedua adik ipar Mama Widya kepada dirinya, mereka tidak akan pernah mengkhianati keluarga ini.


Sosok jahat itu adalah lawan bisnis keluarga Rayyansyah. Perusahaan DF group pernah memplagiat salah satu produk yang dikeluarkan oleh anak perusahaan Raya Corp, tapi Zavian dengan mudah menjatuhkan mereka dengan mengeluarkan produk yang lebih unggul disertai sebuah campaign yang menarik. Tidak cukup sampai di situ, Zavian juga menuntut perusahaan DF group ke pengadilan mengenai pelanggaran Hak dan Kekayaan intelektual . Dengan begitu, mereka juga berhak mendapat ganti rugi yang sepadan. 

__ADS_1


Rasanya baru kemarin perusahaan Raya Corp masih baik-baik saja. Saat ada Zavian, segalanya masih berjalan dengan begitu lancar. Tapi sekarang, segalanya semakin terasa sulit dari hari ke hari. 


Mama Widya duduk di kursi yang menghadap taman, lalu dia mengusap foto Zavian dengan ujung jemari yang sedikit gemetar. Air mata turun membasahi pipinya dan dia terisak pelan. 


“ Vian….. Mama mohon pulanglah , Nak.”


Di belahan dunia yang lain, Zavian menyesap teh hijau dan meletakkan cangkir dengan hati-hati ke atas meja. Sebelah tangannya memeluk Nayara yang sedang duduk di pangkuannya saat ini, sementara matanya menatap layar laptop di hadapannya. Ada beberapa email dari Yudha mengenai profit perusahaan bulan ini dan juga perkembangan proyek yang telah digagasnya selama ini .


“ By, sudah membaca berita tentang aksi demo karyawan  Raya Corp hari ini?” tanya Nayara.” Dari berita yang kubaca, demo itu berakhir ricuh.”


“ Sudah ,” jawab Zavian sambil mengangguk. 


Zavian juga tahu bahwa Yudha telah memutus hubungan kerjasama dengan perusahaan Rayyansyah secara sepihak. Dan Zavian tidak berhak untuk marah terhadap keputusan Yudha. Karena selama ini Zavian tahu bahwa Yudha  sudah cukup bersabar dalam mengikuti keinginannya.


Selain itu, Zavian juga punya orang-orang setia yang akan terus memberinya informasi tentang apa saja yang terjadi dalam perusahaan Rayyansyah. Termasuk aksi demo yang berakhir pada pelemparan telur kepada Fabian. Tidak ada satupun informasi yang Zavian lewatkan mengenai perusahaan dan juga keluarganya. 


“ Gak lah,” sahut Zavian sambil menggelengkan kepala,” Biar saja mereka yang menyelesaikan semua itu. Aku tidak peduli lagi.”


Semenjak menjejakkan kaki ke tempat yang jauh dari keluarganya, Zavian sudah memutuskan untuk tidak ikut campur pada masalah yang menimpa perusahaan Rayyansyah. Saat ini Zavian hanya fokus pada kebahagiaan diri sendiri dan juga keluarga kecilnya.


Apalagi saat ini Zavian juga sudah mendapat tawaran dari temannya untuk bekerjasama. Maka Zavian akan fokus pada apa yang benar-benar menjadi urusannya saja. Dia tahu setiap hal yang terjadi pada Mama Widya dan Fabian, tapi Zavian tidak akan mengambil langkah apa-apa untuk ikut campur. 


Sebenarnya Zavian tidak perlu bekerja lagi karena sudah memiliki passive income dan juga finansial yang stabil. Jika Zavian mau, dia bisa menghabiskan waktu berkeliling dunia dan bersenang-senang. Tapi dia tidak akan melakukan itu karena masih banyak hal yang harus dipertimbangkan. Lagipula, umurnya masih produktif untuk bekerja dan memanfaatkan segala potensi di dalam dirinya. 


Satu email kembali masuk yang berisi tentang bukti pengiriman sejumlah uang ke rekeningnya. Nayara yang ada di pangkuan Zavian ikut membaca dan mereka sama -sama tersenyum puas.


“ Mama sepertinya masih mencari keberadaan kamu saat ini,” ujar Nayara.

__ADS_1


“ Mungkin iya,” jawab Zavian. Dia sudah paham betul bagaimana sifat Mama Widya yang hanya membutuhkan dirinya ketika dibutuhkan saja. Saat sudah tidak butuh, maka jangan harap Mama Widya akan bersikap peduli padanya. 


“ Tapi apapun yang kini dilakukan oleh Mama tidak akan membuatku kembali semudah itu  Jadi kuharap kamu jangan terpengaruh oleh keadaan menyedihkan yang dialami mereka .


Saat menempatkan Nayara sebagai support system dan paling berarti di dalam hidupnya, maka disaat yang bersamaan Zavian juga menyadari bahwa Nayara adalah kelemahannya. Zavian telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mengikuti apapun keinginan wanita itu. Tapi dibalik itu , Zavian juga khawatir jika Nayara memintanya untuk berbalik arah. 


Zavian terlalu mencintai Nayara hingga takut untuk menolak permintaan istrinya itu. Makanya Zavian mencoba untuk membatasi kemungkinan agar Nayara tidak menggoyahkan keyakinannya. Karena jika itu terjadi, maka semua usaha Zavian untuk menjauh dari keluarganya akan menjadi sia-sia. Dan sekarang , dia sedang mengkhawatirkan hal itu. 


“ Aku tidak berbohong saat mengatakan bersedia mengikutimu kemanapun pergi . Bukan karena tidak punya siapa-siapa lagi, tapi karena aku memang tulus ingin terus bersamamu sepanjang hidupku,” ujar Nayara dengan penuh keyakinan. 


Zavian memandang sepasang mata yang kini menatapnya dengan sungguh-sungguh. Lalu ketika dia menemukan sebuah keteguhan tak terbantahkan di sana, Zavian sadar bahwa dia tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Nayara tidak akan sepicik itu untuk memintanya kembali ke tengah-tengah keluarga Rayyansyah. Sebab dirinya sendiri telah menyaksikan bagaimana lelahnya Zavian berjuang demi keluarganya tapi tidak pernah dihargai. 


“ Maaf karena telah meragukanmu,” bisik Zavian . Kedua lengannya memeluk semakin erat dan sekarang dia bisa melepaskan napas lega.” Aku hanya terlalu khawatir mengingat selama ini Mama selalu bicara padamu di saat aku sedang tidak ada.” 


Nayara tertawa sekilas . Jemarinya mengusap rambut Zavian sebelum kedua lengannya melingkar di tengkuk pria itu.


” Jangan mengkhawatirkan hal itu, By.” 


Dulu, setiap kali Mama Widya datang ke rumah Zavian, maka dia akan selalu meminta Nayara untuk membujuk suaminya agar kembali memegang perusahaan Rayyansyah. Tapi Nayara tidak pernah menyampaikan hal itu kepada Zavian. 


Nayara tahu jika Zavian hanya dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan setiap permasalahan di perusahaan Rayyansyah. Nayara juga tahu bagaimana perasaan suaminya saat harus berhadapan dengan Fabian atau Mama Widya. Oleh karena itu, Nayara memilih untuk bersikap netral agar keadaan tidak semakin memburuk. 


Dia tidak pernah menceritakan bagaimana usaha Mama Widya dalam memintanya  membujuk Zavian  dan dia juga tidak memberitahu Mama Widya tentang apa yang dikeluhkan Zavian selama ini. Bahkan Mama WIdya pernah mengancam dan memaksa Nayara agar mempengaruhi Zavian , tapi tetap tidak berhasil. 


Satu hal yang pasti, Nayara akan tetap memilih untuk bersama Zavian apapun keadaannya. 


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2