
Mobil Fabian telah diparkirkan tepat di samping mobil Nayara. Sedangkan salah satu anggota tim menutupi CCTV yang mengarah ke parkiran dengan cara melemparkan cairan tinta hitam ke kamera.
Rencana gagasan Fabian terlihat mulus sekali. Kali ini Fabian yakin sekali bisa mendapatkan Nayara kembali.
Sementara itu Boris menahan agar lukanya tidak terus meneteskan darah. Tapi ketika menatap Nayara yang kini melewati pintu keluar tanpa membawa belanjaannya, Boris terkejut bukan main.
Perempuan lugu dan kampungan yang berperan sebagai ART itu menoleh ke belakang sambil menatapnya, lalu tanpa diduga, perempuan itu mengacungkan jari tengah disertai senyum penuh ejekan .
“ Bangssat !” umpat Boris yang terdengar kesal luar biasa sudah dipermainkan perempuan kampungan itu yang ia kira cupu ternyata suhu.
Umpatannya itu didengar oleh Fabian yang langsung bertanya tentang apa yang sedang terjadi.
“ Mereka keluar ! Cepat beraksi!” teriak Boris sambil berusaha mengejar Nayara. Tapi langkahnya tiba-tiba limbung karena troli seorang perempuan menabraknya dengan keras dan beberapa barang belanjaan berhamburan di lantai .
Boris lagi-lagi mengumpat kasar , tanpa peduli dirinya sedang menjadi sorotan para pengunjung swalayan.
“ Mas ! hati-hati , dong !” bentak perempuan itu sambil melototkan matanya dengan marah.
“ Sudah tua masih aja lari-lari kayak bocah !”
“ Diem lu !Gue lagi sibuk !” sentak Boris.
“ Tanggung jawablah, woiii ! Jadi berantakan gini kan .” gerutu perempuan itu sambil menunduk memunguti barang belanjaannya yang berhamburan di lantai.
“ Ogah !” balas Boris tanpa mau membantu membereskan kekacauan yang diperbuatnya. Dia kembali berlari menuju pintu keluar sambil terus mengumpat.
Sedangkan di pintu keluar, Evy membuka cardigan biru yang dikenakan Nayara dengan sekali tarikan dan menangkupkan jaket denim miliknya menutupi tubuh Nayara. Evy juga mengambil topi hitam dari tasnya dan segera memasangkan agar separuh wajah istri majikannya itu tertutupi.
Mereka berlalu begitu saja dan lolos dari pantauan Fabian dan anak buahnya. Kemudian Nayara segera digiring menuju sebuah taksi yang telah terparkir tidak jauh dari sana. Taksi langsung bergerak meninggalkan swalayan ternama itu membawa Nayara dan Evy .
“ Shitt ! Kemana mereka pergi ?” tanya Boris sambil memindai keadaan sekitarnya .
Fabian yang tahu bahwa sedang terjadi kekacauan dalam rencananya langsung keluar dari mobil. Dia berlari menuju Boris yang tampak panik sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
“ Mana dia ?” tanya Fabian tidak sabar. “ Mana wanitaku ?”
“ Mereka keluar dari pintu ini. Seharusnya mereka langsung menuju mobil !” seru Boris.
“ Mobilnya masih di sana, belum ada yang mendekat atau naik.” balas Fabian dengan wajah kesal.
__ADS_1
“ Kalian gak melihat mereka keluar?” tanya Boris pada dua rekannya yang lain.
Sedangkan kedua laki-laki itu tampak bingung karena tidak menemukan wanita yang dimaksud keluar dari pintu utama swalayan.
“ Kami tidak melihat wanita yang mengenakan cardigan biru, Bos.” jawab salah satu dari mereka.
“ Ah , masa sih ! jelas-jelas mereka berdua keluar dari pintu ini !” ujar Boris mulai ikut kesal.
“ Serius , Bos. Kami gak lihat.” ujar salah satu rekannya yang lain sambil menggeleng.
“ Udah pada buta lo pada !” bentak Boris kesal. Dia menatap ke arah Fabian yang sedang menggertakan rahangnya.
“ Cari mereka sampai ketemu !” perintah Fabian dengan tegas. “ Saya yakin Nayara masih ada di sekitar sini. Dia hanya sedang bersembunyi di suatu tempat.”
Ketiga laki-laki itu langsung berpencar mencari keberadaan Nayara. Mereka juga tidak percaya bahwa Nayara bisa kabur dari incaran mereka. Tapi setelah satu jam lamanya mencari dan mengawasi setiap sudut swalayan, Nayara tidak kunjung ditemukan.
Kemudian Boris masuk ke dalam mobil dan duduk bersebelahan dengan Fabian. Dia telah melupakan luka di lengannya karena pikirannya terfokus ke arah Nayara yang berhasil meloloskan diri dengan begitu lihai.
Laki-laki itu hampir tidak percaya dengan apa yang sedang dihadapinya saat ini. Dia tidak menyangka bahwa misi yang terlihat mudah ternyata mengalami kegagalan telak.
“ Ternyata ART yang seperti orang udik dan kampungan itu bukan orang sembarangan. “ujar Boris. Dia membuka jaket dan mengambil sapu tangan untuk membalut lukanya. “ Siaal ! Dalam juga lukanya.”
“ Sudah jelas .” sahut Boris. “ Perempuan itu yang melukaiku seperti ini. Dia benar-benar meremehkan dan memberi penghinaan untukku. Sepertinya dia belum tahu siapa aku.”
Teringat lagi oleh Boris saat perempuan udik yang ada di belakang Nayara itu berjalan begitu mepet padanya. Seolah-olah tidak ada lagi ruang di sisi lain. Lalu ada rasa dingin yang hinggap di lengannya tanpa dia sadari. Ternyata perempuan itu sengaja mepet padanya untuk meninggalkan jejak penuh ancaman.
Boris menatap jaket kulitnya yang tersobek dengan miris. Hanya seseorang profesional dan terlatih yang sanggup menggores jaket kulit hingga menembus dagingnya.
“ Bodyguard istri adikmu lumayan juga, Bos. Hebat sekali dia mengelabuiku.” ujar Boris dengan geram.
“ Sialaan ! Sialaan !” rutuk Fabian dengan amarah yang menggelegak. “ Zavian Siallan!”
Sekarang Fabian harus mengakui bahwa dia tidak pernah memahami adiknya dengan baik. Sejak dulu Zavian selalu sukses membuatnya terkejut dengan sikap penuh misterinya.
“ Singkirkan perempuan sialaan itu!” titah Fabian sambil menatap Boris. “ Jangan sampai kamu gagal hanya dalam menyingkirkan satu perempuan saja. Jika itu terjadi, Kau harus malu pada dirimu sendiri.”
“ Dengan senang hati, Bos.” jawab Boris sambil melebarkan senyuman mengerikan.
“ Sebelum dia kuhabisi, maka aku akan memutuskan jari-jarinya terlebih dahulu.”
__ADS_1
Bayangan Evy yang tersenyum mengejek sambil mengacungkan jari tengah benar-benar membuat harga diri Boris tersinggung. Belum pernah ada yang menghinanya dengan cara serendah itu.
Sementara itu Nayara cukup kaget saat Evy mengatakan bahwa ada seseorang yang sedang berusaha mencelakainya. Itulah kenapa dia dengan mudah menurut saat aksi belanjanya terpaksa dihentikan dan dia dibawa ke mobil lain.
Nayara lebih kaget lagi waktu tahu ternyata Zavian yang menjemputnya dengan menggunakan taksi. Mereka duduk di kursi penumpang sedangkan Evy duduk di samping pengemudi.
“ Kamu baik-baik saja, sayang ?” tanya Zavian sambil merangkul istrinya.
“ Aku masih bingung kenapa kayak gini, By ? Jujur aja aku kaget.” ucap Nayara. Dia bisa merasakan hawa mencekam saat Evy menggiringnya keluar dari swalayan dengan terburu-buru.
“ Biar kamu percaya bahwa memang ada orang yang hendak mencelakaimu dan ingin merebutmu dariku.” jelas Zavian.
“ Memangnya siapa yang hendak merebutku darimu?” tanya Nayara dengan penasaran.
“ Fabian.” jawab Zavian dengan tegas .
“ Kamu tahu darimana, By, Kalau Fabian ingin mencelakaiku? Padahal Kamu kan lagi di kantor.” tanya Nayara lagi yang masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“ Ada yang ngasih tahu, makanya aku cepat nyusulin kamu ke sini.” jawab Zavian.
Nayara menatap Evy yang duduk di kursi depan dengan curiga. Soalnya Nayara hanya memberitahu Zavian bahwa dia ingin pergi belanja bulanan bersama Evy. Tapi tidak menjelaskan ingin menuju swalayan mana.
“ Nanti kujelaskan di rumah.” ujar Zavian sambil mengelus paha istrinya . Dia bisa membaca gelagat gelisah dari Nayara.
“ Sekarang aku lega kamu gak kenapa-napa.”
“ Terus mobilku gimana?”tanya Nayara sambil menatap Zavian.
“ Gampang , nanti biar aku yang menjemput mobilmu.” ucap Zavian menenangkan istrinya.
Nayara tak pernah berpikir bahwa kejadian malam itu akan berlanjut, ternyata Fabian tak main-main dengan ucapannya yang ingin merebut dirinya dari Zavian.
Nayara mendessahkan napas pelan. Dia juga tidak menyangka jika berurusan dengan Fabian akan membuat segalanya menjadi serumit ini. Padahal awalnya Nayara hanya berniat ingin membuat Fabian kepanasan melihatnya menikah dengan pria lain. Tapi ternyata perceraian mereka masih menyisakan banyak hal yang belum selesai.
Sesampainya di rumah, barulah Zavian menjelaskan bahwa sebenarnya Evy adalah sosok yang dibayarnya untuk melindungi Nayara. Tapi Evy juga merangkap sebagai asisten rumah tangga agar penyamarannya terkesan alami. Dengan begitu, Fabian tidak akan menyangka bahwa Zavian juga berusaha melindungi istrinya.
.
...****************...
__ADS_1
maafkan aku yg up akhir² ini cm satu bab.. aku lagi ngegarap novel baru juga guys.. tapi aku usahakan bs up novel ini dan wedding agreement lebih byk lagi .. dukung terus ya guys.. Saranghae 🫶🫰