
Fabian menatap Sarah dengan lekat. Dia tidak merasakan debaran cinta seperti pertama mengenal Sarah. Segala hasrat untuk hidup bersama dan mengukir mimpi bersama wanita itu telah hilang begitu saja. Mungkin karena Fabian hanya terbuai dengan godaan sesaat ketika mengenal Sarah dulu. Fabian kecewa saat tahu bahwa ternyata Sarah tidak sanggup membuatnya terpesona dalam jangka waktu lama. Sangat berbeda dengan Nayara yang terus menerus mengisi benaknya meski mereka telah terpisah oleh perceraian.
Sekarang Fabian justru merasa menyesal telah melepaskan Nayara dan merasa muak hanya dengan menatap wajah Sarah. Saat ini yang diinginkannya malah Nayara, mantan istri yang telah menikah dengan adiknya sendiri.
“ Sarah masih tidur, Bian?” tanya mama Widya ketika mendapati anaknya makan sendirian tanpa ditemani oleh istrinya.
“ Iya, Ma.” jawab Fabian pelan.
“ Perasaan dari kemarin Sarah tidur terus,deh. Emang sih , orang hamil itu gampang capek, tapi kok Sarah ini agak aneh, ya.” ujar mama Widya.
“ Aneh gimana , Ma ?” tanya Fabian dengan perasaan was-was.
“ Tidurnya lama banget gak bangun-bangun. Dia gak minum obat tidur ,kan ?” tanya mama Widya yang sedikit curiga dengan keadaan Sarah .
Wajah Fabian mendadak tegang . “ Ya, nggak lah Ma. Gak mungkin.”
“ Semoga aja gak gitu, ya. Soalnya bahaya banget kalau Sarah berani minum obat tidur waktu hamil, bisa berpengaruh terhadap kandungannya.” jelas mama Widya.
“ Oh, iya . Bahaya banget mengkonsumsi obat tidur.” gumam Fabian menutupi rasa gugupnya.
Pada kenyataannya, Fabian memang membubuhkan obat tidur berbentuk liquid ke dalam minuman Sarah. Dia pusing menanggapi wanita cerewet seperti Sarah yang selalu bertanya tentang segala hal. Jadi, Fabian memilih membuat wanita itu diam dengan caranya sendiri.
Mama Widya meminum jus sehat yang ada di gelasnya sambil menatap wajah Fabian yang masih lebam kebiruan. “ Kamu kapan masuk kerja ?”
“ Gak tahu , nunggu luka di wajahku sampai beneran sembuh.” jawab Fabian. “ Aku malu kalau tampil dengan wajah seperti ini di hadapan publik.”
“ Lalu tanggung jawabmu terhadap proyek yang sudah kamu mulai gimana ?”
“ Ada Vian yang akan menyelesaikan semua.” ucap Fabian tanpa merasa bersalah sama sekali.
“ Masa melempar tanggung jawab pada Zavian, sih.” protes mama Widya yang jelas keberatan Fabian selalu melimpahkan tugasnya pada Zavian.
“ Vian sudah biasa menyelesaikan pekerjaanku, kok Ma. Sepertinya dia memang dilahirkan untuk menjadi orang yang bertugas memakan sisa dariku.” ucap Fabian dengan angkuh.
Mama Widya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak mau mendebat Fabian dan menimbulkan kekacauan yang lain. Sementara itu Fabian segera menyelesaikan makan dengan cepat dan kembali ke kamarnya. Ada sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya yang sukses membuatnya tersenyum .
Fabian telah menyewa beberapa orang dari sebuah organisasi gelap untuk melancarkan niat liciknya. Saat ini orang suruhan Fabian telah mengikuti Zavian sejak dari kantor dan memberitahunya tentang keberadaan Zavian.
Ternyata Zavian membawa Nayara menginap di salah satu hotel bintang lima. Sebuah kenyataan yang membuat Fabian tertawa bahagia karena dia bisa melancarkan aksinya untuk merebut Nayara dengan mudah.
__ADS_1
“ Tunggu aku di situ, sayang.” gumam Fabian penuh ambisi.
‘ Kalau mau bergerak jangan sekarang, Bos. Soalnya Zavian sedang dalam posisi waspada banget.’ jelas seorang pria melalui sambungan telepon.
‘ oh, gitu ya…” gumam Fabian sambil mengangguk- anggukan kepalanya. Dia menempelkan ponsel ke telinga dan mendengar penjelasan dari orang suruhannya dengan cermat.
‘ Zavian minta status incognito guest kepada pihak hotel, dia melarang petugas pria mengantarkan room service, bahkan body mobilnya juga ditutupi dengan cover car,’ jelas pria yang bernama Boris itu dengan detail.
‘ Wah, dia benar-benar melindungi diri dengan ketat rupanya.’ kata Fabian dengan sinis.
‘ Istrinya juga gak pernah keluar dari kamar hotel sendirian.’ jelas Boris lagi.
‘ Hei, aku tidak suka wanita milikku disebut sebagai istri Zavian. Sebut dia dengan panggilan Nyonya Nayara !’ bentak Fabian kesal .
‘ Maaf bos. Iya Nyonya Nayara sepertinya tidak diizinkan keluar sendirian. Jadi, jika ingin menculik wanita itu saya sarankan supaya Bos sabar dulu. Tunggu sampai Zavian lengah dan merasa situasi sudah aman.’ saran Boris.
‘ Benar juga ya.’ sahut Fabian sambil mengangguk kecil. ‘ Kabari aku pergerakan mereka dengan detail. Jangan sampai ada yang terlewatkan sedikitpun. Aku tidak mau kehilangan jejak wanitaku lagi.”
‘ Siap bos !’ sahut Boris dengan suara tegas dan sigap.
Fabian segera mematikan sambungan ponsel dan merenungi rencana yang akan dilakukannya selanjutnya. Dia membenarkan ucapan Boris barusan yang mengatakan bahwa terlalu terburu-buru jika ingin meraih Nayara sekarang. Karena Zavian pasti akan mengantisipasi setiap gerakan yang dia rasa akan mengancam Nayara.
“ Sepertinya aku harus bermain drama terlebih dahulu agar Zavian merasa keberadaanku tidak mengancamnya lagi.” gumam Fabian. Dia mengetuk- ngetukkan ujung jari ke permukaan meja. “ Dengan begitu, adikku yang polos tapi brengssek itu bisa melonggarkan pengawasannya terhadap Nayara.”
“ Seharusnya dulu aku juga sekeras ini dalam mempertahankanmu, Nay. Seharusnya aku tidak terpedaya oleh Sarah dan melepaskanmu dengan mudah. “ ucap Fabian bermonolog.
“ Aku menyesal . Tapi tenang saja akan kulakukan segala cara agar kamu kembali jadi milikku.”
Fabian sadar sejak dulu Zavian memang sudah menaruh hati pada Nayara begitupun sebaliknya. Tapi saat itu takdir seolah berpihak padanya Nayara malah dijodohkan dengannya tanpa perlu ia bersusah payah mengambil hati wanita itu. Ia tak perlu bersaing dengan Zavian karena dirinya tau bahwa dialah pemenangnya.
Sayangnya setelah Nayara menyerahkan hati dan cintanya pada Fabian, setelah setahun mereka menikah Fabian justru dilanda rasa bosan. Dia mencari wanita lain untuk menjadi pelampiasannya. Lalu kehadiran Sarah yang saat itu menjadi sekretarisnya menjadi titik awal rusaknya rumah tangganya bersama Nayara.
Kemudian segalanya menjadi kacau. Fabian melepaskan Nayara dengan mudah meski separuh hatinya belum rela. Lebih menyakitkan lagi ketika Zavian seolah mencari kesempatan dalam kisruh rumah tangganya dan Nayara.
Kini , Fabian ingin memperbaiki semuanya.
“ Kamu harus kembali padaku , Nay. Karena hanya aku yang berhak memilikimu.” kalimat itu terus diulang-ulang oleh Fabian setiap hari.
Keesokan harinya, Fabian mendapat kabar bahwa Zavian telah check out dari hotel dan membawa Nayara ke sebuah rumah yang berada di kawasan elit. Bahkan Boris harus menyamar sebagai ojek online yang berpura-pura mengantarkan makanan supaya ia bisa masuk dalam perumahan itu.
__ADS_1
“ Alamat rumah barunya sudah saya kirimkan bos. Mereka pindah kemari hari ini.” ujar Boris saat menghubungi Fabian.
“ Good job.” puji Fabian puas dengan hasil kerja Boris. “ Sekarang pelajari sistem kunci setiap pintu rumahnya!”
“ Siap bos!” Sahut Boris dari seberang telpon.
Fabian tertawa girang, dibukanya salah satu foto Nayara yang ada di galeri ponselnya dan diciumnya potret itu. Setelah itu didekapnya ponsel itu ke dada, seolah-olah sedang mendekap sosok Nayara yang kini sedang diperjuangkannya.
“ Sebentar lagi, baby… sebentar lagi.” gumam Fabian sambil memejamkan mata. Kamu akan kembali jadi milikku.
“ Mas, mau ngapain sebentar lagi?” sebuah suara dari arah belakang mengejutkan Fabian hingga ponselnya nyaris jatuh.
“ Ah, sial!” rutuk Fabian sembari menjauh dari Sarah. “ Kamu ngapain sih? bikin kaget aja !”
“ Sikap mas aneh banget deh.” celetuk Sarah dengan mata yang bolak-balik menatap wajah Fabian dan juga ponselnya. “ Ada apa mas ?”
“ Bukan urusanmu !” bentak Fabian dengan ketus. “ Jangan suka ikut campur masalah orang lain !”
“ Mas, aku ini istrimu. Apa aku tidak berhak tahu apa yang sedang kamu kerjakan ? kenapa mas gak pernah melibatkanku dalam setiap keputusanmu ?” tanya Sarah dengan mata berkaca-kaca.
“ Gak usah sok merasa penting kamu.” balas Fabian semakin tajam dan ketus.
“ Memangnya kamu pikir dirimu siapa, hah ?”
“ Aku istrimu !” sentak Sarah dengan kesedihan yang mulai luruh dari matanya.
“ Ya… ya. Kamu memang istriku. Tapi jangan pikir kamu bisa ikut campur dalam urusanku !” seru Fabian setelah berkata begitu, dia berjalan meninggalkan Sarah sendirian.
Sarah yang merasa bahwa suaminya sedang menyembunyikan sebuah rahasia menjadi sangat penasaran. Dia ingin tahu tentang penyebab luka di wajah Fabian. Apalagi sejak beberapa hari belakangan ini dia tidak melihat keberadaan Nayara dan Zavian di rumah ini.
Sarah ingin bertanya pada mama Widya tapi wanita itu selalu tidak punya waktu untuk bicara dengannya.
Sebenarnya Sarah cukup senang atas ketidakhadiran Nayara dirumah ini. Tapi sikap Fabian yang berubah drastis membuatnya menerka -nerka bahwa suaminya mungkin terlibat kisruh dengan adiknya.
“ Ada apa sebenarnya ini?” tanya Sarah dalam hati.
Karena tidak ingin terus terjebak dalam rasa penasaran, Sarah memberanikan diri untuk menemui Mama Widya untuk bertanya tentang apa yang terjadi . Sarah bertanya kepada pelayan dan diberitahu bahwa mama Widya sedang berada di rumah kaca untuk merawat anggrek -anggreknya.
“ Ma…….”
__ADS_1
.
...****************...