Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Kembali


__ADS_3

Kedua orang tuanya juga awalnya menentang ide Zavian untuk menikahi Nayara, hingga Akhirnya mereka pasrah dan membiarkan keduanya membuat keputusan bersama .


“ Nay akan kembali ke rumah ini.” ujar papa Adrian saat mereka sedang berkumpul bersama untuk makan malam hingga  membuat Sarah nyaris memuntahkan makanannya melalui hidung. Wajahnya memerah dengan mata melotot ngeri.


Sedangkan Fabian yang duduk di sampingnya tidak terlalu terkejut mendengar keputusan itu. Dia yakin bahwa papanya tidak akan melepaskan Nayara begitu saja. Karena papanya pernah berkata bahwa Nayara akan tetap menjadi bagian keluarga Rayyansyah, apapun yang terjadi.


“ Kenapa memasang wajah seperti itu?” tanya mama Widya sambil mengernyitkan kening menatap Sarah.” Kamu kaget mendengar keputusan papa?” 


“ Jelas kaget,Ma. Ngapain juga Nayara harus kembali ke rumah ini.” celetuk Sarah yang merasa posisinya akan kembali terancam dengan hadirnya Nayara. 


“ Asal kamu tahu ya Sarah. Walaupun pernikahan Nayara dan Fabian berakhir, tapi Nayara akan tetap menjadi bagian dari keluarga Rayyansyah. Sejak dulu dia sudah kami anggap sebagai anak sendiri.” jelas mama Widya.


“ Oh, begitu.” sahut Sarah. Dia menatap Fabian yang memasang wajah datar, seolah sudah mengetahui bahwa semua ini akan terjadi.” Jadi ini juga yang membuat mama dan mas Bian melarangku menempati kamar Nayara. Karena dia akan kembali kesini , ya ?”


“ Iya.” jawab mama Widya sambil mengulas senyum lebar.” Syukurlah kamu bisa paham.” 


“ Kalau Nayara  kembali ke rumah ini ,apa mama tidak khawatir kalau nanti dia menjadi orang ketiga di dalam pernikahan kami?” tanya Sarah lagi. Dia tidak lagi melanjutkan makan malamnya karena telah kehilangan selera .


“ Orang ketiga itu kamu, Sarah.” celetuk Mama Widya sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat menantunya itu.” Kamu yang menyebabkan perpisahan antara Fabian dan Nayara.” 


“ Tapi…….”


“ Kamu tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah ini, Sarah. Nayara akan kembali ke sini karena di rumah ini adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki. “ timpal Papa Adrian.


“ Ya. ini adalah keputusan kami yang tidak bisa diganggu oleh siapapun!” tegas mama Widya .” Jadi kamu suka atau tidak, kami gak peduli. Nayara sejak awal sudah ada di rumah ini dan dia akan kembali mengisi posisinya.” 

__ADS_1


Sarah terdiam cukup lama, Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menjadi orang pertama yang meninggalkan meja makan. Sarah berjalan sambil mengusap air matanya yang berjatuhan. 


Dia terluka mendengar kabar ini dan tidak bisa menerima kenyataan dengan lapang dada.


“Mas senang mendengar semua ini, iya?” Sarah bertanya pada suaminya saat Fabian masuk ke dalam kamar . “ Merasa ada harapan untuk kembali pada Nayara karena orang tuamu memintanya untuk tinggal di sini, begitu kan?” cecar Sarah yang masih berdiri berhadapan dengan sang suami. 


Fabian langsung membuang napas kasar mendengarkan ocehan istrinya.” Kamu kenapa sih?” tanya Fabian dengan raut wajah kesal .” Gak ada gunanya juga kamu menentang Nayara untuk kembali kerumah ini. Karena sejak awal tempatnya memang di sini.”


“ Oh, jadi kamu juga ikut membela mantan istrimu itu ?” tanya Sarah dengan mata yang sudah mengembun siap untuk menumpahkan air matanya.


“ Memang itu kenyataannya. Ku Ingatkan lagi kalau kamu lupa, Nayara sudah jadi bagian dari keluarga ini jauh sebelum kami menikah. Sedangkan kamu, orang asing yang baru beberapa bulan masuk ke sini. Bisa-bisanya menentang keputusan papa. Berani sekali kamu.” cibir Fabian dengan tatapan mengejek. 


“ Aku gak terima jika nanti dia menggodamu!” pekik Sarah yang air matanya mulai tumpah tanpa bisa ia tahan. 


Fabian hanya mendengus samar, dia tidak menanggapi tangisan Sarah yang mencemaskan hubungan mereka. Fabian harus mengakui bahwa dia jelas menyetujui kembalinya Nayara ke rumah ini. 


Keesokan harinya , Nayara benar-benar kembali. Wanita itu melangkah dengan anggun memasuki ruang utama kediaman Rayyansyah. Wajahnya cerah dengan pulasan makeup tipis, senyumnya lebar hingga menampilkan deretan giginya yang rapi. Dia mengenakan Sheath dress berwarna biru muda yang membuatnya tampak anggun.


Tidak ada jejak kesedihan di wajah Nayara setelah melewati perceraian dengan Fabian. Tidak ada raut dendam melihat keberadaan Sarah yang kini tampak angkuh sebagai satu-satunya istri Fabian Rayyansyah. 


Wanita itu tampak baik-baik saja dengan seluruh kecantikan dan pesonanya yang semakin bersinar. Sarah menatap Nayara dengan sinis, sedangkan Fabian menyorot penuh damba. Terlihat jelas bahwa mantan suaminya itu masih sangat menginginkan Nayara agar kembali menjadi miliknya. 


“ Selamat datang di rumah, sayang.” ucap Mama Widya sambil memeluk Nayara.


“ Terima kasih, Ma.” balas Nayara yang juga membalas pelukan mantan mertuanya yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.

__ADS_1


Nayara di giring untuk duduk dan bergabung di sofa ruang tengah. Dia duduk di samping mama Widya dengan begitu anggun. 


“ Tidak boleh ada yang melewatkan makan malam karena papa akan mengumumkan kabar penting.” pesan mama Widya mengingatkan. 


“ Kabar penting apa ? Tentang Nayara yang kembali ke rumah ini?” tanya Sarah dengan sinis .” Itu bukan kabar penting sih.” Ada rasa kesal dan iri dalam hati wanita itu melihat Nayara yang begitu dekat dengan mertuanya, terlebih semua orang di rumah ini sangat menyayangi Nayara. Sangat sulit untuk Sarah menggantikan posisi Nayara . 


“ Fabian , bilang pada istrimu supaya jangan merusak suasana. Dia harus mengikuti kebiasaan yang terjadi di rumah ini.” ucap Mama Widya memberi peringatan. Ia benar- benar muak dengan Sarah yang selalu saja berbicara seenaknya, bisa-bisanya sang putra selingkuh dengan wanita seperti itu, pikir mama Widya.


Wanita paruh baya itu selalu kesal tiap kali mengingat kebodohan anaknya yang melepaskan berlian hanya demi batu kerikil. Ia tahu sejenis apa wanita model Sarah begitu yang sudah pasti hanya menginginkan harta Fabian. Seandainya Sarah tidak hamil mungkin Mama Wid akan menendangnya ke jalanan .


Fabian berdecak melihat sikap Sarah yang di luar batas. Sedangkan Sarah tampak tersinggung mendengar ucapan mama Widya. Dia mendecih sinis seraya memutar bola matanya jengkel.


“ Kalian harus mendengar keputusan papa malam nanti.” ujar mama Widya kemudian.


“ Hm,iya.” ujar Fabian.


Nayara sama sekali tidak mempedulikan bagaimana raut wajah Fabian dan Sarah saat menatapnya. Dia bersikap tenang dan tidak terpengaruh oleh ucapan Sarah yang terlontar dengan sinis terhadapnya .


“ Sepertinya Zavian masih banyak pekerjaan makanya belum pulang. Semoga saja dia tidak telat untuk bergabung makan malam bersama kita.” 


Nayara mengangguk pelan . Tadi Zavian sudah memberitahu bahwa dirinya sudah selesai menemui klien untuk membahas project akhir tahun. Dan sekarang Zavian sedang dalam perjalanan pulang. Pria itu pasti tidak akan melewatkan kesempatan saat papa Adrian membuat pengumuman mengejutkan. 


.


...****************...

__ADS_1


udah tiga bab ya hari ini, mohon dukungannya, subscribe, like and komen.. jangan lupa hadiah nya.. saranghae 🫰🫶


__ADS_2