
“ By, masih sibuk ya?” Nayara berdiri di ambang pintu ruang kerja Zavian.
Jam sudah menunjukkan pukul satu malam dan Zavian masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Wajah laki-laki itu terlihat lelah tapi terus dipaksakan agar tetap terjaga.
“ Kemarilah sayang.” panggil Zavian seraya melambaikan tangan.
Nayara berjalan mendekat dan berdiri di depan meja kerja suaminya. Dia tidak mau mengikuti keinginan suaminya yang meminta agar dirinya duduk di pangkuannya. Karena tujuan kedatangannya adalah membawa suaminya ke kamar. “ Ayo tidur, By !”
“ Sebentar lagi sayang.” balas Zavian. Matanya menengadah dan menatap dengan sayu. “ Besok semuanya sudah harus selesai.”
“ Tapi wajahmu terlihat sangat lelah.” ucap Nayara.
“ Lelahku akan hilang kalau kamu duduk di sini.” rayu Zavian . Dia menepuk-nepuk pahanya dengan pelan.
Akhirnya Nayara mengitari meja kerja Zavian dan duduk di pangkuan suaminya. Zavian memeluk Nayara dengan erat dan menghirup aroma wangi tubuh istrinya dalam- dalam. Setelah itu Zavian mencium bibir Nayara dengan lumaatan liar namun terkendali. Kedua tangan Nayara melingkar di tengkuk suaminya dan dia menikmati ciuman itu.
Jubah satin berwarna merah dikenakan Nayara terasa licin saat Zavian mencoba mengeratkan pelukannya. Selain itu, dia juga bisa meraba lekuk tubuh istrinya dengan mudah.
“ Apa di dalamnya kamu juga memakai dalaman warna merah?” tanya Zavian sambil menatap lekat wajah istrinya.
“ Hem.” jawab Nay hanya dengan gumaman .
Zavian menjauhkan wajahnya sejenak dan membuka simpul jubah itu dengan mudah. Saat kain itu disibaknya, terlihat lingerie berwarna merah membungkus dada Nayara.
“ Wow…” seru Zavian dengan mata berbinar penuh hasrat. Lalu diremassnya sebelah bukit kenyal Nayara dengan gemas. Sebelum Zavian bergerak lebih jauh, Nayara menahan dada pria itu dan turun dari pangkuannya. Nayara menurunkan jubah satinnya hingga ke siku dan berdiri dengan gaya sensual di hadapan Zavian.
“ Mau ini?” tanya Nay sambil meremass dadanya sendiri hingga bongkahan menggoda itu tampak hampir tersembul dari penampungnya.
“ Mau sayang.” jawab Zavian dengan suara serak menahan gairahnya. Tidak ada lagi mata sayu menahan kantuk karena sekarang matanya menatap Nayara dengan begitu lekat.
“ Ikuti aku.” perintah Nayara. Dia berbalik dan berjalan menuju kamar tidur yang tepat berada di depan ruang kerja suaminya.
__ADS_1
Zavian tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena sebelumnya Nayara tidak bisa melayaninya karena memikirkan usia kandungannya yang masih terlalu muda. Tapi sekarang Nayara sendiri yang menginginkan dirinya.
Nay sudah melepaskan jubah satin itu dan duduk di pinggir kasur sambil menunggu kedatangan suaminya . Senyum Nayara terbit ketika Zavian menyusul tidak berapa lama setelah itu.
“ Kamu capek kan, By?” tanya Nayara .
“ Mmm, capek sih. Tapi aku masih sanggup untuk……”
Ucapan Zavian terhenti saat Nayara mencium bibirnya dengan cepat. Ciuman wanita itu terasa lembut dan memabukkan. Zavian mengeraang pelan sambil memperdalam ciuman mereka. Setelah puas menikmati bibir masing-masing, Nayara kemudian membuka baju Zavian dan mengelus dada bidang suaminya.
“ Aku yang gerak ya, By.” ucap Nay meminta persetujuan suaminya.
“ Ooohh…oke sayang.” jawab Zavian sambil memejamkan matanya karena jemari Nayara dengan nakal meremass sesuatu di balik celananya yang terasa menggembung.
Bibir Nay menciumi dada Zavian dengan kecupan-kecupan kecil, setelah itu menjalar ke perut dengan jilatan lidahnya yang hangat dan basah. Zavian melenguhh tanpa bisa menahan rasa geli yang memberinya kenikmatan. Dadanya berdebar kencang saat Nayara menurunkan celananya dan langsung menggenggam juniornya. Jemari lentik itu memijat dan meremass pelan benda keras dan berurat itu dengan gerakan naik turun.
“ Oohh… sayang…” Zavian mengeraang nikmat dengan apa yang dilakukan istrinya. Nayara menyentuh titik terlemah di tubuhnya dengan gerakan yang memabukkan.
Zavian mengangguk karena penasaran apa yang akan dilakukan oleh istrinya . Kemudian dia duduk di pinggiran ranjang sementara Nayara berjongkok di antara kedua paha suaminya. Zavian meraih rambut Nayara yang berjatuhan di sisi wajah wanita itu agar tidak mengganggu pemandangannya.
Untuk menghibur suaminya yang selalu bekerja keras hingga tak kenal waktu, Nay ingin memberikan sebuah kesenangan yang bisa membuat Zavian lupa akan rasa lelahnya. Walaupun hanya sebentar, tapi setidaknya Nayara berusaha membuat Zavian merasa begitu beruntung.
Zavian terkesiap saat merasakan jilatan hangat di sepanjang junior miliknya. Dan selanjutnya , Zavian menengadah sambil memejamkan mata saat kulumaan hangat menyelimuti titik terlemah di tubuhnya.
Erangan Zavian terdengar semakin putus asa saat lidah Nayara bermain di sana, menyapu dan menggelitik penuh godaan. Setelah itu kembali menguluum dengan hissapan kuat, melepaskan secara tiba-tiba dan berulang hingga terasa menggelitik lagi. Nayara menggodanya dengan begitu lihai hingga Zavian merasa hampir gila .
“ Aahhh, Nay…” Zavian mengetatkan rahangnya, lalu menggenggam rambut wanita itu. “ Aku tidak bisa melanjutkan ini, Tolong berhenti.”
Zavian meraih wajah Nayara dan mencium bibir wanita itu sejenak . Lalu diangkatnya tubuh Nayara hingga duduk tepat di atasnya. Zavian merebahkan tubuhnya di kasur dan pasrah ketika Nayara mulai melakukan penyatuan.
“ Cantik sekali.” puji Zavian sambil meremass dada yang membusung itu.
__ADS_1
Nayara sama sekali tidak melepaskan lingerie yang dipakainya dan itu membuat mata Zavian semakin dimanjakan. Zavian juga tidak mau melucuti istrinya habis-habisan karena dia suka melihat pemandangan ini. Zavian hanya menurunkan tali lingerie itu hingga melorot di bahu Nayara, lalu sebelah bukit kenyal itu dikeluarkan.
Tangannya tidak berhenti meremass bukit kenyal yang membusung itu. Menggoda puncak kecil yang sudah mengeras itu . Lalu menikmati pemandangan terbaik dimana istrinya dalam keadaan berantakan tapi tampak sangat seksi.
“ Hati-hati bumil.” ucap Zavian memperingatkan istrinya yang kini sibuk mengejar kenikmatan dengan meliukkan pinggulnya.
Nayara tertawa, membungkuk sebentar untuk mencium bibir suaminya. lalu menjauh dan kembali bergerak. Zavian mengelus perut datar istrinya yang kini sedang mengandung buah cinta mereka berdua.
Ada rasa nikmat yang dihasilkan oleh gerakan Nayara, tapi dibalik itu Zavian juga merasakan kebahagiaan yang begitu besar.
Seperti biasa, Nayara akan mendapatkan puncaknya terlebih dahulu sebelum disusul oleh Zavian. Ada hentakkan kuat yang sewajarnya, membuat keduanya larut dalam kenikmatan yang begitu indah.
Mereka sama - sama terengah dan saling memeluk tapi belum melepaskan penyatuan, Zavian menciumi wajah Nayara sambil mengucapkan terima kasih atas permainan hebatnya barusan .
“ Gaun pesananmu sudah datang ?” tanya Zavian sambil mengelus punggung polos istrinya yang kini berada dalam dekapannya.
“ Sudah.” jawab Nayara dengan suara lemah. Dia hanya menjawab singkat karena pergumulan mereka membuatnya terasa lelah dan rasa kantuk mulai menyerangnya.
“ Aku tidak sabar ingin mengenalkanmu pada semua orang sebagai istriku.” lanjut Zavian kemudian.
Nayara tersenyum dengan mata terpejam dan merasa bahwa keberadaannya benar-benar berarti . Zavian terlihat begitu bangga memiliki dirinya dan tanpa malu berkata kepada semua orang bahwa Nayara adalah miliknya. Nayara bersyukur karena dia telah menemukan laki-laki yang tepat untuknya.
Paginya , saat Nayara bangun dia tidak mendapati Zavian di sisinya. Dia menyibak selimut lalu meraih jubah satin yang dikenakannya semalam dan memasang dengan asal-asalan. Setelah itu Nayara berjalan menuju ruang kerja Zavian dan menemukan laki-laki itu di sana.
“ Hai….” sapa Zavian sambil tersenyum lebar.
“ Aku bangun subuh tadi dan langsung melanjutkan pekerjaan. Sorry telah membuatmu merasa kehilangan .”
Nayara tertawa lebar. Dia berjalan mendekat dan mencium pria itu untuk menyampaikan bahwa dia telah jatuh cinta. Benar-benar sangat jatuh cinta.
.
__ADS_1
...****************...