Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Takut kehilangan


__ADS_3

“ Ma,” Sarah memanggil dengan suara lirih. Kakinya menapak batu andesit yang disusun rapi . “ Aku mau nanya, boleh ?” 


Mama Widya menoleh sesaat, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. “ Boleh.” 


“ Sebenarnya apa yang terjadi pada mas Bian ? Kenapa wajahnya babak belur begitu ?“ tanya Sarah. 


“ Dia berkelahi.” jawab Mama Widya cukup singkat. Wanita itu tidak menambahkan apa-apa lagi sehingga membuat Sarah semakin penasaran . 


“ Berkelahi dengan siapa ?” tanya Sarah lagi.


“ Aku pengen tahu, Ma.” 


Mama Widya meletakkan semprotan khusus perawatan anggreknya, lalu meraih kain lap bersih untuk mengusap ujung jarinya. “ Dia berkelahi dengan Zavian.” 


Sarah tersenyum kecut , dugaannya ternyata benar.” Pasti gara-gara Nayara.” 


“ Iya,” jawab Mama Widya dengan anggukan kecil .” Itulah kenapa Zavian membawa Nayara keluar dari rumah ini.” 


“ Astaga.” dessah Sarah dengan nada frustasi. “ Mas Bian sudah bercerai dengan Nayara dan dia punya aku sebagai satu-satunya istrinya. Tapi kenapa dia masih memperebutkan wanita itu ?” 


Sarah terdengar marah dan kecewa dalam satu waktu secara bersamaan . 


“ Sebagai perempuan yang berhasil menyalip ke tengah-tengah pernikahan Fabian dan Nayara, kamu pasti tahu bahwa perceraian mereka terjadi karenamu.” ujar mama Widya dengan lugas. Dia menatap Sarah yang saat ini sedang dikuasai oleh kemarahan . 


“ Nayara sudah jadi istri Zavian ! Seharusnya Mas Bian malu berebut satu wanita dengan adiknya sendiri.” tukas Sarah sedikit meninggi. 


“ Awalnya aku dan papa menyetujui pernikahan Zavian dan Nayara supaya Fabian bisa mencintaimu sebagai satu-satunya istrinya. Tapi ternyata Fabian tidak begitu menginginkanmu. Dia hanya terjebak dalam pesona sesaatmu saja. Bahkan hingga saat ini, Fabian belum selesai dengan perasaannya terhadap Nayara. “ Jelas mama WIdya lagi. 


Sarah menggelengkan kepala dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipinya. Dia tidak terima dengan kenyataan pahit ini. Dia tahu sejak awal dirinya salah karena menggoda Fabian terlebih dahulu. Tapi dia tidak akan menerima kekalahannya dengan begitu mudah . 


“ Aku tidak akan mengalah, Ma. Karena saat ini aku sedang mengandung anak mas Bian.” ujar Sarah. 


Setelah berkata begitu dia pergi meninggalkan rumah kaca sambil menangis . Hatinya benar-benar sakit. Selama ini dia berusaha keras menggantikan Nayara di hati Fabian. Bahkan Sarah selalu menghina dan menjelek-jelekkan Nayara yang menikah dengan Zavian agar suaminya ikut membenci wanita itu. Tapi ternyata usahanya tetap sia-sia.


Fabian masih saja mengejar Nayara dan mengabaikannya. Kali ini Sarah tidak akan tinggal diam. Dia akan berjuang demi posisinya di tengah-tengah keluarga Rayyansyah, juga demi anaknya kelak. 

__ADS_1


“ Sepertinya Nayara sialan itu harus kusingkirkan agar Mas Bian sadar bahwa hanya aku satu-satunya wanita yang pantas menjadi istrinya.” gumam Sarah dengan geram.


Dulu Sarah pernah bekerja pada seorang bos yang memiliki banyak koneksi jasa ilegal untuk melancarkan segala usahanya. Dan Sarah masih menyimpan kontak yang akan membantunya dalam melancarkan niat jahat. 


Teleponnya telah tersambung sejak beberapa menit yang lalu dan basa - basi sudah selesai terucap. Sekarang saatnya Sarah mengatakan apa tujuannya.


“ Aku ingin menghilangkan nyawa seseorang. Kira- kira berapa uang yang harus kuberikan pada kalian?” tanya Sarah. 


Sementara itu , Zavian dan Nayara sedang sibuk dengan kebahagiaan mereka menempati rumah baru. Nayara sangat antusias menata berbagai furniture dan pernak pernik yang akan mempercantik setiap sudut ruangan. Zavian membantu menyusun sofa dan meja di tengah ruangan. 


Setelah semua selesai, Nayara naik ke lantai dua dimana kamar utama berada. Nayara bilang kalau dia merasa gerah dan ingin mandi untuk menyegarkan badan. Zavian mengikuti langkah istrinya naik ke lantai dua tapi bukan ikut mandi atau menggoda istrinya. Zavian mengambil ponselnya dan menghubungi sebuah kontak .


Dari sekian banyak yang telah dilakukannya untuk mempertahankan Nayara , Zavian tidak akan melupakan satu hal penting. Yaitu memberi perlindungan untuk Nayara. 


“ Aku butuh seseorang yang ahli beladiri dan bisa menggunakan senjata jenis apapun untuk melindungi istriku. Gak masalah harus aku bayar berapapun, yang penting istriku aman.” ujar Zavian. 


Fabian , Sarah dan Zavian saling melancarkan strategi masing-masing. Ada yang sedang mengancam, ada juga yang sedang melindungi. Segalanya tidak akan pernah mudah bagi ketiganya. 


Berulang kali Zavian memeriksa keadaan di sekeliling rumah barunya demi memastikan bahwa ini adalah tempat yang paling aman untuk Nayara. Dia tidak mau ada satu hal pun yang terlewatkan. Segalanya harus sesuai dengan apa yang dia mau. 


Jujur saja , tragedi saat Fabian menerobos masuk ke dalam kamar dan mematikan lampu agar bisa melecehkan Nayara dijadikan pelajaran berharga oleh Zavian. Dia tidak ingin hal serupa terjadi lagi di kemudian hari. Itulah kenapa Zavian ketat sekali mengawasi setiap sudut rumahnya. 


“ Kamu udah seperti orang yang sedang menyimpan berlian satu karung aja, By.” seloroh Nayara saat Zavian meletakkan beberapa alat perlindungan diri sederhana seperti pisau lipat, semprotan merica dan alat kejut listrik di laci nakas paling bawah. “ Takut banget ada yang masuk ke sini sampai semuanya diawasi.” 


“ Kamu lebih berharga daripada berlian satu karung itu, sayang. Dan iya, aku memang takut ada yang menyusup masuk ke rumah ini dan menculikmu dariku. “ balas Zavian. 


“ Siapa sih, yang mau menculikku ? Ada-ada aja.” sahut Nayara. Dia hanya memandang dirinya sebagai wanita biasa yang tidak punya kecantikan luar biasa. Jadi akan sangat aneh rasanya kalau ada pria yang nekat ingin menculiknya. 


“ Seseorang yang menginginkanmu.” jawab Zavian. Dia menarik Nayara agar mendekat padanya. “ Entah siapapun itu . Pokoknya aku tidak mau kamu kenapa-napa, makanya kulakukan semua ini agar kamu merasa aman saat aku tidak ada .” 


Nayara mengelus rahang Zavian dan menatap pria itu dengan segenap rasa cinta yang dimilikinya. “ Terima kasih untuk seluruh usahamu menjagaku sampai seperti ini.” 


“ Kulakukan ini karena aku mencintaimu, Nay.” bisik Zavian. 


Tidak butuh waktu lama atau berbagai pertimbangan apapun untuk Zavian mendaratkan ciuman di bibir istrinya sendiri. Bibir Nayara yang lembut dan manis selalu menjadi titik awal untuknya menyampaikan segala kasih sayang dan hasratnya. Zavian sangat menggilai bibir Nayara dan semua yang dimilikinya . 

__ADS_1


Tangan Zavian memeluk pinggang Nayara dengan begitu erat hingga tubuh mereka merapat, seakan tidak boleh ada celah di antara keduanya. Setelah ciuman mereka terlepas, Zavian tanpa ragu menyuarakan isi hatinya. Dia berbicara dari jarak hanya beberapa senti dari wajah Nayara. 


“ Aku sangat mencintaimu, Nay. Aku sangat takut jika membayangkan kamu akan terenggut dari hidupku. Karena bersamamu aku merasa utuh dan terlengkapi. Aku juga telah meletakkan mimpi-mimpi masa depanku padamu. “ ucap Zavian lirih. Napasnya yang hangat menyapu wajah Nayara. 


“ Aku tahu.” sahut Nayara tak kalah pelan. “ Aku tahu kamu mencintaiku dan ingin hidup bersamaku selamanya. Aku tidak akan kemana-mana dan akan selalu bersamamu.” 


Tidak ada balasan atas ucapan cinta Zavian, tapi pria itu tetap mengulas senyum saat mendengar ucapan Nayara. Ucapan itu akan disimpannya di dalam hati dan dipegangya untuk selamanya. Zavian yakin bahwa Nayara tidak akan meninggalkannya. 


“ Kamu milikku.” bisik Zavian . Di saat seperti itu, Zavian terlihat begitu rapuh oleh perasaannya sendiri. Seolah-olah hanya Nayara yang dimilikinya di dunia ini. 


Nayara terenyuh hingga dadanya dipenuhi rasa sakit dan ngilu yang berdentam tak karuan . Semenjak keluar dari kediaman keluarga Rayyansyah, Zavian selalu diliputi rasa takut kehilangan yang teramat sangat. Segala gerak geriknya menunjukkan kegelisahan tak berujung. Semua yang dilakukannya semata karena ingin mempertahankan Nayara di sisinya. 


“ Bahkan Tuhan pun tahu kalau aku milikmu, By.” balas Nayara. Dia berharap bisa meringankan sedikit rasa takut suaminya dengan sebuah keyakinan yang dimilikinya.


“ Aku memang milikmu…” 


Zavian menatap dengan sorot mata yang sedikit lebih lega. Dipeluknya Nayara hingga wanita itu terbenam seutuhnya ke dalam dekapannya. Ini adalah pengalaman pertama Nayara saat dirinya merasa begitu dicintai dan dilindungi. Karena saat bersama Fabian dulu dia hanya mendapatkan rasa dingin dan sepi. 


“ Aku sudah menghubungi agen penyalur ART untuk membantumu di rumah, mungkin hari ini orangnya akan datang.” ujar Zavian memberitahu Nayara. 


“ By, aku belum butuh ART atau apalah itu . Aku masih bisa melakukan semuanya sendiri.” ucap Nayara. 


Zavian mengelus pipi istrinya dengan lembut. “ Rumah ini akan terasa sepi jika aku sedang pergi bekerja, Nay. Aku sengaja menyewa orang lain bukan cuma untuk membantumu membereskan rumah tapi juga sebagai teman ngobrol di saat aku gak ada.” 


“ Aku bisa menghubungi teman-temanku yang lain.” sahut Nayara. 


“ Sayangnya kamu tidak bisa selalu mengandalkan mereka karena mereka juga punya kehidupan masing-masing.” jelas Zavian. 


Lagipula, Zavian tidak akan rela jika Nayara kelelahan dalam mengurus rumah. Wanita itu telah terbiasa hidup sebagai anak pengusaha ternama dan berada dalam naungan kesejahteraan . 


Tanpa mau berdebat panjang, Nayara terpaksa menyetujui ide Zavian yang ingin menyewa pekerja agar Nayara tidak merasa sepi di rumah. 


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2