
“ Untuk sekarang, kita biarkan Nayara sendirian dulu. Dia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya.” Ujar mama Widya.
Selesai berdiskusi , mereka kemudian keluar dan duduk di ruang tengah . Tidak berapa lama , Nayara turun sambil menyeret koper . Wajahnya tampak menyisakan kesedihan mendalam atas apa yang baru saja terjadi padanya.
“ Kamu mau kemana, Nay ?” tanya mama Widya penasaran.
“ Izinkan aku pergi, Ma.” pinta Nayara penuh permohonan.
Mama Widya hanya bisa mengangguk kecil , lalu dipeluknya Nayara yang tampak berusaha tegar di antara kehancurannya. Tidak ada yang berusaha menghalangi niat Nayara untuk pergi karena itulah jalan satu-satunya. Nayara merasa lega karena mertuanya tidak memaksa untuk terus bertahan di dalam situasi tidak menyenangkan ini. Bahkan Adrian Rayyansyah menyuruh asistennya mengirim sejumlah uang ke rekening Nayara.
“ Kamu harus hidup dengan baik selama tinggal di luar sana.” Hanya itu pesan papa Adrian untuknya.
Setelah itu, Nayara benar-benar keluar dari rumah megah yang selama ini menjadi tempat berlindungnya. Dia meninggalkan segala kenangannya dengan Fabian yang lebih banyak menyisakan duka.
Sementara Sarah hanya dirawat selama dua hari di rumah sakit, setelah itu dia kembali pulang. Saat pulang ke rumah, dia nyaris bersorak kegirangan ketika mendapati kabar bahwa Nayara sudah benar-benar pergi.
“ Akhirnya aku jadi satu-satunya istri Mas Bian.” gumam Sarah dengan senang . Tidak lupa dia mengabari ibunya dan mengatakan bahwa saat ini dirinya sudah menjadi satu-satunya istri Fabian Rayyansyah.
‘ Bagus, Rah. Kamu memang harus cerdik biar posisimu di tengah-tengah keluarga Rayyansyah semakin kuat. Setelah ini buat mereka menghargaimu layaknya seorang nyonya.’ pesan sang ibu dari seberang telepon.
‘ Tenang saja, Bu. Aku adalah wanita yang sedang mengandung keturunan Rayyansyah, jadi mereka harus memperlakukanku dengan baik.’ sahut Sarah dengan penuh percaya diri.
‘ Sekarang kamu harus mencari cara supaya kami diizinkan masuk ke rumah mewah itu. Jangan cuma kamu saja yang hidup bersenang-senang, ingat keluargamu di sini!’ ucap ibunya lagi.
Sarah mengulas senyum lebar.’ Ibu tenang saja, aku pasti akan membawa kalian masuk ke sini. Kita akan menjadi bagian dari keluarga Rayyansyah.’
‘ Bagus Sarah. Bagus, ibu tunggu kabar baik selanjutnya.’
Kemudian telepon ditutup dan Sarah berjingkrak -jingkrak dengan penuh bahagia. Selama ini keluarganya tidak diizinkan masuk ke dalam kediaman mewah keluarga Rayyansyah. Tapi sekarang , setelah aksinya berjalan lancar, maka Sarah akan mewujudkan mimpi keluarganya menjadi kenyataan .
Sarah kemudian menyusun banyak rencana untuk kedepannya. Salah satunya adalah keinginannya untuk pindah ke kamar milik Nayara . Dia juga ingin punya kamar yang luas, dilengkapi dengan kamar mandi mewah dan juga walk in closet pribadi.
__ADS_1
Sayangnya, dia tetap saja tidak diizinkan untuk menjejakkan kaki di kamar itu. Bahkan Fabian tidak berkutik saat mama Widya berkata bahwa dirinya tidak boleh memasuki kamar Nayara meskipun wanita itu sudah pergi.
“ Apa-apaan ini, mas . Kenapa aku gak boleh menempati kamar sebelah?” tanya Sarah murka.” Jangan bilang kalau kamu masih ingin membawa wanita itu ke dalam rumah ini!”
“ Diam, Sarah ! Kepalaku pusing!” bentak Fabian.
Sarah terperanjat kaget, Ini pertama kalinya dia dibentak oleh Fabian . Padahal selama ini pria itu selalu bersikap manis padanya. Di sisi lain, Zavian terus mengunjungi apartemen tempat Nayara tinggal sekarang. Selain mama dan papanya, Zavian adalah orang ketiga yang tahu dimana Nayara berada saat ini. Mereka sengaja tidak memberitahu Fabian dan menyembunyikan keberadaan Nayara.
“ Mama ngirimin kamu makanan.” ucap Zavian sambil meletakkan beberapa kotak yang dibawanya ke atas meja pantry.
“ Wah, banyak banget ini, Za.” sahut Nayara sambil membuka kotak-kotak itu. Dia tampak senang melihat makanan itu.” Bilang makasih ya sama mama."
“ Bilang sendiri dong.” timpal Zavian sambil mengamati wajah wanita yang kini sedang bersama dengan dirinya.
“ Iya, nanti kutelepon mama untuk bilang makasih.” ujar Nayara.
Zavian duduk di stool dan menatap wanita di hadapannya dengan begitu lekat. Semenjak keluar dari kediaman Rayyansyah , wajah Nayara terlihat jauh lebih cerah dan bahagia. Mungkin selama ini kebahagiaannya terhalang oleh berbagai masalah yang terjadi dalam pernikahannya.
Nayara meletakkan secangkir kopi di hadapan Zavian, lalu duduk di stool yang ada di samping pria itu.” Aku gak bisa , Za.”
“ Kenapa?”
“ Kamu tahu sendiri kalau aku gak bisa tinggal satu atap dengan Sarah. Wanita itu benar-benar seperti duri di dalam hidupku.”
Zavian mengulas senyum licik . “ Bukankah ini adalah kesempatan bagus untukmu membalas dendam kepada orang yang telah menyakitimu?”
“ Maksudmu bagaimana ?” tanya Nayara sedikit bingung.
Zavian memajukan wajahnya hingga mendekat ke arah Nayara. “ Aku akan membantumu membuat Fabian dan Sarah menyesal karena telah menyakitimu. Tapi sebagai gantinya, kamu harus kembali ke rumah dengan status sebagai calon istriku, Bagaimana ? “
...----------------...
__ADS_1
Semenjak Nayara pergi dari rumah , Fabian terus dirundung penyesalan. Dia meninggalkan Sarah sendirian di kamarnya, sedangkan Fabian memilih tidur di kamar Nayara. Lama dia berada di dalam kamar itu, merebahkan diri di kasur sambil mendekap baju milik Nayara. Sebelum tidur dia akan mencium aroma wanita itu dalam-dalam sembari berharap saat membuka mata nanti, Nayara kembali ke sisinya.
Sayangnya, semua harapannya tidak pernah menjadi kenyataan. Nayara tidak kunjung pulang dan dia tidak tahu dimana keberadaan wanita itu. Nayara memutus semua akses komunikasi mereka hingga Fabian tidak bisa menghubunginya lagi. Sebuah hal yang membuatnya sadar bahwa Nayara benar-benar telah pergi dari hidupnya.
Melihat suaminya yang semakin menjauh dan bersedih dari hari ke hari, Sarah menjadi tidak terima. Selama ini dia merasa bahwa dirinyalah yang paling dicinta oleh Fabian. Dirinyalah yang akan dijadikan satu-satunya di dalam hidup Fabian Rayyansyah.
“ Mas , kenapa gak tidur di kamar kita?” Sarah bertanya setelah hampir seminggu Fabian mengabaikannya.” Aku kangen…”
“ Akhir-akhir ini aku banyak pekerjaan, kepalaku pusing.” Fabian justru memberi jawaban lain atas pertanyaan istrinya.
“ Kalau begitu , ayo tidur di kamar kita. Aku akan memijat kepala mas sampai pusingnya hilang.” bujuk Sarah.
Fabian menggeleng dengan tegas.” Gak usah, Rah.”
Bujukan demi bujukan yang dilakukan Sarah tidak mempan sedikitpun. Justru Fabian merasa risih karena dipaksa terus menerus.
Hingga suatu hari , Fabian mengamuk ketika menerima undangan sidang perceraian yang dilayangkan oleh Nayara. Diremuknya kertas itu dan dilemparnya sambil mengumpat. Fabian tidak terima Nayara memilih jalan seperti ini.
“ Mas….” Sarah mencoba untuk mendekat.
“ Diam kamu !” Fabian membentaknya dengan suara meninggi. “ Jangan membuatku semakin pusing dengan rengekanmu itu!”
Sarah terpaku melihat sikap dingin suaminya. Lalu rasa sakit datang menghantam dadanya dengan telak. Dia sadar bahwa suaminya sedang menangisi kepergian Nayara. Dia sadar bahwa dirinya belum bisa mengisi kekosongan hati Fabian hingga saat ini.
“ Dasar wanita kurang ajar!” teriak Sarah sambil membanting gelas.” Kamu sudah pergi tapi masih aja membuat suamiku mengingatmu terus. Aaarrgghh!”
Sarah benar-benar tidak terima dengan sikap Fabian yang masih menunjukkan gelagat ingin mengejar Nayara. Sarah merasa posisinya tidak aman selama Fabian belum bisa melupakan wanita itu.
.
...****************...
__ADS_1