
Keesokan harinya, Zavian kembali bekerja setelah satu bulan melakukan work from home, Nayara hanya bisa memandang kepergian suaminya dengan perasaan yang semakin sakit. Hari-hari selanjutnya , Zavian kembali pulang larut malam dan interaksi mereka kembali menipis.
Nayara sendiri yang menyebabkan Zavian menjauh dan menciptakan keadaan semakin buruk. Ia sadar akan kesalahannya dan berusaha untuk meminta maaf. Tapi rasanya sulit sekali mencari waktu yang tepat untuk bicara berdua.
Saat ini Nayara bergerak gelisah di ranjangnya dan merasa ketakutan sendiri. Sudah hampir jam dua belas malam dan Zavian belum pulang. Dia takut jika seandainya sang suami benar-benar marah dan melakukan apa yang dituduhkannya. Nayara hanya bisa menangis membayangkan hal menakutkan itu.
“ Jangan menangis.” bisikkan halus itu beriringan dengan pelukan hangat yang membalut tubuhnya. Nayara membuka mata dan menemukan Zavian benar-benar memeluknya. Sejak tadi ia sibuk dengan pemikirannya sendiri sampai tidak menyadari bahwa Zavian sudah pulang. Lalu dia membalas pelukan suaminya dan menangis kencang. Zavian mengelus punggung Nayara dengan lembut dan membiarkan wanita itu menumpahkan perasaannya.
“ Aku minta maaf,” ujar Zavian . Hal itu justru membuat tangisan Nayara semakin menjadi-jadi. Nayara yang salah tapi Zavian yang meminta maaf. Tapi setelahnya Nayara juga mengucap kata maaf, jadi tidak ada ketimpangan di sini.
“ Aku cuma takut kalau kamu selingkuh dan akhirnya ninggalin aku ,” ucap Nayara dengan suara seraknya.” Tapi aku gak nyangka kalau sikapku akan semenyebalkan itu sampai membuat kamu marah.” lanjut Nayara dengan suara yang semakin berat dan parau.” Aku gak tahu lagi harus pergi kemana seandainya kamu memilih wanita lain.”
“ Tolong jangan berpikiran seburuk itu,” ujar Zavian. Dihapusnya air mata di pipi istrinya dengan ujung jarinya.
“ Aku tidak bisa bersikap munafik, Nay. Aku akui kalau ada banyak wanita cantik di luar sana tapi tidak ada keinginanku untuk melangkah lebih jauh apalagi sampai mengkhianati pernikahan ini. Karena di mataku kamu jauh lebih cantik bahkan kamu sempurna. Dan yang lebih penting lagi, kamu telah menjadi milikku. Kamu adalah ibu dari anak-anakku dan aku bersyukur memilikimu, “ ujar Zavian menjelaskan.
Entah masih ragu atau bagaimana, Nayara hanya diam dan menciptakan jeda yang cukup panjang.
“ Maaf…” ucap Nayara kemudian.
Zavian tersenyum . Diraihnya sang istri untuk mencium kening wanita itu dalam -dalam. Lalu ciuman Zavian beralih ke pipi, dagu dan berakhir di bibir. Sungguh, dia sangat mencintai Nayara dan tidak akan melakukan hal bodoh yang bisa menggiringnya pada sebuah kehilangan.
Zavian cium lagi bibir sang istri dalam-dalam, dimiringkannya wajahnya untuk menikmati bibir manis istrinya dari sisi lain. Sementara itu tangan Nayara meraih tengkuk Zavian dan bibirnya terbuka memberi izin agar suaminya bergerak leluasa di dalam sana.
Rasanya menyenangkan . Keduanya sadar bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain dan sama -sama takut kehilangan. Ada percintaan yang hebat dan penuh gairah setelah itu. Setiap sentuhan terasa begitu memabukkan setelah mereka melewati pertengkaran sengit dan kesalahpahaman yang menguras energi. Selesai bercinta, mereka lalu tidur berpelukan dalam perasaan yang sama-sama lega.
Paginya, saat menjadi orang pertama yang bangun, Zavian membuka ponsel dan menemukan pesan dari Claire . Pesan itu dikirim tadi malam dan baru sempat Zavian buka pagi ini.
'Thank you for tonight , Za. You are amazing and I like it. '
Zavian tidak perlu berpikir panjang. Dia segera menghapus pesan itu tanpa harus membalasnya.
Ada lengan berat yang melingkar di pinggang Nayara, punggungnya merapat pada dada bidang Zavian dan hembusan napas pria itu menerpa tengkuknya . Sesekali tangan Zavian bergerak mengelus permukaan perut istrinya, lalu berhenti di sana dengan telapaknya yang terasa hangat. Nayara mendapatkan kembali kenyamanan yang sempat hilang selama seminggu belakangan ini.
__ADS_1
Zavian memutuskan untuk tidak pergi bekerja dan menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya di rumah. Selama seminggu ini dia juga kurang tidur karena harus mengerjakan beberapa hal dan sekaligus terganggu dengan perseteruannya dengan sang istri. Jadi, sekarang Zavian lebih memilih menghabiskan waktu di ranjang bermanja-manja memeluk istrinya.
“ By…….” panggil Nayara dengan lembut.
“ Hmm.” Zavian bergumam dengan suara berat, lalu mencium tengkuk Nayara dalam-dalam .
“ Di antara begitu banyak wanita cantik yang pernah kamu lihat ataupun kamu temui , apakah ada yang berhasil menarik perhatianmu ? Apa salah satu di antara mereka ada yang membuatmu lupa padaku?” tanya Nayara penasaran.
Zavian mengeluh di dalam hati. Kenapa perempuan suka sekali mempertanyakan sesuatu yang kemungkinan besar jawabannya akan membuatnya tersakiti, Mereka selalu saja senang mengungkit masalah yang sudah lewat padahal itu bisa saja membuatnya kembali kesal dan justru memicu pertengkaran kembali.
“ By….. jawab dong,” kali ini Nayara bergerak menjauh dan memutar badannya untuk menghadap suaminya. Sepertinya dia ingin menatap bagaimana ekspresi Zavian saat menjawab pertanyaan itu.
“ Aku gak pernah tertarik pada mereka dan aku tidak pernah lupa padamu saat bertemu dengan wanita lain di luar sana,” jawab Zavian dengan jujur.” Mereka memang cantik tapi tidak pernah ada yang bisa membuat hatiku berpaling. “
Kenyataannya memang begitu. Saat melihat wanita lain yang terlihat cantik. Zavian selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa istrinya jauh lebih cantik dan sempurna bahkan Nayara jauh lebih istimewa dari wanita itu. Zavian hanya memuji tapi tidak pernah mengagumi sedalam rasa kagumnya terhadap Nayara. Semuanya tetap pada koridor yang seharusnya dan Zavian tidak pernah berniat melangkah lebih jauh .
Kejujuran Zavian membuat perasaan Nayara menjadi sedikit tenang dan merasa dihargai. Tapi , tetap saja ada satu hal yang ingin ditanyakan oleh Nayara. Sebuah pertanyaan yang entah kenapa, akhir -akhir ini selalu muncul di dalam pikirannya.
“ Bagaimana kalau suatu saat nanti kamu merasa jenuh padaku ?”
“ Ada banyak hal yang belum terwujud dari pernikahan ini dan aku tidak bisa melakukannya sendirian. Aku butuh kamu di sisiku untuk membangun masa depan bersama. Contohnya dalam merawat dan mendidik Zean menjadi orang hebat , maka aku butuh peranmu sebagai ibunya . Dan bikin adik-adik untuk Zean juga harus bersama dirimu.”
Zavian mengelus permukaan perut Nayara dan kembali berkata,” Fase jenuh itu mungkin ada, entah kapan aku juga tidak tahu . Tapi jika suatu saat aku tahu kamu yang mengalaminya , kuharap kita tetap bersama tanpa ada yang memilih pergi. Kita sama-sama mengingatkan dan berusaha mengembalikan rasa cinta kita agar kembali bersemi. “
Nayara menatap Zavian dengan mata yang memancarkan kekaguman. Dia pikir Zavian akan mengelak dan berkata gombal bahwa tidak akan merasa jenuh. Tapi laki-laki itu justru mengakui serta menjelaskan solusi dari permasalahan itu sendiri. Perasaan Zavian benar-benar sangat manusiawi , namun jelas arah tujuannya hendak kemana.
“ Justru aku yang merasa khawatir kalau kamu jenuh dengan hubungan kita,” ujar Zavian kemudian.
Zavian pergi keluar dan bertemu dengan orang baru setiap hari. Sedangkan Nayara harus berada di rumah dan melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Membereskan rumah, mengurus Zean, berbelanja dan pergi berlibur hanya sesekali di akhir pekan. Zavian takut jika istrinya merasa lelah dan mencapai titik muak pada keadaan yang membosankan semacam itu.
“ Bilang padaku jika kamu lelah, jenuh, atau bosan dengan keadaan ini. Aku akan mencari cara agar kamu kembali menemukan kebahagiaanmu dan aku akan berusaha membuatmu tetap mencintaiku.” ujar Zavian.
Mungkin saja suatu saat nanti Nayara akan bertemu dengan kejenuhan itu, seperti yang dikatakan Zavian tadi. Entah kapan, dia tidak tahu. Tapi Nayara yakin sekali bahwa suaminya akan membuatnya kembali bahagia. Laki-laki itu akan menuntunnya pada tempat semula dimana ada rasa cinta di sana.
__ADS_1
Percakapan mereka terhenti saat ponsel Zavian berdering. Ada nama kontak Claire di sana dan Zavian bertanya pada Nayara apakah dia boleh menjawab telepon itu atau tidak.
“ Dia menelponmu untuk urusan pekerjaan,’kan ?” tanya Nayara.
“ Seharusnya memang begitu karena aku tidak punya urusan apa-apa dengannya selain masalah pekerjaan,” jawab Zavian.
Nayara mengangguk,” Angkat saja.”
Dan benar, Claire menelepon untuk urusan pekerjaan dan meminta agar Zavian memeriksa lampiran email terbaru yang telah dikirimkannya barusan. Tidak ada basa-basi apapun dan telepon itu berakhir tanpa salam.
Dari semua penjelasan Zavian, Nayara merasa tidak perlu lagi untuk mempertanyakan tentang kesetiaan suaminya. Nayara juga percaya bahwa Zavian tidak memiliki hubungan spesial di balik interaksi pekerjaannya dengan Claire.
Jadi, Nayara biarkan saat Claire kembali berkunjung ke rumahnya dengan membawa laptop serta setumpuk pekerjaan untuk didiskusikan dengan Zavian. Tidak ada lagi kecurigaan yang membuatnya lelah sendiri.
“ Tadi aku sempat singgah ke coffee shop dan membelikan satu untukmu,” ujar Claire. Dia mengangsurkan paper cup berisi kopi yang masih tersegel.
“ Thanks,” balas Zavian tanpa menyentuh benda yang disodorkan padanya. Zavian tidak mau berlagak angkuh dengan menolak pemberian wanita itu secara terang-terangan. Tapi dia tetap menolak dengan cara yang lebih sopan. “ Tapi aku lebih menyukai teh buatan istriku.”
“ Oh, kamu benar-benar pria yang manis sekali, Za.” tukas Claire. Dia tersenyum sambil menatap pria di hadapannya dengan sorot mata yang……..memuja ?
“ Claire….”
“ Ya?”
“ Aku membantumu menyelesaikan project campaign hanya karena rasa terima kasih karena kamu juga banyak membantuku. Selain itu, Austin yang memintaku berkontribusi di sana. Jadi —”
“ You should know how much I thank you, Za.”
“ Jangan pernah lagi mengirim pesan yang bisa membuat istriku salah paham.” Zavian menatap Claire dengan sorot mata tegas. Dia merasa perlu menegaskan batasan untuk setiap interaksi di antara mereka.” Istriku bisa terluka oleh hal-hal kecil dan pesan yang kamu kirimkan waktu itu bisa menyakitinya karena dia tidak tahu apa-apa.”
“ Aku tidak bermaksud seperti itu,” ujar Claire sambil menggelengkan kepala.
“ Itulah kenapa aku perlu menjelaskan hal ini kepadamu. Istriku sedang hamil anak kedua kami and I Love her so much.”
__ADS_1
.
...****************...