Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Tidak memberimu izin


__ADS_3

“ Nikmati saja, seperti malam itu.” ujar Zavian .


Nayara menggeleng lemah . Dia ingat perbuatannya malam itu, bahkan rincian terkecil pun Nayara masih ingat. 


“ Aahhh…..” Nayara tidak dapat menahan eraangannya saat puncak bukit kenyalnya digoda dengan dahsyat. Remassan Zavian di dadanya membuat tubuh Nayara menggeliat pelan.


Bibir Zavian bergerak turun dari bibir ke dagu terus ke leher dan menjejakkan ciuman serta gigitan kecil di sana. Setelah itu Zavian memainkan lidahnya di permukaan bukit kenyal Nayara yang kini terpampang di hadapannya. Lidah Zavian bergerak lambat memutari puncak bukit kenyalnya sebelum mengulum kerikil mungil yang sudah mengeras itu.


Nayara merasakan darahnya berkejaran tanpa ampun di setiap pembuluhnya , mengalirkan hasrat liar bersamaan dengan kulummannya yang disertai hisapan kuat. Nayara merasakan gigi Zavian menggigit ujung bongkahan kenyalnya dan menariknya pelan, membuat Nayara nyaris menjerit kencang.


“ Ooh, Za…” Nayara hanya bisa bergumam dengan putus asa. Dia menemukan mata Zavian mengintip untuk melihat reaksi wajahnya. Lalu sebuah senyum miring terukir diam-diam di bibir pria itu. 


Zavian sangat menyukai sikap Nayara yang malu-malu tapi mau begini. Tatapan sayu wanita itu semakin membuatnya bergairah. Eraangan yang putus asa membuat hasrat Zavian berkejaran dengan penuh desakan.


Saat tangan Zavian menyelinap masuk ke dalam celana pendek Nayara, wanita itu segera menahan pergelangan tangannya. Nayara menggeleng pelan dengan sorot mata penuh permohonan. “ Kamu gak bisa melanjutkan ini, Vian. Aku tidak memberimu izin.” ujar Nayara.


“ Sebentar aja.” pinta Zavian tak kalah memohon.” Cuma sebentar, Nay.”


Nayara menggeleng cepat . Dia tidak siap jika harus mengulang kembali dosa yang pernah dilakukannya seperti malam kemarin. 


Zavian tampak berpikir sejenak, mempertimbangkan langkah yang akan diambilnya setelah ini. Nayara kemudian melepaskan cengkramannya di tangan Zavian , beralih menyentuh rahangnya. Jemari lembut itu terasa hangat saat menyapa kulit wajah Zavian. 


“ Aku merasa berdosa atas pengkhianatan ini .” bisik Nayara dengan mata yang hampir basah.” Aku terlalu takut kembali hanyut dalam dosa yang sama.” 


Zavian mengerang frustasi. Dia tidak bisa mengabaikan tatapan penuh permohonan yang kini terpasang di wajah Nayara. Wanita itu jelas-jelas sedang tidak menginginkannya , sangat berbeda dengan beberapa malam yang lalu, dimana Nayara menyerahkan dirinya dengan penuh kerelaan. 


“ Oke, aku berhenti.” ujar Zavian membuat keputusannya. Dia bergerak bangun dan menjauh dari tubuh indah kakak iparnya itu. 


Nayara membenahi pakaiannya dengan cepat, menutup kembali dada yang tersingkap dan bergerak dengan tergesa . Dia takut jika Zavian berubah pikiran dalam beberapa detik jika melihatnya masih dalam keadaan menantang hasrat.

__ADS_1


“ Terima kasih sudah menghargaiku.” ucap Nayara yang dibalas dengusan kecil oleh Zavian.


Kini mereka saling terdiam. Nayara meraih selimut untuk menutupi pahanya. Sedangkan Zavian duduk di tepi ranjang membelakangi Nayara . Hasratnya masih menggebu , tapi harus segera diredamnya. 


“ Aku masih ingat saat kamu berkata ingin menjadi sosok berbeda dari Nayara yang selama ini dikenal baik.” kata Zavian dengan nada sinis.


“ Iya.” Nayara mengangguk membenarkan.” Tapi bukan berarti kamu bisa bersikap lancang menjammahku tanpa perlu meminta izin. Memangnya kamu pikir, saat aku berkata demikian lantas aku ini mendadak berubah menjadi ja*lang yang bisa kamu sentuh kapanpun, begitu?” balas Nayara dengan sengit.


Zavian menatap Nayara dengan tajam, meneliti setiap inchi wajah wanita itu untuk menemukan alasan kuat dibalik penolakannya kali ini. “ Oh, jadi begini sosok Nayara yang baru?” ucapan Zavian terdengar seperti mengejeknya.


“ Jangan berpikir kalau kejadian  malam itu akan membuatmu bisa menyentuhku seenaknya.” ketus Nayara. 


“ Cih!” Zavian hanya berdecak singkat  membalas ucapan Nayara lalu berjalan ke arah pintu. Sesaat kemudian dia berbalik dan menatap Nayara.” Kamu tahu bahwa aku menginginkanmu, Nay. Dan aku menerima penolakanmu kali ini. Tapi jika nanti kamu kembali butuh pelarian atas rasa sakit hatimu, aku tidak keberatan menjadi pelampiasanmu.” 


Nayara hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan.” Kamu berkata begitu seolah-olah aku ini jahat, Za.” 


“ Memang kenyataannya begitu.” balas Zavian sambil menatap mata Nayara .” Kamu wanita labil, jahat dan seenaknya, Tapi gak masalah untukku. Ranjangku siap menerima kehadiranmu, apapun sikapmu terhadapku.” 


...----------------...


Kehidupan pernikahan Nayara berubah sepenuhnya semenjak ada wanita lain di sisi suaminya . Nayara dipaksa untuk menerima kenyataan bahwa saat ini dirinya bukan lagi menjadi satu- satunya istri Fabian. Nayara harus menjalani kehidupan yang sama sekali tidak diinginkannya, Sekarang Nayara tidak memiliki keinginan apa-apa lagi setelah mimpinya hancur berantakan. Dia hanya menjalani hidup tanpa keinginan berlebihan.


“ Kamu membenci Sarah?” Mama Widya bertanya pada Nayara, mencoba menilik sikap menantunya yang berubah menjadi dingin dari hari ke hari.


“ Enggak.” jawab Nayara dengan lirih. “ Tidak ada gunanya aku menaruh kebencian terhadapnya.” 


“ Terdengar bagus , tapi mama tetap khawatir.” ujar mertuanya lagi.


“ Tidak ada yang perlu dikhawatirkan , Ma.” sahut Nayara. Dia tersenyum demi membentuk sebuah keyakinan palsu. 

__ADS_1


Mama Widya mengangguk seraya mengulas senyum tipis. Dia menepuk-nepuk pundak Nayara dengan pelan.” Baguslah kalau begitu.” 


Nayara menggigit bibir, menahan rasa sesak di dalam dadanya sendirian. Selama ini memang tidak menunjukkan sikap menolak atau memusuhi keberadaan Sarah. Tapi ada kalanya Nayara tidak menganggap keberadaan madunya itu saat mereka sedang berada di ruangan yang sama.


Bohong jika Nayara tidak sakit hati , tapi dia tidak mau menyakiti diri sendiri dengan mengajak Sarak bermusuhan. Di sisi lain hubungan Nayara dan Fabian semakin hambar. Seperti ada jarak yang tidak kasat mata memisahkan keduanya. Sikap hangat Fabian menguap entah kemana, dia bahkan betah mengabaikan Nayara tanpa nafkah batin.


Pria itu lebih suka bersama Sarah, istri barunya yang semakin hari semakin manja karena kandungannya membesar dari hari ke hari. Seringkali Nayara meringkuk sendirian di ranjangnya yang terasa dingin. Fabian hanya akan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian karena kamar yang ditempati oleh Sarah tidak memiliki walk in closet. Dan seluruh pakaian Fabian tersimpan di kamar Nayara.


“ Kenapa tidak memindahkan baju-bajumu ke kamar Sarah?” Nayara bertanya setelah puas menahan rasa sakit hati melihat sikap suaminya.


“ Biar di sini saja, Nay. Kamar sebelah terlalu kecil dan akan semakin sempit jika harus menambah lemari lagi.” jawab Fabian dengan santai. Dia tidak bisa menangkap nada sinis dari kalimat istrinya.


“ Mas, tidur di sini malam ini, ya?” pinta Nayara penuh harap . 


“ Lihat nanti saja , ya kalau bisa aku usahakan.” jawab Fabian tanpa perasaan. 


“ Kenapa begitu?” Nayara mendadak cemberut dan mulai bertanya inikah konsep adil yang Fabian katakan ? “Mas udah lama loh gak tidur di kamar ini .” 


“ Dengar, Nay. Sarah itu sedang hamil dan dia kadang ketakutan tidur sendiri.” ujar Fabian memberi alasan.


“ Emangnya dia anak kecil?” sergah Nayara tidak terima dengan alasan Fabian yang menurutnya hanya akal-akalan Sarah saja.


“ Dia memang bukan anak kecil, tapi di rahimnya sedang ada anakku, anak kita juga nantinya. Kamu yang sabar dulu ya.” 


“ Terserah!” 


Pria itu mendekat meraih tengkuk Nayara dan mendaratkan ciuman di bibirnya .” Aku mencintaimu, Nay.” 


Setelah mengucapkan kata cinta, Fabian meninggalkan Nayara begitu saja. Membiarkannya bernapas dalam kegamangan yang tak berujung . Seperti biasa, Fabian akan menghabiskan waktu bersama Sarah sepanjang hari.

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2