Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Cemburu


__ADS_3

Paginya, Fabian melihat Nay dan Zavian sudah mengisi meja makan untuk sarapan. Zavian duduk dengan tenang sambil menggeser layar ipad miliknya, lalu secangkir kopi disuguhkan Nay ke hadapannya. Tak lupa senyum manis yang Nayara berikan dan Zavian membalasnya dengan tatapan hangat penuh cinta.


“ Mana kopi untukku?” ketus Fabian dengan wajah kesal sambil melirik Nayara, tapi wanita itu tidak peduli sama sekali.


“ Silahkan ,Tuan.” seorang pelayan menyuguhkan kopi ke arahnya. 


“ Sarah mana, Bian?” tanya mama Widya yang tidak mendapati menantunya yang penuh drama itu hadir di meja makan untuk sarapan bersama. 


“ Dia bilang lagi mual.” jawab Fabian pelan. 


“ Oh, Yasudah.” sahut mama Widya yang tak lagi banyak bertanya.


Fabian sama sekali tidak menikmati suasana sarapan paginya. Perasaannya terasa kacau, ditambah lagi saat melihat kebersamaan Zavian dan Nayara. Segalanya semakin memburuk saja. 


Karena Fabian tidak bisa bicara secara langsung dengan Zavian di rumah, maka dia mengambil kesempatan untuk bicara di kantor. Fabian datang ke ruangan Zavian dan bicara tanpa basa-basi dengan adiknya itu.


Fabian duduk berhadapan dengan adiknya di sofa yang berada di ruangan Zavian. Pria itu tampak santai berhadapan dengan kakaknya yang ia tahu pasti datang untuk membahas tentang dirinya dan juga Nayara. Zavian sudah menduga hal ini akan terjadi mengingat kakaknya belum rela melepaskan Nayara begitu saja.


“ Sejak kapan kalian menjalin hubungan di belakang gue?” tanya Fabian sambil menatap tajam adiknya. 


Zavian memicingkan matanya  menatap Fabian sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan tangan yang ia lipat di depan dada dan kaki yang bertumpu. “ Wah, lo penasaran banget, ya ?” cibir Zavian dengan wajah tengilnya. 

__ADS_1


“ Jawab aja !” Sentak Fabian yang kesal dengan raut wajah sok tengil Zavian.” Sejak kapan lo suka sama Nay?” tanya Fabian penuh selidik. 


“ Gue gak mau jawab karena itu hanya akan bikin hati lo makin sakit.” ujar Zavian. 


Fabian kesal sekali tapi masih bisa menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan kepada adiknya.” Jangan mempermainkan Nayara!” ucap Fabian memperingati.” Walaupun dia sudah bukan istri gue lagi, tapi gue gak akan rela kalo lo sampai mempermainkannya.” 


“ Tenang aja, Gue sama sekali gak berniat mempermainkan Nay.” balas Zavian dengan santai.” Gue gak suka mempermainkan wanita kaya lo, jadi jangan samakan gue sama lo  !” 


“ Apa menurut lo Nay benar-benar mencintai lo, huh?” tanya Fabian kemudian  . Ia mencoba untuk mengusik pikiran Zavian agar membatalkan niatnya memperistri Nayara. Apapun akan ia lakukan untuk membuat hubungan mereka hancur, tak ada kata kalah dan mengalah dalam kamus Fabian. Sejak kecil sampai saat ini akan tetap begitu. Dia tak akan bisa menerima kekalahannya dari Zavian. 


Zavian terkekeh mendengar perkataan sang kakak yang sepertinya sangat ingin mengubah pikirannya. “ Gak perlu repot- repot memikirkan hal itu.” timpal Zavian.


Fabian tertawa sinis mendengarkan jawaban Zavian yang sangat santai dan tenang menghadapi setiap ucapannya.” Nayara menjadikan lo pelarian atas rasa sakit hatinya. Dia gak benar- benar mencintai lo !” 


“ Jangan terlalu banyak berharap pada wanita yang belum selesai dengan masa lalunya, Za.” ucap Fabian kembali memanas-manasi adiknya.


Zavian hanya tertawa kecil. Dia tidak mau membenarkan apa yang dikatakan oleh kakaknya barusan. Zavian sudah tahu apa yang harus dilakukannya karena sejak awal dia sendiri yang menawarkan kesepakatan ini. Dia yang menginginkan Nayara jadi apapun hasil akhirnya, Zavian telah mempersiapkan diri.


“ Nayara hanya mencintai gue, Za. Cuma gue satu-satunya pria yang dicintainya.” lanjut Fabian lagi dengan penuh percaya diri . “ Lihat saja Bro. Kamu hanya akan mendapatkan rasa sakit hati saat tahu bahwa wanita yang lo nikahi ternyata masih memikirkan mantan suaminya. Apalagi setelah ini kita akan tinggal di bawah atap yang sama.” 


Setelah bicara begitu, Fabian segera meninggalkan ruangan adiknya. Sebenarnya dia kesal saat melihat Zavian yang tidak terpengaruh oleh ucapannya yang mamanas-manasi suasana. Zavian justru menunjukkan raut wajah terhibur melihat usaha Fabian yang begitu keras untuk menggoyahkan keinginannya . 

__ADS_1


Malamnya Zavian pulang larut karena harus menyelesaikan pekerjaannya yang tak pernah sedikit. Berbeda dengan Fabian yang sejak dulu selalu mencari posisi aman dengan menyerahkan pekerjaan pada orang lain, Zavian justru sebaliknya . Dia akan puas jika terjun langsung menangani berbagai project dan mengawasi setiap detail pekerjaan. 


Saat sampai di rumah, Zavian langsung mencari Nayara. Ternyata wanita itu sedang ada di kamarnya meskipun belum tidur. Nayara keluar dari kamarnya dan menemani Zavian duduk di pantry.


“ Aku kangen.” ucap Zavian sambil memeluk wanita itu.


“ Padahal bisa video call kalau kangen.” balas Nayara.


Zavian mengerucutkan bibirnya.” Malah bikin kangen dong.” ucapnya dibuat sesedih mungkin . 


Nayara tertawa dan menyerahkan segelas air putih hangat untuk Zavian . Tidak ada lagi kopi atau teh karena setelah ini Zavian harus segera tidur. Zavian meminum air itu hingga habis setengah, lalu dia meletakkan gelasnya kembali di atas meja bar. 


Zavian meraih Nayara dan mencium bibir wanita itu. Nayara yang sedang berdiri langsung mengalungkan  tangannya ke belakang leher Zavian dan menyambut ciuman itu.


Tanpa Zavian sadari, Fabian memperhatikan segala kemesraan itu dalam keremangan suasana pantry. Dia bisa melihat dengan jelas bagaimana manisnya perhatian kecil Nayara terhadap Zavian. Sesuatu yang tidak Fabian dapatkan dari Sarah dan itu sukses membuatnya terbakar api cemburu. 


Sedangkan Nayara yang sejak tadi menyadari kehadiran Fabian dibalik partisi pantry terus berteriak kegirangan di dalam hatinya. Di antara ciuman Zavian , Nayara mengeluarkan suara lenguhan pelan. Seolah-olah ciuman Zavian begitu hebat hingga membakar gairahnya. 


‘ Selamat menikmati rasa sakit hatimu, Bian.’ batin Nayara tersenyum penuh kemenangan.


.

__ADS_1


...****************...


 


__ADS_2