Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Rencana tersembunyi


__ADS_3

“ Zavian, kamu serius mengizinkan Fabian kembali join ke perusahaan kita ?” tanya Om Farhan dengan begitu penasaran. Laki-laki yang menjabat sebagai CEO itu bahkan menyisihkan waktunya untuk datang menemui Zavian di sela kesibukannya. Saat Fabian mengatakan bahwa dirinya akan kembali bekerja di Raya Corp, Om Farhan pikir itu hanyalah bualan semata. Mana mungkin Fabian punya kepercayaan diri setinggi itu setelah kejadian pahit yang menimpanya. Tapi ketika Zavian mengumumkan akan mengadakan rapat umum pemegang saham , maka itu artinya tidak ada kata bercanda di sini. 


“ Aku tahu Om terkejut mendengar kabar ini, tapi kenyataannya memang begitu. Fabian akan kembali ke perusahaan Rayyansyah seperti semula,” ucap Zavian .


“ Tantemu pasti akan kaget mendengarkan hal ini. Tapi Om yakin pasti ada alasan kuat yang sedang kamu sembunyikan,” ujar Om Farhan seraya menatap keponakannya itu dengan penuh selidik . 


Zavian mengangguk samar. Dia sudah bersiap untuk menerima protes dari kedua adik Papanya atas keputusan besar ini Bahkan jika Tante Tania atau Tante Siska memakinya, maka Zavian tidak akan membela diri sedikitpun. 


Hanya saja , saat ini Zavian tidak perlu menjelaskan apa rencana dan strategi yang dia punya untuk kedepannya. Biarlah semua itu terpendam di dalam kepalanya sendiri tanpa ada orang lain yang tahu. Ini sudah menjadi resiko terbesar saat mengurus masalah perusahaan milik keluarga sendiri. Setiap keputusan yang diambilnya akan mendapat penolakan terang-terangan dari anggota keluarga yang merasa tidak puas. 


“ Om sudah klop dengan Jerry yang sekarang menjabat sebagai Vice Of CEO. Dia anak muda yang pintar dan berbakat, sama sepertimu,” ujar Om Farhan menjelaskan. Dia menatap Zavian dengan sorot mata yang penuh dengan kecewa.” Tapi kalau kamu maunya posisi itu diisi oleh Fabian, Om gak akan bisa protes, iya kan ?”


Zavian memijat pelipisnya sejenak. Dia tidak menyahuti ucapan Om Farhan yang sedang mengutarakan kekecewaannya. 


“ Lagipula Fabian belum tentu bisa bekerja dengan baik karena keadaannya saat ini. Selain mengidap penyakit yang sangat menakutkan, citranya juga sudah terlanjur buruk,” ucap Om Farhan kemudian. 


Zavian tahu persis hal itu. Belum lagi sifat buruk  Fabian yang membuat siapapun tidak nyaman saat berurusan dengannya. Tapi pilihan apa yang dimiliki oleh Zavian selain membiarkan kakaknya berbuat semaunya? Ada Mama Widya di belakang Fabian yang akan mendorong laki-laki itu dalam mencapai ambisinya. Itulah hal terbesar yang membuat Zavian pada akhirnya harus menyerah. 


“ Kalau misalnya Om gak bisa bekerja dengan Fabian, maka Om bisa mengundurkan diri sebagai CEO. Sampaikan dalam rapat besok ,” ujar Zavian. 


Laki-laki di hadapannya itu melongo sembari menatap dengan kedua bola mata yang membelalak lebar. Sementara itu, Zavian mengangguk. Dia tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. 


Om Farhan tidak bisa mendebat Zavian lebih jauh lagi karena seluruh sanggahannya telah dimatikan oleh seutas kalimat menohok. Pembicaraan mereka terhenti sampai di sana dan Om Farhan kembali ke kantornya sambil melamun. Riuh sekali pikirannya oleh berbagai pertimbangan. 

__ADS_1


Di sisi lain, Mama Widya tampak senang sekali mendengar keputusan Fabian yang ingin kembali bekerja di perusahaan Rayyansyah. Setelah sekian lama membujuk Fabian , akhirnya usahanya membuahkan hasil. Bahkan saat keluar rumah sakit, Mama Widya tidak menunjukkan ciri-ciri orang yang baru saja menjalani perawatan serius. Bahagia sekali raut wajahnya hingga seluruh rasa sakit yang dilewatinya tersingkir begitu saja. 


“ Zavian memang anak Mama yang paling hebat,” ujar Mama Widya.


Fabian yang mendengar itu hanya diam saja. Dia tidak berani berkomentar apa-apa karena perasaannya sedang tidak enak. Dia telah mengenal Zavian sebagai sosok yang begitu menyayangi Mamanya. Zavian begitu patuh dan penurut terhadap apapun perintah Mama Widya, semua itu dilakukannya sebagai bentuk rasa sayang. Tapi saat membiarkan Fabian kembali join ke perusahaan Rayyansyah, Zavian tidak melakukan itu atas dasar sayang.


Ada kilat mengerikan yang ditangkap Fabian dari mata adiknya ketika menyerahkan semua keputusan padanya. Fabian memahami semua itu sebagai sebuah ancaman yang tidak terucapkan.


“ Memangnya Mama sebegitu inginnya aku kembali bekerja pada perusahaan itu ?” tanya Fabian lagi. 


“ Iya dong. Itu perusahaan ayahmu , jadi harus kamu yang memegang tampuk kekuasaan di sana, bukan orang lain seperti Farhan,” sahut Mama Widya. 


“ Bagaimana kalau sebenarnya ini hanya jebakan Zavian saja ?” tanya Fabian kemudian.


“ Mungkin saja kan ? Soalnya rasanya aneh saat dia bisa setuju menerimaku tanpa ada syarat apa-apa,” tukas Fabian. 


“ Itu karena dia sayang sama Mama,” sahut Mama Widya dengan penuh percaya diri.


” Mana bisa Zavian menolak permintaan Mama.”


Fabian tidak tahu bagaimana harus menyuarakan keresahan yang ada di dalam pikirannya saat ini. Dia ingin sekali mundur dari keputusannya untuk bergabung dengan perusahaan Rayyansyah, tapi wajah sumringah dan bahagia yang ditunjukkan Mama Widya menggugah hatinya. 


Jadi, Fabian terus melanjutkan langkahnya meski harus menjalaninya dengan setengah hati. Sama seperti Zavian, dia juga melakukan ini demi Mama Widya atas dasar rasa sayang terhadap Mamanya. 

__ADS_1


Dua minggu setelahnya Rapat Umum Pemegang Saham  diadakan. Semua anggota hadir dengan wajah serius dan rapat terasa menegangkan. 


“ Terima kasih untuk kerja keras kalian selama ini. Semoga struktur kepemimpinan perusahaan yang baru juga membuat keadaan jauh lebih baik dibandingkan hari ini,” ucap Zavian sebelum mengakhiri rapat. Semua mata memandang ke arahnya disertai dengan tarikan napas kecewa. “ Mungkin ini terakhir kalinya aku memimpin rapat,” ujar Zavian lagi.


Karena setelah ini, seluruh sahamnya akan ditarik dari perusahaan Rayyansyah. Sehingga kewenangannya sebagai pemegang saham paling besar ikut terlepas. Tapi rencana itu masih dirahasiakan sampai saat ini dan belum ada siapapun yang mengetahuinya termasuk anggota keluarga Rayyansyah.


Setelah itu, Fabian resmi bergabung kembali ke perusahaan Rayyansyah dan menggeser posisi Jerry yang semula menjabat sebagai Vice Of CEO.Kisruh pergantian posisi itu tidak berlangsung lama karena semua orang tahu siapa Fabian sebenarnya. Bahkan Om Farhan juga enggan berkomentar terhadap  kehadiran keponakannya itu. 


Untuk merayakan posisi baru Fabian, Mama Widya mengadakan makan malam di sebuah restoran ternama. Dia hanya mengundang seluruh anggota keluarga inti Rayyansyah untuk merayakan kebahagiaan ini. Termasuk Zavian dan juga Nayara. 


“ Kita bersulang untuk Fabian yang kembali menempati posisi Vice Of CEO di perusahaan Rayyansyah,” ujar Mama Widya . 


Semua anggota keluarga mengangkat gelas dan menyatukannya ke sebuah titik yang ada di tengah meja. Bisa jelas terlihat bahwa di antara mereka, hanya Mama Widya yang menunjukkan wajah bahagiannya. Bahkan Fabian hanya mengulas senyum datar tanpa ekspresi berlebihan, Begitu juga dengan Zavian yang memasang senyum basa-basi demi menyenangkan Mamanya. 


“ Selamat ya, Bian. Akhirnya kamu kembali lagi setelah seluruh kekacauan yang terjadi di perusahaan kita dibereskan oleh Zavian,” ujar Tante Tania. Wanita itu menyembunyikan senyum sinis di balik gelas yang dipegangnya. 


“ Sebagai anak sulung dari Adrian Rayyansyah, sudah seharusnya Fabian ada di sana. Perusahaan itu miliknya,” sahut Mama Widya dengan kilat mata tajam. 


Dia seolah menegaskan bahwa posisi Farhan yang kini menjabat sebagai CEO tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Fabian yang merupakan cucu pertama dari keturunan Rayyansyah. 


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2