Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Hasil tes DNA


__ADS_3

Seminggu setelah melakukan tes DNA, Fabian dihubungi oleh pihak laboratorium bahwa hasilnya sudah keluar. Dengan perasaan was-was, Fabian membawa Sarah ke rumah sakit untuk melihat hasil yang begitu mendebarkan. 


“ Kenapa harus membawaku ke sana, Mas. Padahal kamu bisa melihatnya sendiri.” ucap Sarah dengan lemah.


“ Supaya kamu tidak berpikir bahwa aku memanipulasi hasilnya.” jawab Fabian dengan sinis. “ Lagipula, kamu harus menyaksikan sendiri kebenarannya.” 


Sarah hanya bisa menghembuskan napas lelah. Selama seminggu belakangan ini Fabian telah berhasil memberinya tekanan mental yang cukup hebat. Ponsel Sarah disadap sehingga dia tidak bisa menghubungi siapapun. Seluruh gerakannya diawasi dengan ketat. Dia tidak diizinkan pergi kemana-mana. 


Tidak hanya itu, Fabian juga memblokir kartu kredit yang dipegang oleh ibunya. Akhirnya ibu Sarah protes karena kehilangan sumber uangnya. 


JIka hasil tes DNA itu nanti negatif , entah apa lagi yang akan dilakukan Fabian padanya. Bisa-bisa Fabian membunuhnya seperti yang telah diucapkannya kemarin-kemarin. 


Saat tiba di rumah sakit, Fabian segera menuju ruangan dokter. Di sana juga ada salah seorang laki-laki yang menjadi suruhannya untuk mengawasi agar tidak ada kecurangan yang dilakukan. Tidak hanya Sarah yang berdebar-debar saat menunggu, tapi Fabian juga. 


“ Bagaimana hasilnya?” tanya Fabian. 


Dokter itu menunjukkan amplop yang masih tersegel dari pihak laboratorium, lalu membuka dengan hati-hati. Setelah itu selembar kertas dikeluarkan dan dokter itu membacanya dengan serius. Orang suruhan Fabian mengangguk seolah membenarkan bahwa segalanya berjalan tanpa unsur kecurangan. 


“ Kecocokan DNA pak Fabian dengan bayi yang dikandung Bu Sarah tidak sampai lima persen hingga hasilnya dinyatakan negatif.” ujar dokter itu, “ Artinya, pak Fabian bukanlah ayah biologis dari janin itu.” 


Dokter itu juga menyerahkan amplop lain yang berisi sebuah hasil tes kesuburannya. Fabian membuka amplop itu dan membaca keterangan di sana dengan seksama. Beberapa detik kemudian, Fabian mengatupkan rahang dengan wajah merah padam. 


Kehidupan ini memang penuh dengan kejutan dan Fabian tidak menyangka akan diberi kejutan seperti ini. 


Mata Fabian memanas hingga tanpa terasa meneteskan air dari kedua sudutnya. Dilihatnya lagi hasil pemeriksaan tes kesuburan itu, lalu dia tertawa dengan suara sumbang. Tawanya terdengar mengerikan karena mengandung amarah, kecewa dan juga rasa sakit. 


Dia telah selesai melakukan konsultasi dengan dokter dan sekarang sedang berada di parkiran rumah sakit. Dokter telah menjawab segala pertanyaannya dengan jelas dan rinci. Lalu sekarang saatnya bagi Fabian untuk mengambil tindakan untuk langkah selanjutnya. 


“ Kamu antarkan wanita ini pulang ke rumahku.” titah Fabian pada laki-laki yang ada didekatnya. Dia bahkan tidak mau menyebut nama Sarah. “ Hari ini aku harus kembali ke kantor karena ada rapat penting.” 


“ Siap, pak.” jawab laki-laki bernama Edi yang selama seminggu ini ditugaskan mengawasi dokter dan petugas laboratorium. 


Setelah berkata begitu, Fabian berjalan menuju mobilnya sambil membawa hasil tes DNA dan juga hasil tes kesuburan miliknya. Saat ini dia terlalu marah menerima kenyataan pahit yang terpampang nyata di depan matanya. 


“ Mas, mas… tunggu,” teriak Sarah yang berusaha mengejar langkah Fabian menjauh.

__ADS_1


“ Kasih aku waktu untuk menjelaskan semua ini.” 


Sayangnya, Fabian berlalu dengan cepat dan tidak mengindahkan permohonan Sarah yang memintanya untuk berhenti. Laki-laki itu terlalu kecewa dengan segala yang terjadi dan tidak dapat menahan rasa sakit hatinya.


“ Gak usah dikejar , Bu.” ujar Edi yang langsung menarik tangan Sarah menuju ke arah parkiran mobilnya.


“ Lepasin !Aku mau bicara dengan suamiku!” jerit Sarah seraya memberontak berusaha melepaskan tangannya dari cekalan tangan Edi.


Edi masih berusaha sabar menghadapi Sarah, ia tak ingin berbuat kasar pada wanita hamil meskipun Sarah sangat keras kepala.” Bicara saja di rumah nanti.” 


“ GAK ! Aku mau bicara sekarang !” teriak Sarah murka.


Edi yang kesal karena harus tarik ulur dengan wanita hamil keras kepala itu langsung emosi.


“ Pergilah mendekat ke arahnya biar kamu dicekik sampai mati!”


Mendengar peringatan berisi ancaman itu, Sarah langsung menghentikan langkahnya. Dia berdiri termangu di parkiran rumah sakit dengan rasa takut yang mengisi dadanya. 


“ Ayo aku antarkan pulang.” Edi berjalan mendahului Sarah. Wanita itu masih sempat berpikir untuk melarikan diri di saat seperti ini tapi itu hanya akan membuat masalah baru yang menyusahkannya. Akhirnya dengan langkah gontai Sarah masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh orang suruhan Fabian. 


Jiwanya berduka atas kebodohannya melepaskan Nayara sampai detik ini. Banyak hal yang sedang dia sesali namun tidak bisa diubahnya lagi. Bahkan untuk berandai-andai saja rasanya begitu menyakitkan. 


Fabian meraih kertas hasil tes kesuburannya dan membaca lagi keterangan yang ada di sana. Diusapnya matanya yang berembun dengan punggung tangan untuk mengusir kabut yang terus menerus datang menumpuk air mata.  “ Maafkan aku, Nay…. Maaf,” isak Fabian seorang diri. 


Sementara itu di kediaman keluarga Rayyansyah, Sarah yang baru saja datang langsung mengurung diri di kamarnya. Wanita hamil itu menangis sesenggukan tanpa henti, sesekali dia akan menyusut air mata serta ingus menggunakan tisu. Air matanya seolah tak habis- habis meski telah dikeluarkannya sejak tadi. 


Penjelasan dokter yang menyebutkan bahwa hasil tes DNA milik Fabian dan anak yang dikandungnya benar- benar meruntuhkan hidupnya. Dia telah bermain-main dengan berbagai kemungkinan dan ternyata malah menuai kekalahan. Sekarang , Fabian benar-benar mengusirnya tanpa belas kasihan.


Semakin sore, maka bertambah pula rasa takut dan kalut di dalam diri Sarah.  Dia ingin menelepon ibunya tapi ponselnya sedang disita oleh Fabian. Semua pelayan di rumah ini tidak ada yang mau meminjamkannya ponsel karena tidak ingin mempertaruhkan pekerjaannya. 


“ Apa yang harus kulakukan?” gumam Sarah sambil berjalan mondar-mandir. Pikirannya benar-benar buntu. Dia ingin melakukan sesuatu sebelum Fabian pulang, tapi tidak tahu harus bagaimana. 


Malamnya, Fabian pulang dan langsung menemui Sarah. Perempuan itu tampak ketakutan ketika menghadapi wajah Fabian yang kusut dan penuh emosi. 


Meeting yang tidak menghasilkan kesepakatan bagus, proyek yang tidak berjalan lancar, sekarang ditambah pula dengan kelicikan Sarah yang pada akhirnya terbongkar. Lengkap sudah segala emosi dan kemarahan yang bertumpuk di kepala Fabian. 

__ADS_1


“ Siapa ayah biologis dari janin yang sedang kau kandung itu?” tanya Fabian pada Sarah. 


Sarah hanya menggeleng lemah, dia tidak bisa memberitahu Fabian. Melihat Sarah yang diam, kemarahan Fabian justru semakin membumbung tinggi. 


“ Kamu tidak mau menjawabku ?” tanya Fabian semakin geram. “ Apa kamu masih ingin bermain-main denganku?” 


“ Ti-tidak , Mas. “ jawab Sarah dengan suara pelan. Dia hanya bisa menunduk ketakutan, terlebih melihat tatapan Fabian saat ini seperti ingin mengulitinya hidup-hidup .


“ Kalau begitu jawab aku dan buat segalanya menjadi mudah. Aku tidak ingin membuat keluargamu merasakan penderitaan , tapi jika kau tidak mau berkata jujur padaku maka aku akan mengirimkan orang-orangku untuk menghancurkan mereka !” ancam Fabian dengan kilat mata penuh amarah. 


“ Rendra, Mas,” lirih Sarah. “ Ini anak Rendra.” 


Fabian memicingkan matanya. “ Rendra ? orang kantor juga?” 


“ I-iya, Mas.” 


“ Dia ada di divisi mana dan apa jabatannya?” 


“ Dia staff Inventory Control.” 


“ Apa dia tahu kamu hamil anaknya sebelum menikah dneganku?” tanya Fabian penasaran.


“ Enggak, Mas.” 


Sarah menangis terisak-isak. Dulu dia sedang berpacaran dengan Rendra ketika Fabian masuk ke tengah-tengah hubungan mereka. Di hadapan Rendra, Sarah menyembunyikan perselingkuhannya dengan Fabian. Di hadapan Fabian, dia menutupi hubungannya dengan Rendra. Begitu caranya bermain. 


Sarah juga melayani kedua pria itu secara sembunyi-sembunyi. Saat siang, dia akan bercinta dengan Fabian di kantor, lalu malamnya dia kaan melayani Rendra seperti suami sendiri di kontrakannya. 


Iya, Sarah memang perempuan gila yang menyerahkan tubuhnya pada dua lelaki demi mencari keuntungan. Saat mengetahui dirinya hamil, Sarah tidak tahu persis siapa ayah dari janin yang dikandungnya. Tapi demi mengejar hidup yang sejahtera Sarah mengatakan pada Fabian bahwa janin itu berasal dari benihnya. Tidak lupa, dia menghasut Fabian agar membenci istrinya sendiri yang dianggap mandul . 


Sarah meninggalkan Rendra sambil berharap bahwa janin yang dikandungnya benar-benar anak Fabian. Sarah tidak pernah berpikir Fabian akan melakukan tes DNA seperti ini. 


Akhirnya dia dinikahi putra konglomerat dan tinggal di rumah mewah. Tujuannya untuk menjadi perempuan kaya raya tercapai. Segalanya terasa lancar sebelum segalanya terenggut begitu saja.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2