Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Menerima kesalahanku


__ADS_3

“ Kamu sakit, Nay?” tanya Fabian pada istrinya.


Nayara mendengus samar, lalu memalingkan wajah. Hari ini, suaminya telah kembali ke rumah setelah menginap selama tiga hari di hotel pasca melangsungkan resepsi pernikahan dengan wanita lain. Seolah tak mengenali luka istrinya, pria itu bertanya tanpa rasa bersalah sama sekali. 


“ Wajahmu pucat dan pelayan bilang kalau sejak tiga hari belakangan kamu tidak keluar kamar. “ Perlu ku panggilkan dokter?” 


“ Nggak usah.” balas Nayara pelan. Pria itu tidak tahu bahwa Nayara mengurung diri karena sedang menghindari Zavian.


Fabian mendekat hendak menyentuh istrinya, tapi Nayara segera menepis dan menghindar. Ada kernyitan samar hadir di kening Fabian melihat sikap istrinya yang kurang bersahabat. Pria itu mendessah pelan, lalu duduk di sisi ranjang sambil menatap Nayara. “ Aku menolak ajakan Sarah untuk berbulan madu.” ucapnya kemudian.


Nayara tidak bersuara, dia masih berdiri di dekat jendela kamarnya tanpa menoleh ke arah suaminya. Pikirannya sedang kacau oleh masalah lain yang kini berjejal memenuhi kepalanya.


“ Aku melakukan ini karena tidak ingin menyakiti perasaanmu, Nay.” lanjut Fabian. Dia berkata begitu bertujuan agar aksinya terlihat adil, tapi ucapannya malah membuat Nayara mendecih sinis.


“ Percuma kamu menolak rencana bulan madu dengan dalih tidak ingin menyakitiku. Padahal kamu sudah memberi rasa sakit terbesar dengan berkhianat di belakangku hingga wanitamu hamil.” balas Nayara.


“ Harus berapa kali kubilang padamu.” Fabian bergumam pelan dengan nada putus asa.


” Semua ini terjadi karena aku khilaf. Aku tidak berniat berkhianat sama sekali.” 


“ Khilaf , ya.” gumam Nayara lirih. Kata-kata itu sudah pernah didengarnya dari mulut Fabian ketika ketahuan selingkuh dengan sekretarisnya dan membuat wanita itu hamil.” Tapi kamu juga mencintainya kan? Apa itu bisa disebut khilaf ? “ sindir Nayara.  


Ingin rasanya Nayara memaki seperti biasa, tapi dia ingat lagi bahwa dia juga telah melakukan kesalahan yang sama. Jadi Nayara merasa bahwa dirinya tidak lagi berhak untuk marah.


“ Maaf, Nay.” Fabian kembali berucap dengan suara lirih dan mata sendu penuh penyesalan. 

__ADS_1


Sekarang bolehkah Nayara berkata bahwa apa yang dilakukannya bersama Zavian malam itu adalah bentuk kekhilafan yang sama ? 


“ Sudahlah, gak usah dibahas terus.” ujar Nayara sambil mengibaskan tangan ke udara.


“ Semua orang bertanya-tanya kenapa kamu tidak hadir saat acara pernikahan kami.” tanya Fabian lagi tanpa dosa. Suaminya punya perasaan atau tidak sebenarnya, Nayara bingung sendiri. Tidakkah Fabian memikirkan perasaannya , mendengar suaminya ingin menikah lagi saja dunianya terasa runtuh apalagi harus menyaksikan langsung suaminya di atas pelaminan dengan wanita lain, pikir Nayara.


“ Memangnya apa yang mereka harapkan dari kehadiranku disaat hari pernikahanmu dengan wanita lain?” tanya Nayara sambil menoleh ke arah suaminya.” Apakah semua orang mengharapkan kehadiranku lalu mereka akan memberi pujian bahwa aku adalah wanita hebat yang mengizinkan suaminya menikah lagi?” 


Fabian menggeleng pelan.” Dengan kamu menolak hadir , itu artinya kamu menunjukkan kemarahanmu padaku, Nay. Padahal kita bisa bersikap dewasa dalam menjalani semua ini.” 


“ Ooh, harus bersikap dewasa ya ? Baiklah, kemarin aku memang marah padamu, bahkan aku tidak tahu bagaimana cara meredakan kemarahanku . Tapi sekarang aku akan menerima semua kesalahanmu dan kamu juga harus menerima kesalahanku.” 


“ Apa kesalahan yang telah kamu lakukan ?” suara Fabian sedikit meninggi dan terlihat gusar dalam sekejap. Matanya menatap Nayara dengan tajam, seolah sedang memberi peringatan bahwa dalam hubungan ini istrinya tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun.


Fabian mendekat lalu meraih lengan istrinya. Dia tampak tidak terima dengan ucapan Nayara yang seolah-olah sedang memberinya sebuah peringatan keras. “ Jangan berniat macam-macam di belakangku , Nay. Aku bisa menerima apapun kesalahanmu, tapi aku tidak akan menerima pengkhianatan!” desis Fabian penuh penekanan. 


Nayara tertawa kecil, lalu melepaskan cengkraman Fabian dari lengannya.


” Satu-satunya orang yang boleh berkhianat hanya dirimu, begitu ya?” 


“ Kamu tahu kan , papa tidak akan membiarkan pernikahan kita berakhir dengan perceraian. Tapi jika kamu berkhianat, maka aku tidak akan segan melemparmu keluar dari keluarga ini. Kamu istriku, Nayara dan selamanya akan menjadi istriku!” ucap Fabian dengan penuh ketegasan. 


“ Santai mas. Aku hanya ingin mengubah sedikit hal dari diriku. Hanya itu saja kok.” balas Nayara sambil berusaha menepis tangan suaminya yang memegang pundaknya.


“ Tidak ada yang perlu kamu ubah,Nay. Kamu cukup seperti ini dan jangan berbuat macam-macam lagi.” tegas Fabian.

__ADS_1


“ Aku ingin seperti istri barumu yang cantik, seksi, dan nakal. Apa itu salah?” tanya Nayara kemudian.


Fabian menggelengkan kepalanya dengan cepat.” Aku suka kamu yang seperti ini.” 


“ Sayangnya aku yang seperti ini terlalu membosankan untukmu. Itulah kenapa kamu mencari wanita lain yang berbeda jauh dariku.” sahut Nayara. 


Fabian bergumam dengan gusar, sedangkan Nayara tertawa lgi. Wanita itu kemudian berjalan menjauhi suaminya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Selama ini Fabian terlalu posesif terhadap istrinya dan Nayara juga merasa bahwa semua itu adalah bagian dari kasih sayang Fabian terhadapnya. Sebelum perselingkuhan Fabian akhirnya terbongkar dan menorehkan luka dalam di hati Nayara. Semenjak saat itu, Nayara merasa bahwa sikap posesif Fabian hanya sebatas kamuflase untuk menutupi pengkhianatannya.


Hari ini Adrian Rayyansyah, papa mertua Nayara meminta agar semua anggota keluarga berkumpul di meja makan. Seperti kebiasaan yang sudah tertanam sejak lama, meja makan selalu menjadi tempat untuk bertemu bagi seluruh anggota keluarga. Ada banyak hal yang mereka bicarakan di sana, tentang pekerjaan, keuangan serta rencana dan lain-lain. Jangan lupakan juga, bahwa ada banyak kejadian yang akan tercipta di meja makan. Seperti tawa bahagia sampai tangis duka cita. 


“ Panggil Nayara untuk segera turun!” titah papa Adrian pada salah satu pelayan.


Fabian yang kini sudah duduk bersisian dengan istri barunya mendadak melepaskan napas gusar. Dia sudah mengajak Nayara untuk turun sejak tadi, tapi wanita itu malah mendebatnya. Sepertinya Nayara memang mulai menunjukkan sikap yang bertolak belakang dari apa yang telah ditampilkannya selama ini. 


Fabian pikir, Nayara enggan bergabung di meja makan karena tidak ingin bertemu dengan Sarah. Padahal kenyataannya, Nayara menghindari segala bentuk pertemuan keluarga yang melibatkan Zavian di dalamnya. Perempuan itu terlalu malu pada dirinya sendiri.


“ Nyonya Nayara, Tuan Adrian meminta anda untuk segera bergabung di meja makan.” ujar seorang pelayan yang berdiri di ambang pintu kamar Nayara.


“ Baik, aku akan turun.” balas Nayara dengan anggukan kecil . 


Pelayan itu kemudian undur diri dan Nayara melepaskan napas berat. Dia berjalan ke walk in closet dan berdiri di depan cermin untuk melihat penampilannya. Dia sudah mengenakan dress warna putih tulang dengan model sabrina. Wajahnya dirias natural dengan sedikit sapuan blush on di tulang pipinya.


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2