Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Meminta cerai


__ADS_3

“ Tumben datang ke sini?” tanya Papa Adrian saat istrinya memasuki ruangannya. 


Apalagi ketika dia menangkap raut kemarahan yang kini menggelayut di wajah perempuan paruh baya yang masih cantik itu. Mama Widya mengenakan kacamata hitam untuk menutupi matanya yang sedang sembab, tapi kemarahan di wajahnya tercetak begitu jelas. 


“ Aku membawa kabar buruk sekaligus kabar bahagia,” ujar Mama Widya sambil duduk menyilangkan kaki di hadapan suaminya. 


“ Apa itu?” tanya Papa Adrian dengan wajah yang tampak curiga. 


“ Kabar mana yang ingin kamu dengar ? “ tanya Mama Widya kemudian. 


“ Terserah kamu mau ingin memberitahuku yang mana,” sahut pria itu. 


Mama Widya menghela napas dengan begitu sesak dan berat , seolah dia berusaha menekan beban di dalam dadanya . “ Kabar buruk untukmu adalah , dokter menyatakan bahwa Zavian sudah semakin membaik setelah sadar dari koma.” 


“ Hm,” gumam Papa Adrian sambil meningkatkan rasa waspadanya. Wajahnya semakin tegang dan itu terbaca jelas oleh Mama Widya. 


“ Sementara itu kabar bahagia untukmu adalah, aku akan mengajukan permohonan perceraian,” ucap Mama Widya.Dia menatap ekspresi suaminya yang tampak terkejut mendengar kalimat barusan. 


Setelah tiga puluh tahun hidup bersama melewati suka dan duka kehidupan, baru sekarang terlontar ucapan sakral itu dari bibir Mama Widya. Sebuah keadaan yang tidak diinginkannya tapi dia juga tidak bisa bertahan dalam situasi seperti ini lebih lama lagi.


“ Jangan bercanda, Wid ! “ seru Papa Adrian dengan rahang sedikit mengeras. Dia menatap istrinya dengan begitu tajam. 


“ Aku tidak sedang bercanda,” sahut Mama Widya dengan tegas.” Sudah lama aku ingin berpisah darimu tapi selalu saja kuyakinkan diriku bahwa kamu adalah laki-laki yang pantas menemaniku sampai tua. Tapi ternyata, sekarang aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi .” 


“ Apa maksudmu, Widya? Kenapa kamu bersikap seperti ini !” seru Papa Adrian dengan wajah yang mulai gusar dan marah. 


“ Kamu bukan Ayah yang baik untuk Zavian. Dan kali ini aku lebih memilih kehilangan suami daripada harus kehilangan anak yang telah kukandung dan kulahirkan dengan bertaruh nyawa,” jelas Mama Widya dengan begitu pahit dan menusuk.


“ Apa hubungannya dengan Zavian ? “ tanya Papa Adrian lagi. 

__ADS_1


“ Kamu kecewa mendapat kabar bahwa Zavian sudah sadar dan semakin membaik kan ?” Kamu kecewa karena ternyata usahamu membunuhnya tidak berjalan dengan baik.”


Wajah Papa Adrian langsung menegang mendengar ucapan istrinya  yang ketus dan penuh kemarahan. Melihat ekspresi suaminya , Mama Widya langsung mendecih sinis.


“ Jangan berlagak polos di depanku, Mas. Selama tiga puluh tahun menjadi istrimu, aku sudah hafal dengan baik seperti apa dirimu yang sesungguhnya,” sahut Mama Widya. Kemudian map coklat berisi foto-foto serta rekaman CCTV saat pelaku mengutak-atik mobil Zavian dilemparkan tepat ke hadapan laki-laki itu. Mama Widya berdiri dengan angkuh sambil menatap suaminya. 


“ Aku tahu kamu sejak dulu tidak pernah menyayangi Zavian. Tapi saat kamu mencoba membunuhnya, maka kamu telah membuat hati seorang ibu hancur. Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu,” ucap Mama Widya dengan suara bergetar. 


“ Wid, aku tidak bermaksud  begitu,” Papa Adrian berusaha menjelaskan dengan susah payah. Mama Widya langsung berdiri dan hendak keluar dari ruangan itu. Dia teramat muak melihat sikap suaminya.” Tunggu, jangan pergi dulu !” 


“ Aku sudah menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian kita. Setelah ini kamu bisa bebas hidup dengan ambisimu sebagai sosok yang penuh kuasa,” ujar Mama Widya . 


“ Aku tidak akan bercerai denganmu !” teriak Papa Adrian dengan dada yang naik turun karena menahan emosi . 


“ Lihat itu ! “ tunjuk Mama Widya pada foto-foto yang berserakan di atas meja.


“ Aku hanya ingin Vian pulang ke rumah dan kembali padaku!” ucap Papa Adrian memberi alasan sekaligus mengakui perbuatannya. 


“ Dengan cara sejahat ini? “ tanya Mama Widya. Suaranya mendadak serak dengan air mata kembali menggenang di sudut matanya. “ Dia, anakku dan anakmu juga . Tapi kenapa kamu begitu tega ?”


Papa Adrian mengusap wajahnya dengan kasar dan hembusan napas gusar, “ Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membuatnya kembali padaku.”


“ Sudah berkali-kali aku bilang bahwa kamu cukup memperlakukan Zavian dengan adil. Rengkuh anakmu dengan rasa sayang agar dia tetap ada di sisimu. Tapi lihatlah apa yang kamu lakukan padanya, Mas. Kamu membedakan perlakuan antara Fabian dan Zavian , padahal mereka berdua adalah anak kandungmu. Kamu anggap Fabian sebagai pewaris yang selalu kamu banggakan, tapi kamu menganggap Zavian sebagai sosok yang hanya bisa diperalat . Kamu bersorak bangga untuk Fabian padahal Zavian yang pantas mendapatkan pengakuan itu.” 


Mama Widya melepaskan kacamatanya dan menghapus air mata yang turun di pipinya. Dia terisak sebentar , lalu kembali berkata.


“ Kamu tidak pernah melihat Zavian sebagai anakmu. Kamu, hanya menganggapnya sebagai manusia bodoh yang bisa diperalat sesuka hati . Di saat dia ingin berdiri di atas kakinya sendiri, kamu malah ingin menghancurkan usahanya. Di saat dia menolak, kamu dengan tega membuatnya berada diambang hidup dan mati,” ucap Mama Widya dengan disertai isakan yang kembali mendesak emosinya.


“ Tidakkah kamu kasihan melihat seorang Ibu yang menangis pilu melihat anaknya celaka? Kemana nuranimu ketika melihat seorang istri yang sedang hamil menangis ketakutan akan kehilangan suaminya?” pertanyaan itu terlontar bertubi-tubi dengan suara penuh kemarahan. 

__ADS_1


“ Wid, aku minta maaf ,” ujar Papa Adrian dengan lemah.” Aku tidak pernah menyangka akan ada truk yang menabraknya . Aku tidak menyangka bahwa keadaan Zavian akan begitu buruk.” 


“ Aku membencimu, Mas. Aku juga tidak akan bisa memaafkan perbuatanmu ini.” kata Mama Widya lagi. 


“ Jangan  meminta perceraian, Widya. Jangan…” pinta Papa Adrian mengiba.” Aku akan meminta maaf pada Zavian jika memang itu maumu. Tapi jangan meninggalkanku.”


“ Kamu ingin meminta maaf pada Zavian hanya karena takut aku tinggalkan bukan ? Apa kamu tidak sadar? Kamu tidak merasa bersalah sama sekali?” tanya Mama Widya yang tak habis pikir dengan perkataan suaminya. “  Minta maaflah padanya karena kamu memang menyesal bukan meminta maaf padanya hanya karena itu mau ku.” 


“ Dan keputusanku sudah bulat . Aku tetap akan mengajukan perceraian . Aku tidak akan menghabiskan sisa hidupku dengan laki-laki kejam sepertimu,” ujar Mama Widya.


“ Widya, please !” Papa Adrian mencoba meraih istrinya tapi Mama Widya dengan cepat mengelak dan menepis uluran tangan suaminya. 


Papa Adrian tampak terpukul mendengar ucapan istrinya yang begitu tajam dan tidak bisa diajak kompromi. Seumur hidupnya dia telah bersikap tegas dan arogan di hadapan Mama Widya. Dan wanita itu selalu berperan sebagai istri yang patuh dan penurut. Mama Widya adalah support system yang akan selalu mendukung apa saja keputusannya. Tapi sekarang, wanita itu tidak lagi bersikap tunduk padanya. 


Mama Widya terluka parah melihat kenyataan betapa kejamnya perlakuan sang suami terhadap Zavian, anak kandungnya sendiri. Dan keputusannya untuk bercerai dari Papa Adrian adalah bentuk kekecewaan mendalam setelah sekian lama bersikap diam atas ketidakadilan suaminya. 


“ Wid…” Papa Adrian mencoba membujuk istrinya agar mereka kembali bicara dengan kepala yang lebih dingin.


“ Silahkan hidup dengan ambisimu yang kejam dan tanpa nurani itu. Habiskan masa tuamu sendirian tanpa  aku ataupun Zavian !” seru Mama Widya lagi. 


Dipasangnya kembali kacamata hitam untuk menutupi matanya yang basah . Setelah berkata begitu , Mama Widya keluar dari ruangan CEO dengan langkah tegap. Dia meninggalkan suaminya tanpa memberi kesempatan untuk bicara lebih banyak. 


Sementara itu , Papa Adrian berpegangan pada sudut meja dengan erat. Dia meremas dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Segalanya serba mendadak dan sangat mengejutkan untuknya. Dia tidak bisa  menerima semua ini. Lalu pandangan Papa Adrian menggelap dan dia jatuh ke lantai. 


.


...****************...


langsung 3 bab, jgn lupa dukungannya yaa dan di like setiap babnya... Jangan lupa vote Zavian dan Nayara juga . Saranghae 🫶🫰

__ADS_1


__ADS_2