Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Makan Malam


__ADS_3

“ Nanti datanglah ke rumah untuk makan malam. Papamu harus diberitahu kabar gembira ini.” ucap Mama Widya .


“ Baik, Ma. Kami akan datang tapi biarkan aku sendiri yang mengabarkan berita ini pada papa.” ujar Zavian. 


“ Beneran kamu mau datang kerumah ?” Mama Widya kembali mencari penegasan.


“ Iya.” sahut Zavian sambil mengangguk. 


“ Mama senang mendengarnya.” ucap Mama Widya dengan lega. 


Zavian menggenggam tangan Nayara dan menatap istrinya. Sorot mata Zavian memberitahu bahwa Nayara tidak perlu merasa takut pada apapun karena ada dia yang akan memberi perlindungan. 


Untuk pertama kalinya setelah tiga bulan mereka keluar dari kediaman keluarga Rayyansyah, Zavian dan Nayara kembali duduk di meja makan yang mewah itu. 


Di seberang meja mereka ada Fabian dan Sarah yang duduk berdampingan tapi sama-sama memasang wajah dingin satu sama lain. Kandungan Sarah sudah semakin membesar karena masuk bulan ketujuh. Badannya juga semakin berisi dari pertama kali datang ke rumah ini. 


“ Ish !  Males banget.” ucap Sarah sambil menatap Nayara dengan sinis. Sedangkan Nayara tidak mempedulikan ucapan Sarah yang jelas terdengar di telinganya. 


“ Ada apa sih?” tanya Fabian dengan wajah kaku. Dia tampak tidak nyaman berada dalam satu meja bersama adik dan juga sosok mantan istrinya. 


Apalagi sejak tadi Zavian memperlakukan Nayara dengan begitu hangat dan romantis. Segala perlakuan Zavian terkesan sangat hati-hati seolah Nayara adalah benda rapuh yang bisa pecah karena sedikit goresan. 


Sikap perhatian penuh penjagaan yang dilakukan Zavian benar-benar berhasil mengusik pandangan mata Fabian. Laki-laki itu tampak muak dan jengah. Rasa cemburu dan amarah berlomba-lomba menyesakkan dadanya. 


“ Bagaimana kabarmu, Vian ?” tanya papa Adrian pada putra keduanya itu. 


“ Selalu baik-baik saja, Pa.” jawab Zavian dengan ringan. 


“ Sibuk ya, sekarang.” tukas pria paruh baya itu sambil melirik anaknya. “ Papa dengar kamu menjalin kerjasama dengan perusahaan Capitaland Limited yang ada di Singapura.” 


“ Oh.. itu.” Zavian terkekeh kecil sebelum menjawab. Dia menatap papanya sekilas dan juga melirik ke arah Fabian. “ Cuma proyek kecil-kecilan, Pa. Maklumlah, yang aku kelola kan cuma perusahaan kecil.” 


“ Cuma perusahaan kecil katanya.” ujar papa Adrian sambil mengangkat gelas minumannya. Ditatapnya Zavian sekali lagi dengan sorot yang lebih tajam. “ Tapi bisa masuk majalah bisnis dan nama perusahaanmu disebut beberapa kali . Hm… trik marketing yang bagus.” 


“ Begitulah kenyataannya.” balas Zavian dengan santai. 


Zavian hanya bisa tersenyum melihat bagaimana ekspresi papanya yang terlihat gusar ketika berbicara seperti itu. Apalagi wajah Fabian makin mengeras dengan sorot mata yang semakin tidak bersahabat. Zavian menikmati bagaimana papa dan kakaknya tampak terbakar dalam emosi mereka sendiri. 

__ADS_1


“ Berhenti membicarakan masalah kerjaan !” sela mama Widya yang menangkap aura panas di antara anak dan suaminya. “ Mama susah payah meminta Zavian dan Nayara supaya ikut makan malam di sini karena kita ada kabar mengejutkan.”


“ Kabar mengejutkan apa lagi ?” tanya Fabian dengan nada suara jengah dan muak. “ Mau bilang kalau Zavian sekarang dinobatkan sebagai pengusaha paling sukses sejagat raya?” 


“ Wah, sadis banget sindirannya.” sahut Zavian sambil menatap kakaknya . “ Tapi makasih, semoga aja memang terjadi suatu saat nanti.” 


“ Ck !” mama Widya berdecak kesal sambil melotot ke arah kedua anaknya secara bergantian. “ Mama gak bisa ngasih tahu secara langsung karena ini kewenangan Zavian.” 


“ Katakan saja, ada apa Za? “ tanya papa Adrian sambil menatap putra keduanya. Dia seperti sedang penasaran menanti kejutan yang dibuat oleh Zavian. 


“ Nayara hamil.” ucap Zavian dengan begitu jelas. Ditatapnya masing-masing orang yang memberikan reaksi berbeda. 


Papa Adrian mengangkat alisnya sambil mengangguk-anggukkan kepala. Sedangkan Fabian tampak syok dan melongo. Dia menatap Nayara dengan sorot mata penuh kemarahan seolah- olah tidak terima perempuan itu dihamili oleh pria lain. 


“ Apa? Nay hamil?” tanya Fabian dengan sorot mata masih tidak percaya. 


“ Iya. Akulah laki-laki yang berhasil membuatnya hamil.” jelas Zavian dengan wajah penuh kemenangan. Dirangkul dan diusap-usapnya bahu Nayara. 


Sedangkan Sarah memasang wajah sinis. Dia tampak kesal.” Kirain ada kabar mengejutkan apa, ternyata cuma berita gak penting kaya gini!” 


“ Seharusnya ini memang jadi kejutan untukmu .” balas Nayara dengan suara lantangnya. Dia menatap tajam Sarah.


Tidak ada satupun yang berbicara. Semuanya terdiam mendengar ucapan Nayara barusan. Ada momen hening yang terasa begitu panas dan tidak menyenangkan. 


Sementara itu, di seberang mejanya, wajah Fabian merah padam dengan sempurna. Dia berdiri dengan cepat hingga menimbulkan bunyi derit yang berisik dari kursinya. Tidak lupa, Fabian menarik tangan Sarah untuk mengikuti langkahnya. 


“ Mas, kenapa sih?” tanya Sarah sambil tertatih-tatih menaiki anak tangga. Dia belum mengerti alasan kenapa Fabian tampak begitu marah saat mengetahui kabar kehamilan Nayara. “ Mas…” 


Fabian membanting pintu kamarnya dan berdiri menatap Sarah sambil berkacak pinggang. Wajahnya keruh dan disertai kemarahan yang meluap-luap. 


“ Selama setahun Nayara menjadi istriku dia tidak pernah hamil sama sekali.” desis Fabian geram. 


“ Ya, terus kenapa?” sahut Sarah sedikit gugup. 


Fabian memang sering marah dan bersikap kasar padanya, tapi Sarah belum pernah melihat laki-laki itu semarah ini. Seolah-olah dia bisa membunuh Sarah melalui tatapan matanya yang tajam. 


“ Kehamilanmu…. kita tes DNA sekarang juga!” ucap Fabian dengan tegas. 

__ADS_1


“ Enggak! Aku gak mau tes DNA!” Sarah berkata dengan tegas menolak keinginan suaminya. “ Kamu pikir anak siapa yang sedang aku kandung ini, hah ? Anakmu , Mas. Anakmu !” 


“ Kalau itu memang anakku, seharusnya kamu tidak menolak untuk aku ajak tes DNA . Seharusnya kamu berani membuktikan bahwa kamu sedang mengandung darah dagingku !” balas Fabian tak kalah tegas. 


Sarah menggelengkan kepala dengan cepat. Matanya mendadak panas dengan air mata yang perlahan berjatuhan. Dia tidak pernah menyangka jika Fabian akan mengajaknya untuk melakukan tes DNA. Karena sejak awal pria itu tidak pernah terlihat menaruh curiga. 


Bahkan Fabian langsung percaya ketika dulu Sarah mengatakan bahwa dia tengah hamil. Fabian bahkan terlihat bahagia karena istrinya belum bisa memberinya keturunan. Tapi sekarang, setelah Nayara mengumumkan kehamilannya, Fabian langsung berubah drastis . 


“ Tamat riwayatmu jika nanti terbukti bahwa anak yang kamu kandung bukan anakku!” ancam Fabian kemudian. 


Tubuh Sarah menggigil mendengar ancaman itu, tapi dia tidak akan menyerah begitu saja. Ada cita- cita dan keinginan yang sedang diperjuangkannya. Jika Sarah menyerah sekarang, maka segala usahanya akan sia-sia seperti debu terhembus angin. 


“ Sebenarnya apa yang sedang ingin mas buktikan , hah ?” tanya Sarah dengan sorot mata memelas. “ Sekedar ingin mencari-cari kesalahanku agar terlepas dari tanggung jawab atau ingin membuktikan pada semua orang bahwa ternyata dirimu adalah laki-laki mandul?” 


Fabian terdiam sejenak, kemudian berkata.


“ Aku tidak percaya yang kamu kandung itu anakku !” 


“ Hanya gara-gara Nayara hamil lalu kamu merendahkan diri dengan menganggap bahwa ternyata selama ini kamu yang mandul, begitu ?” tanya Sarah dengan sorot mata sendu .


“ Memangnya kamu tidak percaya takdir, ya ?” 


“ Takdir apa yang harus aku percayai , hem?” tanya Fabian dengan wajah muak.


“ Siapa tahu Tuhan memang tidak berkehendak kamu memiliki anak dari Nayara. Mungkin juga Tuhan merasa bahwa dia bukanlah sosok perempuan yang tepat untuk mengandung anakmu. Bisa jadi, suatu saat nanti dia akan menjadi ibu yang buruk bagi anakmu. Semua itu takdir Tuhan, Mas. Dan hanya Tuhan yang tahu.” ucap Sarah panjang lebar. 


Bukannya berhasil membuat Fabian merenung, tapi ucapan Sarah barusan malah memancing agar pria itu semakin bertambah marah. 


“ Lancang sekali mulutmu berkata begitu terhadap Nayara!” bentak Fabian murka. 


“ Lalu kenapa kamu meragukanku ?Padahal yang aku kandung ini benar- benar anakmu !” ucap Sarah tak kalah sengit. 


“ Kalau kamu memang merasa itu anakku, ayo kita kerumah sakit sekarang. Kita lakukan tes DNA supaya ucapanmu terbukti benar.” balas Fabian tak mau kalah. 


“ Apa kamu gak malu, Mas? Apa kamu gak sadar bahwa dengan melakukan tes DNA , itu berarti kamu sedang mengumbar aibmu kepada semua orang. Bayangkan jika rekan bisnismu tahu bahwa kamu ternyata tidak bisa menghasilkan keturunan, apa kamu masih berani menatap mata mereka? “ Sarah mencoba mempengaruhi suaminya yang masih keras kepala ingin mengajaknya untuk melakukan tes DNA. 


“ Aku gak peduli !” 

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2