Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Memperbaiki hubungan


__ADS_3

Zavian terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan Fabian karena dia sadar tidak banyak waktu yang tersisa . Meskipun kadang Fabian masih bersikap ketus dan sinis, Zavian tidak peduli. Dia hanya perlu memperkokoh rasa sabar dalam menghadapi kakaknya. 


Sebenarnya Fabian juga tidak mau terus -terusan bersikap ketus pada Zavian, tapi dia tidak punya cara lain untuk melindungi dirinya dari rasa malu . Sungguh, Fabian malu pada dirinya sendiri. Setelah segala kejahatan dan keegoisannya selama ini, Zavian masih mau berbaik hati mengulurkan tangan padanya. Jadi, dia hanya bersikap pura-pura cuek meskipun di dalam hatinya bertepuk tangan penuh syukur. 


“ Dokter bilang kalau Fabian nanti sore boleh pulang,” ujar Mama Widya. 


“ Tuh, kabar bagus. Lo senang, gak ?” tanya Zavian pada kakaknya. 


“ Biasa aja,” jawab Fabian dengan datar. Selama setahun belakangan ini dia sering sekali masuk rumah sakit untuk dirawat, lalu beberapa hari kemudian akan diizinkan pulang. Begitu terus perjalanannya. 


Hanya saja, kali ini Fabian senang melihat Mama Widya tersenyum dan mulai ceria lagi. Mungkin karena Zavian ada di sini, jadi Fabian menyukai situasi yang mulai menghangat di antara mereka. 


Sorenya, Fabian pulang ke rumah dan dia mendapati suasana ramai yang terasa asing tapi menyenangkan. Ada suara tangis bayi dan gelak tawa yang membuat suasana semakin riuh. Lalu seorang bocah laki-laki berlari dan berhenti tepat di hadapan Fabian yang duduk di atas kursi roda. 


Tatapan keduanya bertemu. Fabian seperti sedang menemui Zavian di masa kecil karena wajah mereka yang begitu mirip. 


“ Say Hello, Ze. Ini Om Fabian,” ucap Zavian dari belakang. 


“ Hallo, Om. Aku Zean.” bocah itu berkata sambil mengulurkan tangan menyalami Fabian. Setelah itu dia melirik ayahnya, seolah bertanya apakah sikapnya barusan benar atau tidak. Zavian tersenyum sambil mengangguk. 


Rasanya Fabian ingin membawa Zean ke dalam pelukannya, tapi entah kenapa dia menahan keinginannya. Dia hanya tersenyum , lalu senyumannya memudar seiring kehadiran seorang wanita bersama bayi perempuan di dalam gendongannya. 


“ Itu adiknya Zean, namanya Zianna,” ujar Zavian . 


Fabian tidak hanya menatap bayi itu, tapi juga menatap ibunya. Tatapan mereka bertemu sejenak, lalu Fabian merasakan sakit yang menyengat dadanya. 


Rasa cinta di dalam dadanya masih berkejaran dengan penyesalan, sama seperti dulu. Bahkan sampai detik ini, Fabian belum sanggup untuk mengikhlaskan perasaannya. Tapi Nayara tidak akan pernah lagi menjadi miliknya.


Jujur saja, Fabian iri sekali melihat betapa baiknya jalan hidup Zavian. Dia memiliki istri yang cantik dan penurut, ada juga anak-anak yang menggemaskan dan tumbuh sehat. Fabian juga pernah bermimpi seperti itu. Dia ingin menjadi sosok ayah yang hebat di mata putranya dan juga sebagai cinta pertama untuk anak perempuannya. Sama seperti Zavian saat ini. 


Sayangnya, dia telah merusak jalan hidupnya sendiri dengan pengkhianatan. Sekarang hanya ada sesal di dalam dada yang tak kunjung hilang . 


“ Gue mau ke kamar,” ucap Fabian. Dia ingin melarikan diri dari situasi yang membuat dadanya sesak. 


Zavian lalu mendorong kursi rodanya menuju kamar dan membantu kakaknya berbaring di ranjang. 


“ Bilang kalau lo butuh sesuatu,” pesan Zavian. 


Fabian menggeleng pelan, tapi tidak lama kemudian dia berkata,” Gue mau ke makam Papa besok. Lo mau temani gue gak ?” 


“ Iya , gue temani lo ke makan Papa besok,” jawab Zavian. 

__ADS_1


Malam itu, Fabian tidak bergabung dengan keluarganya di meja makan. Dia tertidur pulas setelah minum obat dan baru bangun besok paginya. 


Sesuai janjinya, Zavian menemani Fabian ke makam Papa Adrian. Biasanya Fabian akan ditemani oleh pelayan rumah atau Mama Widya, tapi khusus kali ini dia pergi bersama Zavian. 


“ Satu-satunya yang paling bikin jengkel adalah duduk di kursi roda, gue jadi kayak orang cacat,” keluh Fabian. 


“ Kalau lo jalan sendiri nanti malah pingsan,” tukas Zavian. Dia mendengar dari Mama Widya bahwa Fabian sering sekali pingsan hanya karena kelelahan. 


“ Gue pengen jalan ke makam Papa, kali ini aja.” pinta Fabian. 


Zavian menuruti permintaan kakaknya dan membiarkan Fabian turun dari mobil sendirian tanpa dibantu. Makam Papa Adrian terletak di San Diego Hills Memorial Park dan berada di tipe private estate. Jadi mobil bisa masuk sampai area pemakaman dan hanya butuh berjalan beberapa langkah melewati paving blok. 


Fabian duduk di depan makam papanya sambil merenung. Setelah itu dia mengucap maaf berkali-kali dengan suara lirih,namun masih bisa terdengar oleh Zavian. 


“ Gue selalu mikir kalau saat ini mungkin papa lagi kecewa melihat keadaan gue,” ujar Fabian. 


Zavian tidak menyahut. Dia tidak bisa menerka -nerka jawaban dari pemikiran Fabian barusan. Mungkin saja Papa Adrian akan kecewa melihat anak kesayangannya harus berakhir dengan begitu banyak derita. Atau mungkin laki-laki itu justru tidak sempat memikirkan anaknya karena sibuk mempertanggung jawabkan perbuatannya semasa hidup. 


“ Pa, maaf.” ucap Fabian untuk yang kesekian kalinya. 


“ Aku juga minta maaf, Pa,” ujar Zavian. 


Setelah satu jam kemudian, Zavian mengajak Fabian pulang. Mereka meninggalkan area pemakaman Papa Adrian dan kembali pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan pulang, Fabian tidak banyak bicara. Dia hanya diam hingga akhirnya tertidur. 


“ Gue mau minta maaf tentang satu hal sama lo,” ujar Zavian. Dia menghela napas panjang sebelum bicara.” Ini tentang Nayara.”


“ Lo emang harus minta maaf banget tentang itu, sih,” jawab Fabian. 


“ Lo boleh pukul gue dan ngeluarin caci maki ke gue setelah lo denger cerita ini. Tapi lo gak boleh ganggu Nayara atau pun anak-anak gue,” ucap Zavian memperingatkan. 


“ Oke, cerita aja,” jawab Fabian mempersilahkan Zavian bicara. 


Zavian sudah mempertimbangkan semuanya sebelum akhirnya memberanikan diri membuka rahasia yang selama ini disimpannya. Dia pikir Fabian harus tahu semuanya agar bisa membuat keputusan apakah kesalahan Zavian bisa dimaafkan atau tidak. 


“ Waktu malam resepsi pernikahan lo dan Sarah dulu, gue pulang ke rumah duluan dan lihat Nayara lagi nangis di pantry sendirian. Malam itu dia kacau banget, dia benar-benar patah hati gara-gara lo nikah sama Sarah. Gue iseng coba tawarin wine ke Nayara dengan harapan dia bisa tenang dan gak nangis lagi. Tapi setelah itu dia malah mabuk dan —”


Ucapan Zavian terhenti saat Fabian mengangkat tangan di depan wajahnya.” Gue tebak…. Lo pasti nidurin dia,’kan ?” 


Zavian tidak langsung menjawab, tapi dari sorot matanya Fabian sudah tahu jawaban pastinya. Dia mendecih sinis, kembali merasa kecewa untuk sebuah masa lalu yang terlanjur rusak. 


“ Gue yang salah,” gumam Zavian dengan begitu lirih.” Gue yang bikin Nay minum sampai mabuk, lalu godain dia hingga akhirnya kami having sekss malam itu.”

__ADS_1


Fabian tidak bisa berkata-kata. Dia hanya menatap Zavian dengan sorot mata kecewa yang teramat sangat. Dia telah menemukan sisi brengssek Zavian di antara segala kesempurnaan yang selama ini membuatnya cemburu. 


“ Itulah kenapa setelah lo menceraikan Nay, gue langsung minta izin sama Papa untuk nikahin dia. Gue paham perasaan lo yang menganggap gue brengssek, tapi sejak malam itu gue gak bisa berhenti mikirin Nay dan gak bisa biarin dia lepas begitu aja,” jelas Zavian kemudian. 


“ Lo tahu kalau dia itu gak cinta sama lo,” ucap Fabian dengan perasaan perih. 


“ Tahu,” jawab Zavian.” Itu memang benar, tapi gue gak masalah sekalipun tahu kalau dia cuma jadiin gue pelampiasan rasa sakit hatinya terhadap lo. Gue nikah dengan Nay dalam keadaan dia masih menyisakan rasa cinta untuk lo,” ujar Zavian.


Fabian menggelengkan kepala dengan napas yang mendadak terasa sesak. Fakta yang diungkap Zavian kembali melemparkannya pada masa lalu dan berhasil membuatnya merasa menjadi manusia paling tolol. Di antara sekian banyak kegagalan dalam hidupnya, melepaskan Nayara masih menjadi kekecewaan terbesarnya hingga detik ini. 


Fabian menatap adiknya yang kini masih duduk di hadapannya sambil menatapnya dengan lekat. Selama ini , di sepanjang hidupnya, Fabian telah melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan Zavian. Kebenciannya terhadap Zavian telah dimulai sejak masa kanak-kanaknya dan semua itu semakin diperkuat oleh pembelaan Papa Adrian. 


Tidak terhitung berapa banyak Fabian mencurangi Zavian atau sengaja mencelakai adiknya itu. Tidak terhitung entah berapa kali dia membuat Zavian berada dalam masalah gara-gara dirinya. Dia bahkan selalu berharap adiknya lenyap selamanya dari muka bumi ini. Tapi Zavian tetap bertahan. Tidak terpikir olehnya untuk membalas perbuatan Fabian yang keterlaluan. Zavian justru rela mengorbankan banyak hal demi Fabian. 


Lalu sekarang, Zavian mengakui satu kesalahannya  dengan terang-terangan. Fabian rasa , hanya itu satu-satunya cara kesalahan Zavian terhadapnya, tapi adiknya justru meminta maaf dengan begitu tulus. 


“ Mas…..”


“ Diem lo !”


Fabian menunduk demi menyembunyikan matanya yang kini sedang berlinang. Dadanya sesak sekali. 


Dia masih bisa mengingat dengan jelas alasannya menikahi Nayara dulu. Bukan karena benar-benar memiliki rasa cinta terhadap wanita itu sejak awal. Tapi karena Fabian tahu bahwa Zavian juga menyukai Nayara. Itulah kenapa dia menerima perjodohannya dengan Nayara. Ia tidak akan memberi celah untuk Zavian memiliki impiannya untuk berbahagia. 


Setelah semua ini, kenapa Fabian tidak meminta maaf kepada Zavian ? Bukankah dia yang paling banyak salah dan layak mengemis maaf agar kelak bisa mati dengan tenang ?


“ Gue minta maaf,” Zavian berkata lagi dengan nada penuh sesal yang justru terasa menikam jantung Fabian. 


“ Kayaknya gue yang harus minta maaf sama lo,” ujar Fabian. Dia masih menunduk dan menyembunyikan raut wajahnya yang kacau.” Sejak pertama kali Nay datang ke rumah ini , lo udah suka sama dia lebih dulu dan Nay juga suka sama lo sejak awal. Gue tahu perasaan kalian waktu itu.”


Zavian terpana sambil terus menatap Fabian, kemudian tertawa kecil, mengingat kembali bahwa dulu dia pernah patah hati lalu merelakan Nayara bersama kakaknya. Sebelum akhirnya Zavian melakukan hal curang untuk merebut wanita itu dari Fabian. 


“ Gue emang sempat marah dan benci banget waktu lo nikah sama Nay. Gue bahkan melakukan berbagai cara untuk menjadikan Nay sebagai milik gue lagi. Kalau diinget-inget gue konyol juga, ya.” Fabian terkekeh sumbang, dia mengejek kelakuannya di masa lalu. 


“ Jadi, lo maafin gue ?” tanya Zavian kemudian. 


“ Iya, gue maafin kelakuan brengssek lo yang pernah nidurin istri gue,” jawab Fabian. Dia menghela napas sejenak, lalu menatap Zavian.” Tapi Za…. Lo ngambil apa yang sebenarnya udah jadi milik lo sejak awal.” 


Zavian hanya bisa bergumam lega di tengah ucapan maafnya. Sebelum akhirnya dia terdiam ketika Fabian mengatakan kejujurannya. 


“ Lo juga harus maafin gue untuk seluruh alasan kebencian gue selama ini. Lo udah jadi adik yang baik untuk gue selama ini. Jadi, gue ingin meninggal dengan tenang sambil menggenggam maaf dari lo, Za.” 

__ADS_1


.


...****************...


__ADS_2