
Seharian Zavian bekerja di kantornya dengan fokus. Yudha sempat datang menemuinya dan mereka berdiskusi cukup lama. Lalu kegiatan Zavian dilanjutkan dengan pertemuan bersama klien dan juga melakukan conference call.
Sorenya , Zavian memenuhi janjinya kepada Nayara agar pulang lebih cepat. Ada kerinduan yang menyusup ke dalam dadanya terhadap wanita itu. Bukan karena Nayara menjanjikan percintaan yang hebat malam ini tapi karena Zavian benar-benar ingin mendekap wanita itu erat-erat.
“ Ya, Tuhan aku sangat mencintai Nayara,” ujar Zavian sambil menatap pigura yang mengabadikan potret Nayara di sana .
Zavian kemudian meletakkan pigura itu kembali ke sudut meja kerjanya, lalu berjalan ke luar ruangan. Dia turun ke basement tempat dimana mobilnya diparkirkan. Zavian sempat mengabari Nayara bahwa dia sudah dalam perjalanan pulang dan menyampaikan kata-kata rindunya terhadap wanita itu.
Zavian melaju dengan tenang keluar dari gedung kantornya. tapi setelah itu ketenangan Zavian terusik ketika dia merasakan sebuah keganjilan pada mobilnya. Saat hendak melintas dari persimpangan , Zavian berkali-kali menginjak rem tapi mobilnya terus melaju tanpa berhenti.
Sekuat tenaga Zavian mengendalikan mobilnya hingga dia harus merelakan mobil itu berhenti secara paksa setelah menabrak pembatas jalan. Mobilnya berputar melintang jalan dan menyisakan jejak penyok di bagian body depan.
Zavian menarik napas lega karena masih merasa baik-baik saja. Tapi sedetik kemudian, dia terbelalak kaget ketika melihat sebuah truk melaju cepat ke arahnya. Lalu Zavian merasakan sebuah hantaman yang membuatnya merasa limbung hingga pandangannya tak terarah.
Ketika hantaman dan guncangan itu berhenti, ada momen hening yang terasa mencekam. Zavian masih terkurung dibalik kemudinya dan kesadarannya masih tersisa untuk memahami bahwa mobilnya kini terbalik dan kepalanya bersandar dengan lemah.
Ponsel Zavian berdering dan dia menatap benda yang layarnya sudah retak itu. Ada sebuah kontak yang tampil di sana.
My Love is calling……
Zavian tidak punya kekuatan untuk meraih benda itu, tangannya terasa kebas dan kepalanya mendadak pusing. Istrinya sedang hamil dan sering mengidam. Sekarang Zavian tahu bahwa wanita itu pasti meneleponnya untuk menitip sesuatu.
“ Maaf, sayang…..” gumam Zavian pelan. Dia ingin sekali mengangkat telepon itu dan menanyakan apa yang diinginkan istrinya. Tapi rasanya berat sekali, tidak ada kekuatannya yang tersisa.
Zavian menatap ponselnya yang masih berdering menampilkan nama istrinya. Hingga akhirnya panggilan itu terputus dan nama Nayara menghilang dari sana. Layar ponsel itu padam dan gelap, lalu Zavian juga memejamkan matanya setelah mengucapkan nama Nayara dengan sangat lemah.
“ Hubby kemana sih?” gumam Nayara dengan resah. Dia terus memandang ke arah jalanan dengan penuh harapan.
Sudah lewat tiga puluh menit semenjak terakhir kali Zavian menghubunginya dan mengatakan bahwa laki-laki itu sudah dalam perjalanan pulang. Tapi sampai sekarang belum ada juga tanda-tanda kemunculan Fabian.
Wanita itu duduk di balkon lantai dua sambil memandang ke arah jalan, berharap mobil suaminya muncul di sana. Ada sebuah perasaan rindu yang menghentak hebat di dalam dadanya, hingga membuatnya nyaris menangis dalam penantian yang semakin terasa menyiksa. Tidak biasanya Nayara ada dalam sebuah perasaan yang emosional seperti ini.
Zavian tidak menjawab panggilan telepon dari Nayara, membuat pemikiran wanita itu semakin tidak karuan. Nayara belum tahu apa yang terjadi pada Zavian saat ini dan dia masih menunggu kepulangan suaminya dengan seluruh harapan dan juga rasa rindu.
Hingga sebuah mobil berhenti tepat di depan pagar rumahnya dan seorang laki-laki turun dengan tergesa. Laki-laki itu adalah Yudha, teman sekaligus partner kerja Zavian dalam membangun perusahaannya. Nayara bergegas turun untuk menemui teman suaminya itu dengan perasaan yang semakin tidak enak.
“ Ikut aku ke rumah sakit sekarang,” ajak Yudha tanpa basa-basi.
__ADS_1
“ Ada apa?” tanya Nayara yang masih bingung.
“ Zavian kecelakaan,” jawab Yudha.
Nayara hampir limbung mendengar ucapan laki-laki itu. Tubuhnya bergetar hebat dengan pemikiran yang mulai kemana-mana. Nayara hampir menangis tapi Yudha tidak mau membuang-buang waktu. Dia segera menyeret Nayara masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah itu.
“ Zavian kecelakaan tak jauh dari kantor,” ujar Yudha yang sedang mengemudi. “ Semoga dia baik - baik saja.”
Hanya itu penjelasan yang bisa Yudha berikan karena dia tidak ingin membuat Nayara semakin merasa terpukul mendengar bahwa kecelakaan yang dialami Zavian cukup parah. Yudha juga tidak mau mendahului wewenang tim dokter untuk memberi penjelasan mengenai keadaan Zavian saat ini.
Sepanjang jalan Yudha hanya diam dan membiarkan Nayara menangis sendirian. Dia tidak tahu bagaimana cara menghibur istri sahabatnya itu. Apalagi saat ini Nayara sedang hamil dan emosinya bisa sangat berpengaruh terhadap janin yang sedang dikandungnya.
Hari mulai gelap saat Nayara sampai di rumah sakit dan langsung diarahkan ke IGD dimana Zavian sedang ditangani. Dia belum diperbolehkan menemui Zavian karena laki-laki itu masih dalam penanganan tim medis. Jadinya, Nayara duduk sambil menangis di ruang tunggu. Tidak lama kemudian, Mama Widya dan Papa Adrian datang dengan langkah tergesa. Di belakangnya ada Fabian yang mengikuti.
“ Nay……” Mama Widya langsung memeluk Nayara dan mereka sama-sama menangis.
Tangis Nayara semakin meledak saat mendengar penjelasan bahwa Zavian belum sadarkan diri sejak dievakuasi dari mobilnya yang ringsek. Kepalanya dipenuhi oleh pikiran buruk dan dadanya sesak oleh kesedihan. Tidak ada lagi yang bisa meredakan tangis Nayara.
Nayara bahkan nyaris pingsan saat mendengar penjelasan dari dokter yang menangani Zavian. Suaminya harus segera dioperasi karena ada patah tulang yang mengakibatkan pendarahan cukup serius di otot pahanya. Belum lagi benturan di kepala Zavian yang merenggut kesadarannya hingga saat ini.
Seluruh ucapan doa dan pengharapan diucapkan oleh Nayara demi kesembuhan suaminya. Laki-laki itu sedang berusaha melewati masa kritisnya seorang diri di dalam ruangan yang dingin itu.
“ Dia akan baik-baik saja,” balas Mama Widya. “ Mama tahu, Zavian adalah anak yang kuat. Dia tidak akan menyerah secepat itu. “
“ Sabar ya, Nay.” Fabian mencoba menghibur wanita itu meski tahu akan sia-sia. Tangan Fabian terulur hendak mengelus kepala Nayara , tapi wanita itu segera menghindar.
Sayangnya, sampai larut malam Zavian belum juga sadar meski dokter mengatakan bahwa operasinya berjalan dengan lancar. Sementara itu Nayara terus menunggu bersama doa-doa dan juga air mata yang luruh di kedua pipinya. Berkali-kali Mama Widya memintanya pulang tapi Nayara terus menolak.
“ Kasihan kandunganmu kalau kamu berjaga di sini, Nay,” ujar Mama Widya.
“ Aku akan ada di sini, Ma. Siapa tahu nanti Zavian bangun dan mencariku,” jawab Nayara.
“ Dokter bilang kalau Zavian masih berusaha melewati masa kritis,” bisik Mama Widya dengan suara parau.
“ Aku tidak akan meninggalkannya , Ma. Aku akan tetap di sini,” tukas Nayara.
Fabian menatap Nayara yang sedang menangis. Wanita itu tampak terluka dan kesakitan saat ini. Wajah cantik Nayara digelayuti awan mendung yang membuatnya tampak menyedihkan. Ada hasrat di dalam diri Fabian untuk mendekat dan memeluk Nayara, tapi sisi lain di dalam dirinya menolak untuk melakukan hal itu.
__ADS_1
Fabian kemudian membuka jaketnya dan memakaikannya pada Nayara , “ Pakai ini , Nay. Di sini dingin soalnya.”
Nayara ingin menolak tapi keadaan tidak berpihak padanya. Dia hanya mengenakan blouse berlengan pendek dengan rok midi di bawah lutut. Nayara tidak sempat memikirkan seperti apa penampilannya karena terlalu syok dan cemas saat mendengar kabar duka yang menimpa suaminya.
“ Papa sama Mama pulang saja, biar aku yang menemani Nayara di sini,” ucap Fabian .
“ Gak, Bian . Mama akan tetap di sini menunggu Zavian bangun,” tegas Mama Widya.
“ Kalau kamu dan Papa mau pulang, silahkan saja .”
Fabian menggeleng tegas. Dia menolak untuk meninggalkan Nayara disaat seperti ini. Mungkin Fabian juga berpikir bahwa ini adalah kesempatannya untuk kembali berdekatan dengan Nayara setelah selama ini wanita itu menghindar dari kejarannya.
Hingga akhirnya , setelah menunggu sekian lama, dokter membolehkan Nayara untuk masuk ke dalam ruangan dimana kini suaminya terbaring lemah. Hanya saja Zavian masih belum sadarkan diri.
Nayara duduk di samping Zavian dan menatap suaminya yang terbaring tenang dengan berbagai alat penunjang kehidupan. Ada banyak luka di tubuh laki-laki itu mulai dari kepala hingga kaki. Segalanya terlihat begitu menyedihkan dan juga mengerikan .
Nayara mati-matian menahan diri agar tidak menangis di hadapan Zavian saat ini. Dia menggenggam tangan Zavian dan diciumnya dengan perasaan sendu.
“ Kemarin kamu bilang kalau aku adalah sumber kekuatanmu,” bisik Nayara dengan suara serak menahan tangis. “ Sekarang aku ada di sini, By. Aku gak pernah jauh dari kamu. Jadi kamu cepat bangun ya, sayang.”
Nayara menghapus air matanya dan dia gagal menahan tangisannya. “ Kamu harus kuat dan cepat pulih, karena aku dan anak kita membutuhkanmu. Jangan tinggalkan aku karena aku gak sanggup kehilanganmu, By.”
Nayara tidak bisa lagi melanjutkan ucapannya karena rasa sesak di dalam dadanya terlalu kuat . Dia hanya terisak sambil menggenggam tangan Zavian dengan erat. Nayara pernah merasa sedih saat ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Ia juga pernah terluka saat menghadapi kehancuran pernikahan sebelumnya. Tapi semua itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang dialami Nayara saat ini.
Zavian adalah laki-laki pertama yang mengenalkannya pada sebuah ketulusan setelah sekian lama matanya dihadapkan pada kepalsuan. Zavian adalah sosok yang membuatnya merasa berharga dan pantas untuk dicintai. Bersama Zavian, Nayara merasa bahwa dunianya penuh dengan harapan dan juga kebahagiaan.
Tapi kenapa sekarang segalanya terasa begitu menyakitkan untuknya?
“ Aku sangat mencintaimu,” ucap Nayara dengan air mata yang semakin berjatuhan.
Nayara bisa merelakan apa yang dimilikinya terenggut hilang. Asalkan jangan suami yang sangat dicintainya itu.
.
...****************...
Ada yang bisa nebak, siapa yang bikin Zavian celaka ?
__ADS_1
enaknya fabian di apain ya? org lg berduka dia malah mencari kesempatan 🤦
jangan lupa dukungannya buat zavian ya gaes, like, komen, dan jgn lupa kasih hadiah biar Vian cpt sadar.. Saranghae 🫶🫰