
Zavian tidak pernah berniat menonton video porno Fabian yang kini beredar luas di media sosial. Dia hanya melihat sekilas untuk memastikan bahwa laki-laki di dalam video itu memang Fabian, lalu selesai. Tapi setelah Sarah memberitahunya sebuah berita mengejutkan, Zavian harus membuktikan sendiri kebenarannya.
Dia menonton salah satu video menjijikkan itu menggunakan airpods hingga suara yang ada di sana terdengar begitu jelas. Zavian mengumpat , hampir saja dia meremukkan ponselnya setelah mendengarkan suara Fabian yang ada di video itu.
‘ Ah, enak sekali Nay…’
‘ Tubuhmu sangat indah, Nay.’
‘ Terus seperti itu, aku suka … ini terasa sangat sempit.’
Zavian benar-benar sakit hati mendengar ucapan Fabian di sana. Dia segera menghidupkan mesin mobil dan bergerak keluar dari halaman kantor polisi. Tapi dia mendadak menginjak rem saat melihat Mama Widya berlari mengejarnya dari kaca spion.
“ Kamu mau kemana , Za?” tanya Mama Widya sambil memukul-mukul jendela mobilnya.
Zavian menurunkan kaca jendela itu dan berkata,” Aku akan menghajar SI BIADAB itu !”
“ Jangan gegabah, Za ! Semua akan semakin kacau kalau kamu bertindak sesuka hati begini!” seru Mama Widya.
“ Aku gak akan diam aja melihat istriku dilecehkan begini, Ma !” balas Zavian.
Setelah itu, Zavian kembali menginjak gas dan melesat pergi. Tidak ada satupun orang yang bisa menahan kemarahannya saat ini. Fabian telah melecehkan Nayara dengan cara yang teramat rendahan dan Zavian tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja.
Bagi Zavian, istri adalah bagian dari harga dirinya. Jika ada orang yang merendahkan Nayara, maka harga dirinya juga akan ikut tergores.
Mobil yang dikendarai Zavian melaju cepat melewati gerbang tol menuju Bandung. Zavian tidak pernah berpikir untuk berhenti sejenak atau sekedar melambatkan laju mobilnya. Yang ada di kepalanya hanyalah bagaimana cara agar segera sampai di tempat Fabian berada.
Sementara itu, Fabian sedang duduk bersantai di kursi yang ada di pinggir kolam renang. Tubuhnya lembab dan rambutnya masih meneteskan air setelah berenang beberapa kali putaran. Dia meraih gelas berisi es jeruk segar dan meminum dengan begitu santai. Nyaris tanpa beban sama sekali.
Fabian tidak terlalu peduli dengan kasusnya yang kini sedang dibicarakan orang banyak. Dia yakin sekali bahwa Mama Widya akan turun tangan membereskan masalah ini. Ibunya itu pasti tidak akan membiarkan nama keluarga Rayyansyah menjadi cibiran masyarakat terlalu lama.
Ketika salah seorang pekerja villa memberitahu bahwa Zavian datang menemuinya, Fabian justru bersorak gembira. Dia berpikir bahwa adiknya itu pasti datang untuk memberi bantuan atas desakan keluarga yang lain.
“ Hai, bro….” sapa Fabian sambil terkekeh lebar.
Zavian berjalan cepat ke arahnya dan sebuah pukulan telak bersarang di rahang Fabian. Dia terhuyung sejenak ke belakang, tapi tinju Zavian kembali hinggap hingga membuat telinganya tiba-tiba berdenging nyaring.
__ADS_1
“ Brengssek ! Bajiingan sampah !” umpat Zavian sambil terus melayangkan pukulan pada Fabian.
Zavian selalu merasa bahwa apa yang ada di dalam dirinya tidak pernah baik-baik saja jika Nayara diusik. Apalagi ketika mengingat betapa menjijikannya suara Fabian saat mendessahkan nama istrinya berkali-kali . Kemarahan menguasai kepalanya hingga dia lupa bagaimana cara untuk berpikir jernih.
“ Berhenti menyebut nama istri gue dalam setiap dessahan menjijikkan lo, brengssek !” ucap Zavian dengan berapi-api.
Zavian pikir menghancurkan mulut Fabian adalah satu-satunya cara untuk membungkam kakaknya itu agar tidak menyebut nama Nayara dalam konotasi negatif. Zavian bahkan berpikir untuk menginjak-injak Fabian dan menjadikan tubuh laki-laki itu sebagai trampolin.
Namun, pekerja Villa datang dan melerai aksi Zavian. Tidak kemudian dua orang lagi datang dan menengahi pertengkaran yang tidak seimbang itu. Ada tante Tania dan suaminya, om Farhan yang entah kenapa bisa ada di sini. Gerakan Zavian ditahan dan dia diseret menjauh dari Fabian. Zavian menggeram marah saat Mama Widya dan sopirnya ikut muncul.
“ Sudah, Za…. cukup ! Kamu bisa membunuh kakakmu . “ kata Mama Widya .
“ Bajingaan ini telah melecehkan istriku dengan mulut kotornya !” teriak Zavian marah.
Fabian yang sedang terkapar di lantai mendadak menyunggingkan senyum sinis. Di antara rasa sakitnya akibat pukulan Zavian, dia baru sadar bahwa ternyata kedatangan adiknya itu bukan untuk membantunya. Zavian hanya ingin melampiaskan kemarahan pada dirinya.
“ Kalian berdua gak boleh kayak gini terus, selalu saja berantem gara-gara perempuan yang sama !” bentak Om Farhan yang muak melihat perseteruan kedua keponakan istrinya itu.
“ Kayak orang bodoh, tau gak !”
“ Lo harus terima kenyataan kalau istri lo itu juga pernah jadi istri gue !” Fabian berkata setelah dia bangkit dengan susah payah.” Dan lo juga harus terima kalau seandainya gue mengingat setiap detail tentang Nayara atau dia yang masih ingat dengan apa yang pernah gue lakuin untuk bikin dia merem melek .”
“ Bangsaat lo!” Zavian kembali maju hendak menyerang kakaknya. Tapi orang-orang di sana segera menahannya agar tidak mendekati Fabian.” Gue bunuh beneran lo, bangsaat !”
Fabian mengusap sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan Zavian. Dia sama sekali tidak merasa bersalah telah membuat adiknya itu murka. Karena bagaimanapun juga, Fabian tetap punya pembelaan untuk dirinya sendiri.
“ Berhenti merasa menang karena sejak dulu selalu mendapat dukungan atas tindakan rendahan lo yang merebut Nayara dari tangan gue !” Fabian berkata sambil menatap Zavian dengan sorot mata penuh dengki. “ Gue akan selalu ngelakuin hal-hal yang akan bikin lo ngerasa terusik . Lo gak boleh hidup tenang setelah merebut Nayara dari gue !”
Zavian tidak membalas ucapan Fabian tapi dia berhasil melepaskan diri dari pegangan semua orang dan menerjang Fabian. Kali ini Fabian melawan dan berhasil membalas satu pukulan pada Zavian. Suasana kembali memanas dengan teriakan demi teriakan yang mengudara penuh kengerian. Lalu Zavian dan Fabian dipisahkan satu sama lain dengan susah payah.
Zavian mengumpat kesal , tapi dia kemudian mendadak diam saat menyadari Nayara muncul dari ambang pintu dan berjalan ke arahnya. Rambut panjang wanita itu terurai lepas dan helaiannya sedikit berkibar seiring langkahnya. Perutnya yang buncit membuat langkahnya terayun pendek dan pelan. Di samping Nayara ada Evy yang menatap situasi dengan penuh waspada.
Nayara berjalan begitu saja melewati Zavian dan dia berhenti tepat di hadapan Fabian. Tangannya terangkat dan sebuah tamparan singgah di pipi pria itu. Fabian terpaku menatap wanita di hadapannya yang kini sedang menyorot marah padanya.
“ Kamu berhenti menyakiti suamiku !” teriak Nayara. Lalu Nayara juga mendorong dada Fabian hingga terhuyung satu langkah ke belakang. “ Suamiku gak pernah mengusik kamu sedikitpun, tapi kenapa kamu selalu mencari celah untuk membuatnya marah? Kenapa kamu sejahat ini, hah?”
__ADS_1
Suasana mendadak hening dan Fabian tidak memberi perlawanan apa-apa. Dia hanya menatap Nayara tanpa jeda.
“ Brengssek !” umpat Nayara sambil menangis. Dihapusnya air mata di pipinya dengan cepat.” Sudah kubilang padamu kalau tidak ada yang bisa menghalangi rasa cintaku pada Zavian. Seharusnya kamu sadar bahwa tindakanmu ini hanya akan semakin membuatmu terlihat BODOH ! Jangan pernah membicarakan tentang masa lalu karena bagiku semua itu sudah tidak berarti lagi. Jadi,kamu harus berhenti menyakiti kami dengan cara murahan seperti ini !”
Zavian maju dan meraih istrinya ke dalam rangkulannya. Dia menatap Fabian dengan sengit, lalu berkata,” Gue gak masalah kalau lo memang belum move on dari Nayara. Tapi gue gak bakalan terima kalau mulut lo berani menyebut nama istri gue hanya untuk lo lecehkan !”
Setelah itu Zavian berlalu sambil menggandeng tangan Nayara menuju pintu keluar . Dia membukakan pintu mobil untuk istrinya dan mereka pergi meninggalkan villa itu. Keduanya sama-sama diam hingga akhirnya Zavian menepi di bahu jalan.
“ Kenapa sampai menyusul ke sini?” Zavian bertanya dengan suara yang sengaja ditekan lebih rendah.” Kamu lagi hamil tua dan bisa melahirkan kapan saja. Ini berbahaya sayang.”
“ Aku khawatir, By.” jawab Nayara sambil menatap suaminya itu. Jejak air mata masih tersisa di wajahnya dan Zavian mengelus pipi halus itu.” Mama menelpon semua orang dan bilang kalau kamu ke Bandung untuk menghajar Fabian. Semuanya panik, By. Termasuk aku.”
Zavian menghela napas dalam-dalam . Tenggorokannya masih terasa sesak oleh emosi yang membuncah tanpa ampun. Tapi saat Nayara ada di sisinya, Zavian mencoba untuk meredakan segala gemuruh di dalam dadanya saat ini.
“ Dia boleh ganggu aku atau melakukan sesuatu yang jahat kepadaku. Tapi aku tidak akan pernah terima jika dia mengganggumu atau anak kita . Bahkan menyebut namamu dalam konotasi negatif saja aku tidak rela.” Zavian melepaskan sabuk pengamannya dan membungkuk untuk mencium perut Nayara .
Tangan Nayara mengelus rambut Zavian dengan lembut. Jemarinya terbenam di antara helaian pendek yang tebal itu.” Lain kali jangan gini ya, By. Jangan gampang terpancing oleh segala sikap menyebalkan Fabian. Dia sengaja melakukan segala hal untuk mengganggu kita dan akan merasa menang jika diladeni. Karena memang itulah tujuannya.”
“ Kamu sudah menonton video siialan itu?” tanya Zavian penasaran.
Nayara menggeleng lemah.” Tapi Evy sudah menceritakan semuanya . Lalu aku tahu kenapa kamu bisa begitu marah pada Fabian.”
“ Dia benar-benar keterlaluan ,” gumam Zavian .
Nayara mengangguk pelan, kemudian Zavian mensejajarkan wajah mereka. Ada hembusan hangat yang menerpa pipi Nayara sebelum bibirnya menerima ciuman yang kuat dari Zavian. Nayara merasakan kegelisahan suaminya dan mencoba menenangkan pria itu dengan sentuhan lain yang lebih intens.
“ Sebelum balik pulang kita cari hotel dulu, yuk,” ajak Zavian. Tangannya mengelus-elus paha Nayara dengan sorot penuh harap.
“ Boleh,” jawab Nayara sambil mengangguk setuju.
Setelah melepaskan diri dari permasalahan akibat ulah Fabian, keduanya butuh waktu dan tempat untuk bercinta. Seperti biasa, Nayara akan melayani seluruh hasrat suaminya dengan senang hati. Dengan begitu, Zavian selalu yakin bahwa setiap inci tubuh Nayara adalah miliknya. Begitu juga dengan hati dan perasaan.
Sedangkan di Villa , Fabian dimarahi oleh semua anggota keluarganya. Semuanya kecewa pada segala sikap dan tingkah laku Fabian. Tidak ada satupun yang memberi pembelaan karena Fabian memang melakukan kesalahan besar.
.
__ADS_1
...****************...