
Di sebuah Villa pribadi yang ada di Bandung, Fabian bersembunyi dari kejaran awak media yang berusaha untuk meminta konfirmasi dari dirinya . Dan yang lebih membuat pusing tentu saja kekacauan yang terjadi di dalam perusahaan ayahnya saat ini.
Perusahaan besar itu kini mendadak pincang dan nyaris ambruk saat CEO-nya jatuh sakit, sementara wakil CEO terlibat skandal memalukan . Fabian yakin bahwa sebentar lagi akan banyak para investor mencabut investasinya. Belum lagi pemutusan hubungan kerjasama secara sepihak yang akan dilakukan oleh perusahaan rekanan mereka.
Hal yang paling parah tentu saja perihal hutang ke Bank swasta yang harus dibayar tepat waktu jika tidak ingin terbebani oleh bunga yang cukup tinggi. Fabian tidak tahu apa yang akan dilakukannya untuk menghadapi semua ini.
“ Kalau ada Zavian kayaknya gue gak bakalan pusing begini,” gumam Fabian seorang diri.
Selama ini dia berpikir bahwa keberadaan Zavian cukup mengancam posisinya sebagai pewaris utama Raya Corp. Tapi setelah segala masalah mencuat ke permukaan seperti ini, Fabian berpikir untuk kembali merangkul Zavian. Dia membutuhkan peran adiknya untuk menyelesaikan semua masalah ini.
“ Telepon Vian, ah,” ujar Fabian sambil merogoh ponselnya di saku celana.
Dia menyalakan ponselnya yang sejak kemarin sengaja dinonaktifkan . Saat benda itu menyala, ratusan notifikasi langsung masuk membanjiri layarnya. Fabian berdecak pelan, lalu mengabaikan hal itu. Tujuan utamanya sekarang adalah menelepon Zavian supaya memberinya bantuan.
“ Halo,” sapa Fabian saat panggilannya tersambung. Ada rasa canggung menguasai dirinya saat mendengar suara Zavian di seberang. Selama ini mereka jarang sekali berkomunikasi, apalagi setelah Zavian menikahi Nayara lalu memilih hengkang dari rumah. “ Za , lo bisa bantu gue, gak ?”
“ Gak !” jawaban itu meluncur dari Zavian tanpa perlu berpikir lama.
Fabian berdecak sebal .” Gue serius, siialan ! Gue butuh bantuan lo !”
“ Gue juga serius gak akan ngasih bantuan apa-apa untuk lo !” balas Zavian.
“ Lo masih dendam sama gue? Ingat, Za. Gue ini kakak kandung lo !” Fabian merasa kesal mendengar jawaban dari Zavian yang terkesan sombong .
“ Apapun hubungan kita , gue tetap gak akan mau bantuin lo . Sebagai seorang pewaris utama keluarga Rayyansyah, seharusnya otak lo bisa dipakai untuk berpikir. Dan seharusnya lo malu menghubungi gue setelah apa yang lo lakuin selama ini !”
“ Bangsaat ! Malah ngungkit yang udah-udah.”
“ Berani berbuat maka lo juga harus berani bertanggung jawab, silahkan bereskan masalah lo sendiri !”
Setelah itu sambungan telepon diputus sebelah pihak oleh Zavian hingga Fabian mengeluarkan sumpah serapah terhadap adiknya itu. Dia tidak menyangka bahwa Zavian akan menolak membantunya di saat genting seperti ini. Padahal Fabian sudah berharap banyak kalau Zavian akan bersedia menyelesaikan masalahnya .
Fabian kemudian menghubungi Mama Widya dan bertanya mengenai keadaan Papanya. Dia tidak bisa mendampingi Mama Widya saat ini karena harus bersembunyi dari kejaran media.
“ Papamu sudah melewati masa kritisnya,” ujar Mama Widya dari seberang. “ Tapi…”
__ADS_1
“ Tapi apa, Ma?” tanya Fabian penasaran.
“ Dokter menyatakan Papamu kena stroke,” sahut Mama Widya dengan suara menahan tangis.” Sekarang Papamu gak bisa ngapa-ngapain.”
“ Astaga….” Fabian mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Sekarang dia bertambah pusing dengan semua yang terjadi pada hidupnya.
“ Oh, iya orang suruhan Mama sudah berhasil mengungkap siapa pelaku yang menyebarkan video porno itu,” ujar Mama Widya kemudian.
“ Oh, ya?” sahut Fabian dengan dada yang mendadak nyeri. “ Siapa orangnya, Ma?”
“ Kamu beneran gak tahu atau pura-pura tidak tahu ?”
“ Beneran gak tahu, Ma.”
“ Bodoh !” umpat Mama Widya dengan suara bentakan kesal. “ Dia adalah wanita murahan yang selalu kamu ajak tidur itu ! Mama pikir kamu benar-benar telah membuang wanita siialan itu, tapi ternyata kamu masih berhubungan dengannya sampai tidur bersama segala!”
“ Maksud Mama Sarah ?”
“ Siapa lagi wanita murahan yang selalu berusaha menghancurkan hidupmu, hah?”
“ Tentu saja Mama akan memenjarakannya ! Kamu pikir Mama ini bodoh kayak kamu?” ketus Mama Widya lagi.
Fabian menggeram murka. Dia ingin sekali mencekik Sarah sampai mati tapi keadaan sedang tidak memungkinkan. Sekarang setiap langkahnya mendapat pengawasan dari semua mata dan dia tidak bisa bebas bergerak melakukan apapun keinginannya. Fabian hanya bisa mengumpati kelakuan Sarah yang dianggapnya sebagai sebuah jebakan .
“ Aku gak akan memaafkan wanita murahan itu !” gumam Fabian.
Sementara itu, Mama Widya yang telah diberitahu oleh asistennya bahwa pelaku penyebar video panas itu telah ditangkap langsung menuju kantor polisi. TIdak lupa Mama Widya menghubungi Zavian dan meminta agar anaknya itu segera menyusulnya.
Saat berhadapan dengan Sarah, Mama Widya langsung mendaratkan sebuah tamparan pada wanita itu. Tidak hanya sekali, tapi berulang kali sampai hatinya puas. Hingga akhirnya dia berhenti setelah asistennya dan satu orang petugas melerai aksi Mama Widya.
“ Dasar wanita murahan. Berani-beraninya kamu melakukan ini pada anakku !” bentak Mama Widya.
Sarah mengusap pipinya yang terasa perih setelah ditampar berkali-kali. Dia mengulas senyum miring dan menatap mantan ibu mertuanya itu dengan sorot mata meremehkan. TIdak ada rasa bersalah sama sekali di raut wajahnya.
“ Kudengar kabar kalau suamimu, ah mantan ayah mertuaku sampai masuk rumah sakit ketika mendengar kabar ini. Lalu kabarnya perusahaanmu juga ikut terguncang, ya ? Hm.. Bagaimana rasanya melihat keluargamu hancur, Mama mertua ?” tanya Sarah.
__ADS_1
“ Kurang ajar !”seru Mama Widya dengan napas memburu penuh amarah . “ Aku tidak akan pernah memaafkanmu ! Kamu akan mendekam di penjara sampai mati membusuk !”
“ Setidaknya aku berhasil membalas apa yang telah kalian lakukan padaku !” ujar Sarah tanpa rasa takut. “ Kalian mengusirku seperti seekor anjing yang hina hingga aku kehilangan anak yang ada di dalam kandunganku .”
“ Hei, kau pantas diperlakukan seperti itu !” balas Mama Widya tak kalah sengit.
“ Seharusnya kau tidak perlu merasa dendam karena semua itu memang salahmu. Kau sengaja menjebak Fabian dalam sebuah pernikahan dan mengaku-ngaku bahwa anak itu sebagai anak Fabian. Padahal itu adalah hasil hubungan gelapmu dengan pria lain.”
“ Tetap saja aku tidak terima kalian perlakukan secara hina begitu !” balas Sarah.
“ Dasar tidak tahu diri !” teriak Mama Widya .
Wanita itu kembali maju dan menyerang Sarah dengan tangannya sendiri. Kemarahannya meluap-luap karena tidak terima dianggap bersalah telah mengusir Sarah. Sayangnya aksi Mama Widya tidak terlalu jauh karena Zavian segera datang dan menenangkan Mamanya.
“ Sudah , Ma sudah. Tenang dulu, oke ?” bujuk Zavian pada mamanya. Dia menatap Sarah dengan mata penuh amarah. “ Biar polisi yang memproses hukuman untuk wanita jahat ini.”
Sarah tertawa mendengar perkataan Zavian hingga terpingkal-pingkal. Kemudian Sarah berkata,” Kamu sudah menonton video kakakmu, Vian? Bagaimana tanggapanmu, huh ?”
“ Gak usah banyak bicara ! Kami akan segera menjebloskanmu ke dalam penjara !” ujar Zavian.
“ Dasar Bodoh !” balas Sarah dengan nada mencemooh.” Coba tonton video itu dan keraskan suaranya. Maka kamu akan terkejut mendengar nama yang disebut oleh Fabian di dalam setiap dessahannya.”
Zavian mengerutkan kening dan menatap Sarah dengan tajam. Tiba-tiba saja dia memiliki firasat yang tidak enak.
“ Aku hanya mengikuti permainan kakakmu, Vian. Dia memintaku untuk bermain peran. Kau tahu aku akan berperan sebagai siapa ? “ Sarah tertawa selama beberapa saat sebelum melanjutkan kalimatnya. “ Nayara.”
Sedangkan Zavian mengepalkan tangan mendengar nama istrinya disebut. Sarah tampak bahagia setelah melakukan sebuah pembalasan yang membuat keluarga mantan suaminya itu berantakan dalam sekejap.
“ Kakakmu belum move on dari Nayara. Alasannya menyewa wanita bayaran adalah untuk memuaskan fantasinya terhadap istrimu. Fabian bahkan selalu memintaku dan juga para pela*cur lain untuk berpenampilan seperti Nayara. Dengan begitu, maka dia akan berfantasi dan mendessahkan nama istrimu berkali-kali.”
Zavian merasakan amarahnya memuncak hingga seluruh darah di tubuhnya mendidih dengan begitu hebat
.
...****************...
__ADS_1