Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Menghindari Mama Widya


__ADS_3

Zavian bangun dalam perasaan yang jauh lebih baik. Ya, Nayara dengan segala usahanya berhasil membuat segalanya yang berantakan di dalam dada Zavian perlahan-lahan membaik. Ada aroma freesia yang menguar lembut saat Zavian membuka mata dan dia menemukan Nayara masih berada di dalam pelukannya. Wanita itu menatap dengan kedua matanya yang bening dan cantik.


“ Jam berapa sekarang?” tanya Zavian. 


Nayara meraih ponselnya dan mengetuk layar dengan lembut. Setelah itu dia berkata,” Jam dua siang.”


“Wah, aku tidur cukup lama juga, ya.” gumam Zavian. 


“ Itu bagus, kan ? Soalnya dalam beberapa minggu belakangan ini kamu selalu kurang tidur,” ujar Nayara. 


Zavian mengangguk pelan, lalu mengelus-elus punggung istrinya dengan lembut . Zavian menyurutkan wajahnya ke ceruk leher Nayara dan menghirup aroma wangi yang sangat disukainya. Nayara sudah mandi dan berganti pakaian sejak pagi tadi sebelum kembali masuk ke dalam pelukan suaminya. 


“ Ayo, bangun,” bisik Nayara sambil mengacak-acak rambut Zavian.” Kamu belum makan lho, sayang.” 


“ Iya,” jawab Zavian dengan patuh. Dia menyibak selimut dan bangkit dari ranjang. Kemudian berjalan menuju kamar mandi sambil menguap kecil. 


Sementara itu  Nayara turun ke dapur untuk menyiapkan makanan. Hari ini Nayara benar-benar menepati janjinya untuk menemani Zavian di rumah. Dia ingin menghabiskan banyak waktu berduaan bersama suaminya dengan penuh cinta. 


Saat semua makanan sudah tersaji, Nayara kembali ke kamar dan menemukan Zavian baru saja selesai mandi. Ada tatap kagum yang terpancar dari kedua matanya saat memandang Zavian.


“ Sini….” Zavian merentangkan tangan dan meminta sang istri masuk ke dalam dekapannya.


Nayara tentu tidak akan menolak. Meski telah melewatkan banyak waktu untuk berpelukan, tapi tetap saja pelukan Zavian adalah tempat ternyaman yang tidak akan pernah diabaikannya. 


Ada aroma wangi dari permukaan kulit Zavian saat Nayara mencium dada laki-laki itu . Selanjutnya , mereka tidak hanya sekedar berpelukan karena tangan nakal  Zavian telah bergerak meraba kemana-mana. Ada elusan pelan disertai remassan menggoda yang membuat Nayara menahan napas. 


“ By, Makan dulu. Udah aku siapin lho,” ujar Nayara.


“ Aku lapar tapi maunya makan kamu,” bisik Zavian. 


“ Tapi, By…..” 

__ADS_1


“ Aku harus membalas perbuatanmu yang tadi.”


Nayara tidak bisa mengelak saat Zavian menjatuhkan dirinya ke atas ranjang. Pakaiannya dilucuti dengan cepat hingga tidak ada yang tersisa. Lalu kaki jenjangnya yang putih mulus dibuka lebar dan Zavian menempatkan wajahnya di antara kedua pahanya. 


Ada pemandangan merah merona yang menggoda agar Zavian membenamkan lidahnya di sana. Nayara mengeraang lemah saat merasakan geli yang menyerang inti tubuhnya, membuat dirinya menggeliat dengan napas tak beraturan. 


Zavian benar-benar membalas semua perlakuannya tadi pagi. Dan, laki-laki itu tersenyum di sela kegiatannya saat mendengar bagaimana istrinya merintih akibat siksaan yang diberikannya. 


Zavian bisa melakukan apa saja yang membuat Nayara merasa terbang ke angkasa . Saat melakukan itu, Zavian tidak memikirkan hal lain selain keinginannya untuk membuat istrinya senang. Zavian bahkan melupakan sajian di meja makan yang telah disiapkan Nayara sejak tadi. 


...----------------...


Selama dua minggu belakangan ini Zavian sengaja menghindari Mamanya. Dia berdalih sibuk dan selalu pulang larut malam agar tidak ada kesempatan bagi keduanya untuk bertemu. 


Zavian ingin memberi ruang pada dirinya sendiri untuk berpikir lebih lama tentang apa yang selama ini membuatnya resah. Zavian merasakan luka di dalam hatinya akan terus berdesakan menumpahkan darah jika dia tidak mengambil waktu untuk menenangkan diri.


Kadang Zavian bertanya pada dirinya sendiri. Apakah sikapnya ini tidak keterlaluan? kenapa dia bersikap seperti remaja labil hanya karena Mamanya lebih memilih berdiri di samping Fabian?


Pasangan dan orang tua memiliki tempat yang berbeda di dalam hidupnya. Dan posisi itu tidak bisa diubah atau digantikan begitu saja. Tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang seorang ibu, Zavian harus mengakui hal itu. 


Di antara riuh pemikiran yang menyesaki kepalanya, Zavian menemukan sebuah pesan dari Mama Widya. 


Mama : Akhir-akhir ini kamu sibuk banget, ya. Mama sudah beberapa kali datang ke rumah tapi kamu gak ada. Nay bilang kamu akan pulang larut malam dan Mama gak bisa nunggu. 


Zavian meletakkan kembali ponselnya dan dia tidak berniat membalas pesan itu. Tapi sebuah denting lembut kembali terdengar menandakan sebuah pesan baru muncul. Zavian meraih ponselnya kembali dan menemukan satu pesan muncul masih dari Mama WIdya. 


Mama : Zavian, Mama kangen. 


Leher Zavian terasa kaku dan berkedut saat membaca pesan itu. Mama WIdya jarang sekali mengatakan rasa rindunya pada Zavian. Bahkan , saat ia kuliah di Amerika selama bertahun-tahun dulu, Mama Widya nyaris tidak pernah mengungkapkan kerinduannya. Perempuan itu hanya akan menelepon untuk menanyakan kebutuhan Zavian selama di sana lalu mengirim sejumlah uang agar anaknya hidup dengan baik di luar negeri. Tidak ada ungkapan sayang ataupun rindu. 


Tapi kali ini, Mama Widya mengatakan bahwa dia merindukan dirinya. Ada efek hebat yang dirasakan Zavian saat membaca pesan itu. 

__ADS_1


Setelah larut dalam perasaan overthinking yang membuatnya merasa tidak disayangi, sekarang pesan Mama Widya hadir untuk membantah pemikirannya. Batinnya bergejolak senang dan Zavian tersenyum lebar. 


Detik itu juga, Zavian segera menelpon Mamanya. Ada letupan-letupan kebahagiaan yang tidak dapat disembunyikannya.


“ Ma, ayo kita makan siang,” ucap Zavian dengan nada riang. 


“ Kebetulan Mama lagi ada di Mall XX, kamu ke sini, ya. Mama tunggu,” sahut Mama Widya dari seberang telepon. 


Zavian segera mengiyakan dan langsung keluar dari ruangannya. Dia berhenti di depan meja sekretarisnya untuk meninggalkan beberapa pesan mengenai pekerjaan selanjutnya. 


“ Saya mau keluar makan siang, Ra. Nanti kamu reschedule jadwal meeting saya dengan manajer finance dan undur waktunya kira-kira dua jam. Gak masalah kalau kita meeting sore. Seandainya pak Bagas atau tamu lain datang dan menemui saya, katakan bahwa saya sedang ada urusan penting di luar. Jadi mereka boleh menunggu sampai saya datang atau kembali besok,” pesan Zavian pada Laura sekretarisnya. 


Dia yakin sekali bahwa hari ini akan melewatkan waktu yang panjang bersama Mamanya. 


Laura mengangguk sambil menyimak ucapan bosnya itu. Dia dengan cekatan mencatat apa saja yang harus dilakukan dan berjanji akan melaksanakan perintah dengan baik. 


Setelah itu, Zavian berjalan cepat menuju parkiran khusus dan menolak diantarkan oleh sopir. Dia menyetir sendiri menuju sebuah Mall yang telah disebutkan oleh Mamanya tadi. Sekitar dua puluh menit kemudian Zavian sampai di Mall XX dan naik ke lantai dua menggunakan eskalator. Dia menemukan Mama Widya sedang berbelanja di sebuah toko sepatu dan wanita itu tampak kegirangan saat dihampiri oleh anak bungsunya. 


“ Mama sendirian ?” tanya Zavian sambil melihat ke sekeliling. Biasanya Mama Widya akan ditemani oleh asistennya jika ingin pergi kemana -mana. 


“ Tadi ditemani oleh Hannah tapi dia sudah pergi,” ujar Mama WIdya.” Sengaja Mama suruh pergi, sih. Soalnya,kan Mama mau makan sama kamu.” 


Zavian menyerahkan kartu debitnya kepada kasir untuk membayar belanjaan Mama Widya. Setelah itu keduanya naik ke lantai tiga untuk mencari tempat makan. Mama Widya memilih sebuah restoran korea yang menyediakan menu hot pot dengan kuah kolagen kesukaannya.


“ Tumben kamu bisa keluar siang ini ? Biasanya sibuk banget,” ucap Mama Widya . 


“ Kebetulan lagi senggang,” jawab Zavian berbohong. Padahal jadwalnya hari ini padat sekali, tapi demi Mama Widya dia rela meluangkan waktu untuk berada di restoran ini. 


.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2