
“ Ada kabar apa dari Mama?” Nayara bertanya setelah menunggu Zavian selesai bicara dengan salah satu orang kepercayaannya di Jakarta.” Mama sehat ,’kan ?”
“ Iya. Mereka bilang Mama sehat dan baik-baik saja. Bahkan akhir-akhir ini beliau sering ikut main golf bersama geng sosialitanya,” ujar Zavian.
“ Syukurlah , berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan ,” ujar Nayara dengan cukup lega.
“ Mama juga tahu kalau kemarin kita mendapatkan masalah hukum sampai maju ke pengadilan. Ada orang suruhan Mama yang bekerja di kedutaan dan ngasih tahu kabar ini,” ucap Zavian.
Nayara menghentikan kegiatannya dan fokus menatap suaminya. Ada sedikit kekhawatiran yang dirasakan oleh Nayara dalam suara Zavian barusan.
“ Katanya Mama mau ke sini,” gumam Zavian dengan lirih.
“ Are you okay with that?” tanya Nayara.” Kalau Mas keberatan Mama datang ke sini, kita bisa pergi sementara waktu untuk liburan.”
Zavian menghela napas dalam, lalu dia menggelengkan kepala.” Sebenarnya aku senang kalau tujuan Mama ke sini murni untuk menemui kita. Mungkin Mama kangen pada cucunya. Tapi sepertinya tujuan Mama ke sini tidak hanya itu.”
Nayara mengangguk paham. Sejak dulu Mama Widya selalu berusaha menekan dan mempengaruhi Zavian agar mengikuti kemauannya. Dan, Zavian sudah terlalu banyak berkorban hingga menemui titik lelah dalam menghadapi Mamanya.
“ Aku pernah bilang bahwa aku sudah memaafkan Mama dan itu bukan sebuah kebohongan. Tapi bagaimana kalau kedatangan Mama ke sini hanya untuk melancarkan tujuannya saja? Bagaimana jika Mama tetap egois memaksakan kehendaknya tanpa mau mempertimbangkan perasaanku ?” Zavian bertanya dengan lirih.
“ Kamu masih bisa mempertahankan keinginan dan prinsip hidupmu. Setelah satu tahun berlalu, bukan berarti kamu harus kembali mengikuti semua kemauan Mama ,’kan? Percayalah , semua akan baik-baik saja, By,” bisik Nayara memberi suaminya keyakinan.
“ Kamu benar, tapi tidak hanya itu saja yang kupikirkan,” ujar Zavian kemudian.” Kalau Fabian tahu Mama datang ke sini menemuiku mungkin dia akan marah.”
“ Ah, iya. Dia selalu cemburu padamu,” tukas Nayara.
Masih jelas teringat di benak Zavian saat dia diberitahu bahwa Fabian berusaha bunuh diri hanya gara-gara Mama Widya meratapi kepergiannya. Fabian terlalu pencemburu dan tidak pernah ingin perhatian Mama Widya terbagi pada Zavian. Mungkin saja tindakan Mama Widya kali ini akan kembali melukainya dan membuatnya berbuat nekat.
Selain diberitahu tentang keadaan Mama Widya, orang kepercayaan Zavian juga mengabarkan tentang Fabian yang menjalani pengobatan sekaligus terapi psikologis bersama dokter kejiwaan. Kakak kandung Zavian itu sering sekali merasa putus asa dan berniat untuk bunuh diri tapi usahanya selalu digagalkan.
“ Apalagi akhir-akhir ini keadaan perusahaan Rayyansyah semakin memburuk,” tukas Zavian kemudian. Dia menghembuskan napas panjang setelahnya.” Aku semakin yakin kalau kedatangan Mama ke sini hanya untuk membujukku pulang.”
Zavian tahu sekali mengenai detail perusahaan Rayyansyah. Termasuk pertengkaran antara Mama Widya dan kedua iparnya , hingga akhirnya wanita itu memilih untuk mengalah. Pengelolaan perusahaan sekarang diambil alih oleh Tante Tania dan juga Tante Siska. Meskipun begitu, keadaan tetap tidak kunjung membaik.
Dengan bersusah payah , kedua adik dari almarhum Adrian Rayyansyah itu terus berusaha mempertahankan agar perusahaan tidak tutup usia . Tidak mudah untuk membenahi semuanya karena kepercayaan klien dan vendor sudah ternodai.
__ADS_1
Apalagi banyak karyawan yang mengundurkan diri akibat kebijakan Fabian dulu. Rekanan bisnis juga enggan bekerja sama dengan Raya Corp karena track record yang kurang baik. Siialnya lagi, perusahaan Rayyansyah selalu menemui kegagalan setiap kali mengajukan proposal kerjasama bisnis. Alasan penolakan itu cukup menohok, perusahaan Rayyansyah sedang tidak dikelola oleh Zavian. Maka mereka tidak bisa percaya bisa bekerjasama denga perusahaan yang sewaktu-waktu bisa bermasalah.
Mati segan hidup tak mau,begitulah keadaan perusahaan itu saat ini.
Sejak Zavian memutuskan untuk pergi menjauh, tidak hanya Mama Widya yang berusaha menemukan keberadaan Zavian, tapi Tante Tania dan Tante Siska juga mengirim orang- orangnya untuk mencari tahu dimana Zavian tinggal saat ini. Keduanya bertujuan untuk membujuk Zavian pulang dan kembali membereskan kekacauan yang ada di dalam perusahaan Rayyansyah. Zavian mengetahui semua itu.
“ Biarkan saja Mama kesini dan kita harus menerima kedatangannya dengan baik. Jika ternyata kepergianmu selama satu tahun ini tidak membuat Mama berubah juga, maka kita jalankan rencana kedua atau buat rencana baru yang lebih bagus.” Nayara mengelus sisi wajah Zavian dan berkata dengan begitu yakin.
“ Tapi keadaanmu sedang hamil, Sayang.” Zavian membalas dengan mengusap perut Nayara dengan pelan.
“ Kehamilanku bukan halangan,” jawab Nayara dengan senyum lebar yang begitu tulus.
” Bagiku, melahirkan di tempat baru bukanlah hal yang menakutkan. Justru semua perjalanan ini akan menjadi kisah berharga yang akan kuceritakan saat nanti anak-anak kita sudah mengerti.”
Ada perasaan haru yang melingkupi dada Zavian saat mendengar bagaimana istrinya selalu ada di sisinya dan mendukung semua rencana-rencana di dalam hidupnya. Bahkan Nayara bisa mengesampingkan beban yang sedang ditanggungnya demi terus mendampingi Zavian.
Hari itu mereka sepakat untuk tidak menghindar dari Mama Widya. Zavian dan Nayara bahkan bersiap menyambut kedatangan sang Mama dan mereka ingin menunjukkan bahwa keduanya hidup dengan baik selama ini.
Orang kepercayaan Zavian sudah mengabari jadwal keberangkatan Mama Widya . Katanya lusa Mama Widya akan berangkat sendirian untuk menemui Zavian setelah berhasil mencari tahu alamat tempat tinggal anaknya.
“ Ada Claire,” bisik Zavian saat keduanya berjalan sambil mendorong stroller memasuki area perbelanjaan.” Mau lanjut apa gimana ? Takutnya dia malah bikin masalah lagi .”
“ Biarkan saja,” jawab Nayara dengan cuek . Dia sempat melirik ke arah Claire dan memilih untuk mengabaikan wanita berambut caramel yang kini sedang berdiri di depan mesin kopi otomatis.” Kalau dia mencari masalah, kupatahkan lagi tulang hidungnya.”
“Ngeri sekali ibu hamil ini,” ucap Zavian sambil terkekeh.
“ Aku tidak takut menghadapi orang ketiga sepertinya,” balas Nayara.
“ Dia tidak pernah menjadi orang ketiga di antara kita,” sanggah Zavian.
Bagi Zavian , Claire hanya sebatas wanita gila yang sedang berusaha mencari masalah dengannya. Dia tidak pernah menempatkan Claire sebagai orang ketiga di dalam pernikahannya dengan Nayara. Karena sejak awal , Zavian tidak memberi peluang untuk wanita itu dan wanita manapun memasuki kehidupannya.
Saat Claire menemukan keberadaan Zavian di antara para pengunjung , dia hanya bisa menatap dengan sorot mata dengki. Apalagi ketika melihat pria itu merangkul Nayara sambil tersenyum , maka bertambah kesal pula dirinya.
“ Dasar orang Asia siialan !” gumam Claire sambil mendengus sinis.
__ADS_1
Ada niat jahat yang sempat terbesit di dalam benak wanita itu saat melihat Zavian dan Nayara. Ambisinya belum terpenuhi dan rasa sakit hatinya belum tuntas. Apalagi saat di persidangan kemarin, uangnya melayang cukup banyak untuk membayar denda. Oleh karena itu, dia hendak mengerjai pasangan yang membuatnya kesal.
Baru saja Claire hendak mendekat sambil membawa sesuatu di tangannya, Nayara malah berbalik dan menatapnya dengan sengit. Tidak ada ucapan yang terlontar, tapi dari sorot matanya Claire bisa mengetahui ancaman berbahaya dari Nayara.
Nayara sendiri tampak tidak gentar dan penuh ancaman mengerikan.
Akhirnya Claire memutuskan untuk mundur. Wanita Asia bertubuh mungil itu tidak bisa diremehkan. Apalagi ketika Nayara terlihat begitu berani untuk mematahkan hidungnya kedua kali. Padahal Claire baru saja selesai melaksanakan operasi rekonstruksi tulang hidung dan masih bisa merasakan sisa-sisa sakitnya.
Dari bibirnya, Claire bisa memahami ucapan Nayara.
“ I’ll keep my eyes on you, Biitch !”
Sesampainya di rumah, Nayara langsung menyusun bahan-bahan masakan di dalam kulkas, ia ingin memasak makanan yang istimewa demi menyambut kedatangan ibu mertuanya karena Nayara ingin memberikan yang terbaik saat Mama Widya berkunjung ke rumahnya untuk pertama kalinya semenjak keduanya memutuskan menjauh. Dia juga telah merapikan kamar yang akan ditempati Mama Widya nanti. Segalanya dipersiapkan dengan baik dan dibuat senatural mungkin. Zavian dan Nayara telah sepakat bahwa mereka akan berpura-pura terkejut ketika nanti Mama Widya datang.
Semakin dekat waktu pertemuan mereka , semakin berdebar pula dada Zavian oleh kerinduan akan sosok Mamanya. Setelah satu tahun tidak bertemu dan menekan rasa rindunya habis-habisan, Zavian ingin sekali memeluk wanita itu. Rasanya tidak sabar menantikan hari esok.
Sayangnya, Zavian malah mendapatkan kabar mengejutkan dari orang kepercayaannya. Sebuah kabar yang membuat Zavian merasa bahwa seluruh usahanya dalam mempersiapkan segala hal harus berakhir sia-sia.
“ Nyonya Widya tidak jadi berangkat , Mas. Penerbangannya besok sudah pasti ditunda atau dibatalkan karena sekarang Mas Bian sedang dilarikan ke rumah sakit,” ucap seseorang dari seberang sana.
“ Apa yang terjadi pada Fabian ?” tanya Zavian penasaran.
“ Mas Bian tiba-tiba drop dan sempat kehilangan kesadaran .”
“ Dia tidak sedang pura-pura bunuh diri supaya Mama gagal berangkat ke sini untuk menemuiku,’kan ?”
“ Tidak. Ini murni karena penyakit Mas Bian.”
“ Tapi Fabian tahu kalau Mama ingin menemuiku?”
“ Sepertinya tidak tahu, Mas. Soalnya Nyonya Widya meminta teman saya yang membantunya mengurus visa untuk menyembunyikan rencana ini dari Mas Bian.”
Zavian menghela napas berat. Rasa rindunya berganti dengan kecewa .
.
__ADS_1
...****************...