Satu Malam Dengan Istrimu

Satu Malam Dengan Istrimu
Sebuah Pelarian


__ADS_3

“ Lalu kenapa kamu berada di sini, Sarah ?” tanya Fabian lagi.


“ Se-sebaiknya aku pergi saja,” ujar Sarah dengan suara gugup. Dia berjalan menuju pintu keluar tapi Fabian dengan cepat mencekal lengan wanita itu untuk menahannya. 


“ Jika kamu memang pelacur yang kupesan, maka kamu tidak boleh pergi seenaknya sebelum melayaniku,” ucap Fabian.


“ Gak ! Sepertinya aku salah kamar,” ucap Sarah sambil berusaha melepaskan diri.


“ Biar kucari kebenarannya terlebih dahulu,” sahut Fabian yang segera merogoh ponselnya. 


Fabian langsung menelepon mucikari langganannya untuk bertanya apakah benar Sarah adalah wanita kirimannya atau tidak. Dan jawabannya memang benar bahwa Sarah merupakan wanita bayaran yang akan melayani Fabian malam ini. Sarah juga anggota baru yang tadi dijelaskan memiliki ciri fisik seperti Nayara.


“ Wah, menggelikan sekali,” ujar Fabian dengan tatapan angkuhnya. Dia mengulas senyum miring sambil menatap Sarah.


” Setelah terusir dari rumahku dan selama berbulan-bulan kita tidak bertemu, kamu malah beralih profesi sebagai wanita bayaran. Apa alasanmu, hem? Benar-benar butuh duit untuk beli susu anakmu atau hanya karena ingin bersenang-senang dijamah banyak laki-laki?”


“ Lepaskan !” bentak Sarah sambil menyentak tangan Fabian. Dia tidak ingin memberi penjelasan apapun terkait anaknya yang telah meninggal . Sarah hanya ingin lepas dari Fabian. Tapi usahanya sia-sia karena tenaga Fabian jauh lebih besar dibandingkan usahanya.


“ Enak saja minta dilepaskan. Memangnya kamu tidak tahu berapa banyak uang yang kukeluarkan demi menyewa pela*cur sepertimu?” tanya Fabian kemudian.


Sarah menyesal telah menyetujui  permintaan mucikari yang akrab dipanggil Mami Carla. Sarah pikir tidak apa-apa jika dia melayani klien banyak mau, asalkan bayarannya besar. Sarah melakukan pekerjaan ini bukan hanya untuk bersenang-senang semata, tapi karena dia memang butuh uang.


Selama beberapa bulan terakhir Sarah memang gencar mengirim lamaran pekerjaan ke berbagai tempat. Sayangnya usaha itu tidak kunjung membuahkan hasil. Sementara kebutuhannya semakin bertambah banyak, apalagi dia juga tidak punya tabungan sama sekali. Hingga akhirnya, Sarah memilih pekerjaan ini setelah sekian lama berdebat dengan nuraninya sendiri. 


“ Aku akan minta Mami Carla mencari penggantiku,” ujar Sarah kemudian .


“ Aku tidak akan menunggu lama,” balas Fabian. “ Jadi malam ini kamu harus melayaniku sampai puas.” 


Sarah menghela napas dalam-dalam dan merasa bahwa dia tidak akan sanggup melayani sosok mantan suaminya. Hubungan pribadi yang sempat terjadi di antara mereka benar-benar menyisakan rasa tidak enak hati terhadap Fabian . Tapi siialnya. Fabian tidak memiliki perasaan yang sama terhadap sosok mantan istrinya itu.


“ Lagipula apa salahnya kamu melayaniku , hah ?” tanya Fabian dengan sudut bibir yang sengaja dimiringkan. Sinis sekali nada suaranya.” Bahkan dulu kau sengaja berbohong demi bisa bersamaku. Sekarang kau malah bersikap seolah-olah dirimu wanita polos yang suci.”


“ Aku tidak bisa,” cicit Sarah putus asa .


“ Kau pikir pela*cur sepertimu bisa bersikap sok jual mahal dengan memilih-milih pelanggan, hem?” 


“ Mas, aku…aku benar-benar gak bisa,” ulang Sarah sekali lagi. 

__ADS_1


“ Kalau kamu gak bisa melayaniku, maka aku akan menuntut mucikari yang menyediakanmu. Jika dia aku tuntut, maka kamu juga akan ikut terseret ke dalam masalah ini,” ancam Fabian. “ Kamu mau aku melakukan hal itu?”


Sarah menggelengkan wajah lemah. Ucapan Fabian benar-benar membuat Sarah tertekan sekaligus merasa terhina. Pria itu berdiri dengan angkuh sambil melepas kancing kemejanya satu per satu. Fabian tidak akan melepaskan Sarah sama sekali.


Keberadaan Sarah di sini membuatnya merasa mendapatkan objek yang tepat. Dia akan menyalurkan hasratnya sebagai bentuk pelampiasan emosi sekaligus membalas rasa sakit hatinya dulu. Karena menurut Fabian, Sarah juga mengambil peranan penting ketika membuat Nayara pergi dari hidupnya.


“ Mucikarii yang memeliharamu pasti sudah memberitahu aturan mainku, ‘kan ?” tanya Fabian lagi.


Sarah mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia ingat saat Mami Carla memberitahunya tentang pria yang akan dilayaninya malam ini.


‘ Pria itu adalah anak salah seorang pengusaha ternama. Dia akan menyewa wanita bayaran untuk bermain peran saat melayaninya,’ ucap Mami Carla.


‘ Bermain peran ini bagaimana maksudnya, Mi?’ tanya Sarah penasaran.


‘ Dia akan memintamu berperan sebagai sosok wanita pujannya. Itulah kenapa aku memilihmu untuk melayaninya kali ini dan yakin sekali kalau dia akan menyukaimu. Soalnya kamu memiliki ciri-ciri yang mirip dengan wanita yang dipujanya itu.’


‘ Wah, benarkah? ‘


‘ Iya, makanya kamu harus mengenakan gaun hitam saat menemuinya. Karena katanya nih, wanita pujaannya itu terlihat cantik saat mengenakan gaun hitam yang seksi.’


Sarah tertawa saat mendengarkan penuturan sang mucikarii itu, ' Ini kayak dia mengalami kasih tak sampai lalu berusaha mencari pelampiasan pada wanita lain. Iya, kan ?’


“ Kamu harus pura-pura menjadi istriku, Sarah,” ujar Fabian sambil melemparkan kemejanya ke sembarang arah. TIdak lupa Fabian mengunci pintu dan menyimpan kuncinya.


“ Istrimu?” tanya Sarah dengan nada begitu pelan saking tidak percayanya.


“ Iya, kamu harus berperan sebagai istriku yang bernama….. Nayara,” tegas Fabian.


Darah di dalam diri Sarah terasa seolah membeku dan terhenti untuk beberapa saat. Ada rasa sesak di dalam dirinya saat Fabian ternyata begitu menggilai mantan istrinya itu hingga nekat melakukan hal segila ini.


“ Bukankah sejak dulu kamu selalu ingin menggantikan posisi Nayara? Sekarang kuberi kamu kesempatan untuk berperan sebagai dirinya,” ucap Fabian kemudian.


Sarah menggeleng samar. Sungguh, dia tidak akan bisa melakukan permainan seperti ini. Dulu saat dirinya masih menikah dengan Fabian, Sarah selalu bangga bahwa dirinya jauh lebih hebat dalam memuaskan Fabian dibandingkan Nayara. Tapi sekarang, Sarah merasa bahwa dirinya tidak akan bisa menggantikan wanita itu di dalam segi apapun.


“ Kemarilah , Nayara sayang…” ujar Fabian yang kini telah duduk di tepi kasur.


“ Mas, aku bisa melayanimu tapi jangan sebut nama wanita itu,” pinta Sarah.

__ADS_1


“ Brengssek ! Banyak sekali tingkahmu, Jalaang !” sentak Fabian yang tiba-tiba menjadi marah karena di tolak. Dia berdiri lalu mendekati Sarah untuk menjambak rambut wanita itu.” Kubilang kau harus melayaniku dan mengikuti semua kemauanku tanpa bantahan. Paham?” 


Sarah tampak terpekik kesakitan tapi kemudian dia menggigit bibir sambil mengangguk pelan. Dia tidak punya tenaga untuk memberikan perlawanan karena pria itu sedang memegang kendali. 


Kemudian Fabian membuat Sarah berjongkok di bawahnya dan menurut tanpa sanggahan.


“ Layani aku, jalaang !” hardik Fabian dengan kasar.


Detik selanjutnya Sarah dipaksa memanjakan juniornya yang sudah menegang, Fabian menahan kepala Sarah begitu kuat, pria itu sampai menengadah sambil mendessah berat. Matanya terpejam dan bayangan Nayara kembali hadir di dalam imajinasinya.


“ Ooh, Nay.. Enak sekali, sayang.”


Ucapan itu terus mengudara bersama dengan kegiatan Sarah yang berusaha memuaskan nafssu Fabian. Dia nyaris menangis tapi ditahannya air mata agar tidak jatuh. Ini pekerjaannya dan dia siap menerima resikonya. Meski hati dan perasaannya terluka oleh sikap Fabian yang seenaknya. 


Gaun Sarah disingkapkan dengan kasar dan Fabian meremass bukit kenyalnya cukup kuat. Dimainkannya ujung bukit kenyal itu dengan cara menjepit kuat hingga eraangan terdengar dari wanita itu.


Kemudian Fabian melebarkan kedua paha Sarah setelah menarik kain segitiga milik mantan istrinya itu. Lalu sebuah benda keras dan panjang terbenam di sana dengan sebuah hentakan kuat. Sarah terpekik kencang ketika penyatuan itu terjadi tanpa foreplay yang cukup. Rasanya perih dan sakit, tapi Fabian tidak peduli sama sekali. 


“ Aku mencintaimu, Nay,” ucap Fabian kembali meracau di sela-sela pergumulan mereka. 


Hentakan Fabian semakin menjadi-jadi bersamaan dengan imajinasi yang berlarian liar di kepalanya. Dia bersenang-senang dan mencoba melupakan beban berat yang menggelayuti pundaknya.


Di saat seperti itu, Fabian merasa bahwa dia telah menemukan sebuah pelarian yang tepat atas segala kerumitan di dalam hidupnya. Sedangkan Sarah berkali-kali memohon agar Fabian menghentikan siksaan yang membuatnya merasa tidak nyaman.


Saat percintaan yang ganas itu selesai, Sarah merasakan seluruh tubuhnya lelah tak terkira. Kakinya gemetaran dan rasa ngilu di bagian bawahnya membuat segalanya menjadi semakin buru. Fabian benar-benar tidak menaruh rasa kasihan padanya sama sekali.


Rasa sakit di tubuh Sarah juga beriringan dengan rasa sakit di dalam hatinya. Entah kenapa, dia tidak terima jika Fabian menyebut nama Nayara saat menidurinya. Dia merasa harga dirinya terusik.


“ Sekeras apapun usahamu, kamu tidak akan bisa menggantikan Nayara di hatiku,” ucap Fabian sedikit mengejek Sarah.


Fabian mengambil uang dan menaburkan ke atas tubuh Sarah yang masih polos tanpa mengenakan sehelai benang pun


“ Ini bayaran untuk hasil kerjamu malam ini dan juga sebagai tambahan beli susu anakmu.”


Fabian tidak tahu bahwa anak yang dia maksud itu telah meninggal. Dan ucapannya yang membuat rasa sakit itu melahirkan sebuah dendam di hati Sarah.


.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2