
Nayara memeluk Zavian dengan erat dan merasakan bagaimana tubuh suaminya dibalut oleh hawa dingin. Ada aroma tembakau yang tersisa saat Nayara mencium bibir suaminya. Saat ini dia bisa melihat bahwa Zavian sedang tidak baik-baik saja. Sosok yang biasanya tampil tenang, tegas, dan kharismatik itu terlihat rapuh bersama seluruh kesedihan yang menggantung di wajah lelahnya.
Jam lima subuh Zavian baru tiba di rumah setelah berkendara selama lebih dari dua jam karena harus mengikuti gerak-gerik kakaknya yang mencurigakan. Zavian memilih menggunakan motor agar mudah mengikuti kemanapun Fabian pergi. Dia pikir Fabian hanya akan berkeliling-keliling dalam kota tapi ternyata laki-laki itu malah pergi ke daerah yang jauh.
Akhirnya Zavian merasa telah salah memilih kendaraan. Mungkin sebaiknya memang menggunakan mobil jika harus berkendara di malam hari dalam udara sedingin itu. Saat pulang, dia sempat menepi untuk merokok demi mengusir hawa dingin yang terasa menusuk-nusuk , tapi ternyata hal itu tidak banyak membantu.
Jika bukan Mama Widya yang meminta Zavian untuk mengikuti kakaknya yang sedang frustasi , maka dia tidak akan melakukan itu. Sungguh , Zavian sudah muak dengan segala tingkah Fabian tapi dia masih harus bertahan demi Mamanya.
Fabian adalah tipe orang yang terbiasa hidup dalam segala kemudahan. Dia tidak terbiasa berpikir keras untuk mencari setiap solusi dari permasalahannya. Jadi , ketika dia merasa putus asa, yang ada di dalam benaknya adalah cara untuk mengakhiri hidup. Sesingkat dan setolol itu pemikirannya .
Sejak dulu, Zavian selalu dipaksa untuk menjadi bayang-bayang kakaknya itu. Dia yang akan membereskan segala kekacauan dan masalah akibat perbuatan kakaknya yang sembrono. Sampai detik ini, Zavian masih melakukan hal itu. Tapi dia melakukan hal itu bukan karena rasa sayangnya pada Fabian, tapi karena rasa sayangnya pada sang Ibu.
“ Kenapa harus pakai motor, sih. Kan bisa pergi pakai mobil,” ujar Nayara sambil mengusap-usap punggung Zavian yang masih dingin meski seluruh tubuhnya telah tertutupi selimut tebal.
“ Biar gak ribet,” Zavian sempat membuka mata sekilas dan mengeratkan dekapan pada tubuh istrinya yang hangat.” Tapi akhirnya ya ribet juga.”
“ Lain kali jangan gini lagi, bahaya.” ucap Nayara dengan sorot mata yang sangat mengkhawatirkan suaminya.
“ Hmm…” gumam Zavian lemah. Dia juga tidak ingin melakukan hal ini lagi.
Kadang Nayara berharap memiliki tubuh tinggi besar atau punya sepasang sayap yang lebar seperti sosok gambaran malaikat yang sering dibacanya dalam kisah fantasi. Dia ingin memeluk Zavian dan melingkupi laki-laki kesayangannya itu dengan tubuhnya. Tapi sayang sekali, Nayara memiliki tubuh yang ramping sehingga saat memeluk Zavian, justru dirinyalah yang tenggelam dalam dekapan suaminya.
Pagi itu, Zavian tidak benar-benar tertidur. Dia hanya memejamkan mata dan merasakan bahwa keadaan tubuhnya perlahan-lahan membaik setelah memeluk Nayara. Energinya kembali terisi setelah terkuras oleh berbagai pemikiran dan kesedihan di dalam dadanya.
__ADS_1
“ Sayang, tolong telepon Laura dan katakan bahwa hari ini aku tidak ke kantor. Sampaikan juga pada Yudha supaya mewakiliku untuk menemui klien dari Rajawali Group dan—” ucapan Zavian terhenti setelah Nayara mengecup bibirnya.
“ Tidurlah, biar aku yang menyampaikan semuanya pada mereka,” ujar Nayara.
Zavian hanya tersenyum sekilas, kemudian kembali menutup matanya. Untuk hari ini, dia tidak ingin pergi kemana-mana dan menjadikan rumah serta pelukan istrinya sebagai tempat melepas penat. Sayangnya, Zavian tidak bisa tidur meski ingin sekali mengistirahatkan diri dari pikiran yang berkecamuk di dalam dadanya.
Nayara melepaskan pelukan Zavian dengan hati-hati. Lalu dia duduk di pinggir ranjang dan meraih ponselnya. Nayara menghubungi sekretaris suaminya dan mengatakan bahwa hari ini Zavian tidak masuk dan meminta agar Laura menyampaikan hal ini kepada Yudha. Nayara juga mengatakan kepada Laura agar tidak menghubungi Zavian jika bukan untuk keadaan darurat.
Tidak hanya itu, Nayara juga berpesan kepada pengasuh Zean untuk mengurus semua keperluan anaknya karena hari ini dia ingin fokus menemani suaminya.
“ Kembalilah ke sini, sayang,” ucap Zavian sambil membuka kedua tangan. Dia ingin memeluk istrinya kembali dan menghirup aroma tubuh Nayara yang menenangkan. Dia butuh istrinya sebagai bagian dari napasnya.
Nayara melepaskan robe yang dikenakannya hingga menyisakan gaun tidur berbahan licin yang disangga tali tipis di bahunya. Zavian menelan salivanya karena melihat lekuk tubuh istrinya yang indah di balik pakaian tipis itu.
Nayara mendekat dan menyibak selimut yang semula membungkus tubuh suaminya. Kini wajahnya mendekat dan mencium bibir suaminya dengan perlahan.. Sementara itu tangannya bergerak liar meraba permukaan kulit yang kini mulai hangat. Saat meraba sesuatu di antara paha Zavian, wanita itu malah tersenyum lebar.
Zavian pura-pura batuk sejenak. Bagaimana dia tidak bereaksi secepat itu saat melihat Nayara menggoda dengan begitu nakal. Bahkan Zavian telah melupakan rasa dingin yang sejak tadi membungkus tubuhnya. Kini ada hawa panas yang menyelubungi dan membuat dada Zavian berdebar kencang.
Nayara tidak banyak bicara setelah itu. Dia melummat habis bibir suaminya dan menjelajahi setiap bagian yang dia sukai. Zavian mengeraang pelan ketika Nayara menarik resleting celananya dan membebaskan sesuatu yang sudah mendesak sejak tadi. Zavian memejamkan matanya saat Nayara mengelus sesuatu yang sudah tegak berdiri dengan gagahnya . Ia semakin terangsaang dan hawa panas di tubuhnya berkumpul pada satu titik.
“ Look at me…….” ucap Nayara sesaat sebelum melanjutkan aksinya yang lebih nakal lagi.
Dan , Zavian mengikuti perintah istrinya dengan patuh. Nayara menggulung rambutnya dengan kedua tangan terangkat. Terlihat cantik , sensual dan menggairahkan. Zavian terus menatap tanpa jeda , lalu dia menyaksikan aksi wanita itu di bawah sana.
__ADS_1
Zavian mengeraang pelan ketika kecupan dan kulumaan hangat itu menyapa dengan penuh godaan. Tangan Zavian meraih belakang kepala istrinya untuk menekan miliknya agar mendesak penuh di mulut mungil itu. Napasnya terhenti sesaat sebelum dessahan kembali keluar tanpa malu. Gerak bibir Nayara semakin liar dan Zavian merasa bahwa kekuatannya akan terhisap habis.
Setelahnya, Nayara tersenyum puas saat melihat bagaimana suaminya terkapar tak berdaya setelah meladeni kegilaannya pagi ini. Napas Zavian masih tersengal dan Nayara meraih tisu untuk menghapus cairan yang meleleh kemana-mana.
“ Curang….” ucap Zavian sebelum Nayara menghilang dari balik pintu kamar mandi.
Wanita itu kembali setelah beberapa menit di kamar mandi. Wajahnya menyisakan bercak air dan tampak segar. Nayara kembali ke dalam pelukan Zavian dan mereka berciuman lagi. Setelah itu Nayara mendekap suaminya dengan erat.
“ Sekarang kamu benar-benar harus tidur,” ujar Nayara.
Zavian hanya menyahut pelan sambil mengangguk . Dia jelas akan tertidur setelah apa yang dilakukan oleh Nayara terhadapnya barusan. Tubuhnya terasa lemah dan lelah tapi jiwanya kembali menghangat . Dia bisa melupakan seluruh gundah dan resah yang sejak tadi berkecamuk di dalam dadanya. Rasanya segala beban di dalam hidupnya mendadak hilang dan terangkat begitu saja.
Sebesar apapun masalah yang dihadapinya, Zavian yakin sekali bahwa dia akan baik-baik saja selama Nayara ada di sisinya. Seperti saat ini, hanya Nayara yang sanggup melakukan itu.
“ Makasih ya , sayang.” ucap Zavian sambil menatap wajah cantik istrinya.” Tadi itu hebat banget.”
Nayara mengangguk , lalu perlahan-lahan mata Zavian tertutup dan dia masuk ke dalam mimpi. Di dalam dekapannya, Nayara tersenyum senang . Hanya itu yang bisa dilakukannya untuk membuat suaminya merasa senang dan Zavian ternyata menyambut dengan baik.
Selama ini Zavian selalu berperan sebagai sosok hebat yang selalu melindunginya dalam segala situasi. Zavian tidak hanya sekedar mencintainya, tapi juga memberikan separuh jiwanya untuk Nayara genggam. Sedangkan Nayara tidak banyak melakukan apa-apa selain berada di sisi Zavian seraya membalas rasa cinta suaminya.
Nayara tidak paham bagaimana menjalankan bisnis untuk membantu suaminya dalam bekerja. Dia juga bukan ahli dalam memberikan nasihat bijak ketika Zavian terpuruk dalam masalah keluarganya. Tapi Nayara terus memastikan bahwa dirinya akan selalu ada sebagai pendamping Zavian.
Nayara akan menjadi tempat pulang untuk suami yang sangat dicintainya.
__ADS_1
.
...****************...